Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Bertemu Klien


__ADS_3

Aku bingung dan merasa heran saat melihatnya namun aku juga tidak bisa melakukan apapun karena perias tersebut terus saja menahan aku meski aku berkali-kali berusaha untuk bangkit berdiri dan hendak bangkit dari kursi itu.


"Aduhh.... Aku ingin pergi kau mau melakukan apa kepadaku?" Ucapku berusaha untuk bangkit dan melarikan diri dari sana.


Namun perias itu terus menahanku dengan kuat dan dia menekan bahuku begitu saja berkali-kali sampai membuat aku merasa kesal, aku hanya bisa pasrah dan cemberut kesal karena tanganku terus di tahan dan bahuku di tekan olehnya dengan kuat hingga aku tidak bisa melakukan apapun lagi.


Dan hanya bisa pasrah menerimanya saja, aku tidak bisa melakukan apapun lagi dan hanya bisa pasrah membiarkan sang perias tersebut untuk terus melakukan semua yang dia inginkan kepada wajahku saat itu, meski aku merasa sangat kesal dan bersin beberapa kali karena tidak bisa menahan bedak yang masuk ke dalam hidung juga mulutku saat itu, namun perias tersebut terus saja merias wajahku dengan sesuka hatinya seperti itu.


"Ohok....ohok....aduh... Apa-apaan sih kak aduhh heyy bedaknya masuk ke dalam hidupkua duh....hacimm...hacim..." Ucapku sambil terus terbatuk dan bersin berkali kali karenanya.


Dia malah terus saja mengabaikan ucapan dariku dan terus saja merias dan memakaikan banyak sekali make up pada wajahku bahkan dia entah melakukan apa saja pada bagian wajahku saat itu, sampai aku sendiri merasa sangat tidak nyaman karena hal itu.


Hingga tidak lama kemudian setelah beberapa menit berlalu dia pun selesai juga merias wajahku itu, hingga dia mulai menyuruh aku untuk membuka mataku dan melihat penampilan diriku di cermin sekarang.


"Gadis manis ayo lihat wajahmu di cermin sekarang kau terlihat cantik" ucap perias itu padaku.


Aku sebenarnya saat itu merasa sangat ragu sampai perlahan aku mulai membuka wajahku dengan perlahan dan segera aku melihat wajahku di cermin saat itu, ketika aku melihat wajahku aku sangat kaget dan terperangah melihat wajahku sangat jauh berbeda dari wajahku yang sebelumnya, bahkan aku hampir saja tidak mengenali wajahku sendiri saat bercermin.


"Wahh... Apakah yang ada di dalam pantulan cermin itu adalah aku? Tidak.... Itu tidak mungkin aku bukan?" Ucapku dengan kaget dan merasa heran sendiri.


Namun perias itu langsung saja mengatakan dengan tegas dengan nada yang agak membentak padaku mengatakan bahwa itu memang diriku.


"Dasar kau ini gadis yang lucu, itu sungguh kau, akulah yang sudah merias wajahmu sampai bisa membuat kamu secantik saat ini, bukankah itu bagus?" Ucapnya sambil menggenggam kedua pundakku dengan pelan saat itu.


Lalu tiba-tiba saja perias tadi juga menarik tanganku lagi dan membawa aku ke dalam ruangan ganti juga dia langsung memberikan sebuah gaun berwarna merah yang terlihat sangat cantik untuk aku pakai saat itu.


"Ini cepat ganti pakaianmu dan segera temui tuan Lukas, ayo cepat ganti sebelum dia akan menutup salon terbaik milikku ini" ujarnya kepadaku.


Dan hal itu membuat aku sangat kaget dan heran, aku belum sempat bertanya dengan jelas kepadanya mengapa aku harus memakai gaun tersebut tapi sayangnya perias itu sudah pergi lebih dulu begitu saja dan dia langsung menutup tirai ruang ganti tersebut, sehingga aku pun mulai merasa heran juga kebingungan sendiri satu sama lain.

__ADS_1


Aku menatap di depan cermin dengan mengenakan gaun berwarna merah itu, gaunnya sangat cantik dan begitu elegan ada mutiara kecil di bagian leher dan pinggangnya yang menambah kecantikan gaun tersebut, hanya saja belahan bagian bawahnya begitu tinggi hingga sampai di atas lututku dan gaun dress itu terlihat cukup ketat saat aku kenakan sehingga aku merasa sedikit tidak nyaman ketika mengenakannya jika di hadapan orang lain.


