Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Cecil dan Defi


__ADS_3

Saat itu ketika mereka sudah berada di kantin nampak terlihat Defi duduk seorang diri di salah satu meja yang ada disana dan saat melihat itu dengan cepat Cecil mengajak Kaylo untuk datang menghampiri Defi yang tengah sendiri, sekaligus dia dengan sengaja ingin memperlihatkan kedekatan dirinya dengan Kaylo pada Defi saat itu.


"Ehhh... Itu Defi, kita duduk disana dengan dia yuk" ucap Cecil sambil langsung saja menarik tangan Kaylo ke sana dengan cepat,


"Hallo Defi kursi ini kosong kan, boleh aku dan Kaylo duduk bersamamu?" Tanya Cecil saat itu,


"Boleh duduk saja" balas Defi dengan cepat.


Wajahnya nampak terlihat sangat kesal sebab dia melihat Kaylo tersenyum kepadanya namun dengan jelas sekali dia melihat Cecil masih memeluk tangan Kaylo dengan sangat erat saat itu, dia sungguh tidak bisa melihat hal itu dan Defi merasa sangat kesal sekali hingga dia tidak bisa melanjutkan makannya sebab melihat Cecil yang terus menempel pada Kaylo di hadapannya.


"Aku sudah tahu mereka berdua hanya akan membuatku kesal dan Cecil selalu memanas manasi aku, benar-benar dua orang pengganggu" gumam Defi dalam hati kecilnya yang mulai terbakar saat itu.


Karena tidak ingin membuat masalah dan keributan disana akhirnya Defi memilih untuk mengalah dan pergi meninggalkan mereka dari sana secepatnya.


Namun disaat Defi bangkit dari kursinya Cecil langsung menahan dia dan bertanya kepada Defi seakan dia tidak ingin Defi pergi dari tempat itu dan harus menemani dia terus untuk makan bersama Kaylo bersama, padahal saat itu Defi sudah sangat muak dan dia tahu jelas bagaimana Cecil yang sesungguhnya jika tidak ada Kaylo atau teman-teman yang lain di sekitarnya.


"Ehh .. Defi kamu mau pergi kemana makananmu kan belum habis?" Tanya Cecil dengan cepat,


"Ah... Aku mendadak sudah kenyang dan masih banyak pekerjaan sekolah yang harus aku selesaikan, aku pergi duluan" balas Defi yang sudah tidak tahan lagi melihat wajah so baik dan so polos yang di pakaian oleh Cecil saat itu,


"Defi padahal aku ingin makan bersamamu kenapa kamu malah seperti menghindari aku dan Kaylo, aku merasa sedih kamu seperti berubah" ucap Cecil mulai membuat drama sendiri.


Defi langsung mengerutkan dahinya dan dia merasa sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Cecil kala itu, padahal dia sudah berusaha untuk menyembunyikan kekesalannya sendiri bahkan dia juga tidak membongkar bagaimana sikap Cecil sesungguhnya, namun Cecil justru malah membalas kebaikannya dengan cara seperti ini, membuat darama seakan-akan memojokkan dirinya di hadapan Kaylo secara langsung.


"Cecil apa yang kau katakan aku sama sekali tidak menghindarimu atau pun Kaylo aku hanya benar-benar sudah kenyang dan memiliki banyak tugas yang belum selesai" balas Defi berusaha membela dirinya.


Sayangnya Kaylo sudah terlanjur kesal dan dia buta karena mempercayai hasutan dari Cecil kala itu, sampai dia malah menyalahkan Defi secara langsung.


"Defi kau memang menghindariku bahkan saat kita berpapasan di kelas sebelumnya kau malah pergi begitu saja dan sekarang kau juga seperti menghindari kami dengan terang-terangan, apa kau tidak menyukai aku dan Cecil, apa kamu melakukan kesalahan kepadamu sampai kau seperti ini? Katakan Defi kenapa kau diam saja seperti itu?" Ucap Kaylo mendesak Defi.


