
Setelah mencari waktu yang tepat, akhirnya Daven dan Sandra memutuskan untuk pergi berbulan madu lagi saat Aileen masuk libur semester sekolah. Karena saat ini keluarga Santoso dan keluarga Persada merencanakan lburan keluarga bersama. Itu artinya Daven dan Sandra masih harus menunggu 1 bulan lagi untuk mereka akhirnya pergi berbulan madu.
Keputusan yang Daven dan Sandra ambil ini tentu saja bukan hanya keputusan mereka berdua saja. Daven dan Sandra sudah membicarakan hal ini dengan Mama Laras, Bunda Sya, Ayah Radit dan juga Daddy Dani. Karena biar bagaimana pun selama Daven dan Sandra pergi berbulan madu mereka akan meminta bantuan orang tua untuk menjagakan anak-anak sementara waktu. Mama Laras dan Bunda Sya sendiri merekomendasikan kepada Daven dan Sandra untuk pergi ber bulan madu saat masuk libur sekolah agar Aileen, Saga dan Dewa tidak merasa kesepian saat ditinggal. Karena saat libur keluarga nanti akan ada aunty, uncle, dan sepupu-sepupu yang menemani dan bermain bersama mereka.
Dan lagi, baik orang tua Daven maupun orang tua Sandra sangat mendukung rencana bulan madu ke dua mereka kok.
"Endaa, atak ana? Ewa au atakk,"
Dewa yang saat ini sedang makan siang bersama dengan Saga tiba-tiba saja menanyakan keberadaan Aileen kepada Sandra.
Seperti biasa, si kembar memang selalu terkoneksi. Begitu salah satu membahas sesuatu, maka yang lain akan mengikuti. Seperti sekarang ini, saat Dewa menanyakan soal Aileen, Saga pun seketika juga ikut bertanya.
"Atak ana enda? atak ana?" ujar Saga.
__ADS_1
Sandra yang mendengar pertanyaan kedua putranya tampak tersenyum. Dengan lembut dia memberikan penjelasan kepada Saga dan Dewa.
"Kakak masih sekolah sayang, pulang nya nanti jam setengah 1," jawab Sandra.
"Kulah.. atak kulah?" tanya Saga memastikan.
Sandra menganggukkan kepalanya.
"Iya, Kakak Aileen lagi sekolah," jawab Sandra lagi.
"Agaaa kulahhhh," Saga juga tidak mau kalah semangat mengatakan kalau dia ingin sekolah.
Sebenarnya baik Saga maupun Dewa sepertinya belum paham dengan apa itu sekolah. Tapi yang pasti alasan keduanya ingin sekolah karena ingin selalu dekat dengan sang kakak, Aileen.
__ADS_1
Sandra yang melihat itu tertawa kecil.
"Iya, besok kalau udah waktunya Saga sama Dewa sekolah ya. Besoknya sekolah nya harus yang rajin loh," ujar Sandra. "Sekarang maem nya dihabisin dulu. Habis ini bobok siang,"
Saga dan Dewa memang sudah dibiasakan untuk makan sendiri sejak beberapa bulan ini. Itu karena Sandra ingin melatih kemandirian Saga dan Dewa sedini mungkin. Biar bagaimana pun Sandra tidak mau kalau sampai anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang manja di kemudian hari. Memang setelah Saga dan Dewa makan biasanya agak ribet karena meja menjadi kotor dan baju yang mereka pakai pun tidak jarang juga menjadi kotor. Tapi itu tidak masalah, karena ada embak dan juga suster yang membantu Sandra mengatasi hal itu. Sandra tidak memungkiri kalau dirinya memang membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus rumah dan mengurus anak-anaknya. Hanya mengurus Daven saja Sandra tidak membutuhkan bantuan orang lain. Semua kebutuhan Daven, Sandra yang mengurus semuanya. Tentu saja, Sandra tidak mau kalau sampai ada orang lain yang membantu dirinya mengurus Daven, Sandra tidak akan rela.
Sudah sekitar 30 menit Saga dan Dewa tidur. Berhubung saat ini masih jam setengah 12, jadi masih ada waktu setengah jam lagi untuk Sandra ke sekolah guna menjemput Aileen. Oeh karena itu, Sandra memilih menghabiskan waktunya sembari memainkan ponselnya. Seperti penyakit wanita pada umum nya, Sandra juga suka berbelanja online. Oleh karena itu saat ini pun Sandra sedang berselancar disalah satu aplikasi belanja online.
"Dress ini kaya nya cocok buat Aileen. Gemes banget," gumam Sandra.
Ya, Sandra paling gemes kalau mencari baju-baju untuk Aileen. Pasalnya baju-baju anak perempuan itu berbagai macam jenisnya dan banyak yang lucu-lucu. Hal ini membuat Sandra seringkali kalap setiap kali melihat dress dan baju lucu untuk Aileen.
Sementara untuk Saga dan Dewa, Sandra memang jarang membeli karena memang tidak banyak pilihan. Tapi bukan berarti baju-baju Saga dan Dewa sedikit ya, baju mereka juga banyak. Hanya saja memang tidak sebanyak baju-baju milik Aileen yang beraneka ragam.
Larut dalam kegiatannya berseluncur di aplikasi belanja online, Sandra sampai tidak sadar kalau dia baru saja chekout banyak barang. Dan total barang belanjaan Sandra sekarang mencapai 13 juta. Jumlah yang cukup sedikit untuk seorang Sandra. Apalagi dia membeli cukup banyak barang. Mulai dari barang untuk dirinya sendiri, untuk Daven, untuk anak-anak, dan untuk pekerja di rumah.
Dan selama ini pun Daven tidak pernah mempermasalahkan berapapun jumlah pengeluaran Sandra. Bagi Daven, uangnya adalah uang Sandra.
__ADS_1