Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Detik-detik


__ADS_3

Sandra, Ayah Radit, dan Bunda Sya baru pulang dari rumah sakit setelah tadi mereka datang mengunjungi Rendra yang ternyata terkena tipes. Sebenarnya mereka berniat untuk lebih lama di rumah sakit, hanya saja karena hari sudah sore dan mereka semua tidak membawa baju ganti, jadi terpaksa harus pulang dulu. Apalagi di rumah ada Aileen yang sejak siang menunggu Sandra. Ya, saat berangkat ke rumah sakit tadi, Aileen memang belum pulang sekolah. Tapi nanti malam Sandra dan yang lainnya akan datang lagi kok.


"Kata Sus Ati, Uncle Lendla masuk rumah sakit ya Bunda? Uncle Lendla kenapa?" Tanya Aileen kepada Sandra.


Tadi siang Sandra memang sempat memberitahu Suster Ati mengenai dirinya yang akan pergi ke rumah sakit. Hal ini agar saat pulang nanti Aileen tidak rewel saat tidak mendapati keberadaan dirinya di rumah. Secara setiap pulang ke rumah orang pertama yang akan selalu Aileen cari adalah Sandra. Dan kalau tidak menemukan Sandra, sudah dapat dipastikan Aileen akan menangis. Tapi kalau sejak awal Aileen sudah diberitahu, gadis cilik itu akan bisa mengerti dan tidak akan rewel.


"Iya sayang, Uncle Rendra masuk rumah sakit. Kenapa? Karena Uncle Rendra lagi sakit. Uncle Rendra kecapean terus kurang istirahat." Jawab Sandra menjelaskan.


Dan penjelasan singkat itu nyatanya sudah membuat Aileen mengerti dan tidak lagi bertanya. Aileen kembali sibuk dengan aktivitasnya mewarnai buku bergambar.


Sementara itu, Sandra meminta Suster Ati untuk menemani Aileen terlebih dahulu karena dia mau mandi. Tadi niat Sandra pulang dulu karena dia mau mandi kan?



Setelah menghabiskan kurang lebih 15 menit di kamar mandi, akhirnya Sandra selesai mandi. Saat Sandra keluar dari kamar mandi, itu bertepatan dengan Daven yang juga masuk ke kamar. Benar, Daven baru saja pulang dari kantor.



"Udah pulang Bang." Ujar Sandra berbasa-basi.



Dengan tubuh yang berbalutkan bathrobe, Sandra berjalan menghampiri Daven untuk mencium tangan suaminya. Kebiasaan yang memang selalu Sandra lakukan setiap Daven pulang kerja.



Daven tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Melihat tubuh Sandra yang hanya berbalut bathrobe saja, tentu saja membuat Daven jadi menginginkan Sandra. Apalagi mengingat dibalik bathrobe itu tubuh Sandra tidak berbalut apa-apa lagi.



"Jangan mesum Dave." Ujar Daven berbisik dalam hati.



Setelah Sandra mencium tangannya, Daven balas dengan mencium dahi Sandra.



"Rendra masuk rumah sakit? Sakit apa dia?" Tanya Daven kepada Sandra.


__ADS_1


Tadi Sandra juga memberitahu Daven mengenai Rendra yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit.



"Kata Kak Vio sih tipes, Bang." Jawab Sandra.



Daven mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Nanti mau ke rumah sakit lagi enggak?"



"Nanti sih kata Bunda sama Ayah abis Maghrib kesana lagi. Sekalian bawain makanan buat Kak Vio sama Mama Nisa juga. Atau nanti kayanya Ayah yang mau nginep disana buat jagain Mas Rendra. Kan kasian juga kalau Kak Vio sama Mama Nisa yang jagain. Secara Kak Vio sekarang juga lagi hamil." Jawab Sandra.



"Ya udah, nanti kalau kesana lagi aku ikut ya. Kamu mau kesana lagi?"




