
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
"Kakak ..."
Yang Xiu terdiam sejenak mendengar semua keluh kesah dari Ruo Qing, dia hanya tersenyum pahit dalam hatinya ... aku benar-benar bukan orang baik, bahkan membuat wanita cantik seperti mereka merasa kecewa.
Tapi meski begitu, Yang Xiu tetap kuat dengan idenya sebelumnya, "Maafkan aku, tapi aku masih harus tetap menyegel void tunnel itu."
Ruo Qing sudah tidak tahan lagi dan menggerakkan giginya. "Kalian semua, ayo kita pergi! Bocah ini sepertinya benar-benar sudah tidak menganggap kita! Masih banyak laki-laki diluar sana, bukan hanya bocah ini saja!"
"Kakak Ruo! Kau berlebihan!" Yang Yun langsung berdiri dan menegurnya.
"Diamlah kalian semua!" Yang Xiu berkata dengan suara lantang hingga menciptakan badai kecil yang membuat semua orang menjadi terpana.
"Aku pergi, tapi aku pasti akan kembali! Apakah aku Yang Xiu begitu lemah hingga tidak bisa mencari jalan kembali?"
"Janji lagi!" Zhu Yan juga langsung bangkit berdiri dan memicingkan matanya ke arah Yang Xiu, "Apa kau ingat janji yang kau berikan kepada Chu Qing Cheng saat di Benua Green Light?"
"Zhu Yan, kau juga ..." Yang Xiu sedikit terkejut, apa wanita-wanitanya ini benar-benar ngambek? sial.
"Ayo kita pergi!" Zhu Yan segera berkata dan berjalan pergi, lalu yang lainnya ikut pergi dengan ragu-ragu, kecuali An Yun Lan dan Xia Ling Wan yang masih berdiri di sana dan menundukkan kepalanya dengan penuh minta maaf, lalu meninggalkan token array sebelum akhirnya pergi.
'...' Yang Xiu tanpa sadar seperti merasa cukup kehilangan dalam hatinya dan dia mulai mengingat kejadian di dalam mimpinya beberapa waktu yang lalu.
"Kakak ... mereka pasti hanya bercanda, kau tidak perlu terlalu serius." Yang Yun datang ke samping Yang Xiu dan menuangkannya teh hangat lagi.
Sambil berkata, Yang Yun juga melirik mereka yang lain dengan isyarat agar mereka pergi dahulu.
Paham dengan itu, semuanya langsung menangkupkan tinju dan berjalan pergi meninggalkan Yang Xiu dan Yang Yun.
"Kak ... apa kau benar-benar harus pergi?" Yang Yun duduk di sampingnya dan bertanya.
"Harus, Yang Yun, jika aku tidak pergi, kita semua yang akan mati!" ungkap Yang Xiu sebagai balasan.
__ADS_1
"Huhhh ..." Yang Yun juga kecewa namun dia menyembunyikannya di balik wajah cantiknya.
"Tapi kau benar-benar akan kembali, kan?"
"... Pasti!"
"Apa iya?"
"... Yang Yun, jangan membuatku ragu!"
"Maaf, aku hanya bertanya. Tapi apapun keputusanmu, aku pasti mendukungmu!" ungkap Yang Yun. "Apa kau ingat dahulu waktu di panti asuhan? saat dapur tanpa sebab terbakar... kau membawaku keluar ruangan dan setelah itu kau malah berlari kembali ke dalam dapur untuk memadamkan api agar yang lain tidak menjadi korban."
"Meski agak berbeda, namun intinya sama, kau ingin ke Demon Galaxy, agar yang lain bisa selamat, kau sebenarnya sangat baik kakak, aku tahu itu."
"Yah, itu saat aku masih kecil. Jika aku sudah besar saat itu, aku mungkin tidak akan sebodoh itu untuk mempertaruhkan nyawaku demi orang yang tidak kukenal."
"..." Yang Yun terdiam sejenak, lalu dia tiba-tiba memikirkan sesuatu, "Oh, iya. Kakak, sampai jumpa nanti."
