Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Ngidam empek-empek


__ADS_3

Setelah hari ini Daven mengajak Sandra dan Aileen ke makam Larissa. Jujur saja Daven merasa sangat lega sekaligus bahagia. Setidaknya sedikit beban yang ada di bahunya sudah terangkat. Dengan memperkenalkan Sandra kepada Larisa, itu artinya Daven sudah benar-benar menerima Sandra sebagai istrinya. Daven juga sudah tidak lagi merasa bersalah kepada Larisa.


"Mau jalan-jalan dulu atau langsung pulang aja, San?" Tanya Daven kepada Sandra.


Jangan heran kalau Daven masih sering memanggil Sandra hanya dengan panggilan nama saja. Pasalnya saat bersama dengan Larisa pun, Daven jarang sekali memanggil sayang. Daven memberitahu fakta ini bukan karena Daven sedang membanding-bandingkan Sandra dengan Larisa ya. Daven mengatakan ini hanya sekedar untuk pemberitahuan saja. Jadi jangan ada yang salah paham kalau Daven jarang memanggil Sandra dengan panggilan 'sayang'.


Sebelum menjawab, Sandra menoleh ke belakang untuk melihat Aileen yang terlihat nyenyak di Car seat-nya.


"Tapi Aileen bobok, Bang. Nggak Suster Ati juga. Jadi mending kita pulang dulu aja. Kita jalan-jalan nanti pas agak sorean aja." Jawab Sandra.


Seperti biasa, Sandra memang selalu mengutamakan kenyamanan Aileen terlebih dahulu. Bagi Sandra, yang terpenting adalah Aileen merasa nyaman. Kalau soal dirinya itu bisa dipikirkan nanti.


Daven tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, kita pulang dulu ke rumah." Jawab Daven.


Sebagai teman menyetir Daven, Sandra sesekali mengajak Daven ngobrol. Sampai tiba-tiba Sandra meminta Daven untuk menghentikan mobilnya karena ada sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Bang, berhenti dulu. Aku pengen empek-empek itu." Ujar Sandra menunjuk salah satu kios yang mana di depannya terdapat gerobak penjual empek-empek.


Mendengar permintaan Sandra, dengan segera Daven langsung menghentikan mobilnya di depan kios empek-empek tersebut. Dilihat-lihat tempatnya bersih dan juga nyaman. Daven pikir tidak apa-apa kalau Sandra ingin membelinya disini.


"Mau makan disini atau di rumah aja?" Tanya Daven kepada Sandra.


"Makan di rumah aja, Bang. Sekalian buat orang rumah juga." Jawab Sandra.


Sementara Daven turun untuk memesan empek-empek yang Sandra inginkan. Sandra tetap di dalam mobil karena dia harus menemani Aileen. Sandra tentu saja tidak mungkin membiarkan Aileen di mobil sendirian kan? Bagaimana kalau tiba-tiba Aileen bangun dan nangis karena tidak adanya dirinya atau Daven disini? Tidak, Sandra tidak ingin membuat Aileen menangis.


Kurang lebih 20 menit menunggu, akhirnya empek-empek pesanan Sandra jadi juga. Setelah membayar, Daven langsung masuk kedalam mobil.


"Beli berapa, Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.


"Beli 15." Jawab Daven.




Sesampainya di rumah, Sandra langsung duduk di meja makan begitu dia selesai bebersih karena habis pulang dari makam. Sandra benar-benar sudah tidak sabar ingin menikmati empek-empek yang tadi tiba-tiba saja membuat dirinya sangat menginginkannya. Sandra sendiri heran, kenapa dia ingin makan empek-empek dengan sangat tiba-tiba seperti tadi.



Kini Sandra di temani oleh Bunda Sya dan Ayah Radit. Kebetulan keduanya memang sedang ada di rumah.



"Kayanya bakal enak banget deh." Ucap Sandra seraya tersenyum.

__ADS_1



Bunda Sya dan Ayah Radit juga tersenyum melihat bagaimana saat ini Sandra tengah ngidam. Dibantu oleh Bunda Sya, Sandra membuka empek-empek yang masih panas di ke mangkok.



