Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
MPASI pertama si kembar


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini usia Saga dan Dewa tepat 6 bulan, yang mana itu artinya mereka sudah boleh mulai MPASI. Sebagai ibu yang baru memiliki bayi, tentu saja Sandra sangat excited dengan perkembangan putra-putranya.


Dan sekarang, untuk pertama kalinya Sandra akan menyiapkan menu MPASI untuk si kembar Saga dan Dewa. Sandra benar-benar sudah tidak sabar lagi melihat bagaimana reaksi kedua putra kembarnya ini saat makan pertama kali.


Dan untuk menu MPASI yang pertama, Sandra akan membuatkan menu dari pisang. Semoga Saga dan Dewa suka dengan menu ini ya. Simpel saja, hanya pisang dicampur dengan ASI Sandra. Untuk yang pertama kali, Sandra tidak ingin terlalu menggunakan bahan-bahan yang terlalu banyak. Nanti kalau Saga dan Dewa sudah mulai terbiasa, barulah Sandra akan menambahkan protein dan lain-lainnya.


Tentu Sandra memutuskan itu tidak sendiri, Sandra sudah berkonsultasi dengan dokter anak pribadi Saga dan Dewa.


"Yeayy... waktunya Saga sama Dewa makan." Ujar Sandra dengan semangat.


Sebagai ibu yang baru memiliki bayi, jelas pengalaman pertama MPASI ini sangat membuat Sandra excited. Mengingat selama 6 bulan ini Saga dan Dewa hanya minum ASI-nya saja. Dan kini kedua putranya itu akan mencoba sesuatu hal yang baru.


Saga dan Dewa yang duduk di kursi makan mereka tampak terlihat semangat saat melihat Sandra. Ya, hanya dengan melihat sang Bunda saja sudah bisa membuat kedua bayi tampan itu sangat bahagia.


Dibantu oleh Suster Feni dan Suster Nina, Sandra akan mulai menyuapi Saga dan Dewa.


"Bismillah ya sayang, semoga Saga sama Dewa suka." Ujar Sandra.


Jujur Sandra merasa sangat deg-degan. Karena ini adalah kali pertama Saga dan Dewa akan mulai makan. Sandra sangat berharap kalau Saga dan Dewa akan menyukainya.


Suapan pertama, Sandra memberikan kepada Saga. Dan respon Saga? Sepertinya bayi tampan itu sangat menyukainya. Tidak ada penolakan sama sekali dari Saga. Setelah Saga, barulah Sandra menyuapi Dewa. Respon Dewa juga tidak berbeda dengan Saga. Dewa terlihat menyukai makanan pertamanya ini


"Alhamdulillah... Enak ya sayang?" Ujar Sandra kepada Saga dan Dewa.

__ADS_1


Saga dan Dewa menjawab pertanyaan Sandra dengan gumaman mereka yang tampak semangat.


"Itu artinya Mas Saga sama Mas Dewa suka, Bu." Ujar Suster Feni.


Dan dibenarkan oleh Suster Nina.


Bahagia? Sudah pasti Sandra merasa sangat bahagia. Di MPASI pertama ini Saga dan Dewa benar-benar menunjukkan respon yang sangat positif.


Tidak lupa, Sandra meminta tolong Suster Nina untuk mengabadikan moment ini dengan ponsel milik Sandra. Selain karena Sandra memang ingin mengirimkannya kepada Daven, ini juga untuk koleksi Sandra sendiri. Agar nantinya Sandra bisa mengenang momen-momen ini saat mereka besar nanti.


Dan ya, Saga dan Dewa berhasil menghabiskan MPASI yang Sandra buat untuk mereka. Keduanya benar-benar makan dengan sangat lahap.





Namun dibalik kebahagiaan yang Daven rasakan melihat pertumbuhan dan perkembangan si kembar, dia masih menyimpan rasa bersalah kepada putri pertamanya, Aileen.



Untuk Saga dan Dewa, Daven bisa melihat perkembangan mereka dengan sangat detail. Daven tau apa saja perkembangan yang terjadi dengan dua putranya itu.

__ADS_1



Sementara untuk Aileen, Daven tidak mengetahui apa-apa tentang putrinya. Bukan Daven tidak memiliki waktu untuk memperhatikan, tapi karena Daven memang sengaja mengabaikan Aileen. Daven tidak tau menu pertama apa yang Aileen makan saat MPASI. Daven tidak tau kata pertama apa yang Aileen ucapkan. Daven bahkan tidak sadar saat Aileen pertama kali bisa berjalan. Daven benar-benar tidak tau apa-apa tentang perkembangan Aileen saat kecil dulu. Dan sekarang Daven benar-benar menyesalinya.



Sekarang, Daven bertekad akan memberikan yang terbaik untuk Aileen. Akan Daven pastikan kalau Aileen tidak akan pernah lagi merasakan yang namanya di abaikan dan kekurangan kasih sayang dari dirinya. Daven akan memberikan semuanya untuk Aileen untuk menebus rasa bersalahnya.



Memang hubungan Daven dan Aileen saat ini sudah sangat baik. Tapi sepertinya di alam bawah sadar Aileen, putrinya itu masih memiliki batasan dengan Daven.



Memangnya ada apa? Sebenarnya tidak ada sesuatu yang mencolok. Ini hanya menurut Daven saja, Daven hanya merasa kalau selama ini Aileen tidak pernah bersikap manja kepada dirinya. Kalaupun Aileen sedang ingin dimanja, dia lebih memilih bermanja dengan Sandra dibandingkan dengan dirinya. Bahkan saat hanya ada Ayah Radit dan Daven, Aileen lebih memilih Ayah Radit. Hal ini membuat Daven sadar kalau dia sudah membuat luka pada hati putri kecilnya.



Tapi tidak apa-apa, semua memang butuh waktu. Mengingat Daven mengabaikan Aileen semenjak gadis cilik itu lahir hingga satu tahun kemarin. Dan itu bukan waktu yang sebentar bulan? Sekarang Daven akan terus berusaha agar Aileen bisa percaya kepada dirinya lagi. Daven akan membuat Aileen tidak ragu ataupun takut untuk bermanja kepadanya.



Ya, Daven akan berusaha untuk menjadi Daddy terbaik untuk anak-anaknya, terutama untuk Aileen. Gadis cilik tidak bersalah yang sempat dia abaikan dengan sedemikian rupa.

__ADS_1


__ADS_2