Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Mengikuti Tuan Lukas


__ADS_3

Tuan Lukas terperangah dengan menaikkan kedua alisnya merasa heran dan kaget, sebab selama ini dia tidak pernah memakan makanan anak kecil seperti itu sehingga dia langsung mengabaikan Vivian dan kembali melakukan pemanasan yang sempat terganggu oleh Vivian sebelumnya.


"Aishh... Aku pikir kau ada hal penting apa, ternyata hanya sebuah es krim, hah apa bagusnya itu" ucap tuan Lukas yang tidak menghargai kebaikanku.


Aku sangat merasa kesal dan kecewa saat itu, sebab aku sudah meminta hal tersebut dengan mengabaikan rasa maluki kepada Leo yang saat itu aku baru saja mengenalnya namun tuan Lukas sendiri justru malah tidak menghargai usaha yang aku lakukan untuk membuatnya senang dan bahagia.


"Hmmm... Jadi kau sungguh tidak tertarik dengan es krim ini yah?" Tanyaku lagi masih berharap banyak padanya agar bisa menerima salah satu es krim yang aku tawarkan kepadanya saat itu.


Namun rupanya harapanku itu hanyalah sebuah keinginan dan harapan yang semu dimana aku tahu tuan Lukas begitu ceuk padaku dan aku bahkan tidak mendapatkan jawaban lain lagi darinya saat itu yang bisa aku pastikan kalau memang tuan Lukas tidak akan bisa merasa senang terhadap aku, apapun yang aku lakukan.


Aku merasa putus asa karena dia terus mengabaikan aku saat itu sehingga aku pun segera mencari tempat duduk disana dan duduk di dekat pintu masuk sambil terus melihat tuan Lukas melakukan pemanasan dan aku segera membuka kedua es krim tersebut lalu memakan keduanya bersamaan dengan perasaan yang kesal tidak menentu.


Aku langsung melahap kedua es krim itu sekaligus dan segera membuat bekas wajahnya ke tong sampah lalu langsung masuk ke dalam rumah dengan menggerakkan kaki ku ke lantai cukup kuat.


"Huh... Dasar manusia es, aku sudah berbuat baik karena mengingatnya disaat aku merasakan makanan yang enak namun sialnya dia justru tetap mengabaikan aku dan tidak tersentuh sedikitpun dengan apa yang aku lakukan kepadanya" gerutuku terus merasa kesal sendiri.


"Aaarrgghhhkkk... Kenapa sulit sekali sih menaklukkan hati tuan Lukas, kenapa dia membuat aku selalu naik darah dan kesal, apakah dia itu manusia atau robot, aku benar-benar tidak tahu lagi bagaimana bisa membuat dia mendekat denganku dan tidak terus bersikap dingin kepadaku seperti itu" gerutuku terus memikirkan.


Aku masuk ke dalam mengganti pakaianku dan segera membersihkan semua bagian rumah yang belum sempat aku bereskan saat itu.


Aku juga sudah memasakkan makanan untuknya dan dia hanya makan siang dengan santai lalu langsung pergi menaiki tangga menuju kamarnya dan dia sama sekali tidak menyapaku atau berbicara sedikitpun kepada aku saat itu, dia membuat aku sangat kesal dan frustasi di buatnya namun aku juga tidak bisa melakukan apapun saat ini.


Karena mau bagaimanapun aku tetaplah seorang pengganti Cecil di matanya dan aku masih belum bisa memastikan apakah dia pria buta tersebut atau bukan.

__ADS_1


Aku terus membereskan meja bekas makan tuan Lukas siang itu dan aku langsung saja membersihkan kolam, aku merasa sangat hampa dan bosan semua pekerjaan sudah aku selesaikan dan aku juga sudah menyelesaikan tugas sekolahku namun waktu seakan lama sekali bergerak.


Aku duduk di dapur sambil menyiapkan beberapa bahan masakan yang akan aku masak untuk makan malam saat itu namun tiba-tiba saja tuan Lukas datang menghampiriku dan dia melarangku untuk tidak memasak malam ini, dia juga terlihat memakai setelah jas yang rapih malam itu dan dia terasa sedikit lebih wangi daripada biasanya.


"Hey... Jangan memasak malam ini aku akan makan di luar" ucapnya kepadaku.