Aku mulai keluar karena terdengar suara sang perias yang sudah menyuruh aku untuk segera keluar dari ruang ganti tersebut dan ketika aku keluar nampak sudah ada pak Tiko yang sudah berdiri menungguku tepat di depan ruangan ganti tersebut.


"Wow.... Nona kau benar-benar mendandaninya cukup luar biasa, saya rasa tuan Lukas akan puas dengan hasilnya dan anda tidak akan jadi bangkrut kali ini" ujar pak Tiko kepadanya saat itu.


Aku menatap dengan linglung dan heran kepada pak Tiko yang terlihat menatapku dengan lekat hingga dia mulai mempersilahkan aku untuk segera berjalan masuk hingga ke dalam mobil, sampai aku akhirnya segera saja masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang, walau begitu aku masih saja merasa resah dan sangat penasaran dengan kedatangan pak Tiko yang tiba-tiba dan sekarang malah mendandani aku hingga seperti ini.


Bahkan rambutku juga sudah di tata dengan rapih membuat aku sama sekali tidak terlihat seperti diriku yang biasanya, aku pun mulai bertanya dengan memberanikan diri kepada pak Tiko saat itu.


"Pak sebenarnya kau mau membawa aku kemana, kenapa kau melakukan semua ini kepadaku, memangnya aku akan menghadiri sebuah pesta?" Tanyaku kepadanya dengan semua kepenasaranan yang ada di dalam hatiku saat itu,


"Tenang saja nona nanti anda akan mengetahuinya setelah bertemu dengan tuan Lukas karena saya sendiri tidak mengetahui hal tersebut, saya hanya menjalankan tugas dari beliau saja" balas pak Tiko kepadaku.


Lagi dan lagi aku hanya bisa menghembuskan nafas kasar dan tidak tahu harus berbuat apa lagi karena bahkan pak Tiko sendiri tidak mengetahui hal tersebut dan aku hanya bisa diam menunggu dengan perasaan yang resah tidak menentu kala itu.


Aku menurutinya dan segera berjalan keluar dari mobil hingga pak Tiko membawa aku masuk ke dalam gedung perusahaan yang sangat menjulang tinggi dan begitu mewah, sejak aku masuk ke dalam gedung mewah itu semua karyawan dan orang-orang disana yang berlalu lalang langsung memalingkan pandangannya ke arahku dan mereka menatap aku dengan tatapan yang cukup aneh dan membuat aku sedikit risih dengan hal itu, sehingga aku terus berjalan sambil menunduk sampai masuk ke dalam lift dengan pak Tiko.


Bahkan bisikan dari beberapa orang disana masih bisa aku dengan dengan jelas namun mereka justru malah menduga aku sebagai wanita simpanannya pak Tiko padahal aku sama sekali bukan wanita seperti itu dan mereka semua banyak yang mengomentari cara berpakaianku saat itu padahal aku juga memakainya karena sebuah paksaan bukan keinginan diriku sendiri.


Sampai kami tiba di ruang kerja atau kantornya tuan Lukas, pak Tiko langsung mempersilahkan aku untuk masuk lebih dulu ke dalam ruang kantornya tuan Lukas.


"Mari nona Vivian silahkan masuk lebih dulu, tuan Lukas sudah ada di dalam menunggu kehadiran anda dengan bener klien pentingnya, dan saya harap anda tidak melakukan kesalahan apapun" ucap pak Tiko saat itu.


Aku masih tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan namun pak Tiko sudah langsung membukakan pintu itu untukku sehingga aku terpaksa harus langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dengan perasaan yang masih bingung sebab disana aku juga melihat sudah ada seorang pria yang terlihat sudah tua dengan seorang wanita yang sedikit lebih muda darinya.


Mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang sangat romantis dan begitu serasi sedangkan ketika aku melihat mereka menatap ke arahku aku langsung berjalan pelan meski dengan perasaan yang tidak karuan sampai tuan Lukas langsung saja bangkit menyambut aku begitu juga dengan dua orang yang duduk di hadapannya.


Mereka semua langsung berdiri seperti menyambut aku dan tersenyum kepadaku hingga tidak di sangka tuan Lukas langsung berjalan ke arahku dan dia berbicara sesuatu yang romantis dan lembut padaku.

__ADS_1


"Sayang.... Akhirnya kau tiba juga, klien kita sudah menunggu kehadiranmu sejak lama, mereka sepertinya meragukan hubunganku denganmu sayang" ucap tuan Lukas kepadaku secara tiba-tiba saat itu.


