
Sudah 2 hari Sandra dan Daven menjadi sepasang suami istri. Kini Sandra dan Daven tinggal di rumah pribadi milik Daven. Rumah yang sebenarnya laki-laki itu persiapkan untuk menjalani rumah tangganya bersama dengan Larisa. Tapi pada kenyataannya, rumah ini tidak pernah sekalipun Daven dan Larisa tempati bersama. Bahkan sesaat sebelum rumah ini jadi, Larisa sudah lebih dulu meninggalkan dunia ini.
Sedikit informasi, bahwa Sandra dan Daven tidur dikamar terpisah. Meskipun sebenarnya Daven tidak pernah mengatakan bahwa dia ingin berpisah kamar dengan Sandra. Hanya saja Sandra merasa cukup tau diri. Mengingat kejadian malam pertama di hotel kemarin dimana Daven lebih memilih untuk tidur di sofa dibandingkan tidur seranjang bersama dengan Sandra, itu sudah cukup menjelaskan bahwa Daven tidak ingin berbagi ranjang dengan Sandra. Dan untuk menyiasati agar nantinya tidak ada yang curiga kalau sebenarnya Daven dan Sandra pisah kamar, maka barang-barang Sandra tetap ada dikamar Daven. Sementara Sandra sendiri tidur dikamar kamar Aileen bersama dengan balita cantik berusia 2 tahun itu.
Dan seperti dugaan, Daven pun sama sekali tidak mengomentari keputusan pisah ranjang yang Sandra buat itu. Jadi jelas bukan, meskipun Daven tidak mengatakan ingin pisah ranjang dengan Sandra, pisah ranjang memang yang Daven inginkan.
Tapi, tentu saja Suster Ati dan 2 asisten rumah tangga disini mengetahui mengenai hal ini. Oleh karena itu, Sandra sudah mengajak mereka berbicara, Sandra meminta ketiganya untuk tidak mengatakan mengenai masalah ini kepada keluarga Santoso maupun keluarga Persada. Sandra tau, kalau keluarganya pasti akan memantau rumah tangga dirinya dan Daven melalui art disini. Jadi Sandra harus membuat perjanjian dengan dengan para pekerjanya agar tidak membocorkan mengenai masalah ini.
Selesai sholat subuh, Sandra tidak bisa tidur lagi. Jadi yang Sandra lakukan saat ini adalah menatap Aileen yang masih tidur dengan nyenyak. Wajah cantik Aileen ini benar-benar mirip dengan Larisa. Menurut Sandra, hanya sedikit kemiripan yang Daven turunkan kepada Aileen.
"Bunda nggak tau kenapa Bunda bisa sesayang ini sama kamu nak." Ujar Sandra sembari mengusap dengan lembut pipi gembul Aileen.
Benar, Sandra memang tidak tau apa yang membuat dia bisa sesayang ini kepada Aileen. Pertama kali Sandra melihat Aileen, dia langsung sayang dan jatuh cinta begitu saja kepada balita mungil yang waktu itu masih berusia 1 tahun.
"Apapun yang terjadi nanti, kamu tetap akan menjadi anak Bunda ya Aileen. Aileen harus ingat kalau Bunda akan selalu menyayangi kamu meskipun bukan Bunda yang melahirkan kamu." Ujar Sandra sembari menatap sendu Aileen.
Membayangkan dirinya berpisah dengan Aileen ternyata lebih berat daripada saat Sandra membayangkan dirinya berpisah dengan Daven. Jadi, apa kesimpulannya?
Satu jam yang Sandra lakukan hanya menatap Aileen sambil sesekali menciuminya. Sandra sangat gemas dengan pipi bulat yang Aileen miliki. Seperti bakpau mini yang didalamnya berisi selai strawberry, sangat menggiurkan.
"Eghh..." Tiba-tiba saja Aileen menggeliatkan tubuhnya. Dan dengan perlahan matanya mulai terbuka.
"Selamat pagi anak Bunda." Sandra menyambut pagi Aileen dengan senyum dibibirnya.
Melihat ada sang Bunda di depannya, Aileen juga memberikan senyum cerahnya. Tapi setelah itu, Aileen justru memejamkan matanya lagi.
__ADS_1
"Loh, kok bobok lagi. Udah pagi sayang." Ujar Sandra kepada Aileen.
Aileen membuka matanya lagi setelah mendengar suara Sandra.
"Sebentar, Bunda bikinin susu ya buat Aileen." Ujar Sandra dengan lembut.
Tenang, Sandra tidak meninggalkan Aileen sendirian kok. Karena perlengkapan untuk membuat susu Aileen sudah ada di kamar. Hal ini agar Sandra tidak perlu repot-repot turun kebawah kalau sewaktu-waktu Aileen bangun ditengah malam dan ingin susu.
