Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
3 helai rambut


__ADS_3

Sebelum acara 4 bulanan dilaksanakan besok, hari ini adalah jadwal pemeriksaan rutin kandungan Sandra. Di usia kandungan yang sudah masuk 4 bulan, tentu saja Sandra bisa merasakan kalau perutnya semakin besar dan juga besar.


Dan seperti biasa, Sandra memeriksakan kandungannya ditemani oleh Daven. Sesibuk apapun Daven, kalau sudah jadwalnya periksa kandungan, dia pasti akan selalu meluangkan waktunya. Seperti yang kita tau, Daven benar-benar menjadi sosok suami dan juga ayah yang siaga.


Dan sekarang, Sandra dan Daven sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Huftt..." Sandra membuang nafas pelan. Dan itu tentu saja menarik perhatian Daven.


"Kenapa?" Tanya Daven kepada Sandra.


Sandra menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


"Enggak papa, ini tiba-tiba rasanya agak sesek aja. Soalnya twins udah mulai gede sih." Jawab Sandra.


Dengan lembut Daven mengusap perut Sandra. Ini bukan hal yang pertama Sandra mengalaminya. Dan menurut Dokter Susan, itu bukan masalah. Sandra hanya harus mengubah posisinya menjadi lebih nyaman saja. Dengan begitu dia jadi rasa sesaknya akan hilang.


"Dulu waktu liat Aleera hamil kembar, aku sampai takut kalau perut Aleera tiba-tiba jatuh karena saking besarnya. Eehh, ternyata sekarang aku ngerasain hamil kembar juga. Dan benar kata Aleera, rasanya luar biasa nikmat." Ujar Sandra.


Tangan Sandra juga terulur untuk mengusap perutnya.


"Sekarang kamu udah mulai susah buat naik turun tangga, kita pindah ke kamar bawah aja ya, Yang." Ujar Daven kepada Sandra.


Dengan semakin membesarnya kandungan Sandra, sudah pasti itu akan membuat Sandra sulit untuk naik turun tangga. Dan lagi pula itu juga akan cukup berbahaya untuk Sandra.


Apakah Sandra setuju dengan usulan Daven? Tentu saja Sandra setuju. Seperti janji Sandra, selama dia hamil, dia akan menurut kepada Daven untuk meminimalisir suaminya itu cemas berlebihan akan kehamilannya.


"Boleh, habis acara 4 bulanan kita pindah ke kamar bawah aja, Bang." Jawab Sandra.



__ADS_1


Hasil pemeriksaan kandungan Sandra sudah selesai. Dan hasilnya, baik Sandra maupun twins semua dalam kondisi baik-baik saja. Twins tumbuh dengan berat semestinya, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Tapi tetap saja, Dokter Susan berpesan kepada Sandra untuk jangan terlalu capai. Sandra juga diminta untuk selalu makan makanan bergizi dan tidak lupa makan vitaminnya.



Selain itu, Dokter Susan juga berpesan kepada Sandra agar dia jangan terlalu sering naik turun tangga. Karena meskipun twins dalam keadaan sehat, sebisa mungkin Sandra meminimalisir sesuatu yang mungkin saja membahayakan dirinya. Karena dengan terlalu sering naik turun tangga, resiko untuk jatuh atau terpleset sangat besar. Apalagi jika perut sudah besar, terkada membuat pijakan terhalang oleh perut. Jadi, lebih baik mencegah agar jangan sampai hal itu sampai terjadi kan?



Selesai melakukan pemeriksaan, Sandra yang sudah kelaparan meminta kepada Daven untuk mampir ke sebuah restoran. Selain lapar, mendadak Sandra juga ingin makan Mie Yamin. Tentu saja Daven dengan segera menuruti keinginan sang istri.



Ngidam Sandra bisa dikatakan tidak pernah aneh-aneh. Semua yang Sandra inginkan, bisa didapatkan dengan mudah. Tapi, yang sulit terkadang jam dimana Sandra ngidam. Seperti beberapa waktu yang lalu dimana Sandra ingin makan es krim rasa mint di jam 2 pagi. Kita pasti sudah tau kalau soal itu. Sebenarnya es krim yang Sandra inginkan itu tidak sulit di dapat kan? Hampir setiap Mall juga memiliki stand es krim yang menjual es krim rasa mint. Tapi waktu yang saat itu masih dini hari membuat es krim itu jadi sangat sulit didapatkan.



Selesai makan mie Yamin, Daven pikir Sandra akan langsung meminta pulang karena sudah kekenyangan. Tapi ternyata Daven salah, Sandra justru mengajak Daven untuk ke kantor Persada.




Sandra tersenyum.


"Aku pengen ketemu sama Kak Davian." Jawab Sandra.



Dan jawaban Sandra ini membuat dahi Daven seketika berkerut. Mendadak hatinya terasa panas karena Sandra ingin bertemu dengan Davian. Untuk apa coba Sandra ingin bertemu dengan Davian? Wajah Daven dan Davian kan sama, jadi kalau Sandra memang ingin bertemu dengan Davian, kan Sandra bisa melihat Daven saja.


__ADS_1


"Ada urusan apa sampai kamu pengen ketemu sama Davi?" Tanya Daven yang berusaha untuk tetap terlihat tenang. Jangan sampai Sandra tau kalau saat ini Daven sedang cemburu. Karena sebelumnya saja Daven sudah memberitahu Sandra kalau dia cemburu setiap Sandra berdekatan dengan Davian. Masa iya Daven harus mengatakan ulang soal ini.



"Sebenarnya enggak ada urusan apa-apa. Tapi tiba-tiba aku pengen banget cabut 3 helai rambut Kak Davi." Jawab Sandra dengan wajah polosnya.



Ehh, tunggu-tunggu. Ini maksudnya apa? Sandra ngidam ingin cabut 3 helai rambut Davian?



"Beneran, Yang?" Tanya Daven kepada Sandra.



Sandra menganggukkan kepalanya.


"Iya, Bang. Masa aku bohong. Aku sendiri enggak tau kenapa. Tapi tiba-tiba pengen aja gitu. Mungkin ini keinginan twins." Jawab Sandra.



Benar, kalau ini bukan keinginan twins, Sandra tidak akan mungkin meminta hal aneh seperti ini. Untuk apa coba cabut 3 helai rambut Davian? Apa gunanya?



Mendadak sebuah senyum muncul di bibir Daven.


"Ya udah, kita ke kantor sekarang." Jawab Daven.


__ADS_1


Dengan segera Daven melajukan mobilnya menuju kantor utama Persada Group. Dengan tujuan untuk mencabut 3 helai rambut dari Uncle yang mungkin akan menjadi kesayangan twins begitu mereka lahir nanti.


__ADS_2