Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Ajakan kencan Daven


__ADS_3

Kemarin, keluarga Santoso kembali mendapatkan kabar bahagia. Kabar apa? Kabar kehamilan Viola. Benar sekali, saat ini Viola tengah hamil anak ke dua dirinya dan Rendra.


Bahagia? Tentu saja semua orang merasa bahagia dengan kabar kehamilan Viola. Begitu juga dengan Sandra, dia juga ikut merasa sangat bahagia mendengar kabar Viola kembali hamil lagi. Siapa yang akan menyangka kalau Viola kembali hamil lagi disaat usia baby Letta saja baru menginjak 6 bulan. Tapi tidak apa-apa, kehamilan Viola adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Dengan Tuhan menitipkan seorang malaikat kecil didalam rahim Viola, itu artinya Tuhan percaya kalau Viola dan Rendra bisa dan siap dengan anugerah yang telah Tuhan titipkan ini.


Saat ini Sandra sedang menikmati waktu santainya dengan berdiri didepan jendela sembari menikmati keindahan langit yang masih biru.


Della hanya sendirian, karena anak-anaknya sedang diajak keluar oleh Mama Laras dan Daddy Dani. Seperti biasa, kalau Aileen sedang libur sekolah Daddy Dani dan Mama Laras pasti akan mengajak cucu-cucunya bermain diluar. Entah itu ke Timezone atau tempat-tempat lain yang memang cocok untuk anak-anak. Tentu tidak hanya anak-anak saja yang dibawa, karena para baby sitter pun juga ikut diajak. Itulah kenapa saat ini Sandra hanya sendirian saja.


"Sayang...." Dapat Sandra rasakan sebuah tangan memeluk tubuhnya dari belakang. Dan dari suaranya, Sandra tau kalau yang memeluknya adalah Daven. Memangnya siapa lagi yang berani memeluk Sandra seperti ini kalau bukan Daven?


Sandra membalikkan tubuhnya, hingga sekarang dia dan Daven dalam posisi saling berhadapan.


"Hemm.. Kenapa Bang?" Ujar Sandra dengan sebuah senyum yang tersungging dibibirnya.


Berhubung hari ini memang tanggal merah, jadi Daven pun tidak berangkat ke kantor. Ya, kantor meliburkan semua karyawannya.


Daven menggelengkan kepalanya.


"Enggak ada apa-apa, aku cuma pengen panggil kamu aja." Jawab Daven.


Tidak seperti Daven yang dulu, dimana Daven adalah laki-laki dingin yang tidak tersentuh, kini sudah berubah menjadi sosok laki-laki yang hangat. Ya meskipun hanya pada saat sedang bersama dengan keluarganya saja. Tapi itu sudah menjadi sebuah kemajuan yang amat sangat baik. Mengingat sebelumnya sikap dingin Daven ini tidak pandang bulu sama sekali. Dulu bahkan Daven sama sekali tidak bisa bersikap hangat, meskipun dengan keluarganya sendiri.


"Dasar... nyebelin." Ujar Sandra.


Daven sendiri hanya tersenyum tipis, sampai tiba-tiba dia mencuri sebuah kecupan dibibir Sandra.

__ADS_1


"Walaupun aku nyebelin, tapi kamu cinta sama aku." Jawab Daven santai.


Memang benar kan? Mau Daven nyebeli bagaimanapun, Sandra tetap mencintai Daven.


Sandra tertawa kecil mendengar ucapan Daven.


"Ya emang bener sih, enggak salah." Ujar Sandra membenarkan ucapan Daven.


Kali ini giliran Daven yang tertawa. Gemas rasanya mendengar pengakuan Sandra. Ingin rasanya Daven membawa Sandra keatas ranjang dan mengajaknya bermain. Tapi tidak, ini masih terlalu siang. Sementara semalam Daven saja baru saja meminta jatahnya. Paling tidak Daven akan menunggu sampai nanti malam lagi.


"Karena anak-anak sekarang lagi pergi sama Mama dan Daddy, gimana kalau kita pergi juga?" Ujar Daven kepada Sandra.


Sandra mengerutkan dahinya.


"Pergi? Pergi kemana?" Tanya Sandra.


"Kita pergi kencan.. Sekedar jalan-jalan sambil cari makanan buat makan siang juga. Gimana?" Ujar Daven.


Daven pikir sudah cukup lama dia dan Sandra tidak melakukan quality time berdua. Sebagai orang tua yang sudah memiliki 3 orang anak, sebagian waktu mereka memang dihabiskan bersama dengan anak-anak. Apalagi Daven, dimana dia juga cukup sibuk dengan pekerjaan di kantor. Sehingga waktu yang Daven miliki untuk bersama dengan anak-anak saja bisa dikatakan masih kurang. Apalagi waktunya bersama Sandra? Itu lebih sedikit. Daven hanya memiliki waktu berdua bersama Sandra pada saat malam hari saja. Itu pun tidak lama, karena biasanya Daven tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Sandra.


Sandra yang mendengar ajakan Daven, tampak tersenyum. Sandra tidak menyangka saja kalau Daven akan mengajak dirinya kencan, dan itu di Mall. Padahal Daven tidak terlalu suka keramaian, tapi Daven mengajak Sandra ke Mall.


"Kenapa ke Mall? Padahal Bang Cio enggak suka tempat ramai loh." Ujar Sandra.


Daven tampak tersenyum tipis.

__ADS_1


"Aku suka dimana pun asal sama kamu. Ke Mall juga enggak masalah, karena yang terpenting aku bisa sama kamu." Jawab Daven.


Jujur, terkadang Sandra masih terkejut kalau Daven bersikap manis seperti ini. Tau sendiri kan bagaiman Daven sebelumnya? Jangankan bersikap manis, mengajak Sandra mengobrol biasa saja sangat jarang.


"Beneran? Enggak mau cari tempat yang lebih tenang aja? Aku enggak mau kalau sampai Bang Cio malah jadi enggak nyaman." Jawab Sandra.


Daven menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang, aku yakin. Aku sama sekali enggak masalah kok. Seperti yang aku bilang tadi, yang penting aku perginya sama kamu." Ujar Daven.


Kali ini senyum dibibir Sandra tampak semakin lebar.


"Ya udah, kalau gitu aku siap-siap dulu ya." Ujar Sandra.


"Okey.. jangan dandan terlalu cantik ya? Aku takut kalau nanti ada yang suka sama kamu." Ujar Daven.


Daven tidak bohong soal ini, Daven memang takut kalau ada orang yang tiba-tiba saja suka dengan Sandra. Daven tidak tau kenapa sekarang dia jadi seposesif ini, tapi yang pasti Daven benar-benar tidak suka kalau hal itu sampai terjadi. Daven takut Sandra akan diambil orang itu.


Sandra yang mendengar itu tertawa kecil.


"Bang Cio ada-ada aja sih. Bukannya bagus kalau aku cantik ya?"


"Bagus, kalau cantik kamu cuma buat aku. Tapi kalau buat orang lain juga, jangaannn... Aku enggak suka." Jawab Daven.


Ya sudahlah ya, lebih baik Sandra menurut saja. Lagi pula Sandra juga tidak akan dandan yang bagaimana. Toh hanya ke Mall kan?

__ADS_1


Sandra tampak tersenyum tipis.


"Ya udah iya, kalau gitu aku siap-siap dulu ya." Ujar Sandra .


__ADS_2