"Endaa.... mikkk cucu." Ucap Aileen dengan suara menggemaskannya. Membuat Sandra selalu gemas kalau mendengar suara Aileen.
Aileen bangun dari posisi tidurnya menjadi duduk. Mata bulatnya menatap Sandra yang saat ini sedang membuatkan susu untuknya.
"Iya sayang, ini lagi Bunda bikinin susunya. Sebentar ya." Jawab Sandra sembari memperlihatkan senyum manisnya.
"Nahhh... Ini susu buat Aileen." Sandra memberikan botol susu yang dia pegang kepada balita cantik itu.
Aileen menerima botol susunya dengan bahagia. Balita itu kembali merubah posisinya menjadi berbaring lagi.
Sandra menunggu Aileen menghabiskan susunya dengan sabar. Sampai akhirnya 10 menit kemudian botol berisi 350 ml susu itu berhasil Aileen habiskan.
"Yeayy... abiss Enda..." Ujar Aileen sembari memperlihatkan botol susunya yang sudah kosong.
__ADS_1
"Uuhh, pinter banget anak Bunda." Ujar Sandra yang kemudian memberikan ciumannya pada kedua pipi menggemaskan Aileen.
Sandra kemudian menggendong Aileen dan membawanya keluar kamar. Karena toh sekarang sudah jam setengah 7, sebentar lagi waktunya untuk mereka sarapan.
Begitu Sandra keluar dari kamar, tatapannya tertuju kearah kamar yang Daven tempati. Tidak, Sandra sama sekali tidak berniat untuk membangunkan Daven. Biarlah Daven bangun dengan sendirinya. Karena Sandra tidak ingin mengusik Daven. Lagi pula hari ini Daven dan Sandra masih dalam masa cuti mereka.
Karena pernikahan mereka masih terlalu awal, jadi Sandra belum memulai aksinya untuk meluluhkan hati Daven. Biarlah Daven beradaptasi terlebih dahulu dengan status barunya yang saat ini telah menjadi suami dirinya. Sandra tau tentu itu bukan hal yang mudah untuk Daven lakukan. Terlebih didalam hati Daven masih menjadi milik Larisa. Pastilah pernikahan ini membuat Daven merasa bersalah kepada mendiang istrinya itu. Ya, sekiranya itu yang Sandra pikirkan. Karena Sandra sendiri tidak tau apa yang sebenarnya Daven rasakan saat ini.
Sandra membawa Aileen ke ruang keluarga. Dimana ruang keluarga itu merangkap menjadi tempat bermain Aileen. Karena mereka baru 2 hari pindah, jadi ruang bermain Aileen belum sempat dibereskan.
Tidak lama kemudian Suster Ati turun sudah rapi. Jadi Sandra bisa menitipkan Aileen kepada dia. Tidak pernah sekalipun Sandra meninggalkan Aileen bermain sendiri tanpa adanya pengawasan orang dewasa. Usia Aileen yang sudah 2 tahun memang sedang aktif-aktifnya, jadi kita sebagai orang tua tidak boleh lalai mengawasinya. Ya, itu adalah salah satu hal yang Sandra pelajari dari Aleera. Memiliki anak kembar tentu saja membuat Aleera menjadi lebih berpengalaman dari Sandra yang baru saja berubah status menjadi seorang ibu bukan?
Dari ruang tengah, aroma masakan sudah tercium. Sepertinya embak sudah mulai masak untuk sarapan.
"Titip Aileen ya Sus, aku mau ke dapur dulu." Ujar Sandra.
"Iya Mbak Aileen." Jawab Suster Ati.
"Masak apa Mbok? Wanginya kecium sampai luar loh." Ujar Sandra begitu masuk ke dapur.
"Masak ayam goreng, sup jamur sama sambel Mbak Sandra." Jawab Mbok Suti.
"Wihh, bakal enak banget nih." Ujar Sandra.
"Aahh, Mbak Sandra bisa aja." Mbok Suti selalu malu-malu kalau Sandra memuji masakannya.
Meski Mbok Suti dan Mbok Ras baru 2 hari bertemu dengan Sandra, tapi Sandra yang pada dasarnya memang pribadi yang humble jadi mudah akrab dengan mereka. Mbok Suti dan Mbok Ras sendiri sudah bekerja disini sejak rumah ini selesai dibangun. Tugas mereka awalnya hanya menunggui dan mengurus rumah yang saat itu kosong. Dan sekarang Mbok Suti juga Mbok Ras merasa bersyukur karena mereka memiliki bos yang baik seperti Sandra. Jadi Mbok Suti dan Mbok Ras menjadi sangat nyaman bekerja di rumah ini.
__ADS_1
Oo iya, Mbok Ras sendiri saat ini sedang bersih-bersih di lantai 2.
"Mbok, nanti kapan-kapan ajarin aku masak ya." Ujar Sandra kepada Mbok Suti.