Mengejar Cinta Lukas

Mengejar Cinta Lukas
Tuan Lukas Ke Sekolah


__ADS_3

Aku hanya bisa terus tertunduk dengan lesu dan menutup mata yang menghitam seperti panda ini dengan kedua tanganku, rasanya ini sangat memalukan dan aku tidak bisa menahannya lagi.


"Ahaha... Dasar kau, semua orang akan mengira kau panda dewasa bukan seorang manusia jika kau pergi ke sekolah dalam keadaan seperti ini, ahaha... Kau lucu sekali" tambah tuan Lukas yang terus saja menertawakan aku.


"Tuan bisakah kau cepat pinjamkan aku kacamata hitammu itu aku sangat malu sekarang" ucapku dengan pipi yang mulai memerah.


Aku tidak kuat lagi menahan rasa malu yang sudah menumpuk di wajahku hingga akhirnya tuan Lukas segera memberikan kacama yang dia miliki untukku namun disaat aku memakainya kacamata itu terlalu besar untuk wajahku sehingga malah hampir menutupi sebagian wajahku dan kini tuan Lukas semakin menertawakan aku dengan sangat puas.


"Ahaha.... Hahahaha..... Konyol kau sangat konyol sekali ahahaha.....lihatlah wajahmu yang kecil itu tidak cocok untuk memakai kacamata sudahlah kau jangan memakai kacamata segala, diam di rumah dan jangan ke sekolah" ucap tuan Lukas begitu saja.


Aku pun hanya mengangguk patuh karena tidak bisa melawan dia sedikit pun, aku membuka kacamata itu lagi dan segera menaruh ya di atas meja sambil menggeser sedikit ke arah tuan Lukas untuk mengembalikannya kepada dia.


"Ini tuan aku kembalikan lagi kacamatanya kepadamu" ucapku kepadanya dengan wajah yang aku palingkan ke arah lain.


"Huh, dasar kau konyol sekali" balas tuan Lukas dan dia hendak pergi ke kantornya saat itu.


Sedangkan aku tahu aku akan di adakan di sekolah jika aku tidak hadir begitu saja, aku ingin menghubungi Elis atau Bimo untuk membuatkan surat bagiku namun aku tidak tahu nomor mereka dan aku sama sekali tidak punya ponsel untuk digunakan sehingga terpaksa saat itu aku langsung menghentikan tuan Lukas dan meminta bantuan kepadanya lagi.


"Ehh.... Tunggu tuan" ucapku menahan tangannya.


Dia langsung menatapku heran dengan menaikkan sebelah alisnya dan menarik tangan dia yang aku pegang sebelumnya.


"Ada apa hah?" Balas dia dengan wajah datarnya yang sudah seperti jalan tol itu,


"Anu...itu... Bolehkan kau mampir ke sekolahku dulu sebelum berangkat ke kantor dan tolong berikan surat sakit untukku ke pihak sekolah, aku tidak ingin merusak absenku hanya karena mata ini" ucapku kepadanya sambil menunduk malu.


Tidak terdengar jawaban dari tuan Lukas saat itu dan dia hanya menatapku dengan mengerutkan dahinya dan memberikan tatapan tajam terhadapku dalam beberapa saat, aku pun mengira dia tidak menyetujui hal itu sehingga sebelum dia benar-benar akan memarahiku aku langsung menarik kembali ucapanku secepatnya.


"AA...ahh... Tuan jika kau tidak mau tidak masalah aku.... Aku akan sekolah saja" ucapku sambil hendak bergegas pergi dari sana.


Namun tidak di duga dia tiba-tiba saja dia mengatakan iya kepadaku hingga aku langsung menghentikan langsung dan berbalik menatapnya dengan kaget dan merasa aneh.


"Iya... Aku akan mampir ke sekolahmu dan kau tetaplah di rumah jangan membuat aku malu dengan keluar dalam kondisi matamu yang jelek itu" ujar tuan Lukas kepadaku.


Aku pun merasa sangat senang dan langsung tersenyum lebar saking bahagianya, lalu dia segera pergi dengan berdecak kecil dan menatapku dengan sinis, tapi aku tetap senang karena dia sudah mau melakukannya untukku, bagiku semua itu sudah sangat baik dan sebuah perubahan yang cukup bagus untuk hubungan aku dengannya.


"Ehehe... Aku senang sekali tuan Lukas ternyata mau membantuku, tidak kuduga ternyata dia bisa bersikap baik kepadaku" ucapku pelan sambil segera pergi ke kamarku lagi.


