Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Bertunangan


__ADS_3

Aku seperti tidak memiliki kekuatan atau energi lagi untuk menjalani hidup, tidak memiliki kedua orangtua, tidak ada saudara dan tidak ada bi Ida, hidupku sudah sangat kumplit menderita dan aku hanya bisa menjalani hidup dengan hampa sekarang, hanya ada satu-satunya pria yang bisa aku harapkan bantuannya dan itu adalah Lukas, namun sayangnya Lukas juga tidak mengenaliku jangankan untuk membawa aku pergi dari rumah yang bak neraka ini, dia bahkan tidak pernah melirikku sedikitpun.


Saat aku terduduk di lantai Cecil datang menghampiriku dan dia langsung mencengkram daguku sedangkan aku hanya diam saja tanpa perlawanan meski aku merasakan sakit di dahulu ini.


"Heh kau dengarkan aku baik-baik, nanti malam akan ada tuan Lukas kemari dan kau harus datang kemari, kau harus menerima menjadi pengganti ku, mengerti!" Bentaknya sangat keras sambil menghempaskan wajahku ke samping.


Rambutku berantakan dan air mata langsung menerobos keluar dari mataku, mereka lalu langsung menyeret aku ke dalam dan ibu langsung menyuruh aku untuk bersiap-siap dan dia memberikan pakaian yang cukup cantik untukku dia juga memberikan sepatu hak tinggi yang bagu, dan mereka mendandaniku sangat cantik.


Namun sayangnya aku tidak merasakan kesenangan sedikitpun, aku terus saja merasa sedih dan tidak bisa berhenti menangis, air mata terus saja mengalir keluar dari pelupuk mataku dan aku tidak bisa berhenti hingga Cecil membentakku sangat keras.


"Heh... Bodoh, berhenti menangisi wanita tua sepertinya dia sudah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanmu dan dia mungkin sudah mati sekarang karena ayah membuangnya ke hutan" ucap Cecil yang membuat aku kaget ketika mendengarnya,


"A...a...apa? Jadi ayah membuang bi Ida ke hutan?" Tanyaku dengan kaget,


"Iya memangnya kenapa? Sudah diam kau dan jangan menangis lagi, aku sudah mendandani wajahmu tiga kali, jika kau terus menangis terus aku akan membuatmu!" Ucap Cecil memberikan ancaman padaku.


"Kalian iblis, aku tidak mau menggantikan mu untuk bertunangan dengan tuan Lukas, aku akan mencari bi Ida" ucapku langsung bangkit berontak padanya.


Sayangnya tiba-tiba saja dari belakang ada sesuatu yang memukulku cukup keras hingga aku langsung kehilangan kesadaranku.


Disisi lain rupanya itu adalah ibu angkatku dia memukul aku dari belakang dan mereka langsung menggotongku ke ranjang dan mendandani aku hingga selesai, lalu barulah mereka membangunkan aku dengan cara yang kasar tepat ketika tuan Lukas berkunjung ke rumah itu.

__ADS_1


"Heh... Bangun kau! Cepat pergi turun ke bawah, tuan Lukas sudah menunggumu" ucap Ibu sambil terus mendorongku.


Aku tidak bisa berkutik lagi dan terpaksa harus mengikutinya namun setelah aku pikirkan, mungkin jika aku berhasil mengingatkan tuan Lukas tentang siapa aku sebenarnya, mungkin dia akan bisa menolongku dan membantu aku untuk terlepas dari kesengsaraan ini.


Ibu, Cecil dan aku turun ke bawah menemui tuan Lukas dan ibu mulai menyambutnya dengan sangat ramah hingga ketika tuan Lukas sudah menentukan tanggal pertunangan mereka, ibu langsung menjelaskan kepada tuan Lukas bahwa Cecil telah menyukai pria lain.


"Ekm....tuan Lukas mohon maaf sebelumnya tapi Cecil telah menyukai pria lain dan mereka saling mencintai, dan saya rasa adiknya Vivian bisa menggantikan dia untuk bertunangan denganmu, agar kau tidak perlu menanggung malu dalam acara pertunangan nanti" ucap ibuku menjelaskannya dengan sangat hati-hati.


Yang tidak di sangka adalah tuan Lukas langsung menggebrak meja sangat keras dan dia membentak ibuku saat itu juga.


