
Hari ini lagi-lagi Sandra ikut Daven ke kantor. Entah kenapa, akhir-akhir ini Sandra selalu ingin berdekatan dengan Daven. Mungkinkah ini karena bawaan bayi? Entahlah, tapi sepertinya memang karena itu.
"Aku tinggal rapat dulu enggak papa kan Yang?" Ujar Daven kepada Sandra.
Pagi ini Daven memang memiliki agenda rapat bersama dengan Davian dan Daddy Dani. Biasa, rapat bulanan yang dilakukan setiap akhir bulan. Seperti biasa, kalau akhir bulan seperti ini perusahaan memang akan lebih sibuk dari hari-hari biasanya.
"Emangnya rapatnya berapa lama Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.
Lihat, padahal Daven juga hanya rapat di kantor, tapi Sandra terlihat sedikit keberatan saat Daven hendak pergi.
"Ya agak lama sih, mungkin sekitar 1 sampai 2 jam.an." Jawab Daven.
Sebenarnya Daven juga tidak tega meninggalkan Sandra disini sendirian. Tapi mau meminta Beni untuk menemani Sandra, Daven juga tidak mau. Daven walaupun Daven tau tidak ada hubungan spesial antara Sandra dan Beni, tapi tetap saja Daven merasa cemburu kalau Sandra hanya berduaan saja dengan Beni.
"Ya udah, enggak papa kok. Nanti aku nonton aja biar enggak kerasa lama nunggu Abang selesai rapat." Jawab Sandra
Karena memang waktu rapat sebentar lagi di mulai, akhirnya Daven menganggukkan kepalanya setuju. Setelahnya Daven keluar dari ruangannya untuk menuju ruang rapat yang berada di lantai 8.
Dan sekarang hanya tinggal Sandra seorang diri disini. Seperti rencana awal, Sandra akan menghabiskan waktunya sampai Daven selesai rapat untuk menonton.
15 menit pertama, Sandra masih enjoy dan menikmati film yang dia tonton. Tapi setelah lewat 30 menit, Sandra merasa bosan. Dan lagi, mendadak Sandra ingin makan dimsum yang ada di cafetaria bawah.
"Ke bawah aja kali ya... Pengen dimsum." Ujar Sandra bergumam seorang diri. "Tapi belum bilang Bang Cio. Kira-kira kalau aku izin lewat WA di baca enggak. Pastikan sekarang Bang Cio lagi fokus rapat." Sambungnya lagi.
__ADS_1
Jangan salah, meski sedang sendirian seperti ini, Sandra memang suka berbicara sendiri. Kalau biasanya orang lebih suka berbicara dalam hati, maka tidak dengan Sandra. Entahlah, mungkin ini sudah menjadi kebiasaan kalau sedang sendirian seperti ini Sandra suka berbicara sendiri.
Akhirnya Sandra memutuskan untuk mengirim pesan kepada Daven. Karena Daven tidak kunjung membalas pesan dari dirinya, akhirnya Sandra memutuskan untuk langsung ke cafetaria karena memang sudah sangat ingin makan dimsum. Sebenarnya bisa saja Sandra meminta tolong OB untuk membelikan dimsum, tapi karena Sandra juga bosan di ruangan Daven sendirian, Sandra memutuskan untuk sekalian keluar mencari angin. Ya walaupun sekarang pesan Sandra tidak dibalas, setidaknya kalau Daven sudah membaca pesan dari dirinya, dia akan tau kalau Sandra ada di cafetaria. Tanpa Sandra tau kalau alasan Daven tidak membaca apalagi membalas pesan dirinya adalah karena ponsel Daven ketinggalan di rumah.
Nyatanya tidak sampai 2 jam akhirnya Daven selesai rapat. Setelah para karyawan lain keluar, kini hanya tinggal Daven, Davian, dan Daddy Dani saja di ruangan rapat.
"Mulai bulan depan, Daddy sudah benar-benar akan pensiun dari perusahaan. Jadi untuk persoalan perusahaan Daddy serahkan ke kalian." Ujar Daddy Dani.
Daven dan Davian menganggukkan kepalanya. Pembicaraan ini memang sudah dibahas sejak lama. Lagi pula akhir-akhir ini Daddy Dani juga sudah jarang aktif ikut dalam urusan kantor. Dan dengan keputusan bersama, Daven lah yang akan menggantikan posisi Daddy Dani. Sementara Davian akan menjadi wakil Daven.
"Oo iya, bukannya Sandra tadi ikut ke kantor ya Dave? Kamu enggak mau balik ruangan kamu dulu? pasti Sandra udah nunggu kamu." Ujar Daddy Dani.
__ADS_1
Mendengar ucapan Daddy Dani, seketika Daven langsung ingat kalau di ruangannya ada Sandra yang sedang menunggu dirinya.
"Ya udah, kalau gitu aku balik duluan, Dad." Ujar Daven tanpa basa-basi.
Daddy Dani menganggukkan kepalanya memberi izin. Setelahnya Daven langsung keluar dari ruang rapat. Meninggal Davian berdua bersama dengan Daddy Dani.
"Semoga kedatangan Sandra ke kantor kali ini bukan karena ngidam. Hamba sudah lelah dengan semua ngidam Sandra ya Allah." Ujar Davian.
Daddy Dani yang mendengar doa Davian tertawa kecil. Daddy Dani paham betul bagaimana tersiksanya Davian untuk memenuhi ngidam Sandra. Tapi karena itu permintaan dari calon cucu kembarnya, sudah pasti Daddy Dani tetap berada di pihak Sandra.
Sementara itu, sesampainya di ruangannya, Daven dibuat terkejut karena tidak mendapati Sandra ada di ruangannya. Namun, posisi laptop Sandra saat ini masih dalam keadaan terbuka.
"Sandra kemana ya? Apa mungkin dia lagi keluar?" Ucap Daven dalam hati.
Tidak ingin menunggu lama, Daven mencoba untuk mengambil ponsel yang dia kira ada disaku celananya. Tapi ternyata Daven tidak menemukan ponsel disana.
__ADS_1
"Loh, HP aku mana ya?"
Panik? Tidak juga, Daven hanya merasa bingung kenapa dia tidak bisa menemukan ponselnya. Sementara saat ini Daven harus segera menghubungi Sandra untuk mengetahui dimana istrinya itu saat ini berada.