Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Ending


__ADS_3

Aku menatapnya dengan heran sebab dia tiba-tiba saja menggandeng tanganku dan sama sekali tidak menghiraukan ucapan dan sapaan dari Cecil juga nyonya Wheeler saat itu.


Dia terus membawa aku keluar dari sana dan aku sungguh merasa sangat senang sampai terus menatap wajahnya selama berjalan dan sangat senang ketika melihat tanganku benar-benar di gandeng olehnya saat itu.


Tidak pernah aku bayangkan sebelumnya bahwa aku bisa di gandeng oleh seorang tuan Lukas bahkan Cecil dan nyonya Wheeler bisa aku abaikan begitu saja, mereka juga terlihat sangat kesal dan menggerutu sendiri karena tidak di anggap kehadirannya oleh kami berdua.


Setelah keluar dari restoran itu dan masuk ke dalam mobil aku benar-benar merasa sangat senang dan tidak bisa berhenti untuk terus memperlihatkan senyuma lebar di wajahnya, semua ini sungguh membuatku bahagia tidak karuan dan tidak tahu harus seperti apa dalam menanggapi tuan Lukas sekarang, di mataku dia sudah terlihat sangat luar biasa sekali sekarang, sampai aku tidak tahu mau bicara apa kepadanya.


"Vivian ada apa denganmu, apa kau masih merasa tidak nyaman karena kedua orang itu? Aku sungguh tidak menyukai Cecil" ucap tuan Lukas tiba-tiba saja mengatakan semua itu kepadaku.


"Ohh ...tidak aku sama sekali tidak seperti itu, justru aku merasa sangat senang karena tuan membawa aku pergi dari sana, aku memang tidak ingin bertemu lagi dengan orang-orang seperti mereka, terimakasih" balasku kepadanya dengan segera.


Dia tersenyum kepadaku dan segera melajukan kembali mobilnya membawa aku pulang ke kediaman dia.


Malam itu menjadi malam yang sangat indah kami bisa menikmati makan malam bersama dan aku sudah tahu bahwa tuan Lukas menyukaiku, kami sudah bertemu sekarang, aku rasa memang tidak ada lagi yang perlu aku khawatir, semua usaha yang aku lakukan untuk mengejar dia tidak sia-sia karena pada akhirnya dia tetap bisa aku gapai dan aku miliki sekarang.


Sedangkan disisiain Cecil merasa sangat kesal dan terlihat dia langsung menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai saking kesalnya di abaikan oleh tuan Lukas dan Vivian, dia sangat tidak terima Vivian yang selama ini dia anggap sebagai keset dan pelayan rendahan bisa berbuat seperti itu kepadanya.


"Eughhh....ibu aku sangat kesal aku tidak bisa membiarkan dia seperti ini kepadaku, kau harus membalasnya!" Ucap Vivian kepada ibunya.


Tapi sayangnya nyonya Wheeler sekalipun tidak akan bisa melawan seorang tuan Lukas apa lagi berhubungan buruk dengannya karena perjanjian yang sudah mereka sepakati sebelumnya di tambah tuan Lukas bukan orang sembarangan yang bisa mereka singgung dengan mudah, hampir seluruh orang-orang berpengaruh di negeri itu bekerjasama dengan tuan Lukas dan bisnisnya menjadi yang paling kuat juga berpengaruh di kota tersebut.


Sehingga dia juga tidak dapat menyinggung tuan Lukas, dan hanya bisa berusaha untuk menenangkan putrinya Cecil.


"Cecil sudahlah kita sudah membuat perjanjian dengan tuan Lukas sebaiknya kau lepaskan saja Vivian lagi pula dia juga sudah tidak memberikan manfaat lagi bagi keluarga kita, jadi untuk apa memperhatikan orang yang tidak pantas seperti dia itu" balas nyonya Wheeler.


Meski begitu Cecil tetap saja merasa sangat tidak terima dengan balasan yang di berikan ibunya, dia merasa sang ibu sudah tidak berada di pihak dirinya lagi, ibunya sudah tidak mendukung dirinya sehingga Cecil langsung marah besar dan pergi dari sana secepatnya.


