Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Menggugat cerai


__ADS_3

Sejak pagi tadi Daven benar-benar tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Otaknya terus saja memikirkan Sandra dan juga kehamilannya. Tidak dipungkiri, kalau Daven saat ini juga menghawatirkan keadaan Sandra. Biar bagaimanapun Daven tau dengan pasti kalau seorang ibu hamil tidak boleh sampai stress. Tapi... Daven tidak tau saat ini harus melakukan apa. Daven bingung, dia masih terlalu syok dengan kehamilan Sandra. Daven marah sekaligus takut. Daven marah dan takut dengan kehamilan Sandra. Bagaimana kalau nanti melahirkan Sandra akan meninggal juga sama seperti Larisa? Daven tidak bisa membayangkan dia akan kehilangan seorang istri untuk kedua kalinya hanya karena seseorang anak.


Mengenai Daven yang tadi mendadak ada telefon, itu sebenarnya tidak benar. Ponsel Daven berbunyi bukan karena ada panggilan masuk, melainkan karena alarm.nya berbunyi. Daven sengaja memasang alarm dengan suara dering ponselnya. Itu semua Daven lakukan untuk berjaga-jaga dan menghindari pembicaraan dengan Sandra, karena sejujurnya Daven belum siap membahas masalah ini. Dan untung saja alarm berbunyi tepat waktu.


Pengecut? Benar, Daven memang sepengecut itu. Daven mengakui kalau dirinya memang pengecut.


Tok... tok... tok...


"Masuk..." Jawab Daven dengan suara datar.


Pintu terbuka, dan masuklah Beni.


"Hari ini mau makan di luar atau di sini saja Pak?" Tanya Beni kepada Daven.


Diantara semua orang, Beni adalah satu-satunya orang yang mengetahui kalau hubungan Daven dan Sandra sedang tidak baik-baik saja. Walaupun Beni tidak tau dengan pasti apa yang terjadi dengan keduanya, tapi Beni berharap semoga masalah Daven dan Sandra segera selesai.


"Tidak usah, buatkan saya kopi saja." Jawab Daven.


Saat kemarin ada Sandra, Daven makan diluar dengan alasan ada pekerjaan. Dan sekarang, karena Sandra tidak masuk ke kantor, jadi tidak ada alasan untuk Daven menghindari istrinya itu. Benar-benar pengecut bukan?


"Baik, Pak." Setelah mengatakan itu Beni langsung keluar dari ruangan Daven.


Beni tidak mau bertanya alasan kenapa Daven tidak ingin makan siang. Karena Beni tidak mau ikut campur.



Dalam perjalan pulang, Sandra berhenti di pengadilan agama. Benar, Sandra akan menggugat cerai Daven saat ini juga. Menurut hukum dan agama, istri yang sedang hamil memang diperbolehkan untuk menggugat cerai suaminya. Sandra tidak akan menunda-nunda lagi. Sesegera mungkin Sandra akan menyelesaikan semua ini. Keputusan Sandra sudah bulat, dia memilih untuk lebih baik berpisah dengan Daven.



Tanpa adanya raut kesedihan ataupun air mata, Sandra berjalan masuk ke pengadilan untuk merealisasikan keputusannya ini. Alasan yang Sandra gunakan untuk bercerai dengan Daven adalah bahwa Sandra tidak bisa lagi bertahan dalam rumah tangganya karena sudah tidak adanya kecocokan diantara mereka. Dalam gugatannya, Sandra juga tidak menuntut apa-apa dari Daven selain hanya ingin bercerai.



Selesai dengan itu semua, Sandra langsung pulang ke rumah. Karena ada banyak hal yang harus Sandra lakukan.



Setibanya di rumah, Sandra langsung mengambil beberapa koper dan memasukkan barang-barang pentingnya ke dalam sana. Seperti beberapa baju dan beberapa surat-surat miliknya.


Tidak butuh lama untuk Sandra melakukan itu. Karena barang-barang Sandra memang tidak banyak. Cincin nikah, kartu kredit, dan semua barang yang pernah Daven berikan kepada Sandra, dia tinggalkan semua. Sandra tidak berniat membawa apapun yang bukan miliknya.


Bahkan Aileen, Sandra juga tidak akan membawa Aileen serta, meskipun sebenarnya dia sangat ingin melakukannya. Sandra sadar kalau Aileen bukanlah miliknya. Untuk itu, nanti Sandra akan menjemput Aileen pulang dan menyerahkannya kepada Mama Laras. Sandra percaya kalau Mama Laras sangat bisa merawat Aileen dengan baik, bahkan lebih baik daripada dirinya.


Selesai membereskan barang-barangnya, Sandra memanggil Pak Eko yang merupakan salah satu satpam disini untuk menurunkan barang-barangnya.

