Menggapai Hati Sang Duda

Menggapai Hati Sang Duda
Kondisi Leo


__ADS_3

Tanpa menunggu aku segera mengambil Tasku, aku harus yakin kalau aku membawa uang, kemudian aku langsung bergegas mencari ojek pangkalan, terlalu lama kalau harus menunggu ojek online.


Tak jauh dari rumah Kenny, memang ada beberapa tukang ojek yang mangkal di sana, aku kemudian melambaikan tanganku dan salah satu tukang ojek itu pun datang menghampiri aku.


"Pak, tolong antarkan saya ke sekolah Rajawali, agak cepat ya pak!" seruku pada sang tukang ojek itu.


"Baik bu!" jawab tukang ojek sambil menyodorkan helm kepadaku.


Tanpa bicara lagi aku pun segera naik ke atas motor itu, aku harus sampai di sekolah cepat, Aku tidak tahu apa yang menguasai hati dan pikiran Kenny, sehingga dia jadi gelap mata seperti itu.


Aku sama sekali tidak menyangka kalau Kenny akan melakukan hal seperti itu, bahkan seumur hidup aku tidak pernah melihatnya sebrutal itu terhadap orang lain, apalagi ini terhadap Leo sahabatnya sendiri.


Aku pikir kesalahpahaman Kenny terhadap Leo sudah selesai, setelah aku mengikutinya pergi meninggalkan rumah Bu Ira kemarin itu, tapi ternyata itu adalah awal dari semua ini.


Aku baru menyadari bahwa Kenny memiliki sisi yang begitu mengerikan pada saat dia marah, dia tidak nampak kasar dan marah di depan aku, tetapi dia melampiaskan kemarahannya itu melebihi apa yang aku pikirkan, bahkan ini sudah di luar jangkauan akal sehatku.


Setelah aku sampai di sekolah Rajawali, kebetulan memang hari ini hari libur, tapi suasana sekitar sekolah itu terlihat ramai, bahkan aku melihat juga ada mobil polisi di sana, jantungku semakin berdebar, apa yang diperbuat Kenny sehingga melibatkan polisi segala.


Baru saja aku turun dari motor, Bu Ira dari dalam sekolah berlari-lari ke arahku.


"Miss Dini, Ayo ikut aku, saat ini Mister Kenny sedang bersama Pak RT dan Pak RW setempat, karena kejadian tadi ada di depan sekolah!" seru Bu Ira sambil menarik tanganku.


Aku dengan cepat kemudian langsung menyodorkan uang ke arah tukang ojek tanpa memperdulikan lagi teriakannya yang hendak memberikan kembalian.


Entah kenapa di dalam kekalutan itu otakku Sempat berpikir, reputasi sekolah ini bisa rusak karena kejadian itu, apalagi Kenny adalah figur seorang pendidik.


Bu Ira membawaku ke rumah pak RW yang kebetulan terletak tidak jauh di belakang sekolah, Pak RT dan Rw itu sudah sangat mengenal Kenny, karena Kenny adalah putra Pak Banu pemilik sekolah Rajawali.


Kenny nampak duduk di sebuah bangku dengan mata yang terlihat sayu, entah kenapa perasaanku jadi tak menentu melihat dia, bahkan dia belum pernah seperti ini sebelumnya ini adalah kali pertama aku melihat dia seperti itu, aku seperti bukan melihat Kenny tapi pribadi yang lain.


"Kenny, Apa yang kamu lakukan?" Tanyaku pada saat aku berdiri di hadapan Kenny.


Kenny tidak menjawab pertanyaanku, dia hanya diam saja.


"Begini Bu Dini, kami terpaksa mengamankan Mr Kenny, karena tadi pagi dia baru melakukan tindak kekerasan yang mengakibatkan korban hampir meninggal, untung saja ada beberapa warga yang melihat dan langsung Melarikan korban ke rumah sakit!" jelas Pak RW.


"Ya Tuhan, saya atas nama suami saya meminta maaf ya pak, untung saja ada beberapa warga yang lihat, kalau tidak ..... "


Aku tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi kalau Leo benar-benar sampai meninggal di tangan Kenny, Kenapa Kenny jadi sesadis itu, sebenarnya apa yang memicu dia berbuat senekat itu pada Leo.


"Baiklah, karena istrinya Mister Kenny sudah datang, sebaiknya kita bubar saja, biarkan mereka menyelesaikan urusannya sendiri, Bu Dini pastikan kalau suami Anda sedang baik-baik saja, karena tindakannya itu sangat membahayakan nyawa seseorang!" kata Pak RW.


"Baik Pak, Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini, saya akan bawa suami saya pulang, Terima kasih banyak untuk bantuannya!" ucapku.


Tak lama kemudian Pak RT pak RW dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di sekitar tempat itu pun bubar teratur, tinggal aku Kenny dan juga Bu Ira.


"Miss Dini, jadi Miss akan membawa Mister Kenny pulang ke rumah?" tanya Bu Ira.


"Iya Bu, aku langsung bawa suamiku pulang ke rumah dulu ya, saat ini sepertinya jiwanya sedang tidak stabil!" jawabku.


"Oh ya Miss, mobilnya Mr Kenny diparkir di depan sekolah, barangkali kuncinya ada di saku Mister!" ujar Bu Ira.


"Iya Bu, saya langsung pulang ya Bu, Terima kasih buat semuanya!" kataku yang langsung membantu Kenny berdiri dan menuntutnya berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di depan sekolah.