"Baiklah aku tidak akan meminta bantuan darimu lagi, Bu aku bisa membalaskan kekesalanku padanya sendiri, aku tidak akan diam saja melihat dia seperti itu, dia harusnya menderita bukan bahagia!" Bentak Cecil pergi dari sana dengan kesal dan di penuhi oleh emosi.


Karena dia tidak bisa meminta bantuan dari ibunya untuk membalaskan dendam dan kekesalan yang dia rasakan kepada Vivian sehingga Cecil berniat untuk membalaskan semua itu seorang diri dia langsung pergi ke salah satu supermarket yang tidak jauh dari tempat tersebut, dia membeli beberapa lem yang paling kuat yang di jual disana.


Dia berniat untuk membalas perbuatan dari Vivian yang sudah membuatnya malu saat di restoran sehingga dia berpikir bahwa dirinya juga akan mempermalukan Vivian juga di hadapan banyak orang dengan caranya sendiri.


"Vivian lihat saja besok aku akan mempermalukan mu lebih daripada apa yang kau lakukan kepadaku tadi" gerutu Cecil dengan wajah jahatnya.


Sampai ke esokan paginya Cecil dengan teman-temannya tersebut pergi lebih awal dan mereka segera masuk ke dalam kelas Cecil dengan mengendap-ngendap perlahan di pagi hari, Cecil sudah membawa lem paling kuat yang sudah dia beli semalam dan dengan cepat dia mengeluarkan lem bening yang hampir tidak terlihat itu ke atas kursi yang biasa di duduki oleh Vivian.


Tidak tanggung-tanggung Cecil memberikan semua lem itu sangat banyak hingga memenuhi seluruh kursi tersebut tapi disaat Cecil memberikan lem tersebut ke kursi Vivian saat itu kebetulan Bimo ada memiliki jadwal kerja pagi hari sehingga dia datang lebih awal untuk membersihkan kelas dan dia melihat sua yang Cecil lakukan sehingga dia langsung merekamnya dengan cepat untuk memberikan rekaman itu kepada Vivian nantinya dan dengan sengaja membuat bukti.


"Aahhh....itukan Cecil sedang apa dia di bangku Vivian, apa jangan-jangan dia?" Ucap Bimo yang menduga-duga pada awalnya.


Dia segera merekam semua kejahatan yang dilakukan oleh Cecil, hingga ketika Cecil dan dia temannya keluar dari sana Bimo langsung menunduk dan bersembunyi di balik tong sampah yang ada disana sampai mereka pergi ke kelas mereka.


Bimo merasa sangat lega walau sebelumnya dia panik dan ketakutan Cecil akan mengetahui dirinya yang merekam semua kelakuan jahatnya tersebut.


"Huhh...untung saja aku masih sempat untuk sembunyi, aku harus memeriksa ke dalam apa yang mereka berikan pada kursi Cecil tadi" ucap Bimo sambil segera masuk ke dalam kelas.


Saat dia baru saja masuk dia melihat kursi Vivian sudah di penuhi dengan lem yang cukup banyak dan lem itu hampir tidak terlihat jika saja Bimo tidak mencoba untuk menyentuh kursi yang terlihat agak tebal tersebut.


Sedangkan disisi lain Elis dan aku baru saja tiba di kelas saat itu dan Bimo yang terlihat berdiri di samping kursiku dia langsung saja menahan aku juga Elis untuk tidak mendekati kursiku saat itu, aku merasa sangat heran sekali mengapa dia menahanku dengan wajah seperti itu.


"Ehhh....Vivian Elis kalian tidak boleh duduk di bangku ini, pokoknya kalian duduk saja di tempat lain dulu" ucap Bimo menahan kami berdua.


Elis langsung mendorong Bimo dan dia segera duduk di kursinya, saat itu Bimo sama sekali tidak menahannya lagi, tetapi di saat aku hendak duduk di kursiku juga, dia justru malah menarik tanganku dan terus menyuruh aku agar tidak duduk di kursi tersebut.


"Aishh..minggir kau menghalangi jalanku saja, lagi pula siapa yang mau duduk di kursi Vivian aku juga punya kursiku sendiri" balas Elis saat itu dengan sedikit kesal pada Bimo.