Aku membereskan kamar dan merasa sangat bahagia sekarang, aku memelung guling kesayanganku yang ada di kamar itu dan sangat senang hari ini sebab semua yang aku rasakan sedikitpun berbeda, aku juga sebenarnya merasa bahagia bisa melihat seorang tuan Lukas yang sulit tersenyum justru malah bisa tertawa dengan lepas di hadapanku dan itu cukup untuk membuat aku semakin bahagia dan menyukai dia lebih banyak dalam setiap waktu.


Sedangkan disisi lain tuan Lukas benar-benar pergi ke sekolah tempat Vivian menempuh pendidikan baru-baru ini dia menjadi pusat perhatian semua murid yang ada disana, selain karena wajah tampan dan mobil mewah yang dia kenakan semua murid disana juga tahu bahwa dia adalah tuan Lukas, seorang pembisnis muda yang jenius dan sangat kaya raya, di tambah tuan Lukas terkenal dengan wajah datar dan tatapan tajamnya.


Sehingga tidak ada lawan darinya siapapun itu pasti akan hancur jika berani berurusan dengan seorang tuan Lukas, sedangkan semua orang kaget melihat tuan Lukas tiba-tiba datang ke sekolah mereka padahal selama ini tidak pernah ada seorang pembisnis atau investor sekolah yang datang ke sekolah di jam masuk seperti ini.


Penampilan tuan Lukas sungguh menyita perhatian semua orang bahkan para guru disana langsung menyambut kedatangannya dan semua siswa berebut untuk melihat tuan Lukas dari dekat, dan mereka semua saling bertanya-tanya satu sama lain ketika melihat tuan Lukas masuk ke dalam kantor kepala sekolah di sana.

__ADS_1


"Wahh... Lihat apakah itu tuan Lukas seorang CEO muda yang terkenal itu?" Ucap Bimo sambil menunjuknya dan menggelengkan kepala kagum,


"Dia hanya monster kejam dalam dunia bisnis bahkan kedua orangtuaku sangat takut dan patuh kepada dia, aku juga ingin menjadi berkuasa sepertinya agar bisa membela orang yang lemah" tambah Elis saat melihatnya.


Disisi lain Cecil yang melihat tuan Lukas datang ke sekolah dia merasa sangat penasaran dan dia langsung pergi menghampiri tuan Lukas dengan secara sengaja karena ingin memperlihatkan kepada semua orang yang ada disana bahwa seakan tuan Lukas datang ke sekolah untuk menemuinya.


Disaat tuan Lukas sudah keluar dari ruang guru Cecil langsung berdiri di jalannya sehingga seakan-akan semua siswa mengira bahwa tuan Lukas berjalan menghampiri Cecil saat itu.


"Eh....eh .. lihatlah ternyata tuan Lukas mengenali Cecil Wheeler dan dia menghampirinya lihat ke sana" ucap para siswa dengan heboh.


Semua mata menatap ke arah Cecil dan tuan Wheeler, mereka semua mulai menduga-duga banyak hal antara tuan Lukas dan Cecil saat itu, terlebih saat melihat tuan Lukas yang menghentikan langkahnya tetap di hadapan Cecil saat itu.


Cecil juga langsung bersikap so akrab kepada tuan Lukas karena dia ingin menunjukan kepada semua orang bahwa dia mengenal tuan Lukas dan dekat dengannya, dia melakukan semua itu untuk memperkuat posisi dia di sekolah tersebut.


"Hai tuan Lukas ada perlu apa kau datang ke sekolahku, apa kau merindukan aku?" Tanya Cecil dengan wajah centil dan mengganggu,


"Oh... Nona Cecil Wheeler apa yang sedang anda lakukan tuan Lukas datang ke sekolah bukan untuk menemui anda" ucap sekretaris Jen yang merupakan tangan kanan tuan Lukas,


"Diam kau, disini kau hanya seorang bawahan dan kau bahkan tidak pantas berbicara dengan aku" balas Cecil dengan kesombongannya,


Tuan Lukas hanya menatapnya dingin dan dia sama sekali tidak mendengarkan semua yang keluar dari mulut Cecil, dia sudah muak sejak mengetahui semua kebohongan yang Cecil lakukan kepadanya dan tuan Lukas sendiri sudah menyadari kenapa dia tidak pernah merasakan perasaan yang istimewa kepada Cecil, sebab memang bukan dia wanita yang dia cari selama ini, terlebih saat melihat dan mengenal lebih jauh tentang Cecil.


Tuan Lukas kini semakin yakin bahwa dia benar-benar salah mengira Cecil adalah wanita yang dia cari selama ini.