__ADS_1


Dan sekarang, Sandra duduk di meja makan bersama dengan Mbok Suti dan Mbok Ras.


"Sebelumnya aku minta maaf sama Mbok Suti dan Mbok Ras kalau selama ini mungkin aku ada salah sama kalian." Ujar Sandra memulai pembicaraan.


Mbok Suti dan Mbok Ras saling melirik satu sama lain karena bingung dengan apa yang sedang terjadi sebenarnya. Mereka tau kalau hubungan Daven dan Sandra memang sedang tidak baik. Dan mereka pikir itu hal yang wajar dalam sebuah rumah tangga. Tapi kenapa Sandra seolah sedang...


"Aku bakalan keluar dari rumah ini Mbok. Hubungan aku dan Bang Cio udah selesai." Melihat kebingungan diwajah 2 asisten rumah tangganya ini, Sandra memutuskan untuk langsung memberitahu tanpa basa-basi.


"Maksud Mbak Sandra... Mbak pisah sama Pak Daven?" Tanya Mbok Suti.


Sandra menganggukkan kepalanya.


"Cerai Mbak?" Ujar Mbok Ras memastikan.


Sandra menganggukkan kepalanya lagi.


"Astaghfirullah..." Serempak Mbok Suti dan Mbok Ras langsung beristighfar. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau masalah yang Sandra dan Daven alami saat ini akan membawa mereka kepada perceraian. Karena sejujurnya mereka pikir masalah yang terjadi diantara Sandra dan Daven tidak separah itu.


"Pokoknya aku mau ucapin terimakasih ke Mbok Suti dan Mbok Ras. Maaf banget kalau selama ini aku udah sering nyusahin kalian karena sering minta dimasakin yang aneh-aneh." Ujar Sandra seraya tertawa sumbang. Mungkin mata Sandra saat ini terlihat berkaca-kaca, tapi sebisa mungkin Sandra tidak ingin air matanya menetes.


"Kenapa bisa sampai seperti ini Mbak?" Tanya Mbok Ras.


Sandra tersenyum.


Mungkin Mbok Ras dan Mbok Suti tau kalau rumah tangga Sandra dan Daven beberapa kali ada masalah. Tapi sejujurnya mereka tidak pernah tau mengenai masalah apa yang sebenarnya terjadi. Sandra dan Daven benar-benar pandai menyimpan masalah mereka berdua sehingga orang lain pun tidak bisa mengetahuinya.


Setelah berpamitan, Sandra langsung keluar dari rumah. Sandra mengendarai mobilnya untuk menjemput Aileen di sekolah. Seperti yang sudah Sandra katakan tadi, dia akan menitipkan Aileen ke Mama Laras. Masalah bagaimana cara Sandra menjelaskan kepada Mama Laras, kita lihat saja nanti.




Aileen yang mengetahui kalau dia dijemput oleh Sandra langsung tersenyum bahagia.



"Bunda...." Aileen berteriak kegirangan saat melihat Bundanya.



Sandra tersenyum.


"Haii... Anak cantik Bunda. Gimana sekolahnya? Baik?" Tanya Sandra dengan lembut.


__ADS_1


Aileen menganggukkan kepalanya.


"Baik Bunda... Ilin dapat five star dari Miss Leyna." Jawab Aileen dengan semangat.



"Wahh.. Hebat banget..." Ujar Sandra dengan senyum cerahnya. "Karena hari ini Aileen hebat, Bunda beliin es krim mau?" Tanya Sandra kepada Aileen.



Dan tentu saja Aileen langsung menganggukkan kepalanya. Es krim adalah sesuatu yang tidak bisa Aileen tolak.


"Maauu..." Jawab Aileen.



"Oke, kita beli es krim." Ujar Sandra seraya mengusap dengan lembut puncak kepala Aileen. "Abis ini kita ke rumah Oma Laras. Aileen mau kan sayang?" Tanya Sandra.



Dan lagi-lagi Aileen menganggukkan kepalanya.


.


.


.


***Seperti biasa koreksi kalau aku salah ya*** *😁*



*Dari informasi yang aku dapat dari Google, secara hukum istri yang sedang hamil boleh mengajukan gugatan cerai kepada suami. Bahkan dalam agama Islam, suami juga boleh menggugat cerai istri yang sedang hamil*



"*Ini menunjukkan bahwa aturan hukum membolehkan suami menggugat cerai istrinya meskipun istrinya sedang hamil. Selain itu, Rasulullah bersabda: “Silahkan talak istrimu, dalam kondisi suci atau ketika sedang hamil,” (HR. Ahmad dan Muslim*).



*Jangan lupa kritik dan sarannya 😍*



***Terima Kasih 😘🥰***

__ADS_1


__ADS_2