Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Di Gendong


__ADS_3

Aku tidak menyerah meski tidak ada sahutan atau jawaban sedikit pun dari tuan Lukas saat itu, karena tidak mungkin aku benar-benar akan tidur di luar sini, yang sangat dingin dan banyak sekali nyamuk yang akan menggigit tubuhku kapan saja, aku pasti akan habis memiliki banyak bekas gigitan nyamuk yang merah dan gatal-gatal karenanya.


Itu sangat buruk bagiku nantinya, aku pun terus mengetuk pintunya dengan sekeras yang aku bisa dan aku juga tidak menyerah dengan hal itu, aku terus berteriak bahkan sampai suaraku sudah hampir serak dan aku terbatuk karena tenggorokanku aku sudah kering di buatnya.


"Hey....tuan...tok....tok....tok ...tuan tolong buka pintunya dan izinkan aku masuk, aku mohon tuan!" Teriakku terus menerus seperti itu.


Aku sudah sangat lelah dan tanganku juga sudah memerah karena terlalu keras mengetuk pintu dalam waktu yang cukup lama saat itu, sementara aku juga mulai merasa heran dan kebingungan kepada tuan Lukas sebab dia tiba-tiba saja tidak mengijinkan aku untuk masuk ke dalam rumahnya untuk pertama kali, dan dia juga tidak mengatakan atau bertemu denganku sebelumnya.


Tentu itu membuat aku merasa kebingungan sendiri saat ini, aku tidak tahu apa kesalahan yang aku perbuat kepadanya sehingga aku hanya bisa memohon kepadanya dan berusaha membujuk dia untuk membukakan pintu rumahnya dan mengijinkan aku untuk segera masuk sebelum seluruh tubuhku benar-benar akan habis di gigit oleh nyamuk yang sangat ganas di luar sini.


"Tuan....huhu....aku mohon, ya ampun nyamuk disini semakin banyak, tuan ayo cepat buka pintunya, pak Tiko aku mohon hey ....siapapun tolong bukakan pintunya huhu" teriakku lagi masih berharap mereka akan membukakan pintu untukku.


Sayangnya tetap tidak ada hasil yang dapat aku lihat meski aku sudah berteriak sangat kencang dan menghabiskan banyak tenaga di luar sana, memohon dan berteriak sekeras yang aku bisa semuanya tidak ada artinya sama sekali di mata dia dan aku merasa sangat benci dengan hal itu.


"Tuan.... Kau benar-benar tidak akan membukakan pintu ini untukku malam ini, aku bahkan tidak tahu apa kesalahanku sampai kau melakukan hal ini terhadapku" gerutuku merasa mulai putus asa.

__ADS_1


Aku tertunduk lesu dan kembali duduk bersimpuh di lantai sambil menyandarkan tubuhku ke tembok samping pintu masuk, meski nyamuk itu tetap semakin banyak mengerubungi, aku tetap tidak bisa melakukan apapun selain mengusirnya hingga tidak lama hujan tiba-tiba saja turun dan membuat nyamuk itu menghilang dengan cepat karena hujan yang turun semakin deras malam itu.


"Wahhh ....ini sungguhan hujan, aaahhhh syukurlah akhirnya nyamuk-nyamuk sialan itu bisa pergi juga, aku akan aman sekarang" ucapku merasa sedikit senang saat itu.


Aku mulai bisa menutup mata dengan sedikit lebih tenang dari sebelumnya, meskipun kini udaranya terasa jauh lebih dingin namun bagiku itu lebih baik daripada terus di gigiti oleh nyamuk yang cukup menyakitkan untukku dan membuat aku terus merasa sangat gatal di seluruh tubuhku saat itu.


"Aaaahh ....nyamuknya hilang sekarang malah rasa dingin yang membuat aku terasa akan membeli di luar sini, sssttn....aaduh ini dingin sekali" ucapku sambil terus menggosok kedua tanganku lebih cepat lagi.