Yang Yun tersenyum ramah, tapi Yang Xiu tidak panik. 'Hmm, sudah kuduga, ada obat tidur di dalam teh ini yang baru saja ditaruh oleh Yang Yun. Mari lihat apa yang ingin dia lakukan ...'
Setelah selesai berkata, Yang Xiu langsung tertidur karena dia memang sengaja melemahkan tubuhnya agar bisa terkena efek obat ini.
***
Di dalam kamarnya di lantai 7 pagoda suci, Yang Xiu secara perlahan membuka matanya dan melihat ada banyak wanita yang masuk ke dalam kamarnya.
Apa-apaan ...
Bahkan ada Pou Cu (Pemimpin tanah suci selatan) di sini yang hanya mengenakan pakaian cukup terbuka namun didandan rapi.
"Ah, tuan, anda sudah bangun!"
Pou Cu memelas senyum manis dan menarik lengan Yang Xiu untuk turun dari kasur.
Yang Xiu ingin menolak, tapi pikirannya berkata untuk mengikuti arus saja.
Pou Cu tetap tersenyum dan membawa Yang Xiu hingga duduk di sebuah kursi, lalu dia mengirim jarinya untuk memberi tanda kepada para pelayan gadis yang lain.
__ADS_1
Para pelayan datang dan membuka baju Yang Xiu, sehingga memamerkan otot-otot kokoh di sekujur tubuhnya.
"Wow!" Pou Cu langsung memerah seketika melihat bentukan otot-otot ini yang bahkan jutaan kali lebih bagus daripada mendiang suaminya.
Tapi Pou Cu tetap profesional, dua mulai menuntun mereka yang lain untuk membawakan pakaian berwarna merah yang sudah dia siapkan khusus dan mengenakannya kepada Yang Xiu.
...
Tak lama berselang, kini Yang Xiu sudah di rias sebaik mungkin seperti seorang mempelai pria.
"Ahhh, anda sangat tampan ...." Pou Cu datang dan menarik lengan Yang Xiu untuk dibawa pergi.
Setelah mengikuti alur ini sedikit, Yang Xiu sudah mulai bisa menebaknya sedikit.
Dia sedikit tertawa pahit dalam hatinya, ia tidak menyangka bahwa inilah keinginan sebenarnya dari para wanitanya.
"Ayo!" Yang Xiu dan Pou Cu sekarang sudah tiba di tengah-tengah istana megah yang baru saja dibangun beberapa hari yang lalu.
Setelah sampai di sana, Pou Cu melepaskan lengan Yang Xiu dan membiarkannya sendiri.
'Apa selanjutnya?' Yang Xiu sedikit melihat ke sekeliling dan kemudian melihat ke arah istana yang pintunya terbuka luas untuk masuk.
Ia pun dengan cukup penasaran berjalan pergi, dan masuk ke dalam istana.
Tap Tap Tap ...
Sesudah masuk ke dalam istana, Yang Xiu sedikit mengangkat alisnya hanya karena sudah berdiri banyak orang di sisi kiri dan kanan yang membuka jalan baginya untuk berjalan terus hingga sampai di bagian terdalam di mana dirinya melihat ada 10 wanita di sini yang menggunakan kerudung merah serta wajah mereka tertutup oleh cadar merah.
Yang berdiri di depan semua wanita itu adalah Ming Ye Chang dan Ju Yun yang juga menggunakan pakaian sangat rapi.
Yang Xiu paham apa yang harus dia lakukan, jadi dia berjalan ke depan Ming Ye Chang, setelah tiba di depan Ming Ye Chang, dia sedikit menunduk sambil menjabat tangan Ming Ye Chang, "Yuefu, terima kasih!"
Yang Xiu lalu pergi ke Ju Yun juga dan melakukan hal yang hampir serupa.
"Karena kalian hari ini sudah resmi menikah, Kau harus membahagiakan semua istrimu, Yang boy. Jika tidak, nyonya tua ini akan melawanmu!" Ju Yun berkata dengan serius.
"Aku berjanji!" jawab Yang Xiu dengan sedikit aneh, karena ini pertama kalinya dia melakukan hal semacam ini.
__ADS_1
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)