
Maka tidak heran jika melihat karakter tuan Lukas yang saat ini menjadi seperti itu, karena dia memang tumbuh dalam banyak luka dan kesakitan di dalam dirinya bahkan dalam usianya yang saat itu masih sangat kecil dan telah kehilangan seluruh keluarganya hingga memaksa dirinya untuk bertahan hidup seorang diri dan harus tumbuh sendirian tanpa harus melakukan semuanya sendiri, dengan kerja keras sendirian.
Hingga ke esokan paginya aku bangun dengan mengerjapkan mataku perlahan, saat aku benar-benar sudah agak sadar sebelumnya, akhirnya aku bisa benar-benar melihat seluruh bagian kamar dengan jelas dan aku langsung saja menatap dengan heran dan kebingungan sendiri saat menyadarinya saat itu.
"Ehhhh ..... Kenapa aku ada di dalam kamar ini, bukankah semalam aku tidak di masukkan ke dalam rumah? Siapa yang membawa aku masuk ke dalam ya?" Ujarku merasa bingung sendiri.
Saat aku melihat ke badanku yang tertutupi selimut saat itu, aku melihat dengan jelas bahwa aku masih mengenakan pakaian yang aku kenakan saat pergi ke perusahaan tuan Lukas kemari, bahkan aku sendiri masih memiliki sedikit riasan di wajahku saat itu.
Aku bingung memikirkannya karena sama sekali tidak tahu siapa yang membawa aku masuk ke dalam sehingga aku pun segera pergi membersihkan diri saja dan bersikap untuk pergi ke sekolah secepatnya karena saat itu sudah cukup pagi di tambah aku juga masih haru pergi memasak seperti sebelumnya.
Selama memasak hingga menyajika seluruh hidangan dan pergi ke sekolah setelah menyelesaikan semuanya aku masih terus saja terpikirkan mengenai kejadian tadi malam, otakku tetap hanya mengingat sampai aku duduk menyandarkan diri di samping pintu masuk dengan sangat menyedihkan dan kedinginan sebab di luar malam itu memang terjadi hujan yang cukup deras.
Bahkan paginya saat aku berjalan keluar dari rumah, dan melewati gerbang rumah tuan Lukas nampak terlihat dengan jelas bahwa masih ada bekas sisa hujan semalam, dedaunan disana terlihat besar dan berembun tidak hanya itu jalanan juga terlihat masih basah itu menjadi bukti kuat bahwa memang semalam terjadi hujan yang cukup lebat dan lama mengguyur wilayah itu.
Sisa-sisa genangan air hujan juga masih tersisa di jalanan sana, sehingga aku hanya bisa melihatnya dan terus saja berpikir menduga-duga siapa yang sudah membawa aku masuk ke dalam rumah malam tadi.
"Siapa yah yang membawa aku masuk, sudah pasti orang itu menggendong aku bukan? Karena aku bahkan tidak menyadarinya sedikitpun? Apa itu tuan Lukas yah? Aaatt.....tidak tidak, tidak mungkin itu dia, dia mana mau menggendong aku masuk ke dalam dan menyelimuti aku, memangnya dia pernah bersikap baik kepadaku selama ini, sangat tidak mungkin bukan" ucapku menduga dan menjawabnya sendiri.
Aku terus saja memikirkan semuanya tanpa henti karena aku merasa sangat penasaran.
Hingga aku pun justru malah mengira pak Tino yang menggendong aku masuk ke dalam rumah dan menyelimuti aku sebelumnya.
__ADS_1
"Ahhh.....iya aku melupakan pak Tino sudah pasti dialah yang membantu menggendong aku dan menyelimuti aku tadi malam, hanya dia yang memungkinkan untuk melakukan hal itu kepadaku" tambahku memikirkan lagi.
Aku pun bisa langsung merasa tenang dan tidak terlalu banyak memikirkan mengenai hal itu lagi karena aku sudah merasa yakin saat itu bahwa memang pak Tino lah yang membantu menggendong aku hingga masuk ke dalam rumah dan menidurkan aku di kamarku dengan baik makanya aku tidak sadar dengan semua itu karena dia menggendong aku dengan hati-hati dan lembut.
Aku merasa senang karena masih mendapatkan ada orang yang perduli kepadaku dan aku terus pergi ke sekolah dengan perasaan yang senang, namun di saat aku berjalan hendak masuk ke dalam gerbang sekolah, saat itu tidak sengaja aku melihat Defi yang terlihat tengah berdebat dengan Cecil mereka entah memperdebatkan apa saat itu hanya saja aku melihat Defi membentak Cecil dengan cukup keras lalu Cecil tiba-tiba saja menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah dengan keras.
Hingga tidak lama muncul Keylo dari arah sekolah dan dia terlihat mendorong Defi begitu saja padahal aku menyaksikannya secara langsung bahwa Cecil memang menjatuhkan dirinya sendiri dan Defi sama sekali tidak melakukan apapun kecuali hanya bicara membentak dia saja, tetapi saat itu Cecil juga membentak dia lebih dulu jadi menurutku wajah saja jika Defi membalasnya dengan bentakkan juga saat itu.
