
Setelah sarapan, Daven langsung mengajak Sandra untuk memeriksakan kondisi dirinya dan baby ke dokter kandungan. Kebetulan sekali, Dokter Susan, Dokter yang juga menjadi dokter kandungan Aleera selama beberapa kali hamil bekerja di rumah sakit ini. Sandra yang sudah tau bagaimana bagusnya penanganan Dokter Susan, memutuskan untuk menjadikan Dokter Susan sebagai dokter kandungannya juga.
Sementara Sandra dan Daven pergi ke dokter kandungan, Aileen dijaga oleh para Oma dan Opa. Untungnya Aileen memang anak yang baik, jadi dia sama sekali tidak rewel saat Sandra mengatakan kalau dia dan Daven akan keluar sebentar.
Dan kini, perut Sandra sedang di USG.
"Wah... Kayanya ini kembar deh." Ujar Dokter Susan. "Ini bulatan hitamnya ada dua soalnya." Tambahnya lagi.
Sandra yang mendengar itu tersenyum bahagia. Rasanya tidak menyangka kalau dirinya akan memiliki sepasang anak kembar. Bahkan rasanya Sandra ingin menangis karena saking bahagianya. Sementara Daven, laki-laki itu hanya terdiam dengan tatapan lurus menatap layar monitor. Sandra yang sadar kalau Daven kembali dilanda cemas saat mengetahui fakta bahwa Sandra hamil anak kembar langsung meraih tangan Daven.
"Kondisinya sehat kan Dok?" Tanya Sandra kepada Dokter Susan.
Dokter Susan menganggukkan kepalanya.
"Iya, sehat dan kuat. Semua kondisinya juga normal, sudah sesuai untuk janin usia 2 bulan." Jawab Dokter Susan.
Sandra semakin bersyukur mendengar jawab Dokter Susan yang mengatakan kalau kondisi baby dalam perutnya dalam keadaan sehat semuanya.
Setelah melakukan USG, kini Sandra dan Daven mendengarkan penjelasan dari Dokter Susan.
"Jadi, usia janin saat ini sudah 2 bulan. Nah, ukuran janin sendiri kira-kira 2,5 cm atau lebih tepatnya sebesar buah stroberi. Janin masih disebut sebagai embrio. Wajahya belum tampak jelas sebagai manusia, tapi beberapa organ sudah mulai berkembang, seperti mata, hidung, mulut, dan telinga." Ujar Dokter Susan menjelaskan. "Oo iya, kantung ketubannya sendiri cuma ada satu saja. Sepertinya 2 baby ini bakal jadi kembar identik. Tapi Mbak Sandra dan Mas Daven tenang saja, karena plasenta twins ada 2 kok. Jadi nutrisi untuk mereka inshaAllah akan terbagi secara seimbang." Tambah Dokter Susan.
Dan banyak lagi penjelasan-penjelasan yang Dokter Susan berikan. Sementara itu Sandra dan Daven mendengarkan dengan seksama.
Untuk Daven yang sudah pernah berada di moment seperti ini tentu saja sedikit banyak Daven sudah tau mengenai apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Meskipun sampai saat ini perasaan takut itu masih ada, tapi sebisa mungkin Daven akan menjadi suami dan ayah yang siaga. Karena Daven tidak ingin apa yang terjadi kepada Larisa juga terjadi kepada Sandra.
"Yang penting banyak-banyak istirahat, Mbak Sandra. Sama jangan lupa, makan makanan sehat dan bergizi itu sangat penting. Banyakin juga air putih. Dan kalau bisa, setiap hari jangan lupa minum susu. Kalau sekiranya Mbak Sandra mual dan nggak suka dengan rasa susu ibu hamil, tolong tetap diusahakan minum susu, cari yang sekiranya tidak membuat mual" Ujar Dokter Susan.
Sandra menganggukkan kepalanya paham.
"Baik, Dok." Jawab Sandra.
__ADS_1
Dan setelah mendapatkan resep vitamin dari Dokter Susan, Sandra dan Daven kembali ke ruangan rawat Aileen. Dimana ternyata Bunda Sya dan Mama Laras sudah mulai beberes karena infus Aileen sudah habis. Itu artinya mereka akan segera pulang.
