
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
Ketika keduanya baru saja keluar dari ruangan, suara tertawa terdengar dari samping mereka.
Melihat siapa yang tertawa, Yang Xiu langsung memanggilnya.
"Tan Cai!" Yang Xiu memandangi dengan tidak senang, "Apa yang kau lakukan di sini?"
Orang yang tertawa sebelumnya adalah Hall Master dari Pill Hall, dan orang yang sedikit Yang Xiu tidak suka.
"Apa yang aku lakukan di sini, apa hubungannya denganmu?" Tan Cai mendengus dingin, "Juga panggillah aku dengan lebih sopan, bagaimanapun bahkan Zi Yun memanggilku bibi!"
Tapi Yang Xiu mengabaikannya dan berjalan pergi bersama Gu Tianji.
"Hei, tunggu!" Tan Cai berteriak kesal.
Yang Xiu menghentikan langkahnya dan berbalik, "Apa?"
"Kau ingin pergi ke Guard-Guard lain, bukan? aku mungkin bisa membantumu!"
"Kenapa kau ingin membantuku?" tanya Yang Xiu.
Tan Cai mendengar itu langsung mengubah wajahnya menjadi serius, "Kau juga seorang alkemis, bukan?"
"..." Yang Xiu terdiam dan memandangi wanita ini dengan tajam, dia ingat belum pernah memberitahu ini pada siapapun.
Apakah Zi Yun yang memberitahukan? tapi itu tidak mungkin, pikir Yang Xiu.
"Mari kita bicarakan!"
***
Suatu kedai makan, Yang Xiu bersama Gu Tianji duduk di kursi meja makan berhadapan dengan Tan Cai.
Karena ini adalah ruangan pribadi, sehingga hanya ada mereka bertiga yang leluasa untuk berbicara.
'Tuan muda, siapa wanita ini? dia tampaknya seorang wanita nakal!' Gu Tianji bertanya lewat kesadaran spiritual.
'Dia adalah Hall Master dari Pill Hall di kota ini, Tan Cai'
'Ta-Tan Cai? maksud anda alkemis tingkat High Rank Realm Lord itu!!?'
'Iya, memangnya kenapa?'
'Tidak, aku pernah mendengar beberapa rumor aneh mengenai wanita ini.'
__ADS_1
'Apa i—' Yang Xiu ingin bertanya balik, namun Tan Cai tiba-tiba membocorkan suaranya.
"Apa yang kalian berdua bicarakan?" Tan Cai tersenyum dengan mata tertutup kepada keduanya.
"Hmm, jangan basa-basi lagi, katakanlah kenapa kau ingin membantu kami? apa syaratnya?"
"Kau sangat tegas!" Tan Cai memandang Yang Xiu dengan genit.
"Aku ingin membantumu, karena aku ingin menjadi muridmu!" ungkap Tan Cai.
Gu Tianji yang saat ini sedang meminum anggur langsung menyemprotkannya ke arah wajah Tan Cai.
Tapi Tan Cai menghalau semua itu dengan mudah.
"Tuan muda, hati-hati! Wanita ini pasti ingin menjadi simpananmu!" Gu Tianji berkata dengan wajah serius untuk mengingatkan Yang Xiu, "Aku mendengar bahwa kau akan mati jika berhubungan dengan wanita ini, sebab dia memiliki Tubuh Janda Beracun!"
"Tubuh Janda Beracun?" Yang Xiu menaikkan alisnya.
[Tubuh Janda Beracun tidak memiliki kelebihan, hanya kekurangan, yaitu siapapun yang berhubungan dengan pemilik Tubuh Janda Beracun, maka akan mati karena racun yang sangat kuat!]
'Jadi begitu ...'
Yang Xiu memandangi Tan Cai dengan sedikit kasihan.
"Tuan Muda Gu, bukankah tidak baik memberitahukan privasiku?" Tan Cai berkata dengan wajah suram.
"..."
"Kau ingin menjadi muridku, kenapa?" Yang Xiu bertanya.
"Aku memiliki pencium yang jauh lebih baik dari orang-orang, aku bisa tahu bahwa dalam 100 tahun terakhir kau sepertinya memurnikan banyak Pil Realm!" ungkapnya.
"Itu hanya duga—"
"Dan ada banyak sekali yang memiliki pil veins!" imbuh Tan Cai.
