
Yang Qi menoleh ke arah pemuda berambut merah gelap itu dan berkata dengan tenang, "Yang Ying Feng, adik Yang Ling memiliki anugerah bawaan bisa melihat masa depan, kenapa kau masih tidak percaya?"
Pemuda itu, atau yang bernama Yang Ying Feng terlihat kurang setuju, "Memang benar ada beberapa perkataannya yang benar, namun ada banyak sekali yang salah. Aku tidak percaya kepada ketidakpastian seperti itu."
Pakk~!
Kepala Yang Ying Feng terpukul, membuatnya langsung merasa kesakitan pada kepalanya.
Melihat siapa yang memukulnya, Yang Ying Feng yang awalnya ingin marah, langsung menjadi ketakutan. "Ni-Niang ..."
Wanita yang dimaksud Niang oleh Yang Ying Feng adalah Ruo Qing, yang masih saja galak seperti dulu.
Ruo Qing mendengus dingin dan berkata: "Kau diamlah, bocah busuk, biarkan Niang-Niangmu ini yang memutuskan!"
"Ba-Baik Niang ..." Yang Ying Feng hanya bisa tunduk kepada perintah dari ibu kandungnya. Bagaimanapun meski di Planet Sheng Ying dia hidup dengan kaya raya, namun Ruo Qing selalu menyuruhnya untuk pergi mengalahkan para senior di Void Land yang lebih tinggi ranahnya dari dirinya, jadi dia selalu patuh dengan perkataan dari Ibunya, karena dia juga memegang prinsip menghormati yang kuat.
"Saudari Xia, bagaimana menurutmu?" Ruo Qing bertanya kepada Xia Ling Wan.
"Hmm ..." Xia Ling Wan sedikit berpikir dan mempertimbangkan keputusan yang harus dia ambil sebagai yang memimpin.
"Hmm ..." Xia Ling Wan tiba-tiba memperhatikan ke kejauhan, dengan tatapannya, semuanya juga mengikuti tatapannya.
"Ah, aku terlalu sibuk sampai tidak menyadari serangga kecil ini!" Seorang wanita berambut merah yang tak lain adalah Fu Zhun, menoleh ke kejauhan sejauh sejuta mil dari tempat mereka berada.
Dengan lambaian tangan Fu Zhun, kekuatan ruang mengalir keluar dari dalam tubuhnya dan membentuk sebuah void tunnel kecil di sampingnya, tangan indahnya pun dimasukkan dan ketika menariknya kembali, seorang lelaki tua berkulit hitam gelap dan tinggi muncul di tangan Fu Zhun, yang membedakannya dengan manusia biasa adalah kedua tanduk di dahinya yang menunjukkan bahwa dia adalah Shadow Demon.
Wush~!
__ADS_1
Fu Zhun melemparnya tepat di tengah-tengah mereka, membuat sosok itu cukup ketakutan.
"Ha-Ha-Hai ..." Shadow Demon itu tersenyum gugup dan mencoba bersikap ramah, dia adalah ...
"Ja-Jangan bunuh aku, aku adalah Weija dan aku berteman dengan human race!" Dia adalah Weija, Shadow Demon yang berasal dari summon card milik Yang Xiu.
"Domain Lord dari spesies Shadow Demon?!" Xiannu berseru dengan ngeri, dan terlihat dia langsung sangat marah dan tiba-tiba sudah muncul di depan Weija, dan hendak membunuhnya.
"Tenang dulu, Xiannu ..." Xia Ling Wan dengan santai menahan serangan Xiannu menggunakan jari telunjuknya.
Buuuummmm ...
Gelombang kejut tersebar ke sekitar, dan mereka yang hanya basis kultivasi Realm Lord tahap 8 hanya bisa terlempar ke belakang sedikit, namun untunglah tiba-tiba ada seorang gadis dan seorang pemuda menyebarkan world power mereka untuk melindungi yang lain.
"Terima kasih, kakak Xiao, kakak Xue!" Yang Qi terlihat cukup berkeringat karena merasakan dampak akibat dua benturan kekuatan Realm Lord tahap 9 atau sebanding.
