
Jangan lupa like, komentar, dan vote yah.
Selamat membaca :)
***
Saat ini, di dalam ruangan sederhana, Yang Xiu dan beberapa tetua suku Xian Xuan yang masih hidup berkumpul bersama untuk menyelenggarakan diskusi bersama.
Mulai dari awal diskusi, selalu dipenuhi dengan pujian-pujian kepada Yang Xiu atas kekuatan yang dia tunjukkan dalam membunuh sekelompok cultivator tidak dikenal yang menyerang desa tempat mereka tinggal.
Di lain sisi, Yang Xiu hanya duduk di kursinya dengan tenang sambil memikirkan rencananya untuk kedepannya.
‘Dunia ilusi ini sangat aneh ... bukan hanya human race saja yang tinggal di sini, tapi juga terdapat demon race yang menjadi musuh para human race selama ribuan tahun.’
‘Mungkinkah Great Ancestor sebelumnya sudah pernah bertarung melawan demon race? jadi dia membuat artefak semacam ini untuk melatih para generasi muda berbakat?’
‘Jika memang begitu, maka cara satu-satunya untuk keluar dari tempat ini adalah dengan mengalahkan demon race di dunia ini bagaimanapun caranya ...’
Ketika Yang Xiu sedang sibuk berpikir tentang apa saja yang harus dia lakukan, suara menyahut terdengar dari sampingnya.
“Xiao Xiu, apa rencanamu ke depannya?”
Yang Xiu tertegun sejenak, lalu berbalik dan melihat bahwa itu adalah Hu Gong’er atau ibunya sendiri.
“Rencanaku ke depannya? aku ingin pergi ke King City!” ungkap Yang Xiu.
Hu Gong’er yang mendengar itu langsung sedikit khawatir, dan berkata, “Ki-King City? tapi itu cukup jauh ... aku juga mendengar banyak kultivator Saint King di sana, apa kau yakin ingin pergi ke tempat berbahaya seperti itu?”
Yang Xiu sedikit mengangguk, “Maafkan aku ibu, tapi aku benar-benar ingin mencari pengalaman lebih.”
Jika dia hanya berdiam diri di sini, dia akan terjebak di dalam dunia ilusi ini dan tidak akan bisa memenangkan kompetisi di dunia nyata.
Hu Gong’er merasakan sensasi keseriusan dari perkataan Yang Xiu, mau tidak mau dia hanya bisa berkata dengan enggan, “Pergilah, tapi ingat untuk kembali.”
“...”
Setelah itu, Yang Xiu pun berbincang-bincang sejenak dengan beberapa orang yang lain, dia memberikan beberapa ilmu dari pengalaman kultivasinya.
__ADS_1
Kata-katanya seperti dao surgawi, gerak-geriknya penuh dengan perasaan misterius, seperti itulah yang dirasakan oleh mereka yang mendengar perkataan Yang Xiu.
Setelah menyelesaikan diskusi tersebut, Yang Xiu pun berjalan pergi ke luar dan tanpa istirahat dia pergi untuk membuat beberapa pil bagi orang-orang di desa.
Tidak sampai disitu saja, Yang Xiu juga langsung pergi mengelilingi desa kecil itu untuk mendirikan array pelindung sekaligus penyerang dengan sumber daya seadanya dari cincin penyimpanannya.
***
Beberapa saat kemudian.
Yang Xiu berhasil menyelesaikan array dengan cepat, bagaimanapun pemahaman dao arraynya benar-benar sudah tinggi, menciptakan array rendahan seperti ini benar-benar mudah.
“Sayang sekali, sumber daya di dalam cincin penyimpananku sangat sedikit,” Yang Xiu memandang cincin penyimpanannya dengan sedikit kecewa. “Tapi, setidaknya array ini mampu menahan serangan dari Saint tahap 3! Aku yakin ini sudah cukup untuk menjaga mereka.”
Saat ini Yang Xiu mempunyai perasaan aneh dalam hatinya, meski dia tahu ini hanyalah ilusi, namun perasaan ingin melindungi itu benar-benar nyata! Seolah dia memang benar-benar kepala suku Xian Xuan.
“... Aku rasa ini sudah paling tepat yang bisa aku lakukan untuk mereka,” Yang Xiu bergumam.
