
Pagi ini tidak seperti biasanya, Baby Al begitu rewel, bahkan dia sering menangis tiba-tiba.
Ku cek suhu badannya, tidak ada tanda-tanda dia demam, tubuhnya sangat sehat, namun dia terlihat sangat rewel, bahkan tidak mau di letakan di strollernya, maunya hanya di gendong olehku.
"Hari ini kau di rumah saja Din, biar aku saja yang ke sekolah!" kata Kenny yang pagi ini sudah terlihat sangat rapi, dengan pakaian formalnya.
Icha juga terlihat sudah siap pergi ke sekolah.
"Tapi Ken, baby Al tidak sakit kok,dia baik-baik saja, dia hanya sedang manja mungkin!" sergahku.
Sesungguhnya aku sangat ingin mendampingi Kenny seperti biasanya.
"Tapi dia akan merepotkanmu, kalau di rumah kan kau juga lebih nyaman mengurus Dedek!" ujar Kenny.
Aku diam saja, tidak berani lagi menyangkal kata-katanya.
Akhirnya aku membiarkan Kenny pergi ke sekolah sendiri, hanya dengan Icha.
Mereka lalu berjalan ke arah garasi mobil, aku mengikutinya sambil menggendong Baby Al.
"Ken, nanti siang aku bawakan bekal untukmu ya!" kataku saat Kenny baru masuk ke dalam mobilnya, Icha juga sudah nampak duduk manis di samping kemudi.
"Silahkan Din, asal jangan merepotkanmu!" jawab Kenny.
"Siang ini kau mau makan apa?" tanyaku.
"Apa saja, aku suka menu kejutan!" sahut Kenny.
"Baiklah, aku akan membuat kejutan untukmu dan Icha!" kata ku sambil tersenyum.
"Aku juga menunggu kejutan dari Ibu!" tambah Icha.
"Oke, kalian tunggu saja kejutan nanti siang, kau hati-hati ya Ken!" kataku sambil mengelus pipi Kenny, sebenarnya ingin sekali menciumnya, tapi mereka kelihatan sedang terburu-buru.
"Dah Ibu!" seru Icha sambil melambaikan tangannya.
Mobil Kenny bergerak dan langsung keluar dari gerbang rumah yang sudah di buka oleh Mbok Sumi.
Setelah mereka berangkat, aku langsung bergegas masuk ke dalam rumah.
Baby Al nampak sudah tertidur dalam gendonganku. Perlahan aku meletakkannya di dalam box bayinya.
"Mbok Sumi, tolong titip Dedek sebentar, aku mau ke tukang sayur depan, mau belanja sayur!" kataku pada Mbok Sumi.
__ADS_1
"Iya Bu, saya akan jaga Dedek kok!" jawab Mbok Sumi.
Tanpa menunggu lama aku segera melesat keluar rumah menuju ke tukang sayur yang mangkal tak jauh dari rumah kami.
Aku mulai memilih sayur dan ikan untuk di olah menjadi masakan kejutan buat Kenny dan Icha, orang-orang yang aku cintai.
Setelah selesai belanja dan membayarnya, aku langsung kembali ke rumah, dan langsung masuk ke dalam dapur.
Aku hendak langsung mengolah makanan ini.
"Hari ini ibu yang masak?" tanya Mbok Sumi.
"Iya Mbok, karena nanti siang aku mau mengantar ke sekolah, buat Kenny dan Icha!" jawabku. Mbok Sumi Menganggukan kepalanya.
Aku pun mulai memasak dengan sepenuh hati, mumpung baby Al masih tidur dan belum rewel.
Ayah nampak sedang duduk di dekat box bayi baby Al, sambil membaca buku.
Setelah aku berkutat dengan masakan di dapur, akhirnya aku selesai juga memasak.
Aku lalu langsung bergegas mandi untuk membersihkan tubuhku yang bau masakan, dan aku berusaha se wangi mungkin karena aku akan segera ke sekolah, menyusul suamiku sambil membawakan bekal makan siang.
"Kau mau kemana Din? Rapi sekali!" tanya Ayah saat aku sudah selesai mandi.
"Kalau begitu kau pergilah bersama Ayah, karena Ayah juga ada keperluan di sekolah!" ujar Ayah.
