Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Pernikahan Rendra dan Viola


__ADS_3

Setelah penantian cukup panjang, akhirnya Rendra dan Viola hari ini sah menjadi sepasang suami istri. Sandra tentu saja merasa sangat bahagia. Karena sejujurnya pernikahan Rendra sudah sangat dinantikan oleh keluarga mereka.


"Nggak nyangka, akhirnya Mas Rendra sama Kak Vio akhirnya udah sah." Ujar Sandra.


Aleera menanggapi ucapan Sandra dengan anggukan kepala.


"Iya, Alhamdulillah San." Jawab Aleera.



Selesai ijab kabul dan juga sesi foto keluarga, akhirnya acara selesai juga. Dan sekarang Sandra sudah berada di kamar setelah sebelumnya bersama Aleera, Sandra menemani Viola untuk membersihkan diri.



Sandra baru saja membersihkan make up dan juga mengganti kebayanya dengan baju rumahan yang santai yang hanya berupa kaos dan celana kulot panjang.



Dan sekarang Sandra mendudukkan dirinya diatas sofa. Sejak pagi, rasanya baru kali ini Sandra bisa duduk dengan nyaman.



"Huftt... Bukan aku yang jadi pengantin, tapi kayanya rasa bahagia yang aku rasakan sama kaya pengantinnya." Ujar Sandra bergumam kepada dirinya sendiri.



Daven yang mendengar itu tersenyum. Seperti itulah Sandra, saat orang lain bahagia, Sandra juga akan merasa bahagia juga. Dan saat orang lain sedih, Sandra juga akan ikut merasakan kesedihannya juga. Karena pada dasarnya Sandra memang semurni ini, dan sayangnya Daven baru menyadarinya akhir-akhir ini. Bukankah Daven sangat bodoh? Tapi tidak apa-apa, karena yang terpenting sekarang Daven sudah menyadarinya.



"Capek?" Tanya Daven kepada Sandra.



Sandra menganggukkan kepalanya.


"Agak sedikit capek." Jawab Sandra jujur.



Tentu saja Sandra lelah, Sandra tidak mungkin berbohong mengenai hal itu. Pasalnya Sandra ikut menemani Viola sudah sejak pagi. Dan baru sekarang Sandra bisa istirahat. Untung saja ditengah kesibukan ini, Daven sangat memperhatikan Sandra. Daven tidak lupa mengingatkan Sandra untuk minum vitaminnya. Daven juga memastikan kalau Sandra makan tepat waktu.



"Kalau gitu istirahat dulu, ingat sekarang ada twins didalam perut. Jadi kamu nggak boleh kecapean." Ujar Daven dengan lembut.



Sandra tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.



Daven sendiri langsung meraih tangan Sandra dan menuntun wanita itu untuk berbaring diatas ranjang. Karena Sandra tidak bisa tidur kalau kondisi kamar dalam keadaan terang, jadi Daven langsung menutup gorden kamar. Sehingga saat ini suasana kamar menjadi temaram.



"Bang Cio nggak ikut istirahat? Bang Cio dari tadi juga sama sibuknya kaya aku." Ujar Sandra.



Daven tersenyum, dia paham maksud dari ucapan Sandra.


"Kamu mau ditemenin tidur kan?" Tanya Daven.



Dengan malu-malu, Sandra menganggukkan kepala.


"Iya." Jawab Sandra.

__ADS_1



Untungnya saat ini Daven sudah mengganti bajunya dengan baju yang lebih nyaman. Dengan segera Daven ikut berbaring disamping Sandra.



"Mau peluk..." Ujar Sandra saat Daven sudah berbaring disampingnya.



Lagi-lagi Daven tersenyum tipis, dengan segera dia membawa Sandra masuk kedalam pelukan dirinya seperti yang wanita itu mau.



"Udah, sekarang tidur." Ucap Daven dengan lembut.



Sandra menganggukkan kepalanya.



Dan sepertinya Sandra memang sangat lelah. Karena tidak sampai 10 menit, Daven bisa merasakan hembusan nafas Sandra sudah teratur. Itu artinya Sandra sudah tertidur dengan nyenyak.



Sebelum Daven ikut bergabung ke alam mimpi, terlebih dahulu Daven memberikan kecupan di dahi Sandra.



Lalu dimana Aileen sekarang? Kenapa sejak tadi tidak terlihat bersama dengan Sandra ataupun Daven? Aileen ada kok. Hanya saja saat ini gadis cilik itu tidur di kamar Kendra dan Aleera. Aileen merengek ingin tidur siang bersama dengan Ariel, Aidan, dan baby Arzan.



Menjelang sore, Daven terbangun lebih dulu dibandingkan dengan Sandra. Melihat wajah polos Sandra saat tidur, tanpa bisa ditahan sebuah senyum tersungging dibibir Daven.


