
Dan Leo langsung memeluk aku begitu saja, dia juga mengusap lembut rambutku sambil menenangkan aku dengan ucapannya.
"Ehh...sudah tenang, tenangkan dirimu Vivian apapun yang terjadi aku ada disini denganmu sekarang, aku akan melindungimu dan menjagamu jadi berhentilah menangis ayo kita masuk dulu ke dalam mobilku" ucap Leo yang bersikap sangat baik kepadaku.
Aku mengangguk dan Leo segera membukakan pintu mobilnya untukku, aku juga segera masuk ke dalam mobilnya dengan cepat, aku merasa sangat beruntung karena bisa bertemu dengan Leo, dengan begitu aku mungkin tidak perlu menunggu bus hingga tengah malam atau harus berjalan sampai kakiku semakin sakit dan terluka karena jaraknya yang terlampau jauh.
Sedangkan disisi lain tuan Lukas sendiri yang melihat bagaimana Vivian masuk dengan mudahnya ke dalam mobil pria lain bahkan dia diam saja di saat pria tersebut memeluknya di depan umum seperti itu, dia mulai merasa sangat kesal ketika melihatnya bahkan berdecak kesal seorang diri di dalam mobilnya kala itu.
"CK... Dasar dia memang wanita murahan, sia-sia saja aku membantu dia untuk izin ke sekolahnya saat itu, dia hanya wanita tidak tahu diri, mungkin aku terlalu memanjakan dia sekarang, aku harus membuat dia jera dan takut denganku agar tidak berani melakukan hal seperti barusan lagi" gerutu tuan Lukas yang kesal sendiri.
Dia pun segera menyuruh pak Tiko untuk segera melajukan mobilnya dan dia bahkan langsung saja pulang dengan cepat saat itu, di saat dia sampai di rumah dia tidak menemukan Vivian di sana padahal seharusnya Vivian sampai di rumah lebih dulu di bandingkan dengan dirinya, mengetahui Vivian belum juga sampai di rumahnya, itu membuat seorang tuan Lukas semakin kesal dan marah besar dia langsung menyuruh pak Tiko untuk mengunci semua pintu masuk dan tidak membiarkan Vivian untuk tidur di dalam rumah malam ini.
"Aishh..... Apa dia tidak akan pulang ke rumah? Baiklah. Pak Tiko tutup semua pintu masuk dan jika gadis bodoh itu kembali jangan biarkan dia masuk, biar dia tidur di luar malam ini!" Bentak tuan Lukas memberikan perintah yang langsung saja di anggukkan oleh pak Tiko.
__ADS_1
Tuan Lukas segera pergi menaiki tangga menuju kamarnya dan dia duduk di balkon sambil menatap ke bawah, tanpa dia sadari saat itu dia secara tidak langsung tengah mencemaskan Vivian dan dia sama sekali tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkannya saat itu.
"Sial... Kenapa gadis bodoh itu belum pulang juga ini kan sudah hampir larut malam" gerutu tuan Lukas semakin merasa cemas.
Sampai tidak lama akhirnya Vivian tiba juga di rumahnya terlihat pria yang sebelumnya memeluk Vivian dia juga ikut keluar dari mobilnya dan bahkan membukakan pintu untuk Vivian hingga mobil itu pergi meninggalkan tempat itu, dan Vivian mulai berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Dia benar-benar masih dengan pria menyabalkan itu, awas saja kau aku tidak akan memasukkan dirimu ke dalam rumah, dasar gadis bodoh yang merepotkan dan sialan!" Ucap tuan Lukas yang masih saja mendendam kepada Vivian.
Di saat tadi Vivian belum pulang juga dia sangat mencemaskan keadaan Vivian karena masih belum kembali di saat hampir larut malam namun kini di saat dia sudah melihat Vivian pulang dia justru malah memberikan hukuman kepadanya, tuan Lukas benar-benar manusia yang aneh dan sulit untuk di mengerti oleh siapapun di dunia ini.
Di sisi lain aku sudah menekan bel rumah tuan Lukas berkali-kali namun tidak ada sahutan apapun dari dalam dan tidak terdengar seseorang yang akan membukakan pintunya untukku, di saat aku mencoba untuk membukanya sendiri juga tidak bisa seakan pintu itu sudah sengaja di kunci dari dalam oleh seseorang.
"Eughh... Kenapa semua pintunya di tutup seperti ini, apa pak Tiko dan tuan Lukas sudah kembali dari kantornya?" Gerutuku memikirkan.
__ADS_1
Aku masih ingat jelas di saat aku berlari keluar dari kantor dengan menahan tangisan saat itu tuan Lukas dan pak Tiko masih berada di dalam perusahaan itu bahkan aku tahu jelas jika tuan Lukas tidak mengejarku sedikitpun, sehingga aku pikir dia masih belum pulang ke rumah saat itu.
"Aaahhh... Apa dia memang belum kembali yah? Jika begitu aku akan menunggunya di sini saja" tambahku sambil segera duduk bersimpuh di lantai tepat di samping pintu masuk rumah tersebut.
Aku duduk sambil memeluk kakiku dengan baik dan aku memeluk kakiku sendiri karena rasa dingin yang menyeruak pada seluruh tubuhku, belum lagi saat itu aku memang memakai pakaian yang cukup terbuka sehingga membuat aku semakin merasa sangat kedinginan dengan angin malam yang begitu cukup kencang malam tersebut.
Aku berusaha menghangatkan tubuhku sendiri dengan memeluk tubuhku sendiri dan menggosok kedua tanganku dengan kuat agar membuat diriku hangat namun sialnya bukan hanya rasa dingin yang membuat aku merasa sangat tidak nyaman duduk di luar sana namun nyamuk-nyamuk yang sangat banyak seakan tengah menemukan santapan besar, mereka terus terbang di dekatku dan aku tidak bisa merasa tenang sedetikpun dan harus terus mengusir nyamuk-nyamuk menyebalkan itu, aku bahkan terus berusaha menepuk nyamuk sialan yang terus menyerangku tanpa ampun tersebut, tapi meski tubuhku lebih besar daripada nyamuknya jumlah kami jelas sangat jauh berbeda.
Aku tetap saja kalah dan kecolongan, beberapa nyamuk tetap berhasil mengigit tubuhku dan membuat bentolan merah pada bekasnya hingga aku merasa cukup gatal akibat gigitan nyamuk tersebut.
"Puk.....puk....puk....aduh, kenapa nyamuknya malah semakin banyak sih, aishh bagaimana aku bisa menyingkirkan semuanya mereka malah menjadi semakin banyak seperti ini, aahh bisa-bisa aku akan mati di gigit semua nyamuk ini" gerutuku sambil terus berusaha menepuk nyamuk tersebut sekuat tenagaku.
Nyamuk disana saat itu benar-benar cukup ganas mereka semua terus menyerangku tanpa henti dan tiada ampun hingga aku mulai merasa lelah dan pasrah aku juga berusaha menekan lagi bel rumah tersebut dan mengetuk pintu sambil berteriak memanggil tuan Lukas sebab aku yakin dia pasti sudah pulang sebab ini sudah sangat malam mana mungkin jika dia masih di luar.
__ADS_1
"Tok....tok ....tok... Tuan tolong buka pintunya, tuan aku tidak tahan diam di luar sini, tuan aku mohon buka pintunya, izinkan aku masuk aku tahu kau ada di dalam bukan!" Teriakku kepadanya.