
Namun sayangnya perkataan dia barusan tertahan oleh Kaylo yang sama sekali sudah tidak mempercayai dirinya bahkan saat itu Kaylo langsung saja hendak pergi dari sana meninggalkan Defi dengan semua kebenarannya dan malah memihak pada Cecil dengan semua manipulasi yang dia perbuat kepada Kaylo.
"Sudahlah Defi kau tidak perlu susah payah membela dirimu lagi di hadapanku, kau memang bersikap baik pada Cecil jika ada aku saja, aku sudah kecewa dan terlanjur tidak mempercayai dirimu lagi, ayo Cecil kita pergi saja dari sini tinggalkan dia sendirian sampai dia mengerti apa kesalahannya" ucap Kaylo yang sangat mengiris hati Defi.
Kaylo yang sudah gelap mata dia sama sekali tidak mempercayai Defi disaat Defi sudah berusaha untuk menjelaskan semua kejadiannya, dia terus saja bersikap keras dengan Defi dan tetap membela Cecil yang terlihat kesakitan memegangi kakinya tersebut, padahal saat itu aku sudah melihatnya dengan jelas bahwa Cecil menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah saat itu bahkan kakinya juga sama sekali tidak terlihat terluka.
Aku benar-benar merasa kasihan kepada Defi sebab aku bisa merasakan apa yang tengah dia rasakan dalam posisi tersebut, aku juga sering mengalami hal itu dahulu dan pelakunya adalah orang yang sama dia adalah Cecil dan ibu Wheeler yang selalu saja membuat aku sebagai kambing hitam ketika mereka membuat kesalahan dan aku yang harus menanggung semuanya.
Karena merasa tidak tega aku tidak bisa membiarkan Defi merasakan apa yang pernah aku alami dahulu, meski Defi bukan siapa-siapa untukku dan dia juga pernah bersikap buruk terhadapku namun bagiku dia juga tetaplah orang yang aku kenal sehingga tidak mungkin aku tetap diam ketika melihat sebuah kebenaran yang tidak mendapatkan pembelaan sedikitpun disana apalagi, dia justru malah menjadi korbannya.
"Ini tidak bisa di biarkan aku harus melawan Cecil kali ini, dia sungguh sudah melewati batas" gerutuku pelan.
Aku langsung saja berjalan cepat menghampiri mereka dan menghentikan Kaylo yang saat itu hendak pergi membawa Cecil bersamanya dari tempat itu.
"Tunggu kak...." Ucapku menghentikan Kaylo.
Mereka langsung kembali berbalik menatap ke arahku, tentu saja Kaylo mengerutkan dahinya dan aku tahu dia sangat membenciku, dia bahkan tidak menyukai aku sejak awal, dan aku tidak tahu apakah dia akan mendengarkan dan mempercayai apa yang akan aku katakan kepadanya atau tidak namun setidaknya aku harus tetap mencoba, sebab ini demi sebuah kebenaran yang aku ungkapkan.
"Adik... Sedang apa kau disini?" Tanya Cecil yang lebih dulu menanggapi aku.
Matanya terlihat membenci aku dalam lirikan pertama namun dia langsung merubah raut wajahnya dengan cepat ketika Kaylo turut berbalik menatapku saat itu, bisa aku pastikan dengan jelas bahwa Cecil tidak menyukai kehadiran aku saat itu.
__ADS_1
"Sedang apa dia disini dasar wanita ini, awas saja jika kau mau mengacaukan rencanaku" batin Cecil yang sudah merasa tidak enak hati saat itu.
"Ada apa kau memanggilku, beraninya kau menghentikan langkahku" bentak kak Kaylo kepadaku.
Aku tidak ingin berbasa basi lagi kepadanya sehingga aku langsung saja mengatakan yang sebenarnya terhadap dia karena aku takut kak Kaylo tidak ingin berbicara berlama-lama denganku saat itu.
"Kak aku hanya meminta sedikit waktu kepadamu, dan aku hanya ingin me.beritahumu tentang sebuah kebenaran" balasku kepadanya.
Seketika wajah dia terlihat langsung serius menatapku sedangkan Cecil nampak memperlihatkan wajahnya yang tegang juga sedikit cemas, aku tahu dia mungkin akan mencemaskan ucapan yang akan aku ungkapkan kepada kak Kaylo saat itu dan aku sangat senang ketika melihat dia memasang wajah cemas seperti itu.
"Cepat katakan, aku tidak memiliki banyak waktu untuk orang yang tidak berguna sepertimu" balas kak Kaylo kepadaku.
Ucapannya barusan sangat melukai hati dan harga diriku, dia seakan menyepelekan aku dan terus saja memandang rendah aku sejak awal aku masuk ke dalam sekolah ini hingga sekarang, padahal aku sama sekali tidak pernah mau berurusan dengan dia namun semua itu juga karena Cecil aku jadi di benci olehnya bahkan oleh seluruh kakak kelas dan teman-teman sekelas ku.