"Defi kau tidak akan pernah bisa melampaui aku apalagi merebut Kaylo dariku, aku akan selalu menjadi yang pertama untuk mendapatkan Kaylo entah perhatiannya ataupun cintanya dulu hingga saat ini" ucap Cecil dengan sinis dan mendominasi,
Mendengar hal itu tentu saja Defi tidak terima dan marah besar bukan hanya karena dia tidak terima sebab Kaylo adalah sahabat saja tetapi karena dia juga sangat menyukainya dalam waktu yang jauh lebih lama di bandingkan Cecil yang bahkan hanya baru bertemu dengan Kaylo di SMA tersebut saja.
"Terserah kau.... Aku sama sekali tidak perduli apapun tapi yang pasti aku juga tidak akan membiarkan kau menang atas dia dengan mudah dariku!" Bentak Cecil membalasnya.
Cecil yang saat itu tidak sengaja melihat Kaylo tengah berada tidak jauh dari tempat mereka bertengkar, dia yang niat hati ingin menampar Defi langsung saja berpura-pura terjatuh dengan sendirinya dan bersikap seakan Defi yang telah mendorong dirinya padahal saat itu Defi sama sekali tidak menyentuh tubuh Cecil sedikitpun.
"Kau.....lihat saja nanti..." Ucapnya sudah hampir melayangkan tamparan kepada Defi,
"Aaahhh....gawat ada Kaylo di sekitar sini aku harus menjebaknya ini adalah kesempatan yang cukup bagus" tambah Cecil dalam batinnya yang lebih dulu melihat keberadaan Kaylo saat itu.
Kaylo yang mendengar jeritan dari Cecil dia langsung saja melirik ke arahnya dan menemukan Defi yang tertawa dengan puas melihat Cecil terjatuh tersungkur di tanah tepat dihadapan dirinya saat itu, dia tertawa dengan sangat puas karena dia pikir tidak ada Kaylo di sekitar saja.
__ADS_1
"Ahahaha....rasakan itu, kau pantas mendapatkan karma buruk seperti itu atas perbuatan dirimu sendiri ahahah" ucap Defi yang terdengar oleh Kaylo sehingga hal tersebut justru membuat Kaylo kesal dan dia langsung saja salah paham terhadapnya.
"Ya ampun Cecil apa yang terjadi disini, ayo bangun apa kau baik-baik saja?" Ucap Kaylo yang Lang datang menghampiri Cecil.
Dia langsung mengulurkan tangannya untuk Cecil dan membantu dia bahkan memapah dia untuk berdiri saat itu, Defi sangat kaget ketika melihat Kaylo yang tiba-tiba saja muncul diantara mereka dan dia merasa sangat kesal hingga langsung melemparkan tatapan tajam penuh kebencian dan dendam kepada Cecil yang jelas tengah berakting lagi pada Kaylo.
"KA..KA...Kaylo kenapa kau bisa ada disini?" Ucap Defi dengan kaget dan heran,
"Kenapa? Apa kau kaget dan tidak menduga bahwa aku bisa memergoki kami yang mendorong Cecil lalu menertawakan dia yang jatuh tersungkur di tanah tidak berdaya seperti tadi hah? Aku tidak menduga kau bisa berbuat hal sejahat ini Defi, kau bahkan tidak terlihat seperti Defi sahabat kecilku lagi, aku kecewa padamu" ucap Kaylo yang membuat Defi merasakan hancur yang amat sangat di dalam hatinya saat itu,
"Kaylo tolong dengarkan penjelasan aku dahulu, aku sama sekali tidak mendorongnya kau jangan salah paham seperti itu" balas Defi berusaha untuk menjelaskan saat itu,
"Tidak papa Defi, aku tidak masalah jika kau tidak menyukai aku lagi, tapi setidaknya kamu tidak perlu bersikap kasar seperti itu kepadaku aku juga tidak akan melaporkan perbuatan kamu barusan" ujar Cecil yang memotong pembicaraan Defi dengan Kaylo begitu saja.
Hal tersebut membuat seorang Kaylo semakin yakin dan makin mempercayai Cecil juga dugaan yang tidak mendasar dari dirinya sendiri terhadap Defi yang tidak bersalah sedikitpun saat itu.
"A...a..apa yang sedang kau katakan Cecil, jangan bicara omong kosong aku sama sekali tidak berbuat kasar apapun kepadaku, justru kau sendiri yang memulai perdebatan denganku dan kau justru malah...." Ucap Defi merasa tidak terima.
Namun sayangnya perkataan dia barusan tertahan oleh Kaylo yang sama sekali sudah tidak mempercayai dirinya bahkan saat itu Kaylo langsung saja hendak pergi dari sana meninggalkan Defi dengan semua kebenarannya dan malah memihak pada Cecil dengan semua manipulasi yang dia perbuat kepada Kaylo.
"Sudahlah Defi kau tidak perlu susah payah membela dirimu lagi di hadapanku, kau memang bersikap baik pada Cecil jika ada aku saja, aku sudah kecewa dan terlanjur tidak mempercayai dirimu lagi, ayo Cecil kita pergi saja dari sini tinggalkan dia sendirian sampai dia mengerti apa kesalahannya" ucap Kaylo yang sangat mengiris hati Defi.
__ADS_1