Sejak tadi Kenny hanya diam saja, tatapannya sepertinya kosong, aku tidak mengerti apa yang terjadi dengan suamiku ini, kenapa dia jadi bersikap aneh seperti ini.

__ADS_1


Setelah sampai di tempat di mana mobil Kenny terparkir, aku pun langsung mengambil kunci mobil yang memang ada di saku celana Kenny, tanpa bertanya lagi aku langsung membuka pintu dan membantu Kenny duduk sementara aku yang mengambil alih mengendarai mobilnya.


Sepertinya Kenny sedang gelap mata dan tidak sadar apa yang dilakukannya, dan dari pancaran wajahnya tidak ada penyesalan karena dia telah melakukan tindak kekerasan pada Leo sahabatnya.


Sepanjang jalan aku begitu dilema, kalau aku bawa Kenny pulang ke rumah, tentunya ayah akan sangat syok melihat apalagi mendengar kejadian yang menimpa putranya ini, aku takut kalau ayah akan kumat sakitnya, belum lagi kalau anak-anak juga melihat kondisi Papinya seperti ini, Apa yang akan mereka pikirkan?


Aku masih berputar-putar di kota Jakarta, Kenny nampak tertidur di sebelahku, sepertinya dia begitu lelah setelah mengeluarkan energi yang begitu besar untuk menghajar Leo habis-habisan.


Karena aku tidak tahu lagi mau membawa Kenny ke mana, akhirnya aku memasuki sebuah hotel, aku bermaksud untuk beristirahat di hotel itu sekalian Kenny juga beristirahat, agar dia bisa menenangkan diri dan kami pun bisa berbicara dari hati ke hati.


Aku tidak berani membuka ponselku, Aku sangat takut kalau berita kejadian tadi pagi menjadi viral, dan reputasi Kenny dipertaruhkan, apalagi sekolah Rajawali yang Kenny Pimpin saat ini sedang menuju tahap perkembangan menuju ke sekolah internasional.


Apa jadinya kalau masyarakat tahu, kalau sang pemimpin yang berkecimpung di dunia pendidikan baru saja melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain? Aku tak berani untuk membayangkannya.


Aku mengambil ponsel Kenny yang berada di saku celananya, lalu aku langsung matikan permanen, aku juga tidak ingin dia melihat berita-berita viral tentang dirinya, karena kejadian tadi pagi itu sempat memicu perhatian warga setempat, ditambah lagi kejadiannya tepat berada di depan sekolah.


Aku juga tidak tahu bagaimana kabar Leo terkini, menurut Bu Ira Leo mengalami luka yang cukup serius, Bahkan dia sempat kritis, mudah-mudahan saja Leo bisa segera pulih dan kondisinya tidak mengkhawatirkan.


Setelah aku memarkirkan mobil Kenny di parkiran hotel, aku pun langsung bergegas turun dan membangunkannya, supaya dia bisa melanjutkan tidurnya di hotel saja.


"Kenny bangun! kalau kamu ngantuk istirahat saja di kamar hotel, Ayo!" ajakku sambil mengguncang punggung Kenny setelah aku membuka pintu mobilnya.


Kenny nampak mengerjapkan matanya kemudian menatapku heran.


"Ini di mana?" tanya Kenny.


"Ini di hotel! Ayo turun Ken, lebih baik kita bicara di dalam saja, Ayo!" jawabku sambil menarik tangan kini keluar dari mobilnya.


Setelah aku membayar kamar hotel di resepsionis, aku pun kemudian langsung membawa Kenny ke sebuah kamar, yang letaknya berada di atas.


Aku kemudian menyusulnya duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu membawaku ke sini? kenapa kamu tidak membawaku pulang saja!" tanya Kenny.


"Kenny, kamu sedang kusut! pikiranmu sedang kacau, kamu tidak ingin kan Ayah shock melihatmu!" jawabku.


"Din, Maafkan aku!" ucap Kenny menunduk.


"Kenapa minta maaf?" tanyaku.


"Kalau penyebab utama kamu ingin berpisah dari aku adalah karena Leo, aku akan menghabisi dia!" jawab Kenny ini lirih.


"Oh, jadi kamu memukuli Leo sampai dia Hampir mati hanya karena Kamu berpikir kalau dia adalah penyebab permohonan aku bercerai denganmu?" tanya aku balik.


"Tidak juga, selain karena kamu sakit hati karena masalah foto Felly itu, di saat itu Leo datang memberikanmu Harapan, dan aku sangat tidak suka!" jawab Kenny.


Aku mengerutkan keningku, tidak habis pikir dia akan berkata seperti itu, dari mana dia bisa mengambil kesimpulan yang aku sendiri pun tidak pernah berpikir sejauh itu.


Kenny kini nampak seperti anak kecil yang baru saja melakukan kesalahan, setelah itu mendapatkan introgasi, dia hanya diam saja, kenapa Kenny berubah jadi sebodoh ini? Apa yang membuat dia sampai seperti ini? sekali lagi aku tidak berani untuk menebaknya.


"Ken, tadi pagi-pagi Bu Ira menelponku, katanya Leo kritis dan terluka parah, karena kamu menghajar dan memukulinya habis-habisan, apakah kamu sadar kamu bisa dipenjara karena itu Ken!" ungkapku.


"Aku tahu, dan aku tahu segala Konsekuensi apa yang aku lakukan itu!" sahut Kenny.


"kamu tahu tapi kamu tetap melakukannya kan! sebenarnya apa yang ada di pikiranmu? Aku sungguh tak mengerti!" ujarku sambil menarik nafas panjang, karena benar-benar tidak mengerti Kenny.

__