Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Sedih


__ADS_3

Sampai akhirnya setelah aku beberapa kali meminta kepada kedua orang tua tersebut agar segera mengangkat kepala dan berhenti meminta maaf seperti itu kepadaku mereka pun berhenti melakukannya dan segera berpamitan pergi dari kantor seorang tuan Lukas secepatnya, hingga ketika kedua orang itu sudah benar-benar pergi dari sana secepatnya, tuan Lukas kembali mendatangi aku dan dia langsung saja bertepuk tangan sambil menatapku dengan wajah yang terlihat berseri-seri, hal itu cukup membuat aku heran dan langsung aku mengerutkan kedua alisku saat melihatnya saat itu.


"Ada apa dengannya, kenapa tersenyum seperti itu, aishh... Ini cukup menyeramkan daripada dia marah kepadaku" batinku berbicara,


Sesungguh aku memang lebih senang melihat tuan Lukas marah, membelototi atau membentak aku daripada dia menatap aku sambil bertepuk tangan dan tersenyum aneh sambil berjalan ke arahku secara perlahan, semua itu membuat aku terus saja berpikir kesana kemari tidak jelas dan merasa sedikit takut saat itu.


"Prok....prok...prok.....bagus, bagus sekali Vivian ahahaha... Kau sangat cocok menjadi pendampingku tapi itu hanya menjadi pendamping bohongan ahahaha" balas tuan Lukas tertawa sangat keras kepadaku.


Aku benar-benar merasa aneh dengan tingkahnya itu, dan aku merasa sakit hati karena dia hanya memanfaatkan aku saja demi kepentingan dirinya sendiri, bahkan jika dia sadar bahwa aku adalah gadis kecil yang dia cari-cari selama ini, aku merasa tidak akan memaafkan dia atas perbuatannya kali ini, sebab ini terlalu kelewatan bagiku.


"Tuan... Lukas apakah kau baik-baik saja? Kenapa kau tega sekali melakukan semua ini kepadaku? Bagaimana bisa kau hanya memanfaatkan aku saja agar mereka percaya untuk bekerja sama denganmu, apa kau pikir aku semacam alat untukmu iya?" Ucapku sedikit meninggikan suara kepadanya,


"Hey.... Hey... Ada apa denganmu? Apakah kau marah karena aku menjadikan kau pasangan bohongan? Ataukah kau memang sangat berharap aku akan memperlakukan kau sama seperti gadis kecil yang aku cari? Jangan mimpi kau bukan dia dan aku tidak akan pernah memperlakukan kau dengan baik sedikitpun!" Ucap dia dengan bengis menatap kepadaku saat itu.


Sakit, hatiku sangat sakit ketika mendengarnya meski aku adalah gadis kecil itu tapi pada kenyataannya dia tidak akan pernah menemukan gadis tersebut karena secara tidak langsung dia justru sudah menyakiti gadis yang tengah dia cari selama ini, aku berusaha keras untuk menahan air mata yang hampir saja akan jatuh di pelupuk mataku.


Dia semakin berjalan mendekati aku dan hendak menyentuh wajahku saat itu namun dengan cepat aku menepis tangannya itu.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku tuan Lukas, aku hanya pasangan bohongan mu jadi tolong jaga batasan dirimu denganku!" Ucapku dengan tegas dan menatapnya tajam sambil mengeratkan gigiku dengan kuat.


Aku langsung berjalan melewati dia dan pergi kuat secepatnya, aku ingin pulang sendiri saat itu bahkan di saat pak Tiko menahan tanganku aku dengan segera menghempaskan nya dan pergi dari sana secepatnya.


"Lepaskan tanganku pak Tiko, aku bisa ulang sendiri dan kau tidak perlu mengantarku" ucapku kepadanya.


Sambil menghempaskan tangan dia yang menahanku dengan kuat, aku sangat benci melihat pria itu, dan aku lebih benci dengan diriku sendiri karena aku tetap mencintai dia dengan sepenuh hatiku meski aku sangat membencinya sekarang, dan sebesar apapun perlakuan buruk dan kasar yang dia berikan kepadaku itu tetap saja tidak bisa membuat aku untuk berhenti mencintainya.