Defi menarik nafas dalam dan dia membuangnya perlahan, dia harus tetap bersabar dalam menghadapi wanita seperti Cecil yang punya otak licik dan wajah yang selalu mendukung dia dalam segala hal, dia juga pandai ber akting sehingga Defi tidak akan mampu mengimbanginya saat itu.


"Kaylo kau salah mengira seperti itu, tadi aku mengabaikan kamu bukan karena aku benar-benar sengaja melakukannya aku hanya kebelet untuk ke kamar mandi jadi aku tidak bisa menanggapi kamu, dan saat ini aku juga baru ingat jika memang ada tugas yang aku lewatkan jika kau tidak percaya ikut saja denganku dan sekalian bantu aku menyelesaikan tugasnya kau kan pandai, apalagi kau Cecil sebagai teman yang baik kamu mau kan membantu aku menyelesaikan tugasku" ucap Defi sengaja membalikkan senjata yang di pakai oleh Cecil untuk menyerangnya.


Seketika Cecil terlihat gugup dan bingung dia juga merasa sangat kesal dan geram karena tidak berhasil menjebak Defi dan gagal untuk membuat dia marah dan mengamuk pada Kaylo, padahal saat itu Cecil sudah bisa melihat emosi membara dalam diri Defi dan dia sudah sangat tidak sabar untuk melihat Defi bertengkar dengan Kaylo dan ingin membuat mereka berdua saling membenci satu sama lain.


Sayangnya rencananya itu gagal total dan kini justru malah dirinya sendiri yang terpaksa harus membantu Defi untuk menyelesaikan tugasnya yang ternyata memang cukup banyak.

__ADS_1


Kaylo yang melihat semuanya secara nyata dia pun menjadi langsung percaya pada Defi dan dia juga segera membantu Defi secepatnya, bahkan dia juga menyuruh Cecil untuk ikut membantunya dengan segera karena tugas Defi memang sangat banyak saat itu.


"Euhhh... Ini semua tugasku aku saat itu sakit selama tiga hari jadi tidak bisa menyalin catatan dan juga ada tugas sekolah yang belum sempat aku kerjakan, bagaimana apa kalian bisa membantuku?" Ucap Defi sambil menunjukkan tumpukan buku yang cukup banyak,


Cecil yang melihat itu seketika dia menelan salivanya dengan susah payah, dia tidak menduga bahwa Defi memang memiliki banyak tugas seperti itu hingga menumpuk di atas mejanya dan dia sangat tidak ingin membantu orang yang bersaing dengan dirinya untuk mendapatkan satu pria yang sama.


"Wahh ... Defi tugasmu sangat banyak sekali, maaf aku sudah mencurigaiku tadi, aku hanya merasa aneh saja karena kejadiannya berbarengan" ucap Kaylo yang meminta maaf secara langsung pada Defi,


"Tidak masalah aku juga baik-baik saja, tapi untuk menebus kesalahanku itu, kau tahu harus berbuat apa kan Kaylo" tambah Defi kepadanya,


"Tenang saja aku pasti akan membantumu begitu juga dengan Cecil kita yang jenius ini, iya kan Cecil.... Cecil, ada apa denganmu?" Ucap Kaylo yang melihat Cecil hanya diam termenung saat itu.


Sedangkan Defi sudah tahu mengapa Cecil diam termenung seperti itu.


"Dia pasti tidak menduga aku bisa memiliki banyak tugas seperti ini, ahahaha... Tidak sia-sia akunsakit beberapa hari ini" gumam Defi dalam hati kecilnya yang merasa sangat puas karena bisa mengerjai balik seorang Cecil yang licik.


"Cecil jangan bilang kau tidak mau membantu Defi menyelesaikan tugasnya ini?" Tambah Kaylo menatap dengan mengerutkan dahinya pada Cecil dan terlihat sangat serius kala itu.