"Brakkk.... Apa kalian aku ini bahan candaan, aku tidak akan menikah dengan siapapun diantara putrimu jika itu bukan Cecil, kau tahu aku mau menikahi putrimu hanya karena aku pernah mengikat janji dengannya, jika tidak aku juga tidak akan Sudi!" Bentak tuan Lukas sangat murka.


Namun di saat yang sama Cecil juga langsung bangkit berdiri dan membela ibunya.


Aku langsung berniat pergi dari sana namun tiba-tiba saja tuan Lukas menghentikan aku dengan memanggil namaku dengan keras sehingga membuat aku menghentikan langkah dan langsung berbalik menatap ke arahnya.


"Kau berhenti di situ!" Bentak tuan Lukas padaku,


"Baiklah, jika putrimu Cecil bukan wanita yang aku cari aku akan bertunangan dengan putrimu yang satu ini, pastikan dia tidak mencoba kabur" ucap tuan Lukas lalu langsung pergi dari rumah itu.


Ibu dan Cecil tersenyum senang dan mereka terus saja tertawa bahagia karena rencana mereka berhasil.

__ADS_1


"Ah....ibu apa kau mendengarnya kita akan kaya raya, dengan dia menikahi tuan Lukas kita akan menjadi keluarga paling kaya raya, ayo cepat kita beritahu ayah ibu dia pasti akan sangat senang" ucap Cecil kegirangan.


Mereka langsung pergi meninggalkanku begitu saja, dan aku hanya berdiri dengan air mata yang mengalir, aku memang menyukai tuan Lukas dan aku tahu dia adalah pria yang aku cari tapi yang aku inginkan dia mengenaliku, bukan bertunangan denganku hanya karena keterpaksaan dan sebagai tameng untuk menutupi rasa malunya di depan publik.


Sekarang aku sendiri tidak tahu apakah aku harus merasa senang karena takdir membawa dia sendiri kepadaku atau merasa sedih karena dia tetap tidak mengenali aku.


Sorot matanya tadi menunjukkan bahwa dia membenciku dia tidak mencintai aku sedikitpun bahkan dia mengira aku adalah orang lain, rasanya sangat sakit setiap kali aku melihat wajahnya itu.


"Hiks....hiks... Hiks... Mengapa, mengapa harus aku yang menerima semua rasa sakit ini?" Tangisku mulai pecah seketika.


Hingga hari demi hari telah berlalu dan sampailah pada hari pertunanganku, semua orang nampak bahagia menyambut para tamu undangan sedangkan aku hanya berdiri dengan wajah yang datar bersampingan dengan tuan Lukas yang sama sekali tidak pernah melirikku sedikitpun, bahkan ketika penukaran cincin dia hanya menyuruhku mengulurkan tangan dan segera menyelesaikan tugasnya lalu langsung pergi meninggalkan acara pertunangan dan pasangannya sendiri.


Aku sakit mendengar semua bisikan orang-orang di sekitar sana yang membicarakan bahwa aku di campakkan dan hanya sebagai seorang pengganti saja.


Tapi aku tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa menatap datar dengan tatapan kosong ke depan, hingga acara pertunangan selesai tuan Lukas membawa aku pergi ke kediamannya karena dia menginginkan aku untuk menjadi calon istrinya sebab publik sudah terlanjur mengetahui identitasku.


Ibu dan Cecil seperti membuangku begitu saja dia tidak perduli bahkan ketika melihat aku di seret oleh tuan Lukas lalu di bandingkan ke dalam mobilnya dengan kasar.


"Karena dia tunanganku sekarang, maka tidak akan ada yang berhak atas hidupnya kecuali aku, termasuk kalian aku sudah mentransfer semua uang kepada perusahaan suamimu dan dia menjadi wanitaku mulai sekarang" ucap tuan Lukas kepada ibu angkatku dan Cecil,


"Iya tuan Lukas tenang saja kami juga tidak membutuhkan anak pungut yang hanya menjadi beban saja, kau mengambilnya dan memberikan kami banyak uang itu adalah sebuah keberuntungan" ucap ibuku dengan senang.

__ADS_1


Tuan Lukas langsung masuk ke dalam mobil yang sama denganku dan segera mobil itu melaju dengan cepat.


__ADS_2