Namun aku rasa saat ini sudah waktunya aku tidak mengejarnya lagi, selama ini aku sudah berusaha keras mengejarnya, memaklumi semua hal yang dia lakukan kepadaku meskipun itu sering kali melewati batasan yang aku miliki, bahkan dia selalu saja memperlakukan aku terlalu kasar berkali-kali tapi aku tetap memasak dan bersikap baik padanya.


Dia tidak pernah menganggap semua kebaikan yang aku lakukan kepada dirinya entah itu hal yang kecil ataupun hal besar sekalipun dia hanya berfokus pada kebenciannya terhadapku dan selalu berpikir bahwa aku hanya seorang pengganti Cecil yang tidak berguna dimatanya, dan aku benci hal tersebut.


"Hiks...hiks...bodoh Vivian kau wanita paling bodoh di dunia ini, dia sudah berubah dia bukan pria buta yang baik hati lagi, dia manusia yang bisa melihat sekarang dan dia sama sekali tidak mirip dengannya, kau bodoh karena tetap menyukainya hiks...hiks.." ucapku terus menangis sendiri.


Aku menghentikan taxi yang lewat disana namun sialnya taxi itu juga tidak berhenti dan justru malah terus melaju begitu saja hampir menyerempet aku, sampai aku harus mundur dengan cepat beberapa langkah ke belakang dan hampir saja terjatuh saat itu.


"Aaahhhh... Aishh... Kenapa aku sial sekali!" Gerutuku kesal sambil menginjak tanah dengan kesal.

__ADS_1


Aku membuka sepatu hak tinggi itu dan berjalan tanpa alas kaki untuk pergi dari sana secepatnya ada taxi atau tidak sekalipun, aku sudah tidak perduli dengan apapun lagi dan hanya bisa terus menangis sendirian di pinggir jalan sambil terus berjalan tanpa alas kaki dan mengenakan gaun merah yang sangat membuat aku kesulitan dalam berjalan saat itu.


Sedangkan disisi lain sebenarnya tuan Lukas sendiri memperhatikan semuanya di atas gedung kantornya sendiri, bahkan pak Tino juga ada di sampingnya dan menyaksikan juga semua yang terjadi pada Vivian saat itu.


"Dasar gadis bodoh, kenapa dia malah melepaskan sepatunya sendiri, pak Tiko ayo kita kejar dia" ujar tuan Lukas sambil segera bergegas.


Dia menyusul Vivian karena mau bagaimana pun dia ternyata memang masih memperdulikan Vivian di dalam hatinya, tapi sayang di saat dia baru saja hendak mengajak Vivian untuk masuk ke dalam mobilnya saat itu dia melihat seorang pria keluar dari mobil yang berhenti tiba-tiba tepat di samping Vivian yang masih berjalan pelan di bahu jalan.


"Vivian sedang apa kau berjalan sendirian di malam hari dengan pakaian seperti ini dan seperti habis menangis, apa ada sesuatu yang terjadi denganmu?" Tanya Leo yang saat itu tidak sengaja melaju ke jalanan tersebut.


Mendengar seseorang menanyakan keadaanku justru aku merasa sangat sedih dan lebih sedih daripada sebelumnya karena sekarang tidak ada lagi yang memperhatikan keadaanku dan aku rasa tidak ada yang perduli apapun keadaanku saat ini, sehingga ketika Leo tiba-tiba saja muncul dan bertanya seperti itu aku semakin tidak bisa berhenti menangis dan kembali menangis lagi.


"Hiks...hiks...huaaa...jangan tanyakan itu, kau akan membuat aku semakin sedih hiks....hiks..." Balasku sambil menangis terisak.


Dan Leo langsung memeluk aku begitu saja, dia juga mengusap lembut rambutku sambil menenangkan aku dengan ucapannya.


"Ehh...sudah tenang, tenangkan dirimu Vivian apapun yang terjadi aku ada disini denganmu sekarang, aku akan melindungimu dan menjagamu jadi berhentilah menangis ayo kita masuk dulu ke dalam mobilku" ucap Leo yang bersikap sangat baik kepadaku.

__ADS_1


Aku mengangguk dan Leo segera membukakan pintu mobilnya untukku, aku juga segera masuk ke dalam mobilnya dengan cepat, aku merasa sangat beruntung karena bisa bertemu dengan Leo, dengan begitu aku mungkin tidak perlu menunggu bus hingga tengah malam atau harus berjalan sampai kakiku semakin sakit dan terluka karena jaraknya yang terlampau jauh.


__ADS_2