Yang Xiu terdiam sejenak mendengar hal itu, lalu berkata: "Kau benar!"
"Hmm, sudah kuduga!" Tan Cai tersenyum gemilang, "Bagaimana? apa aku bisa menjadi murid—"
"Sayang sekali kau mendekatiku hanya karena ada mau, aku tidak akan menerima orang sepertimu sebagai muridku."
"Kau ..." Tan Cai menatap Yang Xiu dengan tidak percaya, "Aku adalah seorang Venerable, bukankah aku akan berguna untukmu?"
"Bagaimana dengan Venerable?" Yang Xiu berkata, lalu menyipitkan mata kanannya, dan mata kirinya memancarkan cahaya dingin.
"Kalau begitu aku tidak akan membantumu!" Tan Cai berkata dengan lugas.
'Wanita ini ingin aku mengemis padanya? tidak akan!' Yang Xiu mengalihkan pikirannya, dan berkata: "Kalau begitu, tidak akan lagi yang dibicarakan!" Yang Xiu bangkit berdiri, dan menoleh ke arah Gu Tianji, "Ayo kita pergi!"
__ADS_1
Gu Tianji mengangguk patuh dan mengikuti Yang Xiu.
"Tuan muda, aku akan membayar ini dahulu!" Gu Tianji berjalan mendahului Yang Xiu keluar pintu, hanya Yang Xiu yang tersisah dan hendak keluar.
"Tunggu!"
Tepat setelah Tan Cai memeanggil, Yang Xiu terdiam dan tersenyum tipis di sudut mulutnya.
Yang Xiu menoleh ke belakangnya, bertanya, "Apa?" Tapi Yang Xiu yang lebih dahulu berkata, "Tan Cai, kultivasimu lebih tinggi, tidak lucu jika kau mengemis menjadi murid dari seorang Monarch kecil sepertiku."
Tan Cai memelototinya dan berkata: "Yang Xiu, bukankah jika kau memberitahuku teknik alkimia itu, maka bisa dianggap konstribusi besar bagi human race? kenapa kau begitu keras kepala!"
"Sejak kapan aku harus menjadi budak petinggi human race? aku melakukan apa saja yang aku kehendaki! Jika memang hatiku menyuruh untuk menyelamatkan demon, aku pasti akan menyelematkan mereka juga!"
"..." Tan Cai terdiam sejenak. "Kau benar-benar keras kepala ..." geramnya dengan lembut.
"... Bukankah sudah selesai omong kosongnya?" Yang Xiu memelototinya dengan tajam, dia akhirnya juga sadar apa yang terjadi saat ini di tempat ini.
Tan Cai tersenyum dan bangkit berdiri, lalu berjalan melewatinya. "Kau tidak perlu khawatir, percakapan di dalam ruangan ini tidak diketahui oleh mereka! Sebab ada array yang memblokir suara dari dalam sini."
"Hmm ..." Yang Xiu memandangi Tan Cai dengan tajam, dan membiarkannya berjalan keluar.
'Sebaiknya ikut mereka saja.' Yang Xiu menatap lurus ke sekeliling, bukan ke tembok, melainkan apa yang ada di luar tempat makan ini. Tempat kedai ini benar-benar sudah dikepung oleh banyak Venerable dari berbagai arah.
***
Beberapa saat kemudian, Yang Xiu dibawa oleh sekelompok venerable ke sebuah gunung yang jauh dan terpencil di planet utama ini.
Tujuan mereka membawanya tidak jelas, namun Yang Xiu sudah memiliki beberapa tebakan di benaknya.
Setibanya di puncak gunung, orang-orang dapat melihat ada sebuah tempat tinggal di sana.
"Pergilah masuk! Holy Ancestor ingin berbicara empat mata denganmu!" titah salah seorang Venerable.
"Enn!" Yang Xiu mengangguk dan berjalan pergi masuk ke dalam.
Klakkk!*
Pintu secara perlahan dibuka dan Yang Xiu masuk ke dalam.
Melihat sosok lelaki tua berjenggot yang duduk bermeditasi di atas lantai yang agak tinggi, Yang Xiu hanya bisa menahan nafas saja.
Suasana menjadi seperti hening saat itu, hingga perlahan-lahan sosok lelaki tua tersebut membuka matanya dan memandangi Yang Xiu.
"Jadi kau Yang Xiu ..."
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)
__ADS_1