Seperti sebelum-sebelumnya, Daven selalu terpesona dengan kecantikan Sandra saat tidur. Dari awal, Daven sudah mengakui akan betapa cantiknya Sandra. Hanya saja sebelumnya Daven masih mengabaikannya. Sementara sekarang? Percayalah, sedikit pun Daven tidak bisa kalau harus mengabaikan Sandra.


Daven mencium bibir Sandra.


"Sayang, bangun." Ucap Daven dengan suara lembut.


Sandra mengeliatkan tubuhnya sebentar, tapi matanya sama sekali tidak mau terbuka.


"Masih ngantuk, Bang." Jawab Sandra dengan suara lirih.


Daven tersenyum.


"Iya aku tau. Tapi kalau kamu tidur terus, nanti malem malah jadi nggak bisa tidur. Bangun dulu yuk, nanti aku kasih es krim." Ucap Daven.


Seperti Aileen, mendengar kata es krim, Sandra langsung membuka matanya. Entah kenapa tiba-tiba saja Sandra jadi menginginkan es krim.


"Mana es krimnya?" Tanya Sandra kepada Daven.


Daven tidak mengira kalau es krim sangat efektif untuk membangunkan Sandra. Dan untungnya di kulkas saat ini ada es krim. Sengaja kemarin Daven menyempatkan diri untuk membeli es krim karena terkadang Aileen, Ariel, dan Aidan memintanya secara tiba-tiba. Karena dari kemarin agak sedikit sibuk, khawatirnya mereka bertiga malah jadi rewel. Untuk itu Daven mengantisipasi terlebih dahulu dengan mengisi kulkas dengan beberapa es krim.


"Ya udah bangun dulu, abis itu aku kasih es krimnya." Jawab Daven.


Dengan bantuan Daven, Sandra beranjak dari ranjang. Dengan segera Sandra langsung menuju ke kamar mandi agar rasa kantuknya hilang.


Begitu Sandra selesai dengan urusannya di kamar mandi, Daven langsung memberikan 1 cup es krim kepada Sandra. Tentu saja Sandra meneriman dengan senang hati.


"Suka?" Tanya Daven kepada Sandra.


Sandra menganggukkan kepalanya.


"Iyaa suka banget. Bang Cio mau?" Tanya Sandra.


Daven tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Enggak, buat kamu aja." Jawab Daven.




Malam ini acara resepsi Rendra dan Viola akan diadakan. Saat ini Sandra dan Daven sudah rapi dengan pakaian mereka. Sandra dengan dress peach yang merupakan seragam bridesmaid, sementara Daven dengan setelah jas warna senada.



"Cantik..." Ujar Daven kepada Sandra



Sebelumnya Sandra sudah dirias terlebih dahulu oleh seora MUA, dan Sandra kembali ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan dressnya.



Mendengar pujian Daven, Sandra tersenyum malu-malu. Selalu seperti ini kalau Daven memberikan pujian kepada dirinya.


"Makasih, Bang Cio juga ganteng." Jawab Sandra.



Oke oke, sudahi acara puji memuji ini. Karena bisa-bisa mereka tidak jadi turun ke ballroom dimana acara resep diadakan.



Sementara Daven turun terlebih dahulu bersama dengan para laki-laki, Sandra turun agak terakhir bersama dengan Aleera, Della, Putri, Rani, dan Aileen juga Ariel. Itu karena mereka akan menemani Viola dan nantinya turun bersama.



"MashaAllah, cantik banget Kak Viola." Ujar Sandra kepada Viola.



Dan semua tentu saja setuju dengan ucapan Sandra. Karena Viola memang terlihat sangat cantik dan juga anggun.



"Terima kasih, San." Jawab Viola seraya tersenyum.



Setelah semuanya siap, barulah Sandra bersama dengan yang lainnya turun dengan mengiringi langkah Viola.



Untuk sejenak Sandra jadi teringat akan pernikahannya dengan Daven 2 tahun yang lalu. Dimana saat itu, hanya Sandra sendiri yang bahagia dengan pernikahannya, karena Daven sama sekali tidak bahagia.



Tapi tidak apa-apa, semua itu tidak perlu lagi Sandra pikirkan. Karena sekarang, Sandra sangat yakin kalau Daven bahagia dengan pernikahan mereka.


.


.


.


*Lagi-lagi aku hanya bisa minta maaf karena akhir-akhir nggak bisa up tepat waktu bahkan nggak up sama sekali 🙃*



*Tapi aku tetap berusaha biar bisa up setiap hari dan juga tepat waktu 😁*



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*

__ADS_1



***Terima Kasih 😘🥰***


__ADS_2