"Ehhh ....Vivian kau tidak boleh duduk!" Ucap Bimo langsung saja menahanku saat itu.

__ADS_1


Aku menatapnya dengan mengerutkan kedua alisku dan merasa sangat kebingungan tapi disaat aku berusaha untuk menyingkirkan tangannya Bimo malah terus menahan aku semakin kuat, hingga membuat aku harus sedikit membentaknya saat itu.


"Bimo ada apa denganmu, kenapa kau aneh sekali hari ini, aku ingin duduk di bangku ku saja kenapa kau terus melarangku seperti ini?" Bentakku kepadanya dengan sedikit kesal.


"Tidak boleh Vivian kau harus melihat ini lebih dulu, Cecil sudah memberikan lem perekat yang tidak terlalu nampak pada kursimu, jika kau mendudukinya maka b*kongmu bisa saja menyatu dengan kursi tersebut, memangnya kau mau menerima semua itu?" Balas Bimo kepadaku saat itu.


Aku langsung membelalakkan mataku begitu pula dengan Elis yang langsung berdiri dan berteriak cukup keras menatap ke arah Bimo dengan kaget.


"APA?...aishhh..dasar di Cecil sialan itu, kita tidak boleh diam saja Vivian hampir akan menduduki kursi itu, kita harus memberikan dia pelajaran atas ulahnya ini!" Bentak Elis yang terlihat sangat kesal dan emosi kepadanya.


Sedangkan aku masih terdiam mematung mengetahui mengenai hal itu, aku tidak menduga jika Cecil masih bisa berbuat seperti itu kepadaku padahal aku rasa aku sudah tidak pernah mengusik dia lagi, aku juga sudah tidak tinggal dengannya ataupun mencoba menjadi lebih pintar dan populer darinya.


Tapi aku tidak tahu mengapa dia masih sangat membenci aku dan terus mengganggu hidupku, sampai berani melakukan hal seperti ini padaku.


Saat aku diam mematung dan Bimo tengah mencoba menghentikan Elis yang terus saja berontak ingin pergi menemui Cecil untuk memberikannya pelajaran, murid lain banyak yang berdatangan masuk dan Bimo segera mengajak aku untuk pergi mengganti kursi tersebut.


"Aishh...Elis...sudah...sudah, kita buat perhitungan kepada Cecil nanti saja lagi pula aku sudah mengantongi bukti kuat, aku punya rekamannya sekarang kita sebaiknya mengganti kursi ini dulu, guru sudah mau datang" ucap Bimo menghentikan Elis.


Mendengar ucapan itu Elis akhirnya bisa langsung menjadi lebih tenang dan lebih mudah di kendalikan, dia juga terlihat sangat bersemangat untuk melihat bukti yang di miliki oleh Bimo saat itu, sehingga dia terus meminta bukti rekaman itu karena ingin segera melihatnya.


"Apa? Benarkah kau memiliki buktinya? Kalau begitu mana cepat perlihatkan kepadaku" ucap Elis sangat tidak sabar,


"Iya nanti akan aku perlihatkan kepada kau juga Vivian sekarang aku mau membantu Vivian untuk mengembalikan kursinya dulu, kau diam disini oke, jangan mengacau atau berulah" ucap Bimo kepadanya.


Dia pun segera menarik kursi itu dan membawanya bersama denganku pergi ke gudang tempat penyimpanan peralatan sekolah dan ingin menggantinya dengan kursi lain yang lebih baik dan bagus.


Hingga di perjalanan kami tidak sengaja mihat Cecil yang tengah bertengkar dengan kak Defi, saat aku hendak melewati jalan di lorong itu bersama Bimo, jelas sekali aku lihat Cecil menampar kak Defi cukup keras, sedangkan disaat kak Defi menampar balik dirinya muncul kak Kaylo yang menyaksikan semua itu sehingga seperti biasa Cecil terus saja berpura-pura bahwa dia yang disakiti oleh kak Defi di hadapan kak Kaylo.


"Hah.... apa-apaan ini, ternyata si Cecil itu sebusuk ini?" Ucap Bimo yang baru melihatnya secara langsung.


