
Sebenarnya jam kerja sudah selesai, sebagian karyawan juga sudah pulang ke rumah mereka. Berbeda dengan Daven yang saat ini masih berada di kantor.
Loh memangnya Daven lembur? Jawabannya tidak, Daven sama sekali tidak lembur. Itu karena saat ini Daven sedang menunggu Sandra bangun. Kalian pasti tau apa yang siang tadi Daven dan Sandra lakukan bukan? Nah karena apa yang mereka lakukan itu, saat ini sepertinya Sandra kelelahan hingga membuat dia tidur dengan sangat nyenyak. Padahal sudah sekitar 2 jam Sandra tidur, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kalau wanita itu akan bangun dalam waktu dekat. Karena saat ini Sandra terlihat sangat nyenyak.
Daven sendiri memilih untuk tetap duduk diatas ranjang sembari memainkan ponselnya sembari menunggu Sandra terbangun dengan sendirinya. Pasalnya Daven tidak tega kalau harus membangunkan Sandra.
Namun mendadak ponselnya berbunyi. Terdapat panggilan video call dari Ayah Radit. Hmm, tumben sekali Ayah Radit melakukan panggilan video call tanpa memberitahu Daven terlebih dahulu.
Tidak menunggu lama, Daven langsung mengangkat panggilan video call itu. Jangan sampai Daven membuat Ayah Radit menunggu terlalu lama.
Begitu Daven mengangkat panggilan video call, ternyata wajah yang terpampang di layar adalah wajah Aileen.
"Daddy.... Daddy masih di kantol ya? Kata Opa, Bunda di kantol juga. Bundanya mana?" Ujar Aileen.
Lihat, yang selalu dicari pastilah Bundanya. Jika harus memiliki antara Daddy dan Bundanya, Daven sangat yakin kalau Aileen pasti akan memilih sang Bunda. Tapi tidak apa-apa, Daven justru senang karena selain Sandra yang menyayangi Aileen, nyatanya Aileen juga sangat menyayangi Sandra.
"Iya, ini Daddy masih di kantor. Bunda juga ada disini. Tapi sekarang Bunda lagi bobok. Nanti kalau Bunda udah bangun, Daddy sama Bunda langsung pulang kok." Jawab Daven dengan lembut.
"Ooo, Bunda lagi bobok. Pantesan tadi Opa telfon-telfon enggak diangkat sama Bunda." Ujar Aileen seraya menganggukkan kepala paham.
Ternyata sebelum akhirnya Ayah Radit memutuskan untuk melakukan video call dengan Daven, Ayah Radit sudah lebih dulu beberapa kali menghubungi ponsel Sandra. Tapi beberapa kali mencoba untuk menghubungi, Sandra tidak juga mengangkat panggilan telfonnya. Eehh, ternyata Sandra justru sedang tertidur.
"Tadi Opa telfon Bunda ya? Tas Bunda di depan soalnya, jadi Daddy juga enggak tau kalau Opa telfon." Jawab Daven.
Memang benar, tas Sandra sepertinya memang tergeletak di sofa ruangan Daven. Jadi saat Ayah Radit menelfon, Daven tidak mendengarnya.
Setelah ngobrol sebentar, akhirnya sambungan video call dimatikan. Namun Daven memiliki sebuah pesan dari Aileen agar dia dan Sandra segera pulang. Aileen juga berpesan kalau dia ingin dibelikan donat. Baiklah, semua pesanan Daven terima.
Begitu sambungan video call dimatikan, tidak lama kemudian Sandra membuka matanya. Daven yang melihat itu dengan sigap langsung mengambil sebotol air mineral di atas nakas. Sudah menjadi sebuah kebiasaan kalau Sandra akan langsung minum air putih saat wanita itu bangun dari tidurnya. Dan sebagai seorang suami, Daven tentu saja harus sigap.
Setelah Sandra sudah dalam posisi duduk, Daven segera memberikan botol air minum itu kepada dia.
"Ini minum dulu, Yang." Ujar Daven.
Sandra tersenyum.
"Makasih, Bang." Ujar Sandra.
Yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Daven.
"Sekarang jam berapa Bang?" Tanya Sandra kepada Daven.
Sandra pikir dia tertidur dalam waktu yang cukup lama. Karena setelah tadi dia dan Daven me... Eemm, gimana bilangnya ya. Sandra terlalu malu dengan sikap agresifnya tadi. Sandra benar-benar tidak habis fikir bagaimana bisa tadi dia bisa seberani itu. Sandra yakin kalau apa yang dia lakukan tadi itu memang karena efek dari hamil twins. Pasalnya kalau Sandra tidak hamil, dia tidak akan mungkin memiliki keberanian seperti itu.
