Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Syatee tusyuk-tusyuk


__ADS_3

Begitu rapat selesai dan orang-orang mulai keluar, Beni mendekat kepada Daven.


"Maaf Pak, saya mau menyampaikan pesan dari Sandra. Kalau Sandra pulang duluan soalnya Aileen tiba-tiba demam." Ujar Beni kepada Daven.


Mendengar itu, tentu saja Daven terkejut. Hanya saja Daven mencoba untuk tetap tenang. Daven yakin, Aileen baik-baik saja. Apalagi ada Sandra bersama putrinya itu.


"Sandra pulang udah lama?" Tanya Daven.


"Kurang lebih 2 jam yang lalu Pak. Sebenarnya saya mau kasih tau bapak tadi, tapi Sandra melarang karena khawatir ganggu meeting Pak Daven." Jawab Beni.


Daven menganggukkan kepalanya paham.


"Ya sudah, kalau gitu saya juga mau langsung pulang. Sudah tidak ada berkas yang perlu saya tanda tangani lagi kan?"


"Sudah tidak ada, Pak."


Setelahnya Daven langsung beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan rapat. Daven memutuskan untuk langsung pulang untuk memastikan keadaan Aileen. Lagi pula jam kantor juga sebentar lagi selesai, jadi tidak apa-apa kan kalau Daven tinggal sekarang.


"Aileen sama Sandra dimana, Mbok?" Tanya Daven kepada Mbak Ras yang kebetulan memang sedang membersihkan ruang tamu.



"Di kamar, Pak Daven." Jawab Mbok Ras.



Daven langsung naik menuju lantai 2. Dan tujuannya tentu saja kamar Aileen. Dengan perlahan, Daven membuka pintu kamar Aileen. Dari tempatnya berdiri saat ini, Daven bisa melihat bagaimana Sandra tengah tertidur dengan posisi duduk sementara Aileen tertidur dengan posisi nemplok seperti koala diatas tubuh Sandra.



Daven yakin pasti sebenarnya Sandra cukup sesak, karena biar bagaimanapun tubuh Aileen saat ini memiliki bobot yang cukup lumayan.



Sama seperti Sandra, Daven juga tidak mau mendekati Aileen disaat dia belum bersih-bersih setelah dari luar. Untuk itu Daven memilih untuk lebih dulu mandi dan berganti pakaian, baru setelahnya dia akan ke kamar Aileen lagi.



Seperti biasa, tidak butuh waktu lama untuk Daven menyelesaikan mandinya. Sekarang Daven sudah mengganti setelan kantornya dengan pakaian rumah berupa kaos dan celana selutut.


Saat Daven kembali masuk ke kamar Aileen, terlihat posisi tidur Sandra dan putrinya itu belum berubah. Dengan perlahan Daven berjalan masuk, kemudian dia mendudukkan dirinya di ranjang tepat disamping Sandra.


Sandra yang merasakan adanya pergerakan di ranjang, dengan perlahan membuka matanya. Hal yang cukup luar biasa dimana sebelumnya Sandra bahkan sangat sulit untuk dibangunkan jika sudah tidur.


Kini tatapan Daven dan Sandra bertemu.


"Abang udah pulang." Gumam Sandra saat melihat Daven.


Daven menganggukkan kepalanya.


"Gimana keadaan Aileen?" Tanya Daven dengan suara lirih.


"Udah agak mendingan, Bang. Tadi sama Suster Ati udah di kasih Paracetamol, jadi demamnya udah turun." Jawab Sandra. "Tadi Aileen rewel banget, Aileen nangis terus." Tambah Sandra.


Sebagai seorang ibu yang baru mengalami hal seperti ini, tidak dipungkiri kalau Sandra pun juga merasa cemas sekaligus takut. Tapi setelah Suster Ati dan Aleera menenangkannya dan mengatakan kalau demam seperti ini adalah hal yang lumrah untuk anak sesuai Aileen, sekarang Sandra bisa menjadi lebih tenang.


"Enggak papa, itu tandanya Aileen udah mau tambah pinter." Jawab Daven menangkan.

__ADS_1


Kejadian dimana Aileen mengalami demam tentu saja bukan hal yang pertama untuk Daven. Jadi, mungkin karena itu jugalah Daven bisa lebih tenang dibandingkan dengan Sandra.


