Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Mencabut gugatan cerai


__ADS_3

Hari ini seharusnya Daven berangkat ke kantor, tapi nyatanya Daven justru memilih absen dan tidak berangkat ke kantor. Alasannya karena apa? Karena Daven ingin menemani Sandra dan memastikan sendiri kalau Sandra benar-benar mencabut gugatan cerainya. Daven benar-benar takut kalau Sandra berbohong. Meskipun Daven sangat tau kalau Sandra bukanlah tipe orang yang suka ingkar janji. Tapi mau bagaimana lagi, Daven merasa kalau dia benar-benar harus memastikannya secara langsung.


"Kenapa nggak berangkat ke kantor? Nanti Mas Beni pasti keteteran Bang. Apalagi Bang Cio udah 2 hari ini absen tanpa persiapan apa-apa." Ujar Sandra kepada Daven.


"Nggak papa. Lagian ini bukan akhir bulan, pasti Beni nggak terlalu keteteran." Jawab Daven santai.


"Alasan Bang Cio nggak ke kantor apa? Kan semuanya udah baik-baik aja." Ujar Sandra.


Bukan maksud Sandra mengungkit masalah kemarin, tapi alasan Daven tidak berangkat ke kantor pasti karena itu kan?


"Iya, aku tau." Jawab Daven.


Mendengar jawaban singkat Daven, Sandra hanya bisa pasrah. Lagipula Sandra juga tidak bisa memaksa Daven untuk berangkat ke kantor bukan?


"Terus Bang Daven di rumah mau ngapain? Temenin Aileen main? Kalau karena itu, aku nggak masalah." Ujar Sandra.


Daven terdiam.


"Kamu lupa ya?" Tanya Daven kepada Sandra.


Sandra mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Daven.


"Lupa apa?" Tanya Sandra.


Daven menghela nafas. Sesuai dugaannya, Sandra lupa dengan hal itu. Sandra lupa dengan janjinya semalam mengenai dirinya yang akan mencabut gugatan cerai mereka hari ini.


"Katanya hari ini mau cabut gugatan cerai kita." Ujar Daven dengan nada merajuk.


Mendengar itu, Sandra tersenyum.


"Oo itu, aku nggak lupa kok, Bang. Nanti aku mau ke pengadilan tapi agak siangan." Jawab Sandra.


"Beneran kamu nggak lupa?" Tanya Daven.


Sandra menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, nanti sama aku aja. Kan aku juga nggak berangkat ke kantor." Ujar Daven.


"Pasti alasan Bang Cio nggak berangkat ke kantor karena ini kan?" Tebak Sandra tiba-tiba.


"Iya." Jawab Daven jujur.


Daven sama sekali tidak menyangkal ucapan Sandra.


"Bang Cio nggak percaya sama aku ya?"


Kini Daven langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah panik.


"Percaya... Aku percaya banget sama kamu San. Aku cuma mau temenin kamu aja." Jawab Daven.


Sungguh, Daven tidak bermaksud untuk tidak mempercayai Sandra. Daven hanya... hanya... Sudahlah, pokoknya Daven percaya kepada Sandra.


"Ya udah, nggak papa kalau Bang Cio mau ikut ke pengadilan. Tapi nanti Bang Cio harus ke kantor. Aku nggak mau kalau Bang Cio sampai melalaikan tanggung jawab dengan perusahaan." Ujar Sandra.


Kini Daven langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, setelah kita ke pengadilan, aku bakal langsung ke ke kantor." Jawab Daven dengan semangat.

__ADS_1


Yang penting Daven sudah memastikan kalau Sandra benar-benar mencabut gugatan cerainya. Karena kalau Daven belu mengetahui dengan mata kepalanya sendiri, Daven pasti tidak akan tenang.



Setelah selesai bersiap dan memberikan beberapa pengertian kepada Aileen agar mau ditinggal di rumah, akhirnya Sandra dan Daven berangkat ke pengadilan. Tujuannya tentu saja untuk mencabut laporan gugatan cerai mereka.



Tidak butuh waktu lama untuk Sandra dan Daven melakukan pencabutan gugatan cerai mereka. Apalagi keduanya sepakat untuk kembali bersama. Ditambah, selama ini belum pernah terucap kata talak dari bibir Daven. Sehingga semuanya menjadi mudah.



"Udah kan? Berkas perceraian kita udah aku cabut. Sekarang Bang Daven harus ke kantor." Ujar Sandra kepada Daven.