Entah dari mana aku bisa memunculkan keberanian sebesar itu disaat aku bertemu dengan Cecil, mungkin ini adalah keberanian pertama dan sebuah perubahan pertama yang aku lakukan untuk melawan Cecil dengan sekuat tenagaku bahkan sebenarnya saat itu kakiku sudah bergetar cukup kencang karena aku tetap merasa takut Cecil akan membuat aku menjadi kambing hitam lagi.
Karena aku tahu dia sangat cerdik, aku takut dan tidak tahu harus berbuat apa saat itu, kak Kaylo langsung menatap aku semakin tajam dan dia langsung saja hampir menampar pipiku saat itu namun lagi-lagi semuanya sesuai dengan apa yang aku takutkan, Cecil menahan tangan kak Kaylo yang hampir menampar pipiku, dan lagi-lagi dia kembali membuat sebuah akting drama yang sangat menyebalkan untuk aku lihat saat itu.
Dia terlihat pura-pura baik kepadaku saat itu, dan seakan-akan bahwa dirinya tengah membela aku dan melindungi aku di hadapan kak Kaylo saat itu padahal sudah jelas sebenarnya dialah orang yang jahat dan dialah si tukang manipulatif yang sesungguhnya.
"Kau... Rasakan ini beraninya kau menunjuk Cec seperti itu!" Bentak kak Kaylo yang langsung melayangkan tangannya hampir menampar aku saat itu.
__ADS_1
"Berhenti Kaylo jangan lakukan itu padanya, bagaimana pun dia adalah adikku dia orang yang sangat aku perdulikan, aku tidak ingin mihat adikku terluka sedikitpun" ujar Cecil sambil memasang wajah yang sendu dan seakan dia menjadi orang yang sangat baik hati di hadapan kami semua.
Sebab perkataan dari Cecil yang terlihat begitu meyakinkan kak Kaylo kembali lagi tertipu dengan wajahnya tersebut dan dia langsung saja mempercayai Cecil dengan begitu mudahnya, bahkan dia sama sekali tidak berpikir dua kali saat itu.
"Beruntung kau memiliki kakak yang baik hati seperti Cecil, jika tidak aku akan benar-benar menamparmu dan memberi kau pajaran yang tidak akan pernah kau lupakan, bersikap baiklah kepada kakakmu dasar wanita tidak tahu malu!" Bentak kak Kaylo kepadaku.
Aku bisa mihat dengan jelas dari sorot matanya saat itu dimana dia terlihat sangat membenci aku dan lebih-lebih lagi daripada sebelumnya, tapi walau begitu aku tetap tidak akan menyerah dengan mudah, aku tetap menahan tangan kak Kaylo yang hendak di bawa pergi bersama Cecil saat itu.
"Tunggu kak, kau jangan mudah tertipu oleh wajah dan ucapan manis yang dia katakan, dia tidak sebaik yang kau lihat bahkan aku baru saja melihat dirinya yang sebenarnya bukan kak Defi yang mendorong dia tetapi dia sendiri yang dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke lantai dengan keras, bahkan dia sudah tahu bahwa kau ada di sekitar sini, sehingga dia sengaja melakukan itu kepadamu dia sudah memanipulasi dirimu, kau jangan tertipu olehnya, tolong percaya padaku kak" ucapku yang masih berusaha dengan keras untuk memberitahu dia semua kebenarannya.
Kak Kaylo memang sepertinya sudah tercuci otaknya itu dengan semua manipulasi yang di berikan oleh Cecil selama ini terhadapnya, meski aku sudah mengatakan yang sebenarnya dia tetap saja sama sekali tidak mempercayai aku sedikitpun, dia tetap saja malah balik membenci aku dan menghempaskan tanganku dengan kuat.
"Lepaskan tanganku, kau wanita tidak tahu malu dan tidak tahu di untung, sudah memiliki kakak angkat yang sangat baik kepadamu dan selalu membelamu tapi kau justru malah memfitnah dia seperti itu, dasar kau wanita sialan, sudah Cecil jangan menangis lagi, wanita seperti dia tidak pantas memiliki kakak yang sangat baik sepertimu" ucap kak Kaylo yang terlihat semakin membenciku saja.
Dia menghempaskan tanganku dengan kuat, bahkan dia dengan sengaja mendorong bahuku dengan cukup kuat saat itu, dan aku langsung saja jatuh terdorong ke belakang cukup keras saat itu.
Namun untungnya aku tidak sampai jatuh ke lantai sebab kak Defi menahan tubuhku dengan cepat dan tepat, aku juga segera berterima kasih kepadanya karena dia sudah mau menahan tubuhku dan menolongku saat itu.
"Aahhh..... terimakasih banyak kak" ujarku kepadanya,
"Kau seharusnya tidak mencoba membantuku, dia tidak akan mempercayai apapun yang kita jelaskan, dia memang buta bahkan sudah buta sejak lama" balas kak Defi begitu saja lalu dia langsung pergi meninggalkan aku dengan cepat.
__ADS_1
Aku melihat punggungnyanyang pergi semakin jauh dari tempat itu dan aku tahu dengan jelas bahwa saat itu, kak Defi tidak baik-baik saja, aku juga sudah sering berada di posisinya jadi tentu saja aku mengetahui dengan jelas apa yang dia rasakan kala itu.