
Setelah puas bermain akhirnya Aileen, Saga dan Dewa tidur juga. Saga dan Dewa sudah dipindah ke kamar sebelah yang terhubung dengan kamar Sandra dan Daven. Sementara Aileen, karena gadis cantik itu tadi ingin tidur bersama dengan mereka, jadi saat ini sudah pulas diatas ranjang kamar Sandra dan Daven.
Kini suasana kamar yang temaram tampak sepi menyisakan Sandra dan Daven yang saat ini duduk sembari berpelukan diatas sofa yang memang ada di kamar ini.
Tidak ada pembicaraan diantara Sandra dan Daven. Karena yang sejak tadi Daven lakukan adalah memeluk tubuh Sandra dan menyusupkan wajahnya pada ceruk leher sang istri. Posisi Sandra yang memang duduk diatas pangkuan Daven memudahkan laki-laki itu melancarkan aksinya. Tidak, mereka hanya berpelukan kok, jadi jangan berpikir macam-macam ya.
"Abang belum ngantuk? ini udah jam setengah 11 loh," bisik Sandra.
Anak-anak sudah tidur sejak setengah jam yang lalu. Dan mereka berdua juga sudah berpelukan se-lama itu.
"Belum, aku masih pengen peluk kamu," jawab Daven.
Hembusan hangat nafas Daven pada ceruk lehernya membuat Sandra menggelinjang geli. Sudah sangat sering Daven melakukan hal ini, tapi Sandra tetap saja belum terbiasa. Sandra tetap merasa geli setiap kali Daven melakukannya.
Mendengar jawaban Daven, Sandra tampak tersenyum simpul. Tanpa Daven tau, saat ini wajah Sandra tengah merona setelah mendengar jawaban Daven. Sandra sendiri membiarkan Daven untuk tetap memeluknya. Kalau memang ini membuat Daven merasa nyaman, Sandra sama sekali tidak masalah.
Sampai tiba-tiba, Daven menjauhkan kepalanya dari ceruk leher Sandra. Dengan posisi lengan yang masih melingkar pada pinggang Sandra, Daven mengatakan sesuatu yang membuat Sandra cukup terkejut.
"Sayang, kita pergi bulan madu lagi, yuk?" ujar Daven kepada Sandra.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba saja Daven mengajak Sandra untuk bulan madu lagi.
"Bulan madu lagi?" tanya Sandra memastikan.
Daven dengan semangat menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Iya," jawab Daven.
Sandra mengusap dengan lembut rambut Daven.
"Kenapa kok tiba-tiba Abang kepikiran pengen pergi bulan madu lagi?" tanya Sandra dengan lembut.
Daven menghela nafas pelan.
"Akhir-akhir ini kita jarang punya waktu berdua sayang. Aku sibuk sama pekerjaan kantor bahkan enggak jarang lembur juga. Dan kamu juga kadang sibuk banget sama anak-anak," jawab Daven.
Mendengar jawaban Daven, Sandra merasa cukup bersalah. Apa tanpa sadar dia membuat Daven merasa terabaikan karena Sandra yang terkadang memang sibuk dengan anak-anak mereka?
"Enggak sayang, ini bukan salah kamu ataupun salah aku. Kita enggak ada yang salah kok. Aku pengen kita pergi bulan madu lagi biar sesekali kita memiliki waktu bersama hanya berdua satu sama lain," ujar Daven.
Ternyata Daven menyadari ekspresi bersalah pada raut wajah Sandra. Tentu saja tidak, Sandra tidak bersalah sama sekali.
"Aku pikir tanpa sadar aku udah membuat Bang Cio jadi merasa terabaikan karena aku terlalu fokus sama anak-anak," ujar Sandra.
Daven menggelengkan kepala.
"Enggak sayang, kamu enggak mengabaikan aku sama sekali. Justru selama ini kamu sangat perhatian sama aku," jawab Daven lembut. "Jadi gimana? mau kan bulan madu lagi?" tanya Daven dengan senyum cerah yang tersungging pada bibir manisnya.
"Aku sih mau-mau aja, Bang. Tapi anak-anak enggak ikut kan? terus mereka gimana?" tanya Sandra.
Sebagai seorang ibu, Sandra tentu saja tidak bisa kalau tidak memikirkan anak-anaknya. Selama ini Sandra tidak pernah sekalipun berjauhan dengan anak-anak. Kalaupun berpisah, itu paling hanya 1 hari saja disaat anak-anak menginap di rumah Opa dan Oma mereka. Jadi kalau Sandra dan Daven jadi pergi bulan madu, mungkin untuk pertama kalinya ini menjadi waktu berpisah paling lama antara Sandra dengan anak-anak. Kalau Daven, berhubung dia memang sering ada kerjaan di luar kota jadi sudah cukup sering berpisah agak lama dengan anak-anak. Ya meskipun paling lama hanya 3 atau 4 hari saja. Daven tidak pernah mengambil kerjaan ke luar kota lebih dari itu karena dia tidak bisa berjauhan dengan Sandra, itu yang utama.
__ADS_1
Daven tersenyum tipis, dia paham kalau Sandra mencemaskan anak-anak kalau mereka tinggal pergi berbulan madu.
"Anak-anak sementara bisa sama Mama atau Bunda dulu sayang. Aku yakin kalau anak-anak pasti bakal baik-baik aja kok. Dan lagi, kita pergi enggak lama, paling cuma 1 mingguan aja," jawab Daven.
Mendengar jawaban Daven, Sandra menganggukkan kepala setuju. Toh selama ini anak-anak tidak pernah rewel saat ditinggal bersama dengan Mama Laras ataupun Bunda Sya. Jadi sepertinya akan aman-aman saja.
"Baiklah, jadi kita mau bulan madu kemana nih?" tanya Sandra seraya menaik-turunkan alisnya.
Senyum dibibir Daven semakin lebar.
"Kamu pengennya kemana? aku terserah kamu aja. Mau kemana pun aku oke aja selama itu sama kamu," jawab Daven.
"Jepang?"
"Oke, kita ke Jepang," jawab Daven.
.
.
.
Si gemoy Saga dan Dewa dan si cantik Kakak Aileen
__ADS_1