Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Memberitahu keluarga


__ADS_3

Saat ini semua anggota keluarga Santoso sejak menikmati makan malam bersama. Namun kali ini tidak ada Kendra dan Aleera, karena hari ini bukan weekend, jadi mereka tidak menginap disini. Kalau Rendra, laki-laki itu memang hari ini sedang mengambil cuti, jadi bisa pulang ke rumah.


Malam ini Sandra sudah yakin bahwa dia akan memberitahu keluarganya mengenai hubungan dirinya dengan Daven. Nanti setelah selesai makan malam, Sandra akan memberitahu mereka semua.


"Kamu kenapa kaya gelisah gitu dek? Sakit?" Tanya Rendra. Rendra memang selalu peka dengan apa yang terjadi dengan adiknya.


Ayah Radit dan Bunda Sya seketika langsung mengalihkan perhatian mereka kepada Sandra. Untuk memastikan apakah Sandra sakit seperti yang Rendra katakan.


"Adek sakit?" Tanya Ayah Radit.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Enggak, adek enggak sakit kok Yah. Ehhmm, sebenarnya ada yang mau adek omongin sama kalian semua. Tapi nanti setelah kita selesai makan aja." Jawab Sandra terus terang.


Sandra awalnya bingung bagaimana dia harus mulai mengatakan kepada keluarganya. Dan sekarang dia sudah lega. Hanya tinggal memikirkan bagaimana cara dia menjelaskan agar orang tua dan kakaknya tidak curiga mengenai skenario yang sudah Sandra rancang sedemikian rupa ini.


"Jadi, apa yang mau adek omongin ke Ayah, Bunda, sama Mas Rendra?" Tanya Ayah Radit saat mereka sudah berkumpul di ruang tengah.


"Gini Yah, sebenarnya selama ini adek sama Bang Cio punya hubungan." Baru Sandra berbicara seperti itu saja Rendra langsung menyela ucapannya.


Sandra mengawali skenarionya dengan apik.


"Pacaran?" Rendra memotong ucapan Sandra.

__ADS_1


"Biar adek ngomong dulu Mas." Ujar Ayah Radit.


Bunda Sya hanya diam menyimak apa kira-kira yang ingin Sandra bicarakan. Terakhir Sandra mengajak mereka semua mengobrol serius adalah saat Sandra mengatakan kalau gadis itu ingin bekerja di luar perusahaan Santoso Group.


"Sebenarnya adek sama Bang Cio bukan pacaran. Kita hanya memiliki komitmen, dan sekarang kita memutuskan menguatkan komitmen kita dengan menikah. Itu kalau Ayah, Bunda, sama Mas Rendra setuju." Sandra langsung mengatakan pada intinya. Sandra tidak mau kalau terlalu banyak yang dia jelaskan yang ada justru semakin banyak kebohongan yang dia katakan.


"Menikah? Secepat ini? Adek bahkan kerja di perusahaan Persada belum lama loh, belum ada 1 tahun kan?" Tanya Ayah Radit.


Sandra hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya atas pertanyaan Ayah Radit.


"Terus sejak kapan adek punya hubungan sama Daven lebih dari atasan dan sekretarisnya?"


"Sejak 3 atau 4 bulan yang lalu." Jawab Sandra tenang. Walaupun nyatanya saat ini jantung Sandra sedang berdetak dengan sangat kencang. Tentu saja ini akan menjadikan kebohongan terbesar yang pernah Sandra lakukan sejauh ini.


"Dan adek yakin ingin segera menikah? Ayah rasa 3-4 bulan itu masih terlalu dini untuk membuat kalian sampai memutuskan menikah." Ujar Ayah Radit.


"Sejak awal adek sama Bang Cio memutuskan untuk berkomitmen, kita memang ingin langsung serius Yah. Lagi pula kita kan udah saling kenal sejak kecil. Ayah tau sendiri kalau Bang Cio adalah laki-laki baik-baik." Jawab Sandra.