Itu sungguh membuat aku sangat kesal karena harus menyaksikan hal sampah dan menjengkelkan seperti ini, aku ingin sekali membela kak Defi yang terus saja selalu di salahkan oleh Kaylo dan tidak di sanggap, padahal meski tampilannya sangat dingin justru kak Defi lebih memiliki hati di bandingkan seorang Cecil yang jahat luar dan dalam.


"Dunia benar-benar telah buta, Bimo kau bawa bangku ini sendiri aku harus membela kebenaran sekarang!" Ucapku sambil saling tatap dan mengangguk kepada Bimo.


"Ehh..Vivian tunggu aku juga ikut denganmu saja, aku ingin membela kebenaran juga" teriak Bimo yang mengikuti aku dari belakang sambil menggusur kursi itu sendirian.


Saat itu aku lihat kak Kaylo tengah bertengkar membentak kak Defi dengan ucapan yang cukup kasar dan terkesan tidak tahu diri, sehingga aku tidak bisa menahannya lagi mihat kak Defi seorang diri dan terdesak seperti itu, langsung saja aku datang ke tengah-tengah mereka dan menampar pipi kiri Cecil dengan keras hingga membuat perdebatan diantara kak Kaylo dankak Defi langsung terhenti karena mereka beralih menatap ke arah aku yang menampar Cecil secara tiba-tiba saat itu.


"Plak...." Sebuah tamparan yang tepat mengenai pipi bagian kiri milik Cecil Wheeler hingga menimbulkan cap merah berbentuk jari tangan milikku di pipinya.


"Aaahhhh....Vivian apa yang kamu lakukan, kenapa kamu tiba-tiba saja menamparku seperti ini?" Ucap Cecil memasang wajah yang pilu saat itu.


"Plak...." Tamparan kedua yang aku layangkan kepada pipi bagian kanannya sama kerasnya dengan yang pertama.


Cecil kembali mengangkat kepalanya dan aku berniat memberikan dia tamparan yang ketiga namun sayangnya kak Kaylo berhasil menahan tanganku dengan kuat dan dia menghempaskan nya sangat kasar hingga aku harus terdorong ke bakang beberapa langkah.


"Kau....jangan beraninya kau menampar Cecil seperti itu atau aku yang akan menghajarmu tanpa ampun Vivian!" Ucap kak Kaylo kepadaku.


Aku hanya menatap sinis ke arah mereka berdua dan kak Defi langsung menari tanganku sampai aku berada disisinya, aku tahu dia masih ingin melindungi aku bahkan disaat posisi dirinya sendiri juga tidak aman.


"Vivian apa yang kamu lakukan?" Ucap kak Defi menatap dengan penuh keheranan kepadaku.


Aku melepaskan genggaman tangannya dariku dan mencoba meyakinkan dia bahwa aku bisa Mawan Cecil saat itu, aku sudah terbebas dari belenggu keluargannya dan aku bisa melawan dia sekarang karena tuan Lukas juga sudah mengingatku.


Aku bisa membela diriku dan orang lain yang mendapatkan penderitaan sama dari Cecil, aku tidak bisa diam saja, lagi pula aku sudah bukan Vivian yang sebatang kara lagi, aku sudah bukan Vivian yang lemah dan tidak berdaya seperti dulu lagi sekarang aku adalah Vivian tanpa nama belakang Wheeler, aku Vivian yang berani dan akan selalu membela diri mulai saat ini.


"Tenang saja kak, aku bisa menangani manusia jahat ini, aku akan memberikan semua hal yang pernah dia lakukan kepadaku juga padamu" ucapku meyakinkan kak Defi.


Meskipun saat itu kak Defi terlihat tetap menahanku namun aku tidak bisa diam saja kesabaran di dalam diriku benar-benar sudah habis terlebih disaat aku tahu Cecil sudah berniat untuk berbuat jahat lagi denganku tanpa aku tahu dimana letak kesalahanku kepadanya.

__ADS_1


"Cecil kau ingin tahu bukan kenapa aku memberikan dia tamparan kepadaku? Kau dengar ini baik-baik Cecil" ucapku kepadanya dengan tajam.