Sekretaris Jen yang mengetahui tentang siasat yang dilakukan oleh Cecil dia segera membisikan semua itu memberitahu tuan Lukas dan tuan Lukas justru hanya tersenyum kecil menanggapinya lalu dia langsung berjalan begitu saja melewati Cecil dengan mengatakan sebuah kalimat yang sinis dan kejam.


"Kau wanita yang penuh dengan siasat nona Wheeler, aku akan dengan senang hati membantu rencana busukmu, tapi aku yang akan menikah dirimu nanti" ucap tuan Lukas sambil membisikan ucapan itu ke dekat telinga Cecil.


Semua orang terbelalak kaget dan membuka matanya lebar, melihat tuan Lukas yang mendekatkan wajahnya kepada Cecil mereka mengira apa yang dikatakan oleh Cecil semuanya adalah kebenaran sehingga mereka semua langsung memuji Cecil dan seketika kagum dengan Cecil.


"Wahh... Ternyata tuan Lukas datang ke sekolah untuk menemui Cecil Wheeler? Dia sangat hebat memang dia yang tercantik di sekolah, pantas saja seorang tuan Wheeler mendekatinya" ucap salah satu Siswi yang merupakan teman Cecil juga,


"Aaahhh... Iya aku juga sangat iri pada Cecil, dia selalu di dekati banyak pria tampan di sekitarnya, mereka juga orang-orang yang sukses, dia bisa memilih pria manapun yang dia inginkan, beruntungnya Cecil" balas yang lainnya menimpali,


"Kita harus bergaul dengannya jika ingin seperti dia, ayo... Kita dekati dia" tambah yang lain dengan antusias.


Sedangkan Bimo dan Elis mereka saling tatap satu sama lain sambil mengerutkan kedua alisnya dan merasa jijik melihat Cecil yang selalu menjadi pick me girl di sekolah sejak kelas sepuluh hingga saat ini.


"CK... Aku sangat muak melihat wajahnya yang so baik itu, padahal dia adalah saudara yang jahat pada Vivian" ucap Elis dengan kesal,


"Iya aku juga sangat kesal melihatnya, ayo Elis kita pergi saja dari sini" balas Bimo sambil menarik tangan Elis pergi dari sana secepatnya.


Sedangkan anak-anak lainnya langsung datang menghampiri Cecil dan mereka sibuk membicarakan tentang tuan Lukas saat itu.


Defi langsung mendekati Cecil karena dia adalah teman dekatnya selama ini, dia juga diam-diam menyukai Kaylo namun ketika melihat tuan Lukas mendekati Cecil dia segera menghampirinya dan terus bersikap seakan dia berada di pihak Cecil dengan terus memuji Cecil dan menyanjung dia di hadapan banyak orang saat itu, begitu juga dengan Vika yang memang selalu bersama dengan Cecil kemanapun mereka pergi.

__ADS_1


"Aahhh... Cecil kau keren sekali, apakah apa yang kau katakan barusan sungguhan? Apa tuan Lukas datang kemari untuk menemuimu?" Ucap Vika bertanya dengan penasaran dan penuh dengan antusias,


"Ahaha... Itu benar, aku juga tidak menduga dia bisa sampai datang ke sekolah untuk menemui aku" balas Cecil kembali membuat kebohongan di depan semua orang,


"Wahhh... Cecil aku sangat iri padamu, tapi Cecil apa tuan Lukas benar-benar mengejarmu yah?" Tanya Defi menimpali saat itu.


Semua orang yang menggerumuni Cecil langsung menatap dengan serius karena mereka sangat penasaran dengan hal itu, mereka seketika mendekatkan diri dan terus mendesak Cecil untuk menjawab hal itu karena mereka sangat penasaran.


"Cecil ayolah cepat jawab apakah itu benar?" Tambah Vika yang sudah tidak sabar saat itu,


"Eumm... Itu semua benar karena aku tidak mungkin berbohong dan membuat kabar burung dengan seorang tuan Lukas bukan" balas Cecil sambil mengangguk dan tersenyum kecil mengakuinya.


Seketika semua orang seperti patah hati dan mereka merasa iri dengan Cecil yang begitu sempurna dengan kehidupannya dan selalu di juluki primadona sekolah ini.


"Cecil jika begitu siapa yang akan kau pilih apa kau akan menerima tuan Lukas apa kamu akan berusaha mengejar Kaylo?" Tanya Defi yang sangat penasaran karena dia menyukai Kaylo saat itu.