Tidak lama kemudian Daven turun dan ikut bergabung. Sebelumnya dia baru saja menidurkan Aileen di kamarnya dan juga bebersih. Kini Daven duduk disamping Sandra.



"Mau dibuka sekarang, Dave?" Tanya Bunda Sya kepada Daven.



Lihat, Bunda Sya memang tidak pernah membeda-bedakan anak ataupun menantunya. Meskipun Daven, Aleera, dan Viola adalah menantu, Bunda Sya memperlakukan mereka sama seperti dia memperlakukan anak-anaknya. Dan meskipun Daven pernah berbuat salah dan juga menyakiti Sandra, tapi itu tidak membuat Bunda Sya jadi marah ataupun membenci Daven.



Untuk Ayah Radit, Ayah Radit pun sama seperti Bunda Sya. Dia sangat baik kepada menantu-menantunya. Hanya saja karena Ayah Radi tidak terlalu banyak berbicara jadinya mungkin terlihat sedikit kaki. Tapi Tiu semua bukanlah masalah. Untuk itu, bersyukurlah mereka memiliki mertua sebaik Bunda Sya dan Ayah Radit.



Daven tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


"Boleh, Bunda." Jawab Daven.




"Kalau aku makannya segini banyak, bisa-bisa aku bakalan gendut banget. Ini aja berat badan aku udah naik banyak." Ujar Sandra.



Bunda Sya dan Ayah Radit tertawa kecil mendengar ucapan Sandra. Semen Daven hanya tersenyum tipis.



"Enggak papa, soal berat badan yang naik kan nanti bisa diturunin lagi kalau twins udah lahir. Yang penting sekarang kamu sama twins sehat." Ujar Daven menanggapi.



"Bener dek, masalah berat badan jangan terlalu dipikirin. Itu hal yang wajar dialami setiap ibu hamil kok." Sambung Bunda Sya.



Sandra tertawa kecil dan menganggukkan kepalanya. Rasanya lucu saja memikirkan kalau sebentar lagi tubuhnya akan menggendut. Karena selama ini Sandra bahkan tidak pernah merasakan yang namanya gendut. Tubuhnya sangat sulit mengalami kenaikan berat badan. Dan seka Sandra merasa excited karenanya.

__ADS_1



Padahal meskipun berat badan Sandra sudah naik banyak, tubuh Sandra sama sekali tidak mengalami perubahan yang berarti. Memang sedikit berisi dibandingkan dengan biasanya. Tapi sama sekali tidak membuat Sandra terlihat gemuk.



Seperti biasa, yang namanya ibu hamil kalau perut sudah kenyang bawaan pasti ngantuk. Begitu juga dengan Sandra.



Sandra langsung saja berpamitan untuk ke kamar kepada Bunda Sya dan Ayah Radit . Sementara itu, Daven dengan sigap mengikuti langkah Sandra naik ke kamar.



"Ngantuk banget..." Ujar Sandra bergumam.



Daven tersenyum, melihat wajah Sandra saat mengantuk sama menggemaskannya dengan melihat wajah Aileen saat mengantuk juga. Ya namanya juga like mother like daughter ya kan.



"Ya udah sini tidur disamping aku. Mau sekalian di puk-puk enggak?" Ujar Daven.



Sandra tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.


"Iya, mau sambil di puk-puk kaya semalem." Jawab Sandra dengan semangat.



Benar, akhir-akhir ini Sandra selalu meminta Daven untuk meng-puk-puk dirinya sebelum tidur. Hal ini sama seperti yang biasa Sandra lakukan saat dia menidurkan Aileen.



Bukankah Sandra saat ini sangat menggemaskan? Tentu saja, Daven saja merasa sangat gemas kepada istrinya ini.



Untuk membuat Sandra tidur dengan nyenyak, tidak butuh waktu lama kalau Daven melakukan puk-puk pada wanita hamil ini.



Daven tersenyum menatap wajah polos Sandra.


"Gemes banget sih... Rasanya pengen aku kekepin terus." Ujar Daven bergumam.

__ADS_1


__ADS_2