Bohong? Ya, kita semua tau kalau yang Sandra katakan adalah sebuah kebohongan. Tidak ada komitmen apapun diantara Sandra dan Daven sebelumnya. Justru rencana pernikahan ini terjadi secara tiba-tiba dengan penyebab utamanya adalah Sandra sendiri. Hanya saja tidak mungkin untuk Sandra mengatakan yang sebenarnya.


"Kenapa bukan Davian saja yang adek sukai? Mas merasa kalau adek lebih cocok sama Davian dibandingkan dengan Daven. Dari sifatnya saja Davian tentu akan lebih hangat dan perhatian ke adek. Sementara Daven... Mas tidak mengatakan kalau Daven memiliki sifat buruk. Tapi dek, coba adek pertimbangkan lagi." Sama seperti Ayah Radit, Rendra pun memiliki pendapat seperti itu. Daven terlalu dingin untuk seorang Sandra. Akan lebih baik jika yang Sandra pilih adalah Davian.


"Adek memiliki perasaan sebagai perempuan kepada laki-laki hanya sama Bang Cio. Kak Davian udah adek anggap seperti Abang adek sendiri, sama seperti Bang Kendra dan Mas Rendra." Jawab Sandra dengan tenang.

__ADS_1


"Kenapa? Wajah mereka bahkan sama dek." Rendra masih tidak bisa menerima alasan Sandra.


Sekali lagi bukan masalah status Daven, melainkan kepribadian Daven yang sangat dingin.


"Enggak tau, kalau adek bisa milih juga adek bakal milih Kak Davian. Seperti yang Mas bilang, Bang Davian lebih hangat dan pengertian. Tapi tetap, adek sukanya sama Bang Cio." Jawab Sandra.


"Jadi, kapan Daven datang ke rumah untuk melamar adek?" Bunda Sya yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan tiba-tiba langsung bertanya seperti itu.


"Bun..." Ayah Radit dan Rendra menatap protes kearah Bunda Sya. Bisa-bisanya Bunda Sya langsung setuju begitu saja mengenai hal ini. Bunda Sya bahkan tidak bertanya apa-apa sebelumya.


Sandra yang mendapatkan pertanyaan itu langsung tersenyum. Jika Bunda sudah setuju, sudah dipastikan yang lain juga akan setuju.


"Secepatnya Bunda. Kalau Bunda, Ayah, dan yang lainnya udah setuju, Bang Cio akan secepatnya datang untuk melamar adek." Jawab Sandra.


"Bun, kenapa Bunda langsung setuju gitu aja? Kenapa Bunda..."


"Mas, dengerin Bunda. Bunda rasa adek udah besar. Adek membuat keputusan seperti ini pasti sudah dengan pertimbangan yang amat sangat matang. Dan jika adek memilih Daven sebagai pendamping hidupnya, mungkin itu karena ada sesuatu yang Daven miliki namun tidak orang lain miliki hingga membuat adek memutuskan untuk memilih dia. Selama itu bukan sesuatu yang salah ataupun sejenisnya, ada baiknya kita mendukung keputusan adek. Percaya sama Bunda, adek pasti sudah memikirkan semuanya." Ujar Bunda Sya memberikan pengertian.


Ayah Radit terdiam mendengar penjelasan Bunda Sya. Memang, bijaksananya Bunda Sya dalam menyikapi segala hal patut diacungi jempol.


Sandra juga diam. Dalam hati...


"Yang Bunda ucapkan memang benar. Ada sesuatu yang Bang Cio miliki namun tidak dimiliki oleh orang lain, yaitu Aileen."

__ADS_1


"Baiklah, bilang sama Daven untuk secepatnya datang melamar adek. Ayah sama Bunda sudah siap." Ujar Ayah Radit.


Sementara itu di tempat yang lain, Sandra sudah meminta bantuan Aleera untuk memberitahukan semua ini kepada Abang pertamanya, yaitu Kendra.


__ADS_2