"Maafkan aku Defi meski aku tahu kau mengagumi Kaylo tapi aku tidak bisa menerima tuan Lukas, aku sudah menolaknya barusan dan beberapa hari yang lalu, bahkan aku sudah menolak pertunangan dari tuan Lukas karena aku tetap menyukai Kaylo dan akan memilih dia bagaimana akhirnya" balas Cecil yang membuat Defi menahan kekesalan saat itu.


Sedangkan semua teman wanita yang lain kembali kaget tidak menduga bahwa Cecil sudah ditawari untuk bertunangan dengan seorang tuan Lukas yang tampan, sukses dan sangat keren itu.


"A...a..apa? Cecil kenapa kau bisa-bisanya menolak seorang pria yang sempurna seperti tuan Lukas, aahhh Cecil kau membuat aku sakit hati mendengarnya, jika kau memang tidak menyukainya bisakah kau kenalkan saja tuan Lukas denganku, aku akan dengan senang hati menerima tuan Lukas meski menjadi seorang pengganti atau pelampiasan dirinya" ucap Vika dengan berkhayal di samping Cecil.


"Ahaha... Vika kamu adalah gadis yang cantik kamu tidak pantas menjadi simpanan atau pengganti kau harus menjadi satu-satunya, masih banyak pria lain yang tidak kalah keren darinya" balas Cecil yang seakan memuji Vika dan membelanya.


Padahal di sisi lain Cecil mengatakan itu karena dia tidak ingin siapapun mendekati tuan Lukas dia ingin semuanya tahu dan mengira bahwa tuan Lukas tergila-gila pada dirinya dan tidak bisa melupakan dia.


Sedangkan Vika yang polos dan tidak tahu apapun dia terus saja termakan oleh kebohongan yang dilakukan oleh Cecil dia justru malah memeluk tangan Cecil dan berterima kasih kepadanya karena mengira Cecil adalah wanita yang baik dan sempurna.


"Ahhh... Cecil kau baik sekali kau memang seperti bidadari cantik di luar dan hatimu begitu baik, terimakasih Cecil ku" ucap Vika yang sangat polos.


Sedangkan Defi langsung saja pergi dari kelas itu dan dia berpapasan dengan Kaylo yang saat itu hendak masuk ke dalam kelas, dia langsung saja menatap wajah Kaylo dengan tatapan yang sinis dan kesal padahal saat itu Kaylo hendak menyapanya.


"Def....." Ucap Kaylo tidak sampai karena Defi langsung saja pergi dari sana dengan kesal dan merotasikan matanya kepada Kaylo.


Kaylo yang mendapatkan tatapan aneh dari Defi dia hanya bisa menaikkan kedua alisnya dengan heran dan merasa bingung hingga tiba-tiba saja disaat dia tengah berpikir dan kebingungan Cecil memanggil namanya dan berjalan ke arahnya sampai tiba-tiba langsung memeluk tangannya dengan erat begitu saja.


"Ehh... Ada apa dengan anak itu, apa dia marah denganku? Tapi kenapa, aku tidak melakukan kesalahan apapun?" Gerutu Kaylo memikirkan,


"Kaylo akhirnya kamu tiba aku sudah menunggumu sejak lama, ayo kita pergi ke kantin bersama" ucap Cecil sambil memeluk tangan Kaylo dengan erat.


Kaylo hanya mengangguk karena dia pikir Defi juga akan pergi ke kantin dan dia harus menemui Defi untuk menanyakan mengenai dirinya yang tadi tiba-tiba saja mengabaikan dirinya saat melewati dia.


Sebab itu tidak seperti Defi yang biasanya, Defi selalu menyapa Kaylo lebih dulu dan mereka sudah bersahabat sejak kecil hingga mereka masuk sekolah mereka selalu pergi kemana-mana bersama bahkan semua teman Kaylo sudah mengenal Defi hingga mereka masuk ke sekolah menengah atas ini dimana semua putra pembisnis dan anak-anak orang kaya lainnya disatukan munculah Cecil yang selalu mengejar-ngejar Kaylo dan itu membuat Defi sedikit menjauh dan menjaga jarak darinya.


Padahal Defi sama sekali tidak menjaga jarak apalagi menjauhi Kaylo namun semua yang ada di balik kesenjangan hubungan pertemanan mereka adalah Cecil, Defi sudah sangat senang ketika Cecil bisa loncat kelas dan langsung ke universitas saat itu, dan dia sangat berharap bahwa dia bisa kembali dekat dengan Kaylo seperti dia kecil dahulu, namun sayangnya Cecil justru malah kembali lagi dan menolak program tersebut.

__ADS_1


__ADS_2