
Sejujurnya Sandra sudah sangat bosan karena dia tidak melakukan apa-apa di ruangan Daven. Yang Sandra lakukan sejak tadi hanya memainkan ponselnya sembari sesekali ngobrol dengan Daven. Tapi karena Daven sedang ada banyak pekerjaan, jadi Sandra cukup tau diri untuk tidak terlalu sering mengajak Daven berbicara.
Sampai akhirnya, Sandra benar-benar tidak bisa menahan rasa bosannya.
"Abang..." Panggil Sandra.
Daven yang awalnya terlihat fokus dengan pekerjaan, seketika langsung menoleh saat mendengar Sandra memanggil dirinya.
"Iya, kenapa San?" Tanya Daven dengan lembut.
"Bagi kerjaannya dong. Biar aku ada sesuatu yang bisa dilakuin. Daripada aku tadi diem aja kaya gini." Ujar Sandra kepada Daven.
Daven yang mendengar itu tersenyum.
"Sini..." Ujar Daven kepada Sandra.
Sandra pikir Daven akan memberikan pekerjaan kepada dirinya. Oleh karena itu Sandra langsung berjalan kearah Daven. Tapi nyatanya dugaan Sandra salah. Karena Daven justru menarik Sandra untuk duduk diatas pangkuannya.
"Disini aja, temenin aku kerjain ini." Ujar Daven kepada Sandra.
Apa yang Daven lakukan ini berhasil membuat wajah Sandra seketika memerah. Sandra merasakan perasaan campur aduk yang di dominasi dengan rasa bahagia.
Sandra bahkan sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Hingga akhirnya Sandra memilih untuk tetap diam duduk di pangkuan Daven.
Kini Sandra dan Daven sudah dalam perjalanan pulang ke rumah. Sejak tadi, mereka berdua terlibat obrolan-obrolan. Berbeda dengan biasanya, kali ini Sandra dan Daven seolah tidak kehabisan topik sama sekali.
"Mau beli sesuatu buat nanti di rumah nggak?" Tanya Daven kepada Sandra.
"Beli sesuatu? Beli apa ya..." Sandra terlihat berpikir mengenai apa yang sekiranya mereka beli untuk dibawa pulang ke rumah.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Sandra memutuskan untuk membeli donat.
"Beli donat aja Bang. Aileen kan suka banget sama donat. Kita beli yang gambar-gambar lucu, pasti Aileen bakal tambah suka." Ujar Sandra.
Ya namanya juga ibu, pasti apapun yang diingat adalah sesuatu yang berhubungan dengan anaknya. Seperti donat, Sandra sangat tau kalau ini adalah makanan kesukaan Aileen.
Daven tersenyum mendengar jawaban Sandra. Bayangkan, Daven saja yang ayah kandung Aileen tidak ingat kalau donat adalah makanan kesukaan Aileen.
"Donat buat Aileen. Kalau buat twins, mereka pengen apa?" Tanya Daven.
__ADS_1
Daven tentu saja tidak akan mengabaikan twins yang saat ini ada di dalam perut Sandra. Sudah Daven katakan, dia akan mencoba untuk menerima kehadiran janin di dalam perut Sandra. Jadi Daven berusaha untuk tidak pilih kasih.
"Apa ya... Ehhmm... Belum tau, Bang. Kayanya setelah tadi mereka pengen ayam goreng kakek, sekarang mereka belum pengen apa-apa. Jadi beli buat Aileen aja." Jawab Sandra.
Daven menganggukkan kepalanya. Kini Daven langsung menjalankan mobilnya ke toko donat langganan mereka. Lebih tepatnya, toko donat langganan Sandra.
Setelah membeli donat, kini perhatian Sandra tertuju kepada penjual sate yang berjualan di depan toko donat. Terlihat cukup ramai pengunjung, itu artinya sate yang di jual pasti juga cukup enak kan?
"Bang Cio mau sate nggak?" Tanya Sandra kepada Daven.
Bukannya menjawab pertanyaan Sandra, Daven malah balik bertanya.
"Kamu pengen makan sate?" Tanya Daven.
Sandra menggelengkan kepalanya.
"Terus?" Tanya Daven dengan wajah bingungnya.
Kalau Sandra tidak ingin makan sate, kenapa Sandra malah bertanya kepada Daven apakah dia mau sate atau tidak.
