Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Mengantar Ke Sekolah


__ADS_3

Aku segera masuk dengan perasaan yang kesal sampai tidak sengaja aku langsung membanting pintu mobilku dengan terlalu kuat saat itu sampai membuat suara yang sangat keras sekali dan tuan Lukas langsung saja menatap ke arahku dengan kejam di saat aku hendak memasang sabuk pengaman di tubuhku.


"A .a...aaahhh.. maaf tuan aku tidak sengaja membanting pintu mobilku, aku sungguh tidak bermaksud melakukannya dengan sengaja aku sungguh-sungguh" ucapku kepadanya sambil mengangkat dua jariku agar dia bisa percaya dengan ucapanku.


Saat itu adalah momen paling menegangkan dalam hidupku, aku benar-benar tidak tahu lagi harus mengatakan seperti apa kepadanya karena wajahnya terlihat begitu serius menatap ke arahku dan matanya itu terlihat di sipitkan dengan sengaja seakan dia tengah mencaritahu kebenarannya terhadapku, aku sangat takut sekali ketika melihat ekspresi wajahnya saat itu, dia benar-benar seperti monster dingin yang sangat menyeramkan tapi bodohnya aku menyukai dia.


Sampai tidak lama kemudian dia langsung saja memalingkan pandangannya ke depan dan segera melajukan mobilnya kembali dengan pelan, dan membalas ucapanku dengan wajah yang datar.


"Sudahlah kencangkan sabuk pengaman mu" ujar tuan Lukas kepadaku saat itu, dan langsung saja aku balas dengan anggukkan kepadanya dengan secepat yang aku bisa.


Aku sungguh merasa lega setelah dia sudah mau bicara kembali kepadaku, walaupun dia hanya menatap aku seperti itu sebelumnya, dan aku juga tanpa sadar tersenyum sedikit melihatnya yang begitu tampan jika di lihat dari samping dan wajah seriusnya saat menyetir sungguh membuat aku candu ketika melihatnya.


"Hehe....tuan Lukas memang tampan, sepertinya hanya sikapnya saja yang perlu aku perbaiki sedikit" batinku saat itu sambil tersenyum sendiri.


Walau saat itu aku tidak menduga bahwa dia mau mengantarkan aku ke sekolah, tapi kali ini aku sungguh merasa senang karena dia sendiri yang menyetir mobil duduk di sampingku dengan wajah yang terlihat cukup tampan, sebenarnya saat itu aku ingin sekali memberitahu semua orang bahwa aku adalah tunangannya dan aku sangat mencintainya tapi sejak pertama kali kejadian di kantor tuan Lukas saat itu, aku tahu bahwa dia memang tidak ingin orang lain mengetahui mengenai hubungan aku dan dia.


Dan aku langsung merasa sadar diri karenanya, aku hanya diam saja sepanjang perjalanan dengan hati yang jauh lebih baik sekarang, walau lututku terasa sakit namun hanya dengan melihat wajah tuan Arfanka dan sikapnya yang sudah mau mengantarkan aku ke sekolah saja itu sudah lebih dari cukup untukku dan aku sangat senang dengannya.


Hingga ketika sampai di depan sekolah aku langysaja keluar dari mobil dan berniat membuka pintu mobilku saat itu, namun yang tidak aku duga tiba-tiba saja tuan Lukas datang membukakan pintu mobilnya untukku dan itu membuat aku sangat kaget melihatnya.


Aku kaget dan langsung memebalalakkan mataku dengan lebar ketika melihatnya dan aku tidak menduga jika dia bisa bersikap sebaik itu kepadaku, aku termenung menatapnya dengan heran dan aneh sedangkan dia langsung saja menyuruh aku dan meminta aku untuk segera keluar dari dalam mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


"Heh...apa lagi yang kau tunggu, ayo cepat keluar, kenapa kau malah diam saja!" Ucap tuan Lukas kepadaku saat itu.


Aku yang masih merasa kaget dan kebingungan sendiri terus saja hanya terdiam termenung sambil menaikkan kedua alisku bersamaan kepadanya saat itu karena aku baru sadar bahwa dia menyuruh aku untuk segera keluar dari dalam mobilnya saat itu.


Hingga tidak lama kemudian dia justru malah langsung saja menarik tanganku dengan kuat dan aku benar-benar sadar karena nya yang menarik tanganku dengan cukup kuat untuk keluar dari dalam mobilnya dengan paksa seperti itu.


"Aishh...sudah ayo kemari keluarlah kau membuat aku membuang banyak waktuku apa kau tahu!" Bentak dia dengan keras dan langsung saja membawa aku keluar dari sana.


"A...a..aahhh maaf, maafkan aku tuan aku tadi hanya melamun sebentar saja, maafkan aku" balasku kepadanya dengan pelan saat itu.