Aku berusaha untuk membuat diriku tetap hangat namun sayangnya hujan yang semakin deras tentu saja membuat udara semakin dingin dan meski aku sudah berusaha keras menggosok tanganku tetap saja itu justru malah semakin tidak terasa olehku, aku berusaha untuk tetap tertidur karena aku juga sudah sangat mengantuk malam itu.


Sehingga aku tetap menutup mata dan memaksakan diri untuk tertidur meski dalam kondisi dan keadaan seperti itu, walau sangat dingin di tambah aku yang masih mengenakan pakaian terbuka itu semakin saja membuat aku menderita.


"CK.....dia sangat menyedihkan jika tertidur dengan cara seperti itu, mirip sekali seperti seorang gembel" celetuk tuan Lukas begitu saja.


Dia langsung keluar dari balkon kamarnya dan dia segera turun ke lantai bawah lalu memerintahkan pak Tiko untuk pergi dari balik pintu secepatnya.

__ADS_1


"Pak Tiko pergilah ke tempatmu, pekerjaanmu hari ini sudah selesai urusan gadis kecil itu biar aku yang akan menyelesaikannya" ujar tuan Lukas kepada pak Tiko saat itu,


"Baiklah tuan" balas pak Tiko tanpa banyak bicara lagi dan dia segera membungkuk lalu pergi dari sana dengan cepat.


Tuan Lukas mulai membuka pintu masuk dengan perlahan karena dia tidak ingin membangunkan Vivian dan tidak mau jika sampai ketahuan bahwa dia akan membawa Vivian masuk ke dalam rumahnya saat itu.


Pelan tapi pasti tuan Lukas mulai menggendong Vivian dan memeluk tubuhnya dengan erat, dia membawa masuk Vivian ke dalam rumah dan langsung menidurkan Vivian di kamar, bahkan tuan Lukas juga menyelimuti Vivian serta membuatnya tetap hangat dengan segera saat itu, dan Vivian juga tidak sadar sama sekali bahwa dia sudah di gendong oleh tuan Lukas saat itu.


"Dia sangat berat padahal tubuhnya kurus seperti itu, apa dia berat karena kebodohannya" gerutu tuan Lukas pelan setelah menyelimuti Vivian saat itu.


Dia segera kembali ke kamarnya dengan sebuah senyum tipis setelah berhasil memasukkan Vivian ke dalam rumahnya lagi dengan aman dan tanpa di ketahui oleh Vivian sendiri saat itu.


Sedangkan disisi lain pak Tiko yang melihat itu beliau juga tersenyum kecil melihat tuan Lukas untuk pertama kalinya perduli kepada seorang wanita setelah sekian lama dia selalu bersikap dingin dan acuh kepada semua wanita juga semua orang yang dia kenal.


Bukan tanpa Alasan mengapa seorang tuan Lukas bersikap seperti itu, semuanya rasa sakit yang dia alami di masa lalu, tepat ketika usianya masih sangat kecil saat itu, dan dia mengalami kebutaan kepada kedua matanya akibat dari sebuah kecelakaan yang menimpa keluarganya saat itu, bahkan karena kecelakaan tersebut dia kehilangan kedua orangtuanya, dan harus meneruskan perusahaan dalam usianya yang sangat kecil sekali bahkan dalam keadaan fisiknya yang buta saat itu.

__ADS_1


Semua orang sibuk meremehkan dirinya dan memandang dia sebelah mata, tidak ada siapapun yang mau membantu dia selain dari pak Tiko dan bi Ida yang memang sudah bersama dengannya sejak dia masih bayi dan sudah setia dengan keluarganya sejak lama, dia membesarkan dirinya sendiri dan membangun perusahaan milik ayahnya seorang diri hanya dengan berbekalkan sebuah surat wasiat yang sudah di buat oleh ayah dan ibunya untuk berjaga-jaga saat itu.


Dia mampu melewati semuanya dengan banyak rintangan dan kesulitan hingga dia bisa tumbuh menjadi seorang pria sekuat sekarang dan bisa kembali melihat dunia dengan kedua mata milik sang ibu yang telah di donorkan kepadanya.


__ADS_2