Terlihat wajah Aileen memang sedikit lebih pucat dibanding biasanya. Tapi syukurlah, saat Daven memegang dahi Aileen, demamnya memang sudah turun. Sepertinya Aileen demam karena kelelahan.



Dan malam harinya, demam Aileen sudah benar-benar turun. Suhu tubuh Aileen sudah kembali normal seperti biasanya. Meskipun terlihat masih sedikit lemas, tapi terlihat Aileen sudah mulai aktif bermain lagi.



Sandra yang melihat itu tentu saja sangat lega. Sandra benar-benar tidak bisa membayangkan kalau saat ini demam Aileen belum turun. Sandra yakin dia akan sangat stress.



Jika biasanya Sandra adalah tipe orang yang cenderung santai dan menyikapi apapun dengan tenang, tapi untuk masalah Aileen Sandra benar-benar tidak bisa tenang. Mendengar kabar Aileen demam saja sudah membuat Sandra khawatir setengah mati.



"Aileen, maem dulu yuk. Bunda suapin ya." Ujar Sandra kepada Aileen.



Tadi siang Aileen sama sekali tidak mau makan. Dan sekarang Sandra akan mencobanya lagi. Sandra berharap sangat besar semoga kali ini Aileen sudah mau makan.



Tapi..




Setelah mengatakan itu, Aileen kembali sibuk dengan buku mewarnai dan pensil warna miliknya.



Sandra menoleh kearah Daven dengan tatapan memelas.


"Bang..." Ujar Sandra seperti ingin menangis.



Daven yang melihat itu menghela nafas.



"Aileen mau makan sama apa sayang? Mau Daddy beliin sate nggak?" Ujar Daven kepada Aileen.



Mendengar kata sate, Aileen langsung menolehkan kepalanya.


"Syatee.. tusyuk-tusyuk... Ilin au mamam syatee, Eddy." Jawab Aileen dengan semangat.



Sandra terbengong sendiri melihat respon Aileen. Kemudian kini gantian menatap Daven yang terlihat santai mengutak-atik ponselnya.

__ADS_1



Sandra berjalan mendekat dan duduk disamping Daven.


"Kok Abang tau kalau Aileen mau makan sate?" Tanya Sandra kepada Daven.



Daven tersenyum tipis.


"Ikatan batin antara Daddy dan putrinya." Jawab Daven santai.



Sandra menggelengkan kepala tidak percaya.


"Bohong banget..."



"Kamu kan juga tau kalau Aileen suka sate, tadi aku random aja. Dan ya, ternyata yang Aileen mau emang sate." Jawab Daven.



Tunggu... Sandra baru ingat. Pernah beberapa bulan yang lalu mereka menginap di rumah keluarga Persada. Dan saat makan malam, Davian membeli sate. Dari sanalah Aileen mulai suka sate. Bahkan pernah Aileen menghabiskan 10 tusuk sendiri saat makan sate. Ditambah dengan lontong ukuran setengah.



Sandra masih menggelengkan kepalanya tidak percaya.


"Terus Abang sekarang mau keluar buat beli sate?" Tanya Sandra.



Daven menggelengkan kepalanya.


"Enggak, udah aku pesen. Bentar lagi juga sampai." Jawab Daven.



Dan benar saja, setelah 30 menit menunggu, akhirnya sate pesanan Daven datang. Terlihat Aileen begitu semangat saat mengetahui kalau malam ini dia akan makan sate.


Karena meskipun Sandra dan Daven tau kalau Aileen suka sate, mereka tidak mau terlalu sering memberikan izin Aileen untuk makan itu. Karena seperti yang kita tau, makanan yang dibakar tidak bagus kalau dimakan terlalu sering.


Untuk hari ini pengecualian. Selain karena agar Aileen mau makan, ini karena sudah lama juga Daven tidak membelikan Aileen sate.


"Aileen mau Bunda suapin nggak?" Tanya Sandra kepada Aileen.


Aileen menggelengkan kepalanya.


"No Enda... Ilin au mamam syendili." Jawab Aileen.


Terlihat saat ini Aileen memang makan dengan sangat lahap. Satu persatu sate mulai Aileen habiskan.


"Hati-hati ya maemnya, itu tusuknya tajem, nak." Ujar Sandra.


Sandra tentu saja masih merasa was-was walaupun saat ini terlihat kalau Aileen sudah sangat jago makan satenya.

__ADS_1


__ADS_2