
Hari demi hari selalu saja berjalan seperti itu dan semuanya cukup membosankan untukku, aku sudah berusaha untuk memasak makanan terbaik dan selalu memberikan tuan Lukas kenikmatan dalam makanan setiap harinya namun dia tetap tidak menyukaiku dia masih sama seperti sebelumnya, dia tidak pernah melirik aku dan selalu saja pulang untuk tidur dan bangun untuk berangkat kerja hingga hari dimana acara pesta helloween sudah dekat, aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli kostum yang mahal dan aku juga tidak mungkin jika tidak datang ke pesta tersebut.
Alhasil aku membuat kostum itu sendiri dari pakaian yang aku punya aku sengaja membuat sebuah kostum yang paling mudah dimana saat itu aku menjadi seorang hantu kuntilanak yang hanya memakai baju polos putih dengan beberapa darah di sekitarnya dan rambut yang akan aku tata berantakan, acara helloween itu nanti malah dan aku sudah berdandan mempersiapkan diri mulai saat ini karena aku juga akan pergi ke rumah Elis terlebih dahulu.
Setelah semuanya sudah siap aku juga sudah bercermin di kamarku akunsegera keluar dari kamar dan saat itu bertepatan dengan tuan Lukas yang baru pulang bekerja, dia menatap ke arahku dan aku baru saja hendak menyapanya namun dia justru terperanjat kaget ke belakang dan melempar tas kerjanya ke arahku, untungnya aku berhasil menghindar dengan cepat saat itu, jika tidak mungkin tas itu akan mengenai kepalaku.
"Aaarrkkkhhh....hantu!" Teriak tuan Lukas dengan wajahnya yang panik ketakutan.
Aku merasa bingung dan panik sendiri, aku menatap ke sekeliling dan mencari dimana ada hantu yang dia lihat itu.
"Hantu? Dimana tuan... Dimana hantunya?" Tanyaku sambil terus mencari dan melirik kesana kemari karena aku juga takut dengan hantu,
"Kau....kau hantunya!" Teriak tuan Lukas sangat kencang dan dia duduk di sudut sofa saat itu,
Aku membuka mataku lebar lalu menatap pada diriku sendiri dan barulah aku sadar bahwa aku sedang memakai kostum kuntilanak yang aku buat sendiri, setelah menyadari ternyata tuan Lukas takut denganku dan mengira aku sebagai hantu sungguhan, aku langsung tertawa dengan puas sambil memegangi perutku karena dia terlihat begitu lucu sebelumnya.
"Ahaha.....tuan ini aku lihatlah aku Vivian ini aku manusia ahahaha... Aku bukan hantu tenanglah" ucapku sambil memperlihatkan wajahku kepadanya,
Tuan Lukas segera memperbaiki posisi duduknya dan dia membenarkan jasnya yang berantakan dia juga langsung menatapku dengan tajam.
"Aishh....dasar kau untuk apa kau memakai kostum aneh seperti itu di malam hari hah!" Bentak tuan Lukas kepadaku sangat kencang.
__ADS_1
Aku tahu dia pasti sangat kesal dan marah besar kepadaku saat ini karena sudah mengagetkan dia barusan namun aku juga tidak bermaksud untuk melakukan hal itu, aku sendiri saja sebelumnya merasa bingung dan tidak sadar.
"Ahhh.... Ini tuan malam ini adalah malam pesta helloween di sekolahku, semua orang memakai kostum hantu yang meren tapi aku tidak memiliki uang untuk membelinya jadi aku membuat kostum hantu kuntilanak yang paling mudah, agar aku bisa tetap datang ke pesta itu" ujarku mengatakannya,
"Hah?... Kau akan memakai kostum jelek itu ke sekolah ternama?" Bentak dia dengan matanya yang terbuka lebar.
Aku hanya langsung mengangguk menanggapinya karena memang hanya itu yang aku punya dan jika aku tidak hadir mungkin Bimo dan Elis akan merasa sedih.