Setelah sedikit melihat-lihat untuk memastikan bahwa semuanya sudah benar, Yang Xiu pun berjalan kembali ke gerbang desa, yang mana sudah ada banyak orang di sana.
Yang Xiu menatap Hu Gong’er, Ibunya, dan mengangguk.
Air mata dari mata wanita itu sedikit menetes, tapi dia cepat-cepat membersihkannya dan datang ke depan Yang Xiu, saling berhadap-hadapan.
“Ingat, jagalah dirimu baik-baik di sana! Jangan lupa makan, jangan lupa mandi, jangan lupa ..."
Hu Gong’er terus menerus memberikan nasehat-nasehat, mulai dari yang terpenting hingga ke hal-hal normal, tapi Yang Xiu hanya diam saja mendengar semua itu.
“Terlebih, ingatlah untuk pulang! Sejauh apapun kau pergi, ini adalah rumahmu! Meski kau memiliki istana di negeri orang, ini masih tetaplah rumahmu!”
“Enn.” Yang Xiu mengangguk paham.
“Baguslah, ingat kata-kata ibu yang sebelumnya juga, jangan terlalu peduli dengan perkataan orang lain, dan jangan terlalu jahat! Jika memang bisa, maka tolonglah sesamamu. Ini memang dunia yang jahat dan kejam di mana yang kuat menindas yang lemah ... tapi jika kau terlalu melakukan hal itu, kau sama saja menjadi budak dunia ini!”
Mata Yang Xiu sedikit terbuka lebar mendengar hal ini, dia menghela nafas dan mendongak ke awan-awan yang mulai mendung, ‘Ibu dulu berkata seperti itu juga, tapi aku yang sekarang benar-benar jauh dari kata itu ... aku benar-benar baji!’
“Tapi kau harus tahu satu hal, kau adalah kau, apapun jalan yang kau pilih, ibu akan selalu mendukungmu!”
__ADS_1
“Ibu ...”
Hu Gong’er melanjutkan, “Bahkan jika nantinya orang-orang mengatakan kau bajing*n, biarkan saja, tunjukkan pada mereka bahwa bajingan kecil ibu ini juga bisa menjadi yang terbaik!”
Itulah kata-kata terakhir yang didengar oleh pemuda 20 tahun itu sebelum akhirnya beranjak pergi dari Suku Xian Xuan.
***
Dunia ini memiliki beberapa wilayah besar yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dunia ini terbagi menjadi dua wilayah besar yaitu Wilayah Human Saint dan Wilayah Great Demon.
Tempat di mana Suku Xian Xuan berada adalah salah satu wilayah terpencil di ujung timur dunia ini.
Sedangkan itu, terdapat King City yang hanya berjarak beberapa puluh ribu mil dari tempat itu.
King City merupakan markas besar umat manusia yang tersebar di mana-mana, King City yang saat ini dituju oleh Yang Xiu hanyalah salah satu dari banyaknya King City yang tersebar di seluruh wilayah human race berada.
“Hah, kurasa sudah dekat!”
Yang Xiu terbang dengan cepat di atas udara, tanpa tubuh spesial, dia benar-benar terbang tidak jauh berbeda dengan cultivator Divine Movement pada umumnya, kecuali bahwa dia sesekali sering menggunakan Teknik Robekan Ruang untuk mempersingkat perjalanan.
“Tolong!”
Suara ketakutan seperti dikejar oleh kematian terdengar dari jauh, membuat Yang Xiu langsung menoleh jauh ke depan, ke dalam hutan.
Di sana, seorang gadis berumur 15 tahun sedang dikejar oleh seekor serigala berekor ular hitam.
Ketika gadis itu merasakan aura kehadiran Yang Xiu, dia langsung mengubah wajah menjadi bersemangat dan berteriak, “Tolong! Tolong aku!”
Yang Xiu di lain sisi sangat acuh tak acuh, seperti sifat normalnya, kenapa harus menolong jika itu tidak berdampak baik pada diri sendiri?
Ketika Yang Xiu memikirkan itu, dia teringat perkataan ibunya sebelumnya, untuk menolong jika bisa.
“Hmm ...” Yang Xiu sedikit melirik gadis itu, “Hanya kali ini saja ...”
« Bersambung! »
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, dan vote yah. Terima kasih telah membaca :)
__ADS_1