Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Di rumah tuan Lukas


__ADS_3

Aku tidak bisa melakukan apapun atau berkata apapun lagi, perasaanku masih merasa tidak menentu dengan kehilangannya bi Ida dan sekarang aku tidak tahu apakah aku harus senang karena dia semakin dekat denganku, atau apakah aku harus sedih karena dia bertunangan denganku karena sebuah keterpaksaan.


Selama perjalanan dia juga tidak berbicara padaku dan dia langsung pergi ke perusahaan nya kembali untuk mengurusi pekerjaan di hari pertunangannya sendiri, sedangkan aku hanya dia turunkan di depan rumahnya dan aku di berikan sebuah kartu untuk pasport masuk ke dalam kediamannya itu, aku hanya mengambilnya segera dan masuk ke sana sesuai dengan yang dia perintahkan.


Lalu aku tidak berani masuk ke dalam kamar manapun karena aku takut dia akan marah kepadaku aku hanya duduk di ruang tengah rumah itu sambil memegangi kartu masuknya di tanganku.


Sedangkan disisi lain, tuan Lukas sengaja melakukan itu untuk mengawasinya secara diam-diam, bahkan tuan Lukas sudah memasang cctv tersembunyi di seluruh bagian rumahnya kecuali kamar dia, ruang kerja dan kamar tempat Vivian akan tinggal nanti.


Sekarang di dalam mobil tepat setelah Vivian masuk ke dalam rumah itu, tuan Lukas terus memantau dia dari layar ponselnya dan dia sama sekali tidak melihat sesuatu yang mencurigakan kecuali wanita itu hanya duduk termenung menatap ke arah televisi yang tidak dinyalakan.


"Bram apa kau pikir wanita ini waras? Sedari tadi dia hanya duduk termenung menatap ke depan dan tidak melakukan apapun" ucap tuan Lukas merasa aneh dan berbicara pada sekretariat yang mengemudi mobilnya di depan,


"Mungkin nyonya Vivian hanya syok saja tuan karena jika saya tidak salah dengar dia baru saja kehilangan satu-satunya pelayan yang paling dekat dengannya dan pelayan itu sudah meninggal dunia" ucap sekretaris Bram.


Tuan Lukas pun langsung mematikan ponselnya itu dan dia menyuruh sekretaris Bram untuk memutar balik mobilnya dan dia memutuskan untuk kembali ke kediamannya, hingga sesampainya di sana tuan Lukas langsung menghampiri aku dan dia berdiri di sampingku menyuruh aku untuk bangkit menghadapnya.


"Heh... Berdiri kau, aku menjadikanmu tunanganku hanya di depan publik tapi di belakang sini kau adalah pelayan untukku, sekarang bersihkan rumah ini, baru aku akan menunjukkan dimana kamarmu" ucapnya dengan datar padaku,


Aku tidak membalas ucapannya dan hanya mengangguk patuh lalu bergegas untuk pergi membersihkan rumah itu, rumah yang sangat luas ketika aku melihat sekelilingnya yang begitu mewah dan bagus.

__ADS_1


Rumah ini jauh lebih indah dan luas dibandingkan rumah tempatku tinggal sejak kecil hingga kemarin namun rasanya rumah ini jauh lebih damai dan nyaman di bandingkan rumah lamaku, dan aku hanya ingin sebuah kedamaian saja sehingga aku menuruti semua perintah pria itu.


Aku juga belum tahu pasti apakah dia benar pria buta yang aku cari-cari selama ini atau bukan, sebab mereka terlihat memiliki kepribadian yang sangat jauh berbeda satu sama lain.


Pria buta yang ku anggap sebagai malaikat penolongku adalah pria yang lembut dan baik hati, cara bicaranya sangat sopan dan dia perhatian berbeda sekali dengan tuan Lukas ini yang sangat kasar pada wanita dan dia memiliki wajah yang dingin dan datar.


"Apa aku salah mengira dia adalah malaikat pelindungku? Wajahnya sama persis namun sifatnya sangat berbeda" gerutuku memikirkan sambil terus membersihkan semuanya.


Aku sudah terbiasa melakukan hal-hal berat dan kotor sebelumnya sehingga membersihkan rumah itu bukanlah pekerjaan yang akan menyulitkan ku meskipun aku sangat kelelahan dan lemas karena harus membersihkan rumah seluas itu seorang diri.