Mo Xiao dan Mo Xue hanya menggelengkan kepala mereka. Mo Xue berkata: "Tuan Muda Yang Qi, Nona Muda Yang Ling dan Nona Muda Yang Yue, serta Tuan Muda Yang Ying Feng, melindungi kalian berempat adalah kewajiban kami, tidak perlu berterima kasih!"
"Hah, baiklah kalau begitu, Nona Muda Yang Yue!" Mo Xue mengangguk, menurutnya mereka ini terlalu baik hati dan rendah hati, memang itu bagus, namun rasanya berbeda jauh dengan sikap Yang Xiu yang kejam dan suka membunuh.
'Yang Mulia memang yang terbaik, semoga kami cepat-cepat menemukan mereka!' batin Mo Xue.
"Mo Xue, aku yakin kau sedang berpikiran yang tidak-tidak, jangan harap kau akan mencuri perhatian Yang Mulia nanti, sebab aku lebih layak!" Mo Xiao mengejeknya dengan wajah merendahkan.
"Kau ..."
"Ehem, bisakah kalian berdua juga diam?" Xia Ling Wan melirik Mo Xiao dan Mo Xue sejenak, membuat keduanya langsung terdiam dan tak berkata-kata lagi.
__ADS_1
Setelah menenangkan keduanya, Xia Ling Wan lalu melihat ke arah Xiannu dan menurunkan tangannya. "Xiannu, aku tahu kau punya dendam para demon race, khususnya spesies Shadow Demon, tapi kali ini kita lebih butuh informasi!" ungkap Xia Ling Wan dengan tenang.
Xiannu juga menarik tinjunya kembali dan menenangkan pikirannya, "Cihh, lupakan saja!" Xiannu pun menarik dirinya ke tempat lain.
"Baiklah, jadi kau Weija ..." Xia Ling Wan menatap Shadow Demon di sampingnya dengan ekspresi serius.
"Te-Tentu saja, aku Weija! Aku memang demon, tapi aku benar-benar sekutu human race! Tuanku adalah Nyonya Zi Yun!" ungkap Weija dengan gelisah.
"Zi Yun?" Suara An Yun Lan bergema, menarik perhatian semua orang.
"Apakah kau tahu siapa Zi Yun?" Xia Ling Wan melirik An Yun Lan dengan penasaran, pasalnya An Yun Lan sejak kembali dari Dragon & Phoenix Temple, dia belum pernah menceritakan apapun selain kabar Yang Xiu yang berpura-pura bergabung dengan demon.
"Benar juga, aku lupa memberitahu kalian yah ..." An Yun Lan nampak sedikit meminta maaf.
Seketika wajah semua orang ditempat itu, baik mereka para Realm Lord tahap 8 ataupun Realm Lord tahap 9, semuanya menatap An Yun Lan dengan penasaran.
Tapi sebelum An Yun Lan dapat menjelaskan, Weija membocorkan suaranya terlebih dahulu: "Heh, kalian adalah Holy Ancestor, tapi tidak kenal dengan Holy Ancestor Zi Yun? Kalau begitu kalian pasti tahu tentang Tuan Muda Yang Xiu, bukan? Yah, Nyonya Zi Yun adalah wanita dari Tuan Muda Yang Xiu!"
"?!?!"
***
Jauh di kedalaman wilayah demon, 42 tata surya atau Guard, terbang secara perlahan namun cepat ke arah yang sangat gelap, tiap hari ada saja jebakan-jebakan, dan beberapa array, baik array alami maupun array buatan, bahkan ada juga sisa-sisa teknik rahasia yang entah milik siapa.
Berdasarkan penemuan-penemuan ini, human race akhirnya paham akan sesuatu, yaitu ini adalah medan perang juga dahulu kala!
Entah pertarungan macam apa yang terjadi, yang jelas itu pertarungan yang sangat mematikan, bahkan di atas level pertarungan yang terjadi pada Demon Galaxy dalam belasan juta tahun terakhir.
__ADS_1
Entah berapa banyak leluhur human race yang berkorban nyawa dalam perang ini, entah juga berapa banyak planet dan bintang yang hancur di sekitar sini, tidak heran tempat ini menjadi benar-benar hampa, dan tidak terlihat ada apapun selain sisa-sisa teknik rahasia dan jebakan lainnya.
« Bersambung! »