
Saat ini Sandra tengah duduk diatas ranjang dengan posisi tubuh bersandar pada dada bidang Daven. Sementara itu, tangan Daven tampak aktif mengusap lembut perut perut buncit Sandra yang saat ini sudah sangat besar. Ya maklum namanya juga hamil kembar kan. Apalagi dari hasil pemeriksaan berat masing-masing janin sudah hampir sama dengan berat janin pada kehamilan tunggal. Biasanya kan rata-rata janin pada kehamilan kembar beratnya lebih kecil dari janin kehamilan tunggal.
"Besok kita bakal tau jenis kelamin twins. Menurut Bang Cio, mereka laki-laki atau perempuan?" Tanya Sandra kepada Daven.
Ya, besok akhirnya jenis kelamin baby twins akan diketahui. Karena besok acara gender reveal akan dilakukan. Tidak hanya Sandra saja, Aleera dan Viola juga turut serta dalam acara itu. Jujur saja rasanya semakin bertambah excited karena besok akan ada 4 calon bayi sekaligus yang akan diketahui jenis kelaminnya.
Daven tersenyum, tangannya tetap mengusap perut Sandra. Entahlah, rasanya sangat nyaman saat Daven melakukan itu.
"Apapun itu, aku enggak masalah." Jawab Daven.
Padahal yang ditanyakan feeling Daven, kenapa malah menjawab terserah?
"Iihh, kalau itu aku juga sama. Mau laki-laki atau perempuan, aku juga nggak masalah. Karena yang penting mereka sehat dan sempurna." Ujar Sandra. " Jadi maksud aku tuh menurut feeling Bang Cio mereka laki-laki atau perempuan? Kalau menurut aku kayanya mereka kembar sepasang deh, kaya Aidan dan Ariel. Soalnya yang satu aktif banget, yang satu lagi agak mager." Tambah Sandra.
Daven tersenyum.
"Menurut aku, kayanya semuanya laki-laki deh." Jawab Daven.
Sandra mengerutkan dahinya mendengar jawaban Daven.
"Emangnya kenapa? Kok Bang Cio kelihatannya kaya yakin banget kalau twins laki-laki semua?" Tanya Sandra.
"Enggak ada alasan khusus sih sebenarnya. Aku juga enggak yakin-yakin banget soal ini. Bisa aja feeling kamu yang bener. Atau malah feeling kita salah semua. Bisa aja kan besok ternyata twins perempuan semua." Jawab Daven. "Dan kenapa feeling aku mengatakan kalau twins laki-laki semua, itu karena kalau mereka lagi main bareng, tendangannya sama-sama keras. Dari pengalaman aku waktu Larisa hamil Aileen, tendangan Aileen waktu didalam perut enggak sekencang mereka." Ujar Daven.
Kini pembicaraan soal Larisa sudah bukan suatu hal yang yang harus dihindari lagi. Saat membicarakan soal Larisa, Daven sudah tampak biasa. Daven bahkan menjawab semua pertanyaan mengenai Larisa yang Sandra tanyakan kepada dirinya. Saat Sandra bertanya kenapa sekarang Daven sudah tampak biasa saja saat membahas soal Larisa, Daven bilang dia sudah ikhlas. Daven sudah bisa menerima takdir akan meninggalnya Larisa. Dan sudah beberapa bulan terakhir ini Daven juga sering berkonsultasi dengan Psikolog pribadinya. Dengan bantuan Psikolog, dukungan Sandra dan juga keluarga, akhirnya Daven mulai bisa lepas dari bayang-bayang trauma akan ibu melahirkan. Sekarang Daven sadar kalau hidup dan mati seseorang memang sudah memiliki takdirnya masing-masing.
Sandra mengangguk-anggukkan kepalanya. Sepertinya Sandra setuju dengan ucapan Daven.
"Apa iya ya, jangan-jangan twins emang laki-laki semua." Ujar Sandra. "Enggak papa deh kalau nanti laki-laki semua, jadi kalau besar nanti bisa jagain Aileen." Sambungnya.