"Hah.... Ini sangat melelahkan, tapi untungnya sudah selesai dengan cepat" ucapku sambil mengusap keringat di dahiku.


Aku tidak tahu di mana tuan Lukas saat ini dan aku berusaha untuk mencarinya namun segera mengurungkan niatku karena aku takut salah dalam bertindak dan aku takut dia akan memarahiku, wajahnya itu sangat membuat aku takut sekali sehingga aku tidak berani melakukan kesalahan di kediamannya ini.


"Hoaamm.... Aku lelah dan sangat mengantuk, kapan dia akan muncul yah?" Ucapku sambil menutup mulutku yang menguap.


Aku menyandarkan diriku ke belakang dan akhirnya malah langsung tertidur dengan lelap saking lelahnya membersihkan semua bagian dan celah yang ada di dalam rumah ini hampir selama beberapa jam karena rumah ini sangat besar.


Padahal aku hanya membersihkan lantai bawahnya saja karena tuan Lukas tidak memberikan izin kepadaku untuk pergi ke lantai atas sebab itu ada tempat ruangan kerja dan kamar pribadinya sehingga dia tidak menyukai orang lain naik ke atas saja dan takut akan mengacau dengan pekerjaan dirinya hingga menyebabkan keributan.

__ADS_1


Aku tertidur disana dengan merebahkan tubuhku ke belakang dan tangan yang masih memegangi kemoceng juga sebuah lap kecil yang aku taruh di bahuku sedangkan aku saat itu masih menggunakan sebuah gaun yang cukup merepotkan untuk aku gunakan saat acara pertunangan sebelumnya.


Sampai malam tiba, dan tuan Lukas baru ingat dengan ucapannya sendiri karena dia belum sempat keluar dari ruangan kerjanya hingga melupakan seorang Vivian.


"Astaga... Aku melupakan gadis pirang itu" ucapnya mulai teringat.


Dia pun segera menuruni tangga dan melihat Vivian yang tengah tertidur lelap di sofa dengan penampilan yang sudah berantakan dan gaun yang kenakan cukup kotor sebab Devi sedari tadi.


Tuan Lukas merasa kesal saat melihat Vivian malah tidur di sofa dengan postur tubuh yang seperti itu, dia pun segera turun ke bawah mengambil segelas air dan dia mengguyurkan air itu begitu saja keatas kepalaku hingga aku langsung bangun dengan segera.


"Bangun kau hah! Enak banget yah kau tidur di rumahku padahal ini masih jam tujuh malam" ucapnya sambil terus menghuyurku hingga air di gelas itu habis seluruhnya membasahi tubuh dan rambutku.


"Aaahhhh... Kenapa kau tega sekali melakukan ini padaku, apa salahku hah? Hingga kau berani melakukan ini?" Ucapku yang sudah sangat tidak tahan dengan sikapnya itu,


"Haha... Kau ingin tahu apa kesalahanmu padaku, salahmu adalah kau mengganti posisi seseorang yang sudah aku rindukan dan tengah aku cari-cari terus menerus keberadaannya, dan ingat ketika dia kembali dan menampakkan dirinya padaku aku akan segera membuang mu bahkan melenyapkan mu!" Ancam dia begitu saja.


Tidak bisa di pungkiri meskipun ancamannya hanya sekilas, tapi itu cukup sekali untuk membuat aku takut kepadanya dalam setiap hari" gumamku dalam hati terus memikirkan.


Setelah berkata mengancamku seperti itu, kemudian dia langsung menyeretku masuk ke dalam sebuah kamar dan mendorong aku hingga jatuh tersungkur pada lantai kamar tersebut.

__ADS_1


Kemudian dia segera menutup kembali pintu itu cukup keras, sedangkan aku hanya bisa bangkit dengan kedua kakiku yang terus aku kuatkan sendiri. Meski harus jatuh berkali-kali dia tetap menolongku dan aku sangat senang dengannya.


Aku tahu dia memang bukan pria yang buruk atau pun perfeksionis namun aku taku dia pasti akan tetap memiliki sebuah perasaan di hatinya kecuali bagi orang-orang yang mementingkan gosip.dari.tetangga yang lainnya dari teman dan teman dan teman perempuannya yang lain.


__ADS_2