Cecil pun dengan cepat menghempaskan pikiran dan kekesalannya untuk sejenak dan dia segera membalas ucapan dari Kaylo karena dia juga tidak ingin terlihat buruk di hadapan Kaylo sehingga dia pun langsung menyetujui untuk membantu Defi dalam menyelesaikan tugasnya yang sangat menumpuk itu.


"Aku tidak boleh membuat Kaylo merasa curiga kepadaku sedikitpun, aku harus menahan diri pada Defi sialan itu" gumam Cecil di dalam.hatinya yang jahat.


"A..a.ahhhm.. tidak bukan begitu mana mungkin aku tidak mau membantu sahabatku sendiri, aku akan dengan senang hati membantumu Defi, tadi aku hanya berpikir saja kenapa aku bisa berperasangkan buruk pada Defi sebelumnya, aku sangat menyesali hal itu, maafkan aku ya Defi" ucap Cecil yang memang sangat cerdik dan licik.


Bahkan di saat dia hampir saja ketahuan berbohong seperti itu, dia masih saja bisa membelokkan ucapannya dan dia membuat seorang Kaylo kembali tertipu oleh wajah dan ucapan manisnya tersebut, itu cukup menjengkelkan bagi Defi yang melihat semua itu.


"Ouh... Tentu saja Cecil aku sudah memaafkan kalian berdua, sudah jangan meminta maaf terus seperti itu, kita harus segera menyelesaikan tugasku ini, ayo Cecil duduk di kursiku saja aku akan mencari kursi lain untuk aku dan Kaylo" ucap Defi kepadanya.


Sebenarnya saat itu Defi sangat kesal dan ingin langsung menjambak atau menghajar wajah Cecil yang sangat lihai bersilat lidah, namun dia harus tetap menahan diri dengan sekuat tenaganya dan dia masih harus bertahan di samping Kaylo, dia harus terus mengimbangi kelicikan dari Cecil jika dia tidak ingin berakhir menyedihkan karena ulah wanita licik itu.


*****


Disisi lain aku merasa sangat bosan hanya berdiam diri di rumah sendiri tanpa melakukan apapun karena semua pekerjaan juga sudah selesai dan tidak ada hal lain lagi yang bisa aku kerjakan saat itu, aku sudah berolahraga dan melakukan pemanasan di samping kolam renang, sudah menonton televisi hingga menangis dan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila dan aku juga sudah melamun di luar tanpa melakukan apapun.


Bahkan aku sudah memasak untuk makan siangmu sendiri dan menikmati makananku dengan sangat puas karena tidak ada yang bisa mengganggu aku kali ini, dan aku sangat merasa senang sekali sebab bisa menikmati banyak makanan di dalam rumah ini, tapi aku juga tetap harus menjaga batasanku karena aku tidak ingin tuan Lukas datang ke rumah dan langsung memarahi aku nantinya.


Hingga waktu terus berlalu dengan cepatnya dan aku juga sudah sangat bosan hingga tidur berselonjor di sofa sendiri sambil menatap langit-langit rumah yang mewah itu, aku melamun memikirkan hidupku yang sangat hampa ini, setiap hari aku hanya sekolah, beres-beres rumah dan memasak.

__ADS_1


Semuanya itu aku lakukan berulang-ulang kali di setiap harinya tapi aku sama sekali belum mendapatkan kebahagiaan atau petunjuk mengenai kedua orang tuaku, aku juga terus memikirkan tentang perjanjian apa yang di tanda tangani oleh tuan Lukas bersama Cecil dan ibu angkatku malam tadi.


Aku sudah sangat lelah untuk memikirkannya namun aku juga tidak bisa menanyakan semua hal itu secara langsung kepada tuan Lukas karena dia tidak pernah tahu bahwa malam itu aku mengikutinya ke restoran tersebut.


"Aahhh... Aku harus bagaimana mana sekarang? Apa sebaiknya aku geledah lagi ruang kerjanya yah? Tapi jam segini tuan Lukas pasti akan segera datang aahhh aku tidak ingin mengambil resiko apapun sekarang" ucapku berbicara sendiri.