Awalnya aku membelalakkan mataku merasa aneh dan heran juga kaget karena tuan Lukas memanggil aku dengan sebutan sayang seperti itu untuk pertama kalinya dan aku sungguh tidak tahu harus bagaimana dalam menanggapinya kala itu.


"Apa yang tuan Lukas katakan, apa dia hanya mengatakan itu karena ada dua klien di hadapannya saat ini, atau dia kenapa?" Gumamku merasa bingung dan linglung.


Sampai tuan Lukas langsung saja memeluk aku dan membisikan sesuatu cukup pelan di telingaku dan membuat aku merasa merinding mendengar bisikan nya itu sebab dia juga mengecup pipiku begitu saja di hadapan dia orang tersebut yang ada di ruangannya.


"Aahhh .... Sayang aku sangat merindukanmu" ucap tuan Lukas sambil langsung memeluk aku dengan erat begitu saja, membuat aku kebingungan,


"Ikuti aktingnya atau aku akan memberimu hukuman!" Bisik tuan Lukas mengancam aku.


Aku tidak tahu lagi harus melakukan apa, sampai akhirnya aku pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum menanggapi semua yang tuan Lukas katakan kepadaku sampai dia meraih tanganku dan mempersilahkan aku untuk duduk di sofa tepat berhadapan dengan pasangan suami istri di depannya.


Dia mulai mengobrol dengan mereka dan memperkenalkan aku kepada sepasang suami istri itu, aku merasa sangat dan begitu bingung dengan apa yang harus aku lakukan namun aku tetap membalas uluran tangan dari mereka dengan cepat sebagai tanda menghormati mereka dan tidak mau mempermalukan tuan Lukas sebab aku juga sangat takut dengan ancaman yang dia berikan kepadaku kala itu.


"Perkenalkan tuan nyonya ini adalah tunanganku sekaligus calon istriku, dan aku sangat setia dengan ya begitupun dengan istriku yang sangat mencintaiku dalam segelanya, bahkan kau bisa melihatnya dengan jelas bagaimana dia langsung datang menemuiku disaat dia seharusnya bersantai di rumahku dan menyiapkan makan malam untukku saat ini, namun demi menemui kalian yang sebelumnya tidak mempercayai hubungan kami, dia terpaksa harus datang kemari untuk menemui kalian berdua, tidakkah kalian sekarang merasa bersalah kepadanya?" Ucap tuan Lukas begitu saja.


Sampai membuat dia orang tua itu meminta maaf kepadaku berkali-kali dan aku merasa sangat heran dan bingung karena aku memang tidak melakukan kesalahan apapun, apalagi mereka yang berbuat kesalahan padaku, karena kami saja baru bertemu untuk pertama kalinya saat ini.


"Ohh... Maafkan kami nona Vivian, saya kira tuan Lukas masih lajang sehingga saya berniat untuk menjodohkan dia dengan putri saya, saya sungguh telah lancang mohon maafkan kami berdua, dan tuan Lukas saya akan tetap bekerjasama dengan perusahaan anda ini seterusnya saya akan segera memberikan semuanya" ujar sang pria tua itu meminta maaf kepadaku sambil membungkuk.


Yang di ikuti oleh istrinya tersebut, aku sungguh merasa aneh dan tidak enak karena mereka malah meminta maaf terhadapku begitu saja tanpa aku tahu mereka melakukan kesalahan apa terhadapku.


"Ehh?.... Sudah tuan nyonya kalian tidak perlu meminta maaf seperti itu kepadaku, aku tidak masalah, ini hanya kesalahan pahaman saja" ujarku sambil segera membangunkan mereka agar mereka tidak membungkuk meminta maaf seperti itu terhadapku.


"Aahh..... Terimakasih banyak nona Vivian anda benar-benar murah hati sama seperti yang banyak di bicarakan oleh tuan Lukas, aku pikir itu hanya sebuah kebohongan namun sekarang aku melihatnya dengan jelas bahwa kau memang wanita yang luar biasa" ucap seorang wanita tua tersebut.


Aku menjadi merasa sangat canggung dan tidak enak terhadap mereka berdua sebab aku tahu bahwa mereka berdua lebih tua jauh di atasku sehingga karena itulah aku tidak bisa menerima penghormatan dari mereka secara berlebihan seperti itu, di tambah aku juga tidak menyadari apa kesalahan mereka padaku hingga harus meminta maaf sampai seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2