Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Leo


__ADS_3

Walau dia terlihat bersahaja dan santai seperti itu namun perasaanku tetap saja tidak bisa mempercayai dia sepenuhnya sebab aku masih sangat takut dan tetap berhati-hati kepadanya.


"I..iya, dan kenapa kau sekarang tiba-tiba saja muncul disini?" Tambahku bertanya lagi kepadanya,


"Aaahhh.... Kau ini sangat lucu, sudah jangan takut seperti itu sekarang mari kita berkenalan dahulu agar kau tidak mencurigai aku yang aneh-aneh lagi, kenalkan aku Leo aku tinggal di sekitar sini juga, maka dari itu aku berjoging pagi ini karena sedang libur untuk masa penyembuhanmu dari kecelakaan tunggal itu" ucapnya sambil mengulurkan tangan kepadaku.


Aku masih sedikit ragu untuk menerima uluran tangan darinya, namun untuk menghormatinya dan aku juga takut menyinggung perasaannya aku pun segera menerima uluran tangan itu perlahan dan pria tersebut langsung saja menarik tanganku dengan cepat dan membuat aku langsung bersalaman dengannya saat itu juga.


"Nah siapa namamu?" Tanya dia setelah menarik tanganku dan bersalaman dengan aku saat itu.


Aku pun segera mengatakan namaku dengan sedikit gugup padanya.


"A..a..aku.. aku Vivian Wheeler, kau bisa memanggil aku Vivian" balasku kepadanya dan segera melepaskan tanganku darinya.


"Ohh.... Jadi namamu Vivian, kau sekolah di SMA ternama itu yah, sayang sekali aku sudah menjadi pimpinan perusahaan sekarang, jadi tidak bisa duduk di kelas yang sama dengan gadis cantik dan lucu sepertimu" balas dia memujiku begitu saja.


Jujur saja aku merasa sedikit senang mendengar pujian darinya karena sebelumnya tidak ada yang pernah memujiku seperti itu dan dia adalah yang pertama kali sehingga aku tidak bisa menahan senyuman di wajahku saat itu.


"Ehh... Apakah kau baru saja tersenyum untukku?" Tanya Leo sambil menatapku dengan menaikkan kedua alisnya,


"Eumm... Aku tersenyum padamu karena kau mengatakan bahwa aku cantik dan lucu, aku senang mendengar itu dan kau adalah yang pertama mengatakannya" balasku dengan jujur sambil tersenyum lebar kepadanya.


Leo langsung tersenyum lebar dan dia terperangah menutup mulut yang terbuka dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Wahh... Aku tidak menduga aku bisa menjadi orang pertama yang memujimu seperti itu, padahal aku pikir sudah banyak orang yang mengatakan hal itu kepadamu" balas Leo membuat aku semakin tersenyum lebar.


Kami pun memutuskan untuk pergi joging bersama dan setelah kami banyak mengobrol aku merasa cocok dengannya, dia selalu mendengarkan aku ketika aku bercerita tentang semua hal bahkan ketika aku menceritakan hal konyol sekalipun dia tetap mendengarkanmu, dan aku juga senang mendengarkan ceritanya yang lucu.


Apalagi setelah mendengar penjelasan dia yang ternyata malam tadi itu dia pergi sebelum Elis juga Bimo menghampiriku sehingga tentu saja dia tidak bertemu dan tidak sempat berhadapan dengan kedua sahabatku tersebut, dan rupanya dia pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku karena dia mendapatkan telpon mendesak dari kantornya saat itu.


Dan aku baru tahu jika ternyata dia adalah tamu undangan di pesta helloween semalam yang terhormat, aku merasa aku adalah siswa yang paling tidak update di sekolah sampai tidak menyadari tamu di pesta yang diadakan oleh sekolahku sendiri.


"Ahahah.... Jika di pikirkan kenapa aku bodoh sekali mengira kamu adalah hantu, ahaha..... Pantas saja tadi kau terus menertawakan aku seperti itu" balasku sambil tertawa lepas saat ini.


Leo juga tertawa bersama denganku dan dia tiba-tiba saja menarik tanganku dan mengajak aku untuk pergi membeli es krim disana.


"Vivian ayo kita beli es krim itu, disana es krimnya sangat lezat loh kamu pasti belum pernah berkunjung kesana bukan" ucapku yang langsung aku balas dengan anggukan.