Setelahnya Daven langsung masuk ke kamar mandi. Dia tidak bisa berlama-lama dengan Sandra dengan keadaan Sandra yang hanya menggunakan bathrobe saja. Bisa-bisa kalau terlalu lama seperti ini yang ada Daven akan kehilangan kendali dirinya. Karena saat mengobrol tadi, sejujurnya Daven sangat menahan diri untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh dari hanya sekedar mengobrol.



Sehabis Maghrib, Sandra, Daven dan yang lainnya langsung bersiap-siap untuk ke rumah sakit lagi. Sebelumya Bunda Sya juga sudah menelfon Viola untuk bertanya apa saja yang kira-kira Viola inginkan untuk dibawa kesana. Dan tau apa jawaban Viola? Viola hanya meminta untuk dibawakan nasi hangat, telur dadar dengan banyak daun bawang, dan juga kecap. Hanya itu saja, karena hampir semua yang Viola dan Rendra butuhkan sudah Mama Nisa bawakan dari rumah.


Apakah Aileen ikut ke rumah sakit? Tentu saja tidak. Selain karena ini sudah malam, rumah sakit juga bukan tempat yang baik untuk anak kecil. Tapi tentu saja Sandra dan Daven tidak meninggalkan Aileen sendiri hanya bersama dengan Suster Ati dan para asisten rumah tangga, karena Daven meminta Davian untuk datang dan menjagakan Aileen. Bukan karena Sandra dan Daven tidak percaya dengan suster ataupun orang rumah, hanya saja kan lebih baik kalau ada salah satu anggota keluarga yang menemani juga.


Kenapa Aileen tidak dibawa ke rumah Mama Laras saja? Bukankah itu jauh lebih simpel daripada Davian yang harus datang? Karena besok Aileen masih harus sekolah. Lagi pula Sandra dan Daven juga tidak akan lama. Karena toh paling jam setengah 9 mereka sudah sampai rumah.


Seperti biasa, Daven dan Sandra berdua dalam satu mobil. Sementara Bunda Sya dan Ayah Radit berada di mobil yang berbeda.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka langsung menuju ruang rawat Rendra. Btw malam ini Kendra dan Aleera tidak bisa datang, karena di kecil Arzan sedang demam setelah tadi siang baru saja diimunisasi.



__ADS_1


"Gimana? Udah baikan kan Mas?" Tanya Bunda Sya kepada Rendra.



Rendra tersenyum, kemudian menganggukan kepalanya.


"Iya Bunda, Mas udah jauh lebih baik daripada tadi. Bunda jangan khawatir lagi ya." Ujar Rendra.



Sementara Bunda Sya, Ayah Radit dan Daven mengajak Rendra mengobrol, disini Sandra duduk bersama dengan Viola dan Mama Nisa sembari menemani keduanya makan malam.



"Liat Kak Vio makan kayanya enak banget." Ujar Sandra.



Padahal hanya telur dadar, nasi, dan kecap. Tapi kenapa kelihatannya sangat menggoda iman ya.



Viola dan Mama Nisa tersenyum.


"Kenapa? Mau cobain? Nihh Aaa..." Viola menyendokkan sesendok nasi kepada Sandra.



Dan Sandra yang memang sangat ingin, tentu saja menerima suapan Viola. Hingga akhirnya nasi dan telur itu Viola habiskan berdua bersama dengan Sandra.



Selesai makan, Sandra beranjak dari sofa hendak mengambil botol minum miliknya yang memang dia bawa dari rumah. Baru saja Sandra berdiri, Sandra merasakan sebuah air mengalir dari sela-sela pahanya. Hal ini membuat Sandra langsung menoleh kebawah.



"Loh, aku ngompol?" Ujar Sandra kaget.



Semua orang yang mendengar ucapan Sandra seketika langsung menoleh kearah Sandra. Dan ya, mereka semua bisa melihat kalau dibawah kaki Sandra sudah basah oleh air.

__ADS_1


__ADS_2