Daven tersenyum. Jujur saat ini Daven merasa amat sangat lega setelah pencabutan gugatan cerai yang Sandra lakukan.


"Kamu ikut aku ke kantor ya." Ujar Daven kepada Sandra.



"Aku ikut Abang ke kantor? Mau ngapain? Terus Aileen gimana? Nanti dia rewel kalau aku pergi kelamaan. Apalagi aku udah bilang sama Aileen kalau aku cuma pergi sebentar. Kan Bang Cio tadi juga bulat begitu ke Aileen." Jawab Sandra.



Sandra bukannya tidak mau, dia benar-benar tidak bisa mengabaikan Aileen.



Daven tersenyum.



"Tapi kalau Aileen rewel gimana Bang? Apalagi Aileen baru sembuh." Ujar Sandra.



"Kalau Aileen rewel, aku bakal antar kamu pulang." Jawab Daven.



Dan akhirnya setelah bujuk rayu Daven lakukan, Sandra akhirnya mau ikut ke kantor. Disisi lain Sandra tidak ingin mengingkari janjinya kepada Aileen. Tapi disisi lain Sandra juga tidak bisa mengabaikan tatapan memelas Daven.



"Ya udah iya, aku ikut Bang Cio ke kantor." Jawab Sandra.



Mendengar itu, Daven langsung membawa Sandra ke dalam pelukannya. Sandra sendiri sedikit terkejut dengan apa yang Daven lakukan ini.



"Kayanya Bang Cio bahagia banget aku mau ikut ke kanto?" Tanya Sandra kepada Daven.


__ADS_1


Daven langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku bahagia. Bahagia banget San." Jawab Daven dengan wajah berseri.



Melihat itu, Sandra tersenyum tipis. Tidak dipungkiri kalau Sandra pun juga bahagia melihat wajah Daven yang juga bahagia.



Setelahnya, Daven langsung menjalankan mobilnya menuju kantor.



Wajah Daven yang biasanya tanpa ekspresi, kini jadi ada yang berbeda. Karena sepanjang perjalanan, beberapa kali sebuah senyuman tersungging dibibir Daven. Bukankah hal seperti ini adalah momen yang cukup langka?



Sementara itu, Aileen terlihat asik sedang bermain dengan Ayah Radit. Aileen seolah lupa kalau tadi Sandra berjanji akan pulang cepat.


Lihat saja bagaimana saat ini Aileen sedang asik memancing ikan di kolam ikan milik Ayah Radit. Tentu ini hanya permainan memancing saja, karena nyatanya pancingan yang Aileen gunakan hanyalah pancingan mainan.


"Aileen suka? Aileen suka ikan yang mana nak?" Tanya Ayah Radit kepada Aileen.


"Yang meyah Opa. Ilin suka yang meyah." Jawab Aileen dengan semangat.


"Mau Opa ambilin nggak? Biar nanti Aileen bisa main sama ikannya. Soalnya kalau di pancing dapetnya lama." Ujar Ayah Radit.


Aileen terdiam sejenak menatap ikan yang dia inginkan. Sampai akhirnya Aileen menjawab...


"No... Kata Bunda, Ilin ndak boleh mainan ikan. Nanti ikannya pusying telus sakit. Ilin ndak mau ikannya sakit." Jawab Aileen.


Dulu, Sandra memang pernah memberikan nasihat kepada Aileen. Bahwa hewan hidup seperti itu tidak boleh buat mainan, karena mereka bisa sakit. Tidak menyangka kalau Aileen masih ingat dengan nasihat Sandra itu.


Mendengar itu, Ayah Radit dan Bunda Sya tersenyum.


"Wahh, berarti Opa salah dong. Makasih ya Aileen udah mau kasih tau Opa." Ujar Ayah Radit.


Aileen tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.


"Sama-sama Opa." Jawab Aileen dengan wajah menggemaskan.


"Kamu berhasil mendidik Aileen, dek. Ayah dan Bunda bangga sama kamu." Ucap Ayah Radit dalam hati.


.


.


.


Bukan bermaksud meng-anak tirikan Unwanted Wedding, karena pada dasarnya semua karya yang aku tulis, semua aku anggap sama berharganya. Tapi aku emang belum sempet nulis. Seperti biasa, kesibukan di dunia nyata kadang buat aku agak keteteran. Dan aku cuma bisa nulis apa yang lagi bisa aku tulis aja.πŸ™ƒ


Maaf ya, aku usahain biar UNWANTED WEDDING bisa up hari ini😁


Jangan lupa kritik dan sarannya 😍


Terima Kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2