"Tamparan pertama aku berikan untuk memberimu hukuman karena kau pernah menamparku dulu, kak menyiksa aku dengan ibumu dan kau selalu saja tidak senang dengan apapun yang aku miliki padahal selama ini aku tidak pernah memiliki apapun yang lebih daripada kamu, dan tamparan yang kedua untuk balasan kau yang merebut kak Kaylo dari kak Defi!" Bentakku padanya.


Kak Kaylo yang mendengar ucapan kedua dariku dia langsung saja menatap tajam kepadaku dan Cecil mulai terlihat cukup panik saat itu, kak Kaylo mungkinmerasa bingung dan heran karena aku membawa namanya dalam masalah ini dan dia juga mungkin kaget ketika mendengar bahwa aku selalu mendapatkan banyak perlakuan buruk dari Cecil.


Sampai kak Kaylo langsung saja menjauhkan dirinya dari Cecil dan menjaga jarak darinya, tidak sedekat sebelumnya lagi.


"Vivian apa yang kamu bicarakan, Cecil tidak pernah merebut aku dari Defi tapi memang Defi yang sudah berubah menjadi wanita jahat" balas kak Kaylo kepadaku.


Aku hanya tersenyum kecil menanggapinya.


"Kak Kaylo tidakkah kamu mendengarkan ucapanku barusan, Cecil selalu memperlakukan aku dengan buruk bahkan secara tidak langsung dia dan ibunya bak menjual aku kepada seorang pengusaha kaya raya dan paling berkuasa, kau tahu siapa itu, dia adalah tuan Lukas. Dia menjadi tunanganku karena Cecil yang mencintaimu tapi apa yang dia lakukan dia masih membuat rumor seakan tuan Lukas masih mencintai dia dan mengejarnya hingga datang ke sekolah ini, padahal tuan Lukas datang ke sekolah untuk memberikan surat sakit karena aku tidak bisa hadir ke sekolah, dia adalah pembohong yang handal dan si manifulatip yang sangat baik, kau telah banyak tertipu olehnya dia tidak sebaik yang kau pikirkan dan kak Defi tidak seburuk yang kamu lihat" balasku mengatakan semuanya.


Seketika kak Kaylo terlihat menatap tajam ke arah Cecil, dan Cecil hanya bisa terus menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Tidak.... semua itu bohong Kaylo, kau tahu dia sangat iri denganku dia hanya membual saja, dia bahkan tidak akan bisa membuktikan apapun dari ucapannya tersebut" ucap Cecil kepada kak Kaylo.


"Kak Kaylo kau benar-benar bodoh jika kau masih tidak mempercayai aku, temanku Bimo bisa memberikan buktinya padamu dan aku bisa membawamu untuk menemui tunanganku tuan Lukas agar dia sendiri yang mengatakannya padamu bagaimana Cecil dan nyonya Wheeler memperlakukan aku selama ini" ucapku kepadanya.


Melihat itu kak Kaylo terlihat sedikit berpikir dan dia mulai mempercayai aku.


"Aku akan mempercayaimu Vivian tapi aku tetap ingin melihat bukti yang ada pada temanmu untuk meyakinkan diriku" balas kak Kaylo yang membuat aku dan kak Defi merasa senang saat itu.


Sedangkan Cecil terlihat cemas dan ketakutan dia mulai resah dan langsung saja menahan kak Kaylo untuk melihat rekaman video yang akan di berikan oleh Bimo kepada kami saat itu.


"Tidak...jangan percaya kepadanya Kaylo dia itu pembohong dia hanya iri denganku dia selalu tidak mau kalah dariku, kau tidak boleh mempercayai ucapannya itu, dia juga tidak mungkin memiliki buktinya" ucap Cecil sambil menahan tangan kak Kaylo dengan erat saat itu.


"Cecil....lepaskan tanganku, aku akan tetap melihatnya dahulu" ucap kak Kaylo sambil menghempaskan tangannya.