Aku menunduk karena merasa malu kepadanya sampai tidak lama disaat aku dan tuan Lukas tengah berdiri berhadapan dan saat itu tuan Lukas hendak masuk ke dalam mobilnya kedua temanku Bimo dan Elis datang mengagetkan aku dengan cukup keras sambil menepuk pundakku yang membuat aku sangat kaget sekali saat itu.


"Hey....sedang apa kau disini? Ehh....bukankah ini tuan Lukas yang CEO ternama itu yah?" Ucap Bimo yang memegangi pundakku saat itu.


Tapi tiba-tiba saja tuan Lukas langsung saja menghampiri aku dan menarik tanganku dengan kuat menjauh dari Bimo dan Elis saat itu sampai aku berdiri di sampingnya dan dia terlihat menatap cemas kepadaku sambil terus saja bertanya kepadaku mengenai keadaan dadaku, padahal aku baik-baik saja, saat itu aku hanya kaget biasa tapi memang aku tidak bisa tahan jika saat di kagetkan seperti itu, namun melihat tuan Lukas yang mencemaskan aku seperti itu, justru malah membuat aku semakin kaget dan merasa terheran.


"Mana yang sakit, apa dadamu baik-baik saja, kau tidak perlu sekolah jika kau tidak sehat, ayo kembali masuk ke mobil, dan kau anak muda jika sampai gadis konyol ini kenapa-napa aku akan menuntut mu!" Ucap tuan Lukas dengan tatapan yang tajam kepada Bimo saat itu.


Aku merasa kaget dan sangat heran melihatnya bisa sepanik itu kepadaku dan aku benar-benar merasa terperangah kaget dengannya.


"E ..e..ehhh...tuan ada apa denganmu aku baik-baik saja, kau jangan mencemaskan aku seperti itu" ucapku kepadanya sambil menahan tangannya saat itu.

__ADS_1


Tapi meski aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku baik-baik saja dia terlihat tetap saja ngeyel denganku dan terus saja membentak aku dan malah terus menyuruh aku untuk kembali masuk ke dalam mobilnya dengan paksa padahal aku mau sekolah aku sama sekali tidak sakit.


"Apa lagi yang kau tunggu, ayo cepat kembali masuk, cepat masuk kenapa kau malah diam saja seperti ini!" Bentak tuan Lukas sambil menarik tanganku cukup kuat seperti itu.


"Tuan...aku baik-baik saja kau tidak perlu mencemaskan aku berlebihan seperti itu, aku hanya tidak terbiasa saat di kagetkan aku tidak memiliki penyakit jantung kok, aku sehat dan bugar aku masih bisa untuk sekolah tuan" balasku menjelaskan kepadanya saat itu,


Tapi dia seakan tidak mendengarkan aku, sampai akhirnya Elis menahan tanganku dan dia berbicara dengan sangat tajam kepada tuan Lukas juga dengan penuh keberanian saat itu.


"Hey....tuan apa hubungan anda dengan Vivian, kenapa kau harus memaksanya seperti itu, dia bilang dia mau sekolah kau tidak bisa memaksa dia seenaknya" ucap Eli dengan tegas kepada tuan Lukas.


Aku hanya bisa menatapnya terperangah dan tidak menduga jika Elis bahkan berani melawan tuan Lukas hanya demi membantuku, dia memang wanita yang sangat keren dan yang paling baik kepadaku selama ini.


Aku segera menenangkan dia dan menengahkan mereka karena aku juga tidak ingin Elis mengetahui mengenai hubungan aku yang sebenarnya dengan tuan Lukas, selain itu aku juga tahu bahwa tuan Lukas pasti tidak ingin orang lain mengetahui hubungan diantara kami, aku tidak ingin merasa malu karena aku.


Saat itu langsung saja aku mengatakan kepadanya bahwa aku hanya mengenal dia sebagai teman tetap justru malah tuan Lukas sendiri yang membongkar hubungan diantara kami saat itu, dan dia mengatakan yang sebenarnya kepada Bimo dan Elis dengan lantang saat itu, sampai membuat kedua sahabatku tersebut langsung terperangah menatap dengan heran padaku juga tuan Lukas karena saat itu kami menjawabnya bersamaan tetapi dengan jawaban yang berbeda dan bertolak belakang satu sama lain.


"Kita teman, dia tunanganku" ucap aku dan tuan Lukas bersamaan dimana saat itu tuan Lukas mengatakan bahwa aku adalah tunangannya sedangkan aku mengatakan bahwa dia adalah temanku.


Aku juga sama kagetnya dan langsung saling tatap dengan tuan Lukas sampai saat itu tuan Lukas menatapku dengan tatapan yang tajam dan dia seperti mengerutkan kedua alisnya kepadaku hingga aku hanya bisa menunduk dengan perasaan tidak menentu.


"Eeehh ...apa yang kalian ucapkan mana yang benar, teman atau tunangan?" Tanya Bimo sambil menatap dengan heran.

__ADS_1


Dan Elis yang terus saja menyelidik dengan menatap lekat kepadaku saat itu.


__ADS_2