
Setelah beberapa bulan yang lalu Sandra dibuat bahagia dengan pernikahan Davian dan Putri, kini Sandra kembali bahagia karena dia memiliki keponakan baru lagi. Ya, Viola melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Kaivan. Bayi laki-laki terlihat sangat mirip dengan Saga dan Dewa saat mereka masih bayi. Tau kenapa? Karena baby Kaivan mewarisi gen keluarga Santoso. Itulah kenapa baby Kaivan dan Saga Dewa saling mirip satu sama lain. Tapi memang semua cucu keluarga Santoso memiliki tipe wajah yang mirip. Hal itu menandakan bahwa gen keluarga Santoso memang kuat.
Drrttt... drrttt... drrttt...
Sandra yang saat ini sedang bermain bersama Saga dan Dewa menoleh kearah nakas dimana ponselnya berada.
Terlihat nama sang suami sebagai pemanggilnya. Dengan segera Sandra mengangkat panggilan vide call dari Daven.
Kini layar ponsel telah terisi dengan wajah mereka berdua. Sandra tampak tersenyum saat melihat Daven yang juga tersenyum kearah dirinya.
"Ada apa Bang? tumben masih jam 10 Abang udah video call aku," ujar Sandra.
"Kangen kamu," jawab Daven singkat.
Sandra tersenyum malu-malu. Sekarang ini sudah cukup sering Sandra mendapatkan telfon tiba-tiba dari Daven yang mengatakan kangen kepada dirinya. Tapi meskipun sudah cukup sering, tapi Sandra masih saja merasa salting setiap kali Daven mengatakan itu.
"Yakin kangen sama aku? bukan kangen sama Saga dan Dewa?" ujar Sandra.
"Kangen mereka juga, tapi lebih kangen sama kamu," jawabnya.
Padahal baru 2 jam-an Daven berangkat ke kantor. Masa iya Daven sudah merindukan dirinya?
"Masa sih Bang?" Sandra masih saja tidak percaya.
Mendadak Daven memasang ekspresi serius.
"Kamu enggak percaya sama aku?"
Hem, kalau sudah seperti ini tidak ada pilihan lain selain Sandra harus percaya. Apalagi Daven memang bukan tipe orang yang suka menggombal dan juga berbohong.
Kini Sandra kembali menunjukkan senyum manisnya.
"Percaya Bang, aku percaya sama Bang Cio kok," jawab Sandra.
Mendengar jawaban Sandra, barulah senyum tampak dibibir Daven.
__ADS_1
"Ya udah, aku cuma pengen liat kamu dan bilang itu aja. Sekarang aku lanjut kerja dulu."
Loh? Daven tidak menanyakan anak-anakny?
"Abang enggak tanya keadaan Saga sama Dewa? enggak mau liat mereka dulu?" tanya Sandra bingung.
Biasanya kan laki-laki kalau sudah menjadi seorang ayah yang dia tanyakan saat telfon atau apapun pasti anaknya terlebih dahulu. Ini kenapa Daven jutstru tidak bertanya apa-apa soal Saga dan Dewa?
"Saga sama Dewa lagi main kan? Coba aku lihat sebentar," ujar Daven pada akhirnya.
Jangan salah sangka, Daven juga merindukan Saga dan Dewa kok. Hanya saja tadi yang paling Daven rindukan adalah Sandra. Dan kalau tadi Sandra tidak mengingatkan perihal anak-anaknya, jujur saja Daven agak sedikit lupa.
Sandra mengalihkan kamera menjadi kamarea belakang. Kini Daven bisa melihat Saga dan Dewa yang tengah asik bermain mobil-mobilan. Diusia Saga dan Dewa yang sudah 17 bulan, mereka sudah bisa berjalan bahkan berlari kecil. Karena itulah saat ini Sandra cukup kualahan kalau harus menjaga Saga dan Dewa seorang diri. Tapi untung saja Sandra memiliki suster Feni dan suster Resi yang membantu dirinya mengurus si kembar. Tidak bisa dibayangkan kalau tidak ada mereka, Sandra pasti akan cukup stress. Apalagi Saga dan Dewa adalah anak-anak yang sangat aktif dan perlu pengawasan ekstra.
Setelah menyapa Saga dan Dewa, Daven mematikan sambungan video callnya karena dia memang harus kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sandra turun dari lantai 2 sudah dengan pakaian yang lebih rapi dari sebelumnya. Kaos putih dipadukan dengan celana kulot berwarna hijau mint sudah cukup sopan untuk outfit menjemput anak kan?
"Iya Bu, silahkan," jawab Suster Resi.
Sebelum berangkat, Sandra terlebih dahulu berpamitan dengan Saga dan Dewa, dan untungnya mereka berdua tidak rewel sama sekali. Kalau saja ini bukan jam tidur Saga dan Dewa, sebenarnya Sandra akan membawa mereka ikut serta. Tapi ya sudah lah ya, biarkan hari ini menjadi quality time antara Sandra dan Aileen.
"Bunda ke sekolah Kakak dulu ya, Saga sama Dewa baik-baik di rumah sama Sus," ujar Sandra.
__ADS_1
Paham dengan ucapan sang Bunda, Saga dan Dewa meganggukkan kepala sebagai respon atas ucapan Sandra.
Sandra tersenyum, kemudian dia memberikan sebuah kecupan dipuncak kepala Saga dan Dewa.
"Bundaaaa..." Aileen tampak sangat bahagia melaihat keberadaan sang bunda yang datang menjemput dirinya.
Sandra tersenyum, dia merentangkan tangannya agar Aileen bisa memeluk dirinya.
"Bunda jemput Kakak? Iihh, Kakak jadi bahagia sekali." Aileen mengeratkan pelukannya pada Sandra.
Ya, Sandra memang tidak setiap hari bisa menjemput Aileen sekolah. Mengingat terkadang Saga dan Dewa tidak bisa ditinggal, jadi supir yang akan menjemput Aileen. Dan mumpung hari ini Sandra bisa menjemput Aileen, jadi dia akan mengajak putrinya itu untuk quality time.
Cup... Sandra mengecu puncak kepala Aileen.
"Sama, Bunda juga bahagia bisa jemput Kakak sekolah," jawab Sandra dengan senyum cerah yang tersungging dibibirnya, "Jadi, mumpung hari ini Bunda ada banyak waktu, gimana kalau kita jalan-jalan ke Mall? Kakak mau ke Timezone?" Sandra tentu saja tidak lupa kalau tempat favorit Aileen adalah Timezone.
Mendengar ajakan dari sang Bunda, Aileen langsung bersorak bahagia.
"Yeaayyyy....," sorak Aileen, "Mau Bunda... Kakak mau ke Timezone," ucap Aileen Dengan semangat.
Sandra tersenyum, rasanya bahagia sekali melihat Aileen yang juga bahagia.
"Tapi sebelum itu, kita makan dulu ya. Bunda laper banget soalnya, belum makan siang." Sandra mengusap perutnya.
Aileen menganggukkan kepalanya.
"Iya, Kakak juga laper. Nanti beli ayam goreng kakek ya, Bunda."
Kali ini Sandra yang menganggukkan kepalanya dengan semangat.
"Iya, kita beli ayam goreng kakek."
__ADS_1
Tau kan kalau ayam goreng kakek adalah makanan kesukaan Sandra? Sejak menikah Sandra cukup jarang makan itu. Hal ini karena Sandra ingin menerapkan pola hidup sehat kepada Aileen. Tapi karena saat ini sudah cukup lama mereka tidak makan ayam goreng kakek, jadi Sandra setuju dengan permintaan Aileen.