
Siang ini Sandra sudah ada di rumah sakit bersama dengan Aileen. Sengaja Sandra mengajak Aileen karena gadis kecilnya itu terus merengek ingin melihat baby boy. Jadi daripada Aileen rewel terus, lebih baik Sandra mengajak Aileen kan?
Lalu apakah Sandra izin cuti lagi? Tidak, tadi Sandra berangkat ke kantor kok. Hanya saja setelah pekerjaannya selesai, Sandra izin untuk pulang lebih dulu.
"Mama.. Adekna capa namana?" Tanya Aileen kepada Aleera.
Sejak tadi Aileen sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya dari baby boy yang belum Aileen ketahui namanya itu.
"Namanya adek Arzan, Aileen." Jawab Aleera dengan lembut.
"Ooo... adek Aijan." Aileen menganggukkan kepalan paham.
"Arzan sayang, bukan Aijan." Ujar Sandra menggoda Aileen.
"Iya Enda... adek Aijan." Jawab Aileen.
Tentu saja itu membuat Sandra dan Aleera jadi tertawa karena gemas kepada gadis cilik itu.
Dapat Sandra lihat kalau Aileen benar-benar terlihat senang dengan kehadiran baby Arzan. Tapi apa mau dikata, Sandra tidak bisa memberikan adik untuk Aileen selama Daven belum memberinya izin untuk hamil.
"Semoga cepet isi ya San, biar kamu bisa kasih adek buat Aileen." Ujar Aleera kepada Sandra.
Sandra tersenyum tipis kemudian menganggukkan kepalanya.
"Aamiin." Jawab Sandra.
Setelah hampir 1 jam Aileen mengajak baby Arzan bermain dengan terus mengajaknya berbicara, baby Arzan yang sepertinya mulai lapar langsung menangis. Dengan segera Sandra menggendong baby Arzan dari box bayinya dan memberikannya kepada Aleera untuk di susui.
Selain lapar sepertinya baby Arzan memang sudah mengantuk. Terbukti dengan saat ini bayi menggemaskan itu langsung memejamkan matanya.
Setelah baby Arzan pulas, Sandra kembali menggendongnya dan menidurkan di box bayinya.
Sekitar 15 menit setelah baby Arzan tidur, 2 orang balita berusia 4 tahun masuk ke kamar rawat Aleera. Yap benar sekali, siapa lagi kalau bukan Ariel dan Aidan.
"Adekk…” Ariel berteriak heboh memanggil adiknya begitu dia masuk ke kamar inap Aleera. Untung saja kamar Aleera VVIP, jadi suara teriakan Ariel tidak mengganggu pasien lain.
“Husshh… Kakak Iyel, adek Aijan lagi bobok.” Aileen memonyongkan bibirnya dengan jari telunjuk di depannya. Sebagai kode kepada Ariel bahwa kakak sepupunya itu tidak boleh berisik.
Semua yang ada disana tersenyum, meskipun baby Arzan bukan adik Aileen dari Sandra, tapi terlihat jelas kalau gadis cilik itu sangat menyayangi baby Arzan. .
Ariel langsung membekap mulutnya sendiri mendengar ucapan Aileen.
“Bobok?” Tanya Ariel dengan suara lirih dan wajah menggemaskannya. Ariel bahkan sampai berjalan mengendap-ngendap, takut kalau suara yang ditimbulkan membuat adiknya terbangun. Benar-benar Ariel sangat menggemaskan.
__ADS_1
Sementara Aidan sendiri dengan santainya langsung berjalan menuju Aleera.
“Mama udah nggak sakit lagi?” Tanya Aidan penuh perhatian.
Yang Aidan tau kalau orang masuk rumah sakit adalah orang yang sakit. Dan saat Aidan diberitahu kalau Aleera akan melahirkan adiknya di rumah sakit, itu berarti Aleera sakit.
“Iya, Mama udah nggak sakit Bang. Adeknya Abang sama Kakak udah lahir loh.” Jawab Aleera dengan lembut.
Ini juga menjadi kali pertama Aidan dan Ariel melihat baby Arzan. Mereka bahkan sudah keduluan oleh Aileen. Karena memang Aileen pulang sekolah lebih awal dibandingkan keduanya.