Aku benar-benar sangat senang akhirnya kak Kaylo bisa mendengarkan aku dan mau melihat bukti yang akan aku perlihatkan kepadanya untungnya aku juga sudah mendapatkan rekaman cctv di gerbang sekolah yang pernah aku ambil saat kejadian kak Defi yang bertemu dengan Cecil saat itu, aku sangat yakin kak Kaylo akan semakin percaya jika aku memperlihatkan kedua bukti rekaman video itu bersamaan kepadanya.


Sampai aku pun memperlihatkan semua itu, hingga membuat kak Kaylo juga kak Defi terperangah kaget, kak Defi kaget melihat aku memiliki videonya saat itu sedangkan kak Kaylo kini benar-benar sadar bahwa selama ini dia sudah di tipu oleh Cecil.


"Cecil semua bukti rekaman itu sudah sangat jelas kau lah yang jahat kepada Vivian dan Defi, ke apa kau melakukan semua ini Cecil?" Bentak kak Kaylo terlihat sangat kecewa saat itu.


Cecil terus saja sibuk membantah semua itu padahal semua bukti sudah sangat jelas sekali, namun dia masih terus mencoba untuk membela dirinya sendiri tanpa mau kalah sedikitpun.


"Tidak Kaylo semua itu editan itu bohong, kamu jangan mempercayai dia hanya dengan dua bukti seperti itu saja" ucap Cecil terus saja membantahnya.


Kak Kaylo sudah tida ingin mendengar ocehan darinya lagi dan dia langsung meminta maaf dengan kak Defi hingga dia mulai membawa kak Defi pergi darisana, aku juga bisa melihat kak Defi berterima kasih kepadaku dan aku hanya membalasnya dengan senyuman sambil mengangguk pelan padanya.


Sedangkan Cecil terlihat sangat frustasi dan kesal saat itu dia marah kepadaku dan hampir menamparku disaat aku tidak fokus, namun untungnya Bimo berhasil menahan tangan Cecil hingga dia langsung memelintirkan tangannya ke belakang dan aku bisa selamat karenanya.


"Aaaaah....aahhh...lepaskan...lepaskan tanganku, beraninya kau menyentuhku!" Bentak Cecil terus meringis kesakitan dengan tangannya yang di tahan oleh Bimo.


Aku baru membuka mataku dan tersenyum senang melihat Cecil kesakitan seperti itu, tapi sayangnya tetap saja aku tidak bisa sejahat dia, aku tetap merasa tidak tega sama sekali ketika melihat Bimo terus memelintirkan tangan Cecil di saat Cecil sudah terlihat kesakitan saat itu.


"Ehh....Bimo...sudah...sudah... Lepaskan saja dia, lagi pula kak Kaylo sudah sadar dan aku juga sudah bisa bersama tuan Lukasku, biarkan saja, dia tidak akan berani lagi melawanku atau berbuat jahat lagi, jika tidak tuan Lukas yang akan memberikannya hukuman" ucapku kepadanya.


Bimo pun dengan cepat melepaskan Cecil dan segera kami pergi dari sana secepatnya.


Cecil terlihat sangat kesal dan marah, tapi itulah balasan untuk orang yang jahat, sejak saat itu kak Kaylo yang menyebarkan semuanya hingga tidak ada satu orangpun di sekolah yang mempercayai Cecil lagi, dia di jauhi semua orang bahkan hampir di keluarkan dari sekolah, namun untungnya dia masih tetap bisa tinggal karena bantuan dari kedua orangtuanya.


Aku juga tidak tega melihatnya selalu di sindir oleh teman-temannya yang dulu bersama dengan dan aku mencoba untuk mendekatinya meski Bimo dan Elis melarangku.


"Cecil ayo menjadi temanku" ucapku kepadanya sambil mengulurkan tangan kepadanya,


"Tapi Vivian aku sudah sangat jahat kepadamu selama ini apa kamu masih mau menjadi temanku?" Ucap Cecil saat itu.

__ADS_1


Aku langsung mengangguk dan kami mulai menjadi teman baik sejak saat itu, pertunanganku dengan tuan Lukas juga akan segera di gelar, semua orang sudah menerima undangannya kami bisa menjalani hidup bahagia seperti yang kami semua impikan.


TAMAT:)


__ADS_2