
Jangan lupa like dan komen yah, terima kasih.
Selamat membaca :)
•••
Mendengar perkataan yang dilontarkan kepada mereka berdua, Fu Zhun dan Chu Qing Cheng secara serentak melihat siapa yang berkata seperti itu kepada mereka.
“Sampah tidak tahu malu!” Fu Zhun mencibir pemuda berambut hitam yang mengucapkan hal rendahan kepada mereka berdua.
“Sister Fu, ayo kita bunuh mereka semua!” Chu Qing Cheng memiliki urat biru di dahinya, tapi masih bersikap seperti peri es.
Pemuda yang sebelumnya berteriak kepada keduanya, langsung merasakan keringat dingin di punggungnya.
‘Apa-apaan niat membunuh yang kuat ini!’ batin pemuda tersebut.
Bukan hanya dia saja, yang lainnya juga merasakan rasa takut dalam hati mereka.
“Semuanya, ayo bentuk forma—”
Salah seorang Emperor tahap 9 baru saja ingin memberi perintah, tapi dia sangat terkejut ketika melihat Fu Zhun yang sebelumnya berada sangat jauh, kini ada di dekat mereka dan menembakan serangan api hitam dari tangannya.
Tsuff!
Dengan secepat mungkin, mereka langsung memasang pelindung, tapi tetap saja pelindung itu mengalami cukup banyak retakan hingga membuat mereka terpental cukup jauh ke belakang.
Lalu, Chu Qing Cheng juga menciptakan puluhan niat pedang raksasa di atas udara yang dilesatkan langsung ke arah mereka semua.
Boom!
Boom!
Boom!
Serangan itu mengenai mereka, banyak Emperor tahap 8 yang mati, bahkan Emperor tahap 9 yang berhasil bertahan memiliki kondisi tidak terlalu baik.
“Uhuk ... Uhuk ...” Pemuda yang sebelumnya merendahkan Fu Zhun dan Chu Qing Cheng, kini sedang berusaha untuk menyetabilkan posisi terbangnya.
‘Apa-apaan mereka ini, aku adalah Un Li Chen, bagaimana bisa ditindas oleh dua wanita brengsek ini!’ geram pemuda itu atau Un Li Chen dalam hatinya.
“Tuan muda, anda tidak apa-apa?” tanya Emperor tahap 9 yang lain ketika sudah sampai di sekitar Un Li Chen.
Para Emperor tahap 8 yang hanya tersisa 2 juga kembali lagi dan mendekat ke arah Un Li Chen.
“Bunuh! Bunuh kedua gadis itu!” Un Li Chen menatap Fu Zhun dan Chu Qing Cheng yang berada tak jauh dari tempat mereka semua berada.
__ADS_1
Mendengar perintah tuan muda mereka, segera salah seorang Emperor tahap 9 menyuruh dua Emperor tahap 8 untuk maju dan menghalangi mereka.
“Ayo cepat, selagi mereka sedang mengalihkan perhatian!” teriak Un Li Chen.
“Baik!”
Dalam sekejap mereka saling menghubungkan internal Qi masing-masing sehingga menjadi satu padu, Un Li Chen adalah titik formasi ini, jadi kekuatannya meningkat sangat tinggi hingga hampir menyamai Half Ancient Emperor Low Rank.
“Hahaha, aku merasakan banyak peningkatan pada diriku!” Un Li Chen tersenyum angkuh ketika merasakan kekuatan di tubuhnya sangat meningkat.
Dengan cepat, dia mengeluarkan sebuah tombak dari dalam cincin penyimpanannya.
Tombak Tingkat Emperor High Rank!
Slash!
Di lain sisi, Fu Zhun berhasil membunuh dua sampah yang dikirim, namun dia langsung terkejut dengan peningkatan kekuatan dari pihak lawan.
Begitu juga Chu Qing Cheng, kekuatan yang ditampilkan oleh musuh benar-benar sangat kuat, seperti Emperor tahap 9 High Rank yang sudah berkultivasi ribuan tahun.
“Sister Fu!” Chu Qing Cheng berkata dengan pelan.
“Aku tahu!” Fu Zhun mengangguk, lalu dalam sekejap dia berubah menjadi seekor Phoenix.
