Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Jagung rebus


__ADS_3

Sandra dan Daven baru saja pulang dari acara syukuran 4 bulanan Viola di rumah Mama Nisa. Ya, acara syukuran 4 bulanan Viola memang tidak dilakukan di rumah keluarga Santoso. Hal ini tentu saja ada alasannya. Dan alasannya karena Minggu depan Sandra akan mengadakan acara syukuran 7 bulanan di rumah keluarga Persada. Sementara 2 minggu setelahnya Aleera juga akan mengadakan acara syukuran 7 bulanan di rumah keluarga Santoso. Kenapa tidak dibarengkan saja? Sebenarnya mungkin bisa, hanya saja mereka sepakat untuk melakukan acara syukuran kehamilan mereka sebagai terpisah. Karena masing-masing dari mereka kan memiliki keluarga, dan setiap keluarga pasti juga ingin ikut andil dalam acara syukuran kehamilan anak dan menantu mereka. Untuk itu, semua dibagi secara rata dan adil. Jadi setiap orang tua juga bisa merasakannya, tidak hanya Ayah Radit dan Bunda Sya saja.


Saat ini Sandra dan Daven di mobil memang hanya berdua saja. Hal ini karena Aileen ikut di mobil Ayah Radit dan Bunda Sya. Benar, gadis cilik yang sebentar lagi akan menjadi seorang kakak dari adik kembarnya itu memang sangat dekat dengan Oma dan Opa nya. Bahkan terkadang kehadiran Sandra dan Daven sebagai Bunda dan Daddy-nya menjadi agak sedikit tersingkirkan. Tapi tidak apa-apa, Sandra dan Daven justru bahagia dengan kedekatan antara Aileen dengan Ayah Radit dan Bunda Sya.


Saat dalam perjalanan pulang ini, tiba-tiba saja Sandra melihat penjual jagung rebus yang berjualan dengan gerobaknya di pinggir jalan raya. Melihat yang menjual adalah seorang ibu-ibu yang sudah mendekati paruh baya membuat Sandra menjadi kasihan. Tau sendiri kan kalau sejak hamil Sandra berubah menjadi pribadi yang gampang melow. Biasanya kalau melihat hal seperti itu, Sandra memang kasihan, tapi tidak sampai membuatnya merasa sedih seperti ini.


"Abang, aku mau jagung rebus." Ujar Sandra tiba-tiba.


Ucapan Sandra tentu saja membuat Daven langsung menoleh kearah dirinya.


"Jagung rebus, beli dimana?" Tanya Daven kepada Sandra.


Sandra menoleh kebelakang, dimana ibu penjual jagung rebus itu sudah terlewat oleh mobil yang Daven kendarai.


"Itu, jagungnya disana." Jawab Sandra.


Tanpa kata, setelah memastikan semuanya aman, Daven segera memutar balik mobilnya. Untung saja jalur yang sedang mereka lewati adalah jalur 2 arah, dan kebetulan sekali di sebelahnya terdapat jalur yang bisa digunakan untuk memutar arah.


Awalnya Daven meminta Sandra untuk menunggu di mobil saja dan dia yang akan turun untuk membelikannya, tapi Sandra menolak dan meminta untuk ikut. Ya sudah, akhirnya Daven pun mengizinkan Sandra untuk ikut. Daripada Sandra menangis kan? Apalagi Daven bisa melihat kalau mata Sandra sudah tampak berkaca-kaca hanya karena Daven meminta Sandra untuk menunggunya di mobil.


Daven pikir Sandra akan membeli jagung rebus itu sekitar 2 atau 3 saja, tapi ternyata Sandra membeli 10 pcs, yang mana harga per jagungnya hanya 6 ribu saja. Tidak lupa Sandra juga memberikan sedikit uang untuk si ibu tadi. Daven sendiri tidak terkejut dengan apa yang Sandra lakukan. Dari dulu pun Daven sangat tau kalau Sandra adalah pribadi yang sangat baik dan juga dermawan. Sandra tidak pernah membantu seseorang yang membuat orang itu merasa dikasihani, entah bagaimana caranya, pasti ada saja yang Sandra lakukan untuk membantu seolah dirinya tidak sedang membantu.


Setiap melihat Sandra dan tiba-tiba teringat apa yang pernah Daven lakukan kepada istrinya ini, jujur saja Daven kembali merasa bersalah. Namun demikian, Daven merasa cukup lega karena dia tidak sampai kehilangan Sandra. Entah bagaimana jadinya kalau saat itu Sandra tidak memberikan dirinya kesempatan kedua. Mungkin Daven akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan Sandra lagi.

__ADS_1


Sesampainya di mobil.


"Ini kamu beneran pengen jagung rebus, Yang?" Tanya Daven kepada Sandra.


Bukan maksud apa-apa Daven bertanya seperti ini. Daven hanya ingin tau saja.


"Sebenarnya antara pengen sama enggak sih, Bang. Aku kasihan waktu liat di ibu jam segini masih jualan disana. Padahal kan ini udah malem, harusnya si ibu istirahat di rumah aja." Jawab Sandra.


Nah kan, sudah Daven duga.


"Iya, harusnya jam segini si ibu udah istirahat di rumah." Jawab Daven.


Mungkin respon Daven terlihat datar dan tidak berempati. Tapi percayalah, ini hanya karena Daven tidak pintar memperlihatkan perasaannya. Kita semua tau bagaimana Daven kan? Daven paling tidak bisa berekspresi yang memperlihatkan perasaannya. Meski sudah berusaha, Daven cenderung flat saja.





Aileen? Aileen tidak memakannya. Karena sesampainya Daven dan Sandra di rumah, ternyata Aileen sudah tertidur dengan pulas. Tadi Ayah Radit yang menggendong Aileen dan menidurkannya di kamar.


__ADS_1


Otomatis Sandra dan Daven saat ini di kamar hanya berdua saja.



"Bang Cio, tolong bantu turunin resleting di punggung aku dong." Ujar Sandra kepada Daven.



Daven dengan sigap menurunkan resleting dress muslim yang Sandra pakai. Seketika punggung putih dan bersih Sandra terpampang dimatanya.



Tanpa malu-malu, Sandra menurutkan dress yang dia pakai. Membuah tubuh Sandra otomatis hanya berbalutkan bra dan juga celana legging panjang yang memang Sandra gunakan sebagai dalaman. Entah bagaimana ceritanya kenapa Sandra tidak tampak malu padahal ada Daven disini. Apakah Sandra lupa kalau Daven masih ada di belakangnya?



Dan saat Sandra membalikkan tubuhnya, Sandra terlihat terkejut melihat Daven ada dibelakangnya, seketika mata Sandra melebar.



Sementara itu, Daven tampak tersenyum tipis.


"Bra kamu udah kekecilan itu, besok kita beli yang baru. Kasihan itu kamu kejepit." Ujar Daven kepada Sandra.

__ADS_1


__ADS_2