"Memangnya kenapa dengan kostum ini, menurutku tidak terlalu buruk kau saja tertipu denganmu dan menganggap aku sebagai hantu sungguhan" balasku pelan sambil memegangi kostum yang aku pakai itu,
"Ya ampun dasar kau bodoh, pesta helloween yang mereka adakan bukan berarti kau harus benar-benar menjadi seperti hantu sungguhan dan mengagetkan banyak orang, apa kau mau menjadi pusat perhatian disana lalu di hina oleh mereka karena penampilan buruk mu itu hah?" Bentak tuan Lukas kepadaku.
Aku tertunduk lesu dan aku juga mengerti apa yang dia katakan kepadaku, memang kostum yang aku pakai ini sangat jelek juga tidak cocok untuk di pakai ke acara pesta helloween yang megah di sekolah bersama semua anak-anak orang kaya disana.
"Hmm... Kau benar tuan, aku mungkin mendapatkan penghinaan dan cemoohan dari banyak anak-anak disana, namun memangnya aku bisa apa hanya ini yang aku miliki, aku tidak punya uang untuk membeli kostum yang cantik dan mewah seperti anak-anak lainnya" balasku dengan lesu,
"Kau kan bisa memakai uang yangbada di dalam kartuku kenapa kau tidak memakainya untuk membeli kostum itu" bentak tuan Lukas lagi,
"Tuan aku mana berani, bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa aku tidak boleh menggunakan uang itu untuk kepentingan diriku sendiri, bahkan hutangku padamu karena memakai uang itu untuk rumah sakit seorang pria asing saja belum bisa aku lunasi, bagaimana mungkin aku akan memakainya lagi, yang ada aku akan seumur hidup berada di dalam rumah ini dan tersiksa oleh semua pekerjaan yang melelahkan" balasku kepadanya dengan berani,
"Kau... Aishh....ahhh sudahlah ayo ikut denganku, kau ini benar-benar orang bodoh" ucap tuan Lukas sambil menarik tanganku dengan kuat.
__ADS_1
Dia membawa aku dengan paksa ke sebuah toko yang menjual pakaian juga bener kostum helloween, dan dia menyuruh aku untuk segera memilih.
"Cepat pilih, aku tidak ingin berlama-lama dengan orang bodoh sepertimu" ujar dia kepadaku.
Aku merasa sangat senang dan langsung memilih salah satu kostum hantu vampir yang nampak cantik, gaunnya yang berwarna merah dengan aksen hitam sangat cantik di tambah jubah di belakangnya yang juga sangat bagus, aku tadinya ingin memiliki kostum vampir tersebut namun saat melihat harganya aku langsung mengurungkan niatku.
"Astaga... Harganya mahal sekali, bagaimana jika nanti dia meminta aku untuk mengganti uangnya? Ahh aku tidak bisa memilih kostum ini" gerutuku pelan.
Aku tidak tahu kalau ternyata di belakang tubuhku sudah ada tuan Lukas dan dia langsung mengambil kostum itu lalu membayarnya sebegitu saja.
"Saya ambil yang ini" ucap tuan Lukas kepada pelayan disana dan langsung membayar gaun itu dengan cepat.
"Ehh... Tuan kenapa kau membeli kostum yang itu, ahhh aku tidak ingin yang itu kembali kan saja aduhh itu sangat mahal" ucapku merasa resah,
"Sudah cepat sana kau ganti, aku sudah sangat muak melihat kau memakai pakaian tidak berbentuk seperti itu" bentak dia sambil mendorong tubuhku dengan paksa dan dia terus mendorongku masuk ke dalam ruang ganti.
"Ehh...eh..eh...tuan tapi tuan" ucapku tidak sampai selesai karena sudah terlanjur masuk ke dalam ruang ganti tersebut.
Aku melihat pakaian kostum vampir tersebut di cermin dan nampak terlihat sangat indah, aku pun tidak berpikir lama lagi dan segera memakai kostum itu hingga saat melihat hasilnya kostum itu sungguh sangat cocok untukku seakan memang sengaja di buat untuk diriku.
Aku sangat menyukainya hingga terus berputar di depan cermin dan memegangi sayap belakangnya yang aku kibaskan.
__ADS_1
"Wahhh.... Ini keren sekali, jika aku pergi ke sekolah dengan kostum ini semua orang pasti tidak akan meremehkan aku lagi, kostumnya sangat cantik sekali" ucapku bicara sendiri dan kagum dengan diriku sendiri di depan cermin.