Hingga tidak lama kemudian aku mulai teringat dengan les piano yang selama ini aku geluti, aku sudah lama sekali tidak pergi ke sana dan aku sangat ingin menemui Aska sekarang, aku sangat merindukan bocah lucu tersebut.


"Aahhh... Kapan ya aku bisa mempir dan bermain piano lagi dengan Aska san anak-anak lainnya, aku sudah sangat merindukan mereka semua, apa mereka juga merindukan aku atau tidak yah?" Gerutuku berbicara sendiri.


Sampai tidak lama terdengar bunyi bel dan aku buru-buru pergi untuk membukanya namun saat aku membuka pintu itu rupanya itu Tiko, yang merupakan asisten sekaligus orang kepercayaan tuan Lukas, aku pikir dia datang dengan tuan Lukas jadi aku celingukan kesana kemari mencari keberadaan tuan Lukas di sekitar sana.


"Nona apa yang sedang kamu cari?" Ucap Tiko kepadaku,


"Ahhhh .. aku mencari tuan Lukas dimana dia, tidak mungkin kamu kesini seorang diri bukan?" Balasku kepadanya,


"Saya memang ke sini seorang diri nona" balas Tiko dengan dingin padaku.


"Ohhh begitu..... Ehhh, tunggu kenapa kau kemari sendiri, ada perlu apa kau kemari?" Balasku yang baru sadar dan langsung kaget.


"Tuan Lukas yang meminta saya untuk menjemput anda, mari ikut saya nona Wheeler" ucap pak Tiko kepadaku.


Aku menaikkan kedua alisku dengan heran dan penuh kebingungan namun saat itu aku tetap menurutinya dan masuk ke dalam mobil dengan segera bersama pak Tiko, aku tidak tahu pak Tiko akan membawa aku kemana saat itu, namun dia tiba-tiba saja menghentikan mobil di depan sebuah salon kecantikan yang sangat megah dan mewah hingga itu membuat aku heran di buatnya.


"Nona ayo turun kita sudah sampai" ucap pak Tiko sambil membukakan pintu mobil untukku dan mempersilahkan aku untuk keluar dari dalam mobil saat itu.


Aku pun segera keluar masih dengan kepala yang linglung dan tidak mengerti apapun saat itu, sekaligus aku merasa sangat heran sekali dengan pak Tiko yang tiba-tiba menjemput aku dan membawa aku ke depan salon mewah seperti ini.


Saat pak Tiko mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam salon itu aku langsung menghentikan dia dan bertanya terlebih dahulu padanya.


"Nona silahkan masuk" ucap pak Tiko kepadaku,


"Tunggu pak, untuk apa membawa aku kemari dan kau menyuruh aku untuk masuk?" Tanyaku kepadanya dengan heran.


Tapi pak Tiko masih saja tidak mau memberitahu padaku tujuan utama dia membawa aku ke sana saat itu, dan dia justru malah terus mendorong tubuhku pelan dan mendesak aku untuk segera masuk ke dalam salon kecantikan yang besar dan mewah tersebut.


"Nona silahkan masuk saja dahulu, nanti tuan Lukas sendiri yang akan memberitahu anda, mari nona saya antarkan ke dalam" ujar pak Tiko yang tidak memberitahu aku lagi.

__ADS_1


Aku masuk ke dalam dengan gugup sampai pak Tiko menyerahkan aku kepada seorang perias disana dan mereka langsung saja menarik tanganku dan menyuruh aku untuk duduk di depan cermin yang cukup besar lalu mereka membuka ikatan rambutku lalu memakaikan aku sebuah bando yang berbulu dan agak tebal, mereka juga langsung mengemprotkan sesuatu pada wajahku membuat aku sangat kaget di buatnya dan seketika memejamkan mataku dengan cepat.


__ADS_2