Aku membuka mata dengan heran karena tidak biasanya dia makan malam di luar, setelah aku memperhatikan penampilannya aku sungguh merasa curiga kepadanya.


"E...eumm... Tuan kau mau kemana memakai pakaian rapih dan sangat wangi seperti itu, apa kau akan makan malam di luar dengan seseorang?" Tanyaku kepadanya dengan pelan,


"Iya... Memangnya ada masalah denganmu hah?" Tanya dia kepadaku dengan tatapan matanya yang tajam.


Aku refleks langsung menggelengkan kepala pelan, meski aku sebenarnya tidak terima dan ingin sekali menahan dia saat itu namun aku sadar diri dengan posisiku sehingga aku tidak berani mengatakan perasaanku yang sebenarnya.


Tuan Lukas pun langsung pergi dan dia menyetir sendiri malam itu, aku tidak bisa menahan diriku sendiri karena aku sangat penasaran dengan apa yang akan dia lakukan dan kemana dia akan pergi malam itu.


Saat dia keluar aku langsung mengambil jaket di kamarku dan segera keluar menyusulnya diam-diam aku mengikuti dia dan aku terpaksa menggunakan kartu miliknya untuk membayar taxi saat itu, aku terus menyuruh supir taxi untuk mengikuti mobilnya hingga mobilnya itu berhenti di sebuah restoran mewah yang ada di pusat kota.


Aku semakin merasa curiga dengannya dan segera keluar dari taxi lalu langsung mengikuti dia masuk ke dalam restoran tersebut.


Saat aku masuk rupanya ada Cecil dan ibu angkatku disana dan tuan Lukas sungguh datang menghampiri mereka berdua.


Wajah mereka terlihat sangat serius dan aku kaget membelalakkan mata melihat ternyata mereka masih berhubungan di belakangku.

__ADS_1


Aku terus duduk di salah satu bangku tepat membelakangi tuan Lukas saat itu dan aku sengaja memakai kupluk hoodie yang aku kenakan untuk menutupinkepalaku dan aku berpura-pura membaca buku menu disana.


Sambil terus aku mendengarkan pembicaraan mereka secara diam-diam saat itu.


"Tuan Lukas aku dengar kau membelikan sebuah gaun mewah untuk putri angkatku Vivian, kenapa kau melakukannya padahal jelas sekali kau tahu bahwa wanita yang kau cari sesungguhnya adalah putri asliku Cecil" ucap ibu angkatku saat itu,


"Iya tuan Lukas kenapa kau memperlakukan dia dengan baik, bukankah seharusnya kau memarahi dia atau menyiksanya dan menjadikan dia babu di rumah mewahmu itu, dia kan hanya pengganti aku kenapa kau harus membelikan dia pakaian semewah itu" tambah Cecil kepada tuan Lukas.


Nampak tuan Lukas menatap mereka dengan menyipitkan matanya sejenak dan dia meminum sedikit anggur yang di sajikan disana.


Tuan Lukas langsung menyilangkan kakinya dan dia hanya menatap sinis lalu mulai menjawab ucapan kedua wanita jahat itu.


"Darimana kau tahu bahwa aku yang membelikan gadis bodoh itu pakaian mahal tersebut?" Balas tuan Lukas balik bertanya mendesak mereka hingga membuat ibu dan anak itu langsung menjadi gugup.


"A..a..aku... Aku melihatnya sendiri saat malam pesta helloween, Vivian mengenakan kostum yang lebih mahal dariku dan dia tengah tinggal denganmu tentu saja kau yang membelikannya bukan?" Balas Cecil dengan gugup dan wajahnya yang terlihat sedikit cemas.


"Hahaha... Apa kalian melihatnya langsung aku yang membelikannya?" Balas tuan Lukas yang masih menanggapinya dengan santai,


"Aku memang tidak melihatnya secara langsung tapi anak bu...." Ucap Cecil yang hampir saja keceplosan.


Tuan Lukas hanya tersenyum kecil sementara ibu angkatku langsung mencubit kecil pinggang Cecil hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Aaaw... Ibu apa yang kau lakukan?" Tanya Cecil yang belum sadar bahwa sebenarnya saat itu tuan Lukas tengah menjebak dia dengan pertanyaannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2