Ya, bukan Aileen sebagai kakak yang bertugas untuk melindungi adik-adiknya kelak jika mereka semua nantinya adalah seorang laki-laki. Karena Sandra yakin kalau mereka semua ternyata berjenis laki-laki, mereka lah yang akan menjaga Aileen. Bukan apa-apa, sebagai seorang anak perempuan yang memiliki 2 saudara laki-laki yang menjaga dirinya sedemikian rupa, Sandra juga ingin Aileen merasakan hal yang sama. Terlepas nantinya twins laki-laki ataupun perempuan, yang jelas mereka semua harus saling menjaga satu sama lain.
__ADS_1
Daven tersenyum mendengar ucapan Sandra. Meskipun saat ini Sandra sudah akan memiliki anak kandung sendiri, nyatanya kasih sayang yang Sandra miliki untuk Aileen tidak pernah berubah sedikitpun. Sampai detik ini, rasa sayang Sandra kepada Aileen masih sama, bahkan semakin besar dari hari ke hari.
Sekali lagi Daven katakan, dia sangat bersyukur memiliki Sandra sebagai istrinya, sebagai ibu dari anak-anaknya juga. Daven yakin, jauh disana Larisa pasti juga sangat bersyukur karena Aileen memiliki seorang ibu yang sangat menyayangi putrinya.
"Iya, nanti twins yang akan menjaga Aileen." Jawab Daven.
Siang ini Sandra sudah cantik dengan dress selutut berwarna merah muda. Dress ini senada dengan dress yang akan Aleera dan Viola pakai untuk acara gender reveal.
"Cantik banget." Ucap Daven.
Hanya 2 kata saja, tapi berhasil membuat Sandra menjadi tersipu malu.
"Masa sih? Bukannya biasanya aku emang cantik banget." Jawab Sandra dengan percaya dirinya.
Mendengar jawaban Sandra, Daven tertawa kecil. Ini juga salah satu yang membuat Daven sangat menyukai Sandra, yakni rasa percaya dirinya.
"Biasanya emang cantik banget. Tapi sekarang cantiknya pake banget banget." Ujar Daven.
Kali ini Sandra juga ikut tertawa setelah mendengar ucapan Daven.
__ADS_1
"Udah ah, malu aku tuh. Kesannya aku PD banget." Ujar Sandra.
"Ya apa masalahnya? Enggak papa. Lagian yang kamu bilang itu emang bener. Kamu biasanya cantik banget." Jawab Daven.
Sandra menatap Daven dengan lembut.
"Bang Cio juga ganteng banget." Ujar Sandra.
Dan kali ini giliran Daven yang tersipu malu mendengar pujian Sandra. Laki-laki cool seperti Daven juga bisa salah tingkah kalau Sandra yang menggodanya. Selain Sandra, Daven akan tetap stay cool.
Dan kini, acara gender reveal sudah di mulai. Acara benar-benar berlangsung meriah meskipun hanya keluarga besar saja. Semua sangat antusias menantikan jenis kelamin dari baby yang sedang dikandung oleh Sandra, Aleera, dan Viola.
Dimulai dari Viola dan Rendra, begitu box di buka, sebuah balon berwarna pink seketika muncul. Itu artinya jenis kelamin baby didalam perut Viola adalah perempuan. Semua langsung saja menyambut dengan bahagia jenis kelamin baby.
Selanjutnya giliran Aleera dan Kendra, yang ternyata jenis kelamin baby sama dengan calon anak Viola dan Rendra, yakni perempuan. Sama seperti Viola dan Rendra, Aleera dan Kendra juga mendapatkan sambungan hangat dari keluarga besar.
Sekarang giliran Sandra dan Daven. Jujur mereka berdua merasa sangat deg-degan. Apakah baby twins laki-laki atau perempuan. Atau mereka justru kembar sepasang?
"Kita hitung sama-sama ya, satu... dua... tiga..." Davian memberikan aba-aba.
Dan saat kedua box dan buka, muncullah balon berwarna biru dari kedua box. Itu artinya jenis kelamin dari twins adalah laki-laki.
Diantara sorak sorai yang lain, Sandra dan Daven berpelukan. Twins laki-laki... seperti yang sudah Sandra dan Daven katakan, mereka bahagia apapun jenis kelamin baby.
__ADS_1