"Gimana dek? Semua baik kan?" Tanya Ayah Radit.
Ayah Radit lah yang pertama kali menyadari kedatangan Sandra dan Daven. Dan pertanyaan Ayah Radit membuat yang lain juga menatap kearah Sandra.
Sandra tersenyum.
"Iya, semuanya baik Yah. Aku dan twins sehat." Jawab Sandra.
Tunggu-tunggu....
Twins?
"Cucu Bunda kembar lagi, dek?" Tanya Bunda Sya dengan raut wajah bahagianya.
Senyum Sandra semakin lebar, kemudian menganggukkan kepalanya.
Jawaban Sandra ini membuat semua orang benar-benar sangat bahagia. Ayah Radit dan Daddy Dani saling memberikan selamat satu sama lain atas cucu kembar mereka.
Aileen yang melihat kegembiraan itu juga ikut tertawa. Padahal sebenarnya Aileen belum paham betul dengan apa yang sedang terjadi.
Saat ini Sandra, Daven dan Aileen sudah berada di rumah keluarga Santoso. Loh? Kenapa tidak langsung pulang ke rumah mereka saja? Tidak, karena Daven sendiri yang meminta untuk selama kehamilan Sandra, mereka lebih baik tinggal disini. Hal ini agar ada lebih banyak orang yang menjaga Sandra. Dan semua orang tentu saja setuju dengan usulan Daven.
Lihat? Bagaimana Daven ingin melakukan yang terbaik untuk Sandra. Daven benar-benar menepati janjinya dengan berusaha untuk bisa sembuh dari traumanya.
__ADS_1
Terlebih Ayah Radit, Ayah Radit semakin yakin kalau dengan memberikan kesempatan kedua untuk Daven memang hal yang tepat. Karena nyatanya Daven memang benar sedang berusaha.
"Kamu istirahat aja, biar Aileen aku yang jagain. Kamu pasti capek banget kan setelah semalam tidur di rumah sakit. Pasti tidur kamu juga nggak nyenyak." Ujar Daven kepada Sandra.
Meskipun sebenarnya Sandra tidak capek seperti yang Daven katakan. Tapi Sandra memilih untuk menurut dengan mengikuti ucapan Daven untuk istirahat. Hal ini adalah salah satu upaya Sandra untuk membuat Daven nyaman dan tidak dilanda kecemasan. Sandra sadar betul kalau apapun yang terjadi kepada dirinya pasti akan mempengaruhi emosi bawah sadar Daven. Untuk itu, agar Daven bisa tenang dan sedikit demi sedikit sembuh dari traumanya, Sandra akan mengikuti apapun yang Daven katakan. Karena toh semua yang Daven katakan dan lakukan untuknya pasti juga demi kebaikan Sandra.
Jadi, sementara Sandra beristirahat, Daven yang menemani Aileen bermain.
Sebenarnya harusnya Aileen juga istirahat karena baru saja pulang dari rumah sakit. Tapi nyatanya Aileen menolak dan merengek ingin bermain dengan boneka-bonekanya. Dan daripada Aileen rewel dan mungkin saja menangis, Daven memilih untuk menuruti keinginan putri kecilnya itu. Sampai akhirnya Aileen pun lelah setelah hampir 30 menit bermain. Dengan sendirinya Aileen naik keatas ranjang dan berbaring di samping Sandra yang saat ini sedang tertidur. Tidak lama kemudian Aileen juga mulai memejamkan matanya.
Melihat itu Daven tersenyum tipis. Sungguh, pemandangan ini sangat menggemaskan dimata Daven. Kenapa Sandra dan Aileen terlihat cocok sekali berpasan sebagai ibu dan anak? Keduanya benar-benar mirip. Bahkan posisi Aileen saat tidur pun tidak berbeda dengan posisi Sandra saat ini.
Dan melihat itu semua membuat Daven amat sangat bersyukur karena dirinya tidak terlambat. Karena kalau Daven sampai terlambat, mungkin Daven akan kehilangan keduanya sekaligus. Daven bahkan tidak sanggup membayangkan kalau itu benar-benar terjadi.
"Daddy sayang Bunda dan Aileen. Kalian jangan pernah tinggalin Daddy ya..." Gumam Daven dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1