
Sebelum 2 hari lagi Sandra dan Daven akan pergi meninggalkan anak-anaknya selama 1 minggu untuk bulan madu ke Jepang, kini mereka memutuskan untuk mengajak anak-anak quality time bersama. Kemana? ke salah satu kebun binatang yang ada disini. Mengingat Aileen, Saga dan Dewa suka dengan hewan-hewan, semoga mereka suka ya. Dan karena Sandra dan Daven ingin quality time keluarga, jadi Daven memutuskan untuk menggunakan supir agar sepanjang perjalanan dia bisa fokus bersama dengan istri dan anak-anaknya. Dan hari ini Sandra juga memutuskan untuk tidak mengajak baby sitter karena dia ingin mengurus anak-anaknya sendiri hanya bersama dengan Daven.
"Sudah siap liat hewan-hewan?" tanya Sandra kepada anak-anaknya.
"Siap Bundaa," ujar Aileen dengan semangat.
Saga dan Dewa dengan kompak menirukan jawaban Aileen.
"iapp endaaa,"
Sandra dan Daven yang mendengar jawaban anak-anaknya tampak tersenyum. Rasanya bahagia sekali bisa quality time bersama dengan keluarga kecil mereka. Jujur saja, mereka cukup jarang melakukan quality time keluarga seperti ini. Mengingat pekerjaan Daven selalu sibuk dan tidak ada habisnya. Untuk bisa quality time keluarga seperti ini, biasanya minimal 3 bulan sekali, itu pun tidak selalu. Bahkan sampai usia Saga dan Dewa hampir 2 tahun, mereka baru 4 kali saja quality time bersama seperti ini.
"apaa cu apaa," Dewa terus bertanya mengenai hewan-hewan yang baru saja mereka lihat.
Aileen dengan sigap langsung menjawab semua pertanyaan yang Saga dan Dewa tanyakan. Hal ini membuat Sandra tidak menyangka kalau ternyata putri nya sudah dewasa. Sebagai seorang kakak, Aileen benar-benar menjadi sosok kakak yang sangat baik. Aileen mau menemani adik-adiknya bermain, Aileen juga mengajarkan hal-hal baik kepada Saga dan Dewa. Ya, Sandra sangat bersyukur memiliki Aileen sebagai putrinya. Meskipun tidak bisa dipungkiri kalau bukan Sandra yang mengandung dan melahirkan Aileen, tapi rasa sayang yang dia miliki untuk Aileen benar-benar besar.
"Itu namanya Jerapah, dek," ujar Aileen menjawab pertanyaan Dewa.
"apahh?" tanya Dewa memastikan sekali lagi.
__ADS_1
Aileen menganggukkan kepala.
"Iya, itu Jerapah. Coab adek ikutin kakak, JE RA PAH," Aileen mengajari Dewa untuk mengucapkan kata jerapah.
Tapi sepertinya Dewa masih kesulitan mengatakan itu. Karena yang bisa Dewa ucapkan hanya...
"Aaapahhh,"
Sandra dan Daven yang mendengar itu tampak tersenyum. Lucu sekali melihat interaksi keduanya.
Tapi tetap saja yang bisa Dewa ucapkan hanya kata 'apah'.
Btw, dimana Saga? kenapa saudara kembar Dewa itu tidak terdengar suaranya? Saga ada kok, hanya saja setelah meminum susu balita menggemaskan itu langsung tidur. Padahal mereka baru setengah menyusuri kebun binatang. Tapi ya mau bagaimana lagi, Sandra juga tidak bisa memaksa Saga untuk tetap bangun kalau memang putranya itu sudah mengantuk. Tidak apa-apa, lain waktu mereka masih bisa datang ke kebun binatang lagi kok.
__ADS_1
Jadi sementara Saga tidur, maka perhatian Aileen saat ini tertuju full kepada Dewa. Tentu saja itu membuat Dewa merasa sangat bahagia.
Setelah dari kebun binatang, Sandra dan Daven singgah ke sebuah restoran untuk makan siang. Meskipun tidak mengajak baby sitter, mereka tidak repot sama sekali kok. Baik Aileen, Saga maupun Dewa sudah bisa makan sendiri. Tidak masalah kalau nanti baju Saga dan Dewa menjadi kotor, nanti mereka hanya tinggal menggantinya saja.
"Kakak mau udang ini enggak? ini enak loh, enggak pedes,' ujar Sandra kepada Aileen.
Diatas meja mereka terdapat banyak makanan. Sandra memesan nasi goreng dan cemilan berupa kentang goreng juga nugget untuk Saga dan Dewa. Sementara untuk Aileen, gadis cilik itu juga meminta nasi goreng untuk makan siang nya sama seperti Saga dan Dewa. Untuk Sandra dan Daven sendiri, mereka memesan nasi putih, udang asam manis, cah kangkung, dan ayam bakar madu.
Aileen menggelengkan kepala.
"Enggak Bunda, kakak mau nasi goreng aja," jawab Aileen.
Sandra menganggukkan kepalanya. Baiklah, kalau Aileen tidak mau ya tidak apa-apa.
"Tapi nanti kakak mau es krim coklat, boleh kan Bunda?" tanya Aileen.
Sandra menatap sekilas kearah Daven, tampak laki-laki itu hanya tersenyum tipis.
"Iya boleh, habis makan Bunda pesenin ya," jawab Sandra.
"Terima kasih, Bunda," ujar Aileen kalem.
"Sama-sama sayang," jawab Sandra dengan senyum lembut yang tersungging dibibirnya.
Semakin besar, Aileen memang menjadi semakin kalem. Dan Sandra tau kalau sifat kalem Aileen ini menurun dari mendiang ibu kandungnya, Larisa. Yang Della ingat, Larisa memang tipe perempuan yang kalem dan anggun. Sandra bersyukur sifat baik itu menurun pada Aileen.
__ADS_1
Soal Larisa, beberapa kali Sandra memang mengajak Daven dan Aileen untuk mengunjungi makamnya. Karena biar bagaimana pun Aileen harus tau soal ibu kandung yang sudah mengandung dan melahirkannya. Oleh karena itu sekarang Aileen sudah tau dia memiliki 2 orang ibu. Dan untuk Daven, awalnya dia tidak ingin mengunjungi makam Larisa lagi karena khawatir kalau Sandra akan meragukan cinta nya. Tapi setelah Sandra memberikan penjelasan dan Sandra juga percaya dengan cinta Daven kepada dirinya, akhirnya Daven pun mau lagi mengunjungi makam Larisa.
Sandra sadar kalau dia tidak boleh egois. Walaupun Larisa sudah tidak ada, tapi sampai kapan pun Larisa akan menjadi bagian dari hidup mereka semua. Tidak pantas rasanya kalau Sandra menghilangkan jejak Larisa dalam kehidupan mereka. Tidak, Sandra tidak akan pernah melakukan itu.