"Aku pengen lihat Bang Cio makan sate." Jawab Sandra dengan wajah polosnya.
Oke, apakah ini bagian dari ngidam Sandra lagi? Sepertinya memang iya.
"Ya udah, kita beli sate." Ujar Daven.
__ADS_1
Senyum di wajah Sandra langsung tersungging. Sandra merasa bahagia karena tanpa diminta Daven langsung peka.
Setelah mendapatkan donat dan sate, barulah Sandra dan Daven melanjutkan perjalanan mereka pulang ke rumah.
"Aileen... Bunda pulang sayang..." Begitu masuk ke dalam rumah, Sandra langsung memanggil Aileen.
Tapi yang muncul bukan Aileen, melainkan Bunda Sya.
"Jangan teriak-teriak Sandra. Nanti jadi contoh yang enggak baik buat Aileen." Ujar Bunda Sya. "Udah berapa kali Bunda bilang, kalau masuk rumah itu ucapin salam dulu." Tambahnya lagi.
Seperti biasa, Sandra hanya tersenyum. Sementara Daven menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Sandra yang kekanakan ini. Selama ini yang Daven tau, Sandra adalah pribadi yang dewasa. Dan nyatanya, sifat Sandra yang asli justru masih bisa kekanakan seperti ini. Dan jujur saja, Daven malah menyukainya.
"Ya maaf, aku lupa Bunda." Jawab Sandra.
Sandra segera berjalan menuju Bunda Sya dan mencium tangannya. Begitu juga dengan Daven.
"Terus Aileen sekarang dimana Bun?" Tanya Sandra kepada Bunda Sya.
"Aileen ada di belakang. Tadi abis mandi minta mancing lagi. Jadi sekarang lagi mancing sama Ayah." Jawab Bunda Sya.
Setelah mengobrol sebentar, Bunda Sya meminta Sandra dan Daven untuk langsung naik ke kamar dan membersihkan diri. Bunda Sya melarang mereka untuk langsung menemui Aileen. Karena biar bagaimanapun Sandra dan Daven sudah seharian di luar. Bunda Sya khawatir kalau mereka membawa virus untuk Aileen. Apalagi Aileen baru saja pulang dari rumah sakit.
Sandra dan Daven tentu saja menuruti ucapan Bunda Sya. Mereka langsung naik ke kamar untuk membersihkan diri.
"Bang Cio mandi duluan aja, aku nanti habis Abang." Ujar Sandra kepada Daven.
"Kenapa kita nggak bareng aja? Kayanya udah lama banget kita nggak mandi bareng." Jawab Daven.
Blush...
Tanpa bisa di cegah, wajah Sandra seketika berangsur memerah. Tanda kalau Sandra salah tingkah setelah mendengar ucapan Daven.
"Apa sih Bang. Sana cepetan mandi. Atau kalau enggak, aku duluan aja yang mandi." Ujar Sandra.
Sandra berusaha untuk tidak meladeni ucapan Daven. Meskipun sebenarnya Sandra sudah tertangkap basah kalau saat ini sedang salah tingkah.
"Aku maunya mandi bareng sama kamu. Gimana dong?" Tanya Daven kepada Sandra. "Aku kangen tau mandi bareng sama kamu." Tambahnya lagi.
Setelah bujuk dan rayu yang Daven lakukan, akhirnya Sandra mau diajak mandi bersama. Dan seperti yang kalian pikirkan, jika Sandra dan Daven sudah mandi bersama, pasti yang mereka lakukan bukan hanya sekedar mandi. Karena nyatanya Daven melakukan hal yang iya-iya dengan Sandra.
Siapa yang menyangka kalau setelah sekian lama mereka tidak melakukan hubungan suami istri, tempat pertama untuk mereka melakukannya lagi justru di kamar mandi. Tapi tidak apa-apa, Daven dan Sandra sama sekali tidak mempermasalahkan tempatnya. Karena yang penting mereka kembali bersatu.
"Terima kasih sayang, I love you..." Bisik Daven begitu permainan mereka berakhir.
Sandra yang mendengar itu tersenyum.
"I love you too, Bang." Jawab Sandra lirih.
__ADS_1
Kini Sandra dan Daven berdiam diri di bathtub sembari memulihkan tenaga untuk kemudian melanjutkan acara mandi mereka yang tertunda.
Untung saja air yang Sandra dan Daven gunakan adalah air hangat, jadi mereka tidak merasa kedinginan.