"Baik Ayah, aku akan berangkat bersama Ayah!" sahutku.
"Tapi aku berangkat agak cepat, karena jam 10 aku ada janji dengan Pak Budi!" kata Ayah.
"Tidak masalah, aku sudah selesai masak juga, Ayah bisa langsung makan duluan, aku mau menyiapkan bekal buat Kenny dan Icha dulu!" ujarku yang langsung bergegas menuju ke dapur.
Tak lama kemudian bekal makan siang buat Kenny dan Icha sudah siap.
Ayah juga terlihat sudah selesai makan, dia langsung menuju ke mobilnya.
"Mbok, nitip Dedek lagi ya, bergantian dengan Mbak Nur, aku mau mengantar makan siang buat Icha dan Papinya!" ucapku pada Mbok Sumi.
"Iya Bu!" sahut Mbok Sumi patuh.
Aku langsung bergegas masuk kedalam mobil yang akan Ayah kemudikan itu. Dan kamipun berangkat ke sekolah.
Aku datang lebih cepat dari perkiraan, bahkan ini belum jam 10, belum waktunya makan siang.
__ADS_1
Sementara Ayah langsung menuju ruang Pak Budi, aku bergegas ke ruangan Kenny.
Suasana sekolah sedang sepi karena masih jam pelajaran sekolah.
Saat aku hendak masuk ke ruangan Kenny, aku melihat Miss Mona sedang duduk di hadapan Kenny, mereka nampak akrab dan saling tertawa.
Aku mengurungkan niatku untuk masuk dan memilih untuk diam di depan pintu kaca ruangan itu, sambil memperhatikan mereka.
Sejak kapan mereka akrab, bahkan mereka baru kenal sejak kemarin.
Tiba-tiba aku di liputi perasaan tak menentu, buru-buru ku tepiskan perasaan itu, mereka paling hanya mengobrol biasa.
"Lho, kok tidak langsung masuk Miss??" tanya Pak Yudi mengagetkan aku.
Dia tiba-tiba sudah berdiri di belakangku.
"Eh, anu Pak, tadi saya ... Oh, saya masuk sekarang!" Aku langsung masuk ke dalam ruangan itu, Pak Yudi menatapku dengan tatapan heran.
Semetara Kenny dan Miss Mona nampak terkejut melihat aku yang tiba-tiba datang.
"Dini? Sejak kapan kau ada di sini?" tanya Kenny terkejut.
Miss Mona juga terlihat kaget saat melihatku.
"Tadi aku bareng Ayah ke sini, sekalian mengantar bekal untuk Kau dan Icha!" sahutku untuk menutupi keheranan ku.
"Oh, senang sekali di bawakan bekal dari istri tercinta, kalau begitu saya permisi keluar ya Mr, Miss!" Miss Mona langsung beranjak dari tempatnya dan melangkah menuju keluar ruangan.
"Din, tadi aku hanya mengobrol mengenai progress sekolah ke depan, jadi kau jangan berpikir kalau aku ..."
"Sudahlah Ken, kau jangan bahas lagi, aku memang lebih cepat datang karena bareng Ayah, ini bekal makan kalian!" Aku menaruh dua kotak makanan di meja Kenny.
"Lho, kau mau kemana lagi Din?" tanya Kenny saat melihatku yang akan bersiap untuk keluar dari ruangannya.
"Aku mau pulang Ken, kan aku hanya mengantar bekal saja, lagi pula Dedek Al kasihan kalau terlalu lama di tinggal!" jawabku.
"Biar aku antar Din!" Kenny lalu dengan cepat membereskan mejanya, lalu segera menggandengku keluar dari ruangannya.
"Aku harap kau tidak menaruh curiga karena telah melihat Miss Mona di ruanganku tadi!" ucap Kenny.
"Lho Ken, kenapa kau bisa berpikir kesitu, padahal aku memang berniat pulang karena Dedek yang sejak tadi aku titipkan pada Mbok Sumi, saat aku memasak aku menitipkannya, saat ke sekolah aku juga menitipkannya!" kataku.
Aku memang tidak berniat lama di sekolah, tapi kenapa Kenny begitu takut aku mencurigainya?
__ADS_1
****