Karena merasa tidak enak dengan tuan Lukas aku pun meminta pria itu untuk membelikan satu es krim lagi untukku dan aku berniat untuk membawa es krim itu pulang dan memberikannya kepada tuan Lukas namun aku tidak mengatakan yang sebenarnya kepada pria tersebut.


"Eumm... Leo apa aku boleh membawa satu es krim lagi untuk di rumah?" Tanyaku kepadanya,


"Tentu saja, biaya rumah sakit itu jauh lebih mahal daripada es krim ini, ayo ambilah semau mu" balas dia dengan santai.


Karena dia sudah mengijinkannya dengan sangat mudah tentu saja aku langsung memilih es krim yang menurutku enak dan aku membeli beberapa juga untuk diriku nanti.


Setelah dia mentraktir aku makan es krim tiba-tiba saja dia kembali mendapatkan sebuah panggilan telpon yang cukup singkat dan raut wajahnya terlihat langsung berubah serius juga terlihat agak kesal sehingga aku mencemaskan dia saat itu.

__ADS_1


"Ada apa Leo, apa ada masalah lagi di perusahaanmu itu?" Tanyaku kepadanya dengan sedikit cemas,


"Ohh... Tidak ini hanya sedikit permasalahan biasa saja aku masih bisa menanganinya dengan cepat, tapi Vivian maaf aku tidak bisa berlama-lama disini denganmu aku harus segera kembali dan pergi ke kantorku" ucap dia kepadaku dengan raut wajahnya yang terlihat tidak enak,


"Ya sudah kembalilah, semoga kamu baik-baik saja di jalan, jangan sampai kecelakaan seperti sebelumnya terjadi lagi" ujarku kepadanya.


Dia hanya tersenyum padaku dan mengangguk lalu setelah membayar es krim nya dia segera pergi dari sana dengan berlari terburu-buru dan ketika melihat itu sekarang aku bisa mempercayai dia sepenuhnya lagi, memang dia terlihat bukan seperti orang yang santai dan memiliki banyak waktu luang seperti aku.


"Aahhh... Pantas saja malam tadi dia pergi secara tiba-tiba sampai aku tidak menyadarinya rupanya dia memang berlari pergi secepat itu, aahhh aku konyol sekali pernah mengira dia adalah hantu" gerutuku sambil segera pergi dari sana.


Aku pulang dengan membawa sekantung es krim di tanganku dan berjingkrak ruang gembira hingga sesampainya aku di depan rumah ku lihat ada tuan Lukas yang tengah melakukan pemanasan di halaman samping rumah saat itu, aku pun segera menghampiri dia dan memberikan es krim yang tadi aku bawa untuknya.


"Aahh... Itu dia, kebetulan sekali dia ada disini dan tengah berolahraga juga" ucapku pelan dan segera menghampirinya.


Aku berjalan mendekatinya dan berdiri di samping dia secara perlahan namun dia tetap saja menatap ke depan dengan lurus dan terus fokus melakukan pemanasan kepada dirinya saat itu tanpa menghiraukan keberadaanku yang berusaha membuat dia melirik sejenak kepadaku saat itu.


"Tuan.... Tuan.... Ekmm.. tuan Lukas bisakah kau berhenti sejenak dan melihat ke arahku aku membawakan sesuatu untukmu" ucapku kepadanya sambil sengaja menyembunyikan dia es krim itu di belakang tubuhku.


Tuan Lukas tersebut tetap saja tidak menghiraukan aku dan dia masih fokus dengan pemanasan olahraganya tersebut sehingga hal itu cukup membuat aku kesal dan aku langsung berdiri di hadapannya hingga dia menghembuskan nafas kasar dan akhirnya dia mau melihat ke arahku dan berhenti sejenak untuk tidak melakukan pemanasan dahulu.


"Cepat katakan ada apa kau terus menggangguku?" Tanya dia sambil berkacak pinggang kepadaku.


Aku tersenyum senang karena akhirnya apa yang aku lakukan berhasil menghentikan tuan Lukas dan membuat dia mau sedikit memberikan waktu luang untuk, aku langsung saja memberikan dua es krim itu ke hadapannya.

__ADS_1


"Tada... Aku punya dua es krim untukmu, ayo pilih kau suka yang mana aku sengaja membelikannya untukmu walaupun tidak memakai uangku, karena aku tidak punya uang.


__ADS_2