Ariel sendiri sudah berada disamping ranjang bayi dimana sejak tadi Aileen duduk disampingnya. Ariel bahkan tidak menyapa Mama nya terlebih dahulu. Fokus Ariel adalah adiknya, tidak seperti Aidan yang langsung menemui Aleera terlebih dahulu.
Setelah memastikan bahwa Aleera baik-baik saja, barulah Aidan menghampiri Ariel dan Aileen untuk melihat adiknya.
Kendra sendiri tersenyum melihat tingkah Aidan. Memang anak sulungnya ini selalu posesif jika itu menyangkut tentang Mama nya. Tapi tidak apa-apa, setidaknya dengan begini Kendra semakin yakin kalau kelak Aidan bisa dia andalkan untuk menjaga Aleera dan adik-adiknya.
Sandra juga ikut tersenyum melihat betapa perhatiannya Aidan kepada Aleera. Sandra berharap semoga suatu saat nanti dia bisa memiliki anak laki-laki seperti Aidan. Anak laki-laki yang nantinya bisa menjaga Aileen. Ya, walaupun nantinya Aileen adalah seorang kakak, biar bagaimana pun Aileen adalah seorang anak perempuan. Untuk itulah Sandra ingin memiliki anak laki-laki.
“Mama… adeknya suluh bangun, Iyel mau main sama adek.” Ujar Ariel seraya menatap Aleera.
“Adek baru aja bobok Kak, mainnya nanti aja ya. Sekarang Kakak Iyel, Abang Ai, sama Aileen maem dulu. Belum maem siang kan? Tanya Aleera.
“Tapi…” Ariel terlihat keberatan dengan perintah Aleera yang memintanya untuk makan terlebih dahulu baru nanti main dengan adiknya.
“Maem dulu Iyel.” Ucapan Aidan berhasil membuat Ariel menurut.
Dan kini Aidan, Ariel dan Aileen makan siang bersama dengan tenang. Mereka paham kalau tidak boleh berisik selagi adik mereka sedang tidur.
"Eddy... Adek Aijan lucu... Ilin au puna adek sepeyti adek Aijan..." Ujar Aileen kepada Daven.
Saat ini Sandra dan Aileen sedang dalam perjalanan pulang. Tadi sepulang kerja Daven memang langsung menjemput mereka berdua.
Daven melirik kearah Sandra karena bingung harus menjawab bagaimana permintaan Aileen. Sementara itu Sandra hanya diam menatap jalanan. Sandra seolah tidak ingin membantu Daven untuk memberikan jawaban atas permintaan Aileen ini.
__ADS_1
Karena tidak kunjung menemukan jawaban yang tepat, akhirnya Daven memilih untuk diam seolah dia tidur mendengar ucapan Aileen.
Hingga akhirnya kini Aileen beralih kepada Sandra.
"Enda... Ilin au puna adekkk." Ujar Aileen terlihat sedikit kesal karena tadi tidak mendapatkan jawaban dari Daddy-nya.
Sandra menghela nafas pelan. Kalau saja bisa, Sandra akan menjawab bahwa dia juga sama seperti Aileen. Sandra juga ingin memberikan adik kepada putrinya itu. Hanya saja Sandra tidak bisa mengatakan itu.
"Aileen berdoa sama Allah ya, supaya Allah mau kasih adek buat Aileen." Jawab Sandra dengan lembut.
Mendengar jawaban Sandra, Aileen segera mengangkat kedua tangannya.
"Ya awohh Ilin au puna adek yang sepelti adek Aijan." Ucap Aileen. Setelah itu Aileen mengusapkan kedua tangan mungilnya kearah wajahnya sendiri.
Sementara Daven tetap terlihat datar tanpa ekspresi. Sandra menampilkan senyum tipisnya. Dalam hati Sandra mengaminkan doa yang baru saja Aileen panjatkan.
Meskipun saat ini Sandra masih menggunakan alat kontrasepsi, tapi Sandra berharap akan ada suatu keajaiban. Dimana semoga saja Allah mau menitipkan janin kedalam rahimnya. Ya, Sandra berharap semoga dia bisa segera hamil.
"Enda... kata awoh nanti adeknya di dalam pelut Enda." Ujar Aileen tiba-tiba.
Sandra dan Daven yang mendengar itu sebenarnya cukup terkejut.
"Oo iya, Aileen tau dari mana?" Tanya Sandra.
__ADS_1
"Dari awohh..." Jawab Aileen.