Daven melihat jam yang terpasang di pergelangan tangannya.
"Mau jam 5." Jawab Daven.
"Mau jam 5? Aku beneran tidur lama banget berarti?" Sedikit terkejut saat Sandra tau kalau saat ini sudah hampir jam 5.
Seingat Sandra, dia dan Daven selesai melakukan itu sekitar jam 2 an. Itu artinya Sandra tidur lebih dari 2 jam?
__ADS_1
Daven hanya tersenyum.
"Iya, kamu tidur 2 jam." Jawab Daven. "Ya udah, mau langsung pulang atau gimana? Tadi Aileen video call udah minta kita buat cepet-cepet pulang soalnya."
Sandra menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, cuci muka dulu sana. Ini biar aku yang beresin." Ujar Daven kepada Sandra.
Untung saja sebelum tidur tadi Sandra sudah membersihkan diri dan menggunakan bajunya lagi. Karena kalau tidak, wahh... Sandra yakin dia pasti akan sangat malu menghadapi Daven. Pasalnya saat ini akal sehat Sandra sudah mulai berfungsi lagi. Tidak seperti tadi yang isinya hanya berupa nafsu belaka.
Dan benar, saat Daven dan Sandra turun, kantor sudah dalam keadaan sepi. Sebagian besar karyawan sudah pulang. Hanya tersisa beberapa orang saja yang sepertinya memang akan lembur.
Begitu mereka masuk ke lift...
"Yang lain udah pada pulang dari tadi ya? Kenapa Bang Cio enggak bangunin aku aja? Kan jadinya kita enggak perlu pulang kesorean kaya gini." Ujar Sandra kepada Daven.
Daven tersenyum tipis.
"Tadinya mau begitu, tapi waktu liat kamu tidurnya nyenyak banget, aku jadi enggak tega buat bangunin. Apalagi tadi kamu kaya kecapean banget." Jawab Daven.
Oleh karena itu, Sandra memutuskan untuk tidak melanjutkan pembicaraan mereka lagi. Sandra masih terlalu malu untuk membahas ini. Karena sebelumnya tidak pernah Sandra seperti ini.
Daven yang tau kalau Sandra sedang salah tingkah hanya mengulum senyum sendiri. Ketahuilah, bahwa ini akan Daven jadikan senjata. Untuk apa? Ya untuk membuat Sandra selalu salah tingkah.
Dengan sigap Daven langsung membukakan pintu mobil untuk Sandra. Ini sudah menjadi kebiasaan untuk Daven sejak beberapa bulan ini. Bukankah sekarang ini Daven sudah jauh lebih romantis? Semua orang sepertinya akan menjawab iya.
"Kamu ada sesuatu yang mau dibeli enggak? Kita mampir ke toko donat ya, soalnya Aileen tadi minta dibeliin donat." Ujar Daven.
Sandra menoleh kearah Daven.
__ADS_1
"Aileen minta donat?" Tanya Sandra.
Daven menganggukkan kepalanya.
"Iya, tadi waktu video call katanya minta dibeliin donat kalau kita pulang." Jawab Daven.
Sandra tersenyum.
"Kalau Aileen minta donat, aku mau dibeliin seblak aja." Ujar Sandra dengan semangat.
Daven mengerutkan dahinya.
"Seblak? Ko jauh banget dari donat jadi ke seblak?" Tanya Daven dengan wajah heran.
Senyum dibibir Sandra mendadak hilang.
"Jadi Abang enggak mau beliin aku seblak? Ya udah." Jawab Sandra.
Loh? Daven Kam belum jawab apa-apa. Ini kenapa Sandra sudah menyimpulkan sendiri.
"Bukan gitu sayang. Kalau kamu mau seblak, ya udah ayo kita beli. Tapi inget, jangan terlalu pedes." Ujar Daven.
Setau Daven, seblak itu identik dengan makanan yang sangat pedas. Daven sendiri sebelumnya tidak pernah makan yang namanya seblak. Daven hanya tau saja, karena makanan itu memang pernah viral kan?
"Beneran boleh?" Tanya Sandra kepada Daven. Kini sebuah senyum sudah tersungging dibibir Sandra.
Daven menganggukkan boleh.
"Iya boleh. Tap...."
"Jangan terlalu pedes." Ujar Sandra menyambung ucapan Daven.
__ADS_1
Daven ikut tersenyum, tangannya terulur mengusap puncak kepala Sandra.
"Gemes banget sih."