Sayap kiri berwarna biru es agak tua, dan sayap kanan sebelah berwarna merah jingga agak gelap. Begitulah wujud True Phoenix milik Fu Zhun yang memancarkan aura mencekam bagi sekelilingnya.
Dengan kicauan Phoenix, Fu Zhun mengibaskan kedua sayapnya dan tercipta sebuah badai es dan api ke arah para lawan.
Chu Qing Cheng di sisi lain juga tidak berdiam diri, dia menciptakan domain yang menutupi seratus meter dari tempatnya, dan memunculkan ribuan siluet pedang dalam sekejap untuk membombardir para lawannya.
“Cih, trik remeh!” Un Li Chen tersenyum merendahkan, lalu mengibaskan pedangnya ke arah serangan Fu Zhun dan Qing Cheng.
Namun, dia benar-benar terlalu meremehkan serangan tersebut.
Ketika serangan Fu Zhun mengenai serangan pedang Un Li Chen, serangan pedangnya langsung seperti dihanguskan dan dibekukan oleh elemen api dan es yang sangat mendalam.
Setelah serangan mereka dihancurkan, serangan Fu Zhun menciptakan sebuah ledakan uap akibat panas dan dingin saling bersentuhan sangat lama.
Un Li Chen kebingungan karena di sekelilingnya ditutupi oleh kabut tebal.
“Tuan muda, hati-hati!” Salah seorang memberi peringatan.
Baru saja diberi peringatan, wajah Un Li Chen tiba-tiba mengental dan mengeras, dengan cepat dia memasang pelindung untuk melindungi dirinya dan lainnya.
Buff!
__ADS_1
Buff!
Buff!
Buff!
Ribuan pedang dari berbagai arah menyerang mereka, hanya dalam hitungan nafas, pelindung yang dianggap tidak akan hancur itu, langsung hancur dan seluruh siluet pedang membunuh mereka semua.
Daging dan tulang berceceran ke tanah dari udara, aura mencekam juga menghilang dalam sekejap.
Fu Zhun sudah mengubah wujudnya kembali ketika merasakan bahwa aura lawannya sudah menghilang.
Chu Qing Cheng juga menghela nafas lega dan menyarungkan pedangnya kembali ke sarung pedang di pinggangnya.
“Selesai juga!” Fu Zhun berkata dengan lega ketika mendekati Chu Qing Cheng.
•••
Di lain sisi, Huang Luo Xi, Xi Niang, dan Xi Ning’er sedang bertarung bersama, tak jauh dari tempat mereka, terdapat juga Qin Yu dan Xin’er yang sedang bertarung berdampingan.
Sama seperti Fu Zhun dan Chu Qing Cheng, mereka juga cukup kesusahan melawan banyak orang, namun mereka berhasil menyelesaikan pertarungan setelah membayar beberapa harga sedang.
“Kalian, berkumpullah ke sini!” Qin Yu mendarat ke tanah dan memanggil mereka semua ke tempatnya.
Tak lama Huang Luo Xi dan lainnya datang ke tempatnya, lalu banyak orang dari Istana Leng Xue dan Kota Azure juga yang mengerumuni tempat ini.
“Baiklah, kita hanya perlu menunggu!” Qin Yu berkata dengan santai.
Sekitar setengah jam kemudian, Qin Yu tiba-tiba mengeluar giok komunikasinya dan mendapatkan pesan di dalamnya.
Setelah menelaah isi pesan, Qin Yu tersenyum puas dan berkata: “Ayo ikuti aku!”
Qin Yu pun terbang ke udara, dibelakangnya diikuti sejumlah orang-orang yang memiliki aura sedikit hilang, ada juga yang sangat pucat, dan lain sebagainya.
Setelah terbang selama satu menit, mereka semua mendarat di suatu tempat yang mana sudah terdapat banyak orang berkumpul di sana.
“Salam, Nyonya Xia!” Qin Yu menelangkupkan tinjunya ketika mendarat di depan Xia Ling Wan.
Xia Ling Wan mengangguk, dia lalu menatap orang-orang di belakang Qin Yu dengan pandangan sedikit khawatir, setelah memastikan tidak ada hal yang tidak diinginkan, dia menghela nafas lega.
“Kita akan langsung pergi ke Kuil Jixu!” ungkap Xia Ling Wan.
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yah.
__ADS_1
...Terima kasih telah membaca novel ini....