Mengejar Cinta Duda Baru

Mengejar Cinta Duda Baru
Berencana membuka hati?


__ADS_3

Sandra bangun saat jam didinding sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Ditatapnya Aileen yang saat ini masih tertidur dengan nyenyak disampingnya. Setelah memberikan ciuman didahi Aileen, dengan segera Sandra beranjak dari ranjang karena dia harus segera mandi dan juga menunaikan sholat subuh.


Dan semua aktivitas Sandra ini selesai saat jam menunjukkan pukul setengah 7. Sandra sendiri juga sudah rapi dengan pakaian kantornya. Dan itu bertepatan dengan Aileen yang mulai membuka matanya. Tentu saja Sandra langsung menyadarinya.


"Haaiii anak Bunda... Udah bangun sayang?" Sandra naik ke ranjang dan memberikan ciuman dibeberapa bagian wajah Aileen. "Selamat pagi Aileen anak Bunda yang gemesinh puollll..." Ujar Sandra memberikan ucapan selamat pagi kepada Aileen.


Aileen membalasnya dengan senyum dan tawa geli saat Sandra menciuminya. Mood balita cantik berusia 2 tahunan ini sepertinya sangat bagus karena saat bangun dia melihat ada Sandra bersama dengannya. Biasanya, kalau Aileen bangun tidur dan tidak mendapati Sandra, dia langsung menangis seolah moodnya sangat buruk karena hal itu.


Setelah mengajak Aileen bermain-main sebentar, Sandra membawa Aileen untuk turun kebawah karena sekarang sudah cukup siang dan waktunya untuk dirinya sarapan.


Dibawah, Sandra tidak mendapati adanya keberadaan Daven. Sepertinya laki-laki itu masih bersiap di kamarnya. Sementara itu menu untuk sarapan juga sudah tertata rapi diatas meja.


"Aileen duduk disini dulu ya, Bunda mau bikinin Aileen susu." Ujar Sandra setelah mendudukkan Aileen di baby chair. Tidak lupa Sandra meminta tolong Suster Ati untuk mengawasinya. Karena biar bagaimanapun, anak sesuai Aileen ini tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Dan Sandra tidak ingin kalau dia sampai melakukan hal yang ceroboh.


Ketika Sandra sedang membuatkan susu untuknya Aileen, Daven turun sudah dengan pakaian rapinya. Hanya jas saja yang belum terpasang di tubuhnya.


Hal pertama yang Daven lakukan adalah mencium puncak kepala Aileen. Setelahnya duduk di kursi makan


"Mau kopi sekarang atau nanti di kantor aja Bang?" Tanya Sandra kepada Daven saat dia memberikan sebotol susu untuknya Aileen.


"Nanti di kantor aja San." Jawab Daven datar.


Sandra sudah sangat terbiasa dengan wajah datar Daven ini. Karena memang, wajah datar dan Daven sudah saling melekat satu sama lain. Daven menunjukkan wajah datar ataupun berbicara dengan suara datar juga bukan hanya dengan Sandra saja, melainkan dengan semua orang. Ya walaupun kadang ada pengecualian saat Daven berbicara dengan Mama Laras, Della, dan Aileen. Kalau dengan ketiganya, terkadang Daven berbicara dengan nada lembut. Walaupun sangat jarang hal itu terjadi.


Sandra dengan sigap mengambil piring Daven dan mengisinya dengan nasi.


"Mau ikan atau ayam Bang?" Tanya Sandra.

__ADS_1


Meskipun bukan Sandra sendiri yang memasak, setidaknya Sandra tetap melayani tugasnya sebagai seorang istri dengan melayani Daven saat makan. Itu inisiatif Sandra sendiri loh ya, karena tidak mungkin seorang Daven meminta Sandra melakukan hal seperti itu.


"Ayam aja San." Jawab Daven.


Sandra mengisi lauk dan sayur seperti keinginan Daven. Dan setelah milik Daven terisi, barulah Sandra mengisi piringnya sendiri.


"**** Enda..." Aileen menunjukkan tempe goreng yang ada diatas meja. Setelah menghabiskan sebotol susu, sepertinya melihat Sandra dan Daven yang sedang sarapan membuat balita cantik itu juga ingin. Apalagi tempe goreng adalah salah satu makanan favorit Aileen.


Sandra dengan sigap mengambilkannya.


"Tangan manis sayang." Ujar Sandra saat Aileen mengulurkan tangan kirinya untuk mengambil tempe dari dirinya.


Dengan pintarnya Aileen menarik tangan kirinya dan menggantinya dengan tangan kanan. Senyum manis terpatri diwajah menggemaskan Aileen.


"Nah pinter. Bilang apa sayang?" Tanya Sandra dengan lembut.


Benar, Sandra memang sudah mengajarkan Aileen untuk mengatakan terima kasih, maaf, dan tolong. Karena bagi Sandra, 3 kata dasar itu sangat penting untuk Aileen kedepannya. Jika diberi sesuatu oleh orang lain, Sandra mengajarkan Aileen untuk tidak lupa mengatakan terima kasih. Saat Aileen berbuat salah, Sandra juga mengajarkan Aileen untuk legowo mengakui kesalahannya dan kemudian mengatakan maaf. Dan saat Aileen berbuat salah, Sandra juga tidak pernah menghakimi atau memarahinya. Begitu juga dengan Sandra, misal dia membuat kesalahan seperti contohnya tidak sengaja membuat Aileen menunggu atau kesalahan apapun itu, Sandra juga mengatakan maaf kepada Aileen. Karena menurut Sandra, mengajari anak seusia Aileen akan lebih baik dengan memberikan contoh secara langsung. Begitu juga dengan tolong, Sandra membiasakan Aileen mengatakan tolong jika dia membutuhkan bantuan dari orang lain.


Ajaran-ajaran yang Sandra berikan kepada Aileen ini tentu saja diketahui oleh Daven. Dan itu membuat Daven semakin yakin bahwa keputusannya menjadikan Sandra sebagai seorang ibu untuk Aileen adalah benar. Nyatanya Aileen memang sangat membutuhkan sosok seorang ibu didalam hidupnya. Daven benar-benar berterima kasih kepada Sandra.


Melihat bagaimana Sandra menyayangi dan merawat Aileen selama ini. Dalam hati Daven bertekad mencoba untuk membuka hatinya kepada Sandra. Daven sadar tidak mudah bagi seorang gadis seperti Sandra tiba-tiba harus menjalani peran sebagai seorang istri sekaligus ibu sambung. Jadi meskipun sulit, Daven juga akan berusaha untuk berperan sebagai seorang suami yang baik untuk Sandra.


"Abang..."


"Bang..."


Daven dikejutkan dengan suara Sandra yang memanggilnya.

__ADS_1


"Haa? Ada apa?" Tanya Daven.


"Bang Cio kok tiba-tiba bengong, kenapa? Abang nggak enak badan? Kalau nggak enak badan mending ambil cuti aja Bang. Nanti masalah kerjaan kantor biar aku sama Mas Beni aja yang handle." Ujar Sandra kepada Daven.


Daven bisa melihat ekspresi khawatir diwajah Sandra.


Daven tersenyum tipis. Senyum yang sangat jarang dia tunjukkan.


"Aku nggak papa San. Aku baik-baik aja kok." Jawab Daven.


Terpesona? Oo tentu, Sandra yang selalu lemah dengan segala hal yang berhubungan dengan Daven tentu saja langsung dibuat terpesona dengan senyuman tipis yang selama ini sangat jarang Daven perlihatkan itu.


"Kok jadi kamu yang bengong?" Ujar Daven menyadarkan Sandra dari keterpesonaannya.


"Abang tau? Abang ganteng banget kalau senyum kaya gini." Jawab Sandra masih dengan wajah terpesona.


Tanpa diduga, Daven menyentil dengan pelan dahi Sandra. Membuat Sandra refleks langsung terkejut.


"Aww..." Sandra mengusap dahinya.


"Sarapannya cepet diselesaikan. Aku tunggu di mobil." Ujar Daven kepada Sandra. Lalu Daven menghampiri Aileen yang masih asik menikmati tempe gorengnya. "Cupp..." Daven mencium puncak kepala Aileen. "Daddy berangkat dulu ya nak." Ujar Daven.


Sandra yang sudah sadar dengan cepat langsung menghabiskan sarapannya. Sandra tidak ingin membuat Daven terlalu lama menunggunya.


Dan sebelum Sandra benar-benar pergi, terlebih dahulu Sandra memanggil Suster Ati untuk membawa Aileen bersiap karena nanti harus berangkat ke sekolah.


Juga agar Aileen tidak rewel saat melihat Sandra pergi. Karena biasanya Aileen akan menjadi rewel kalau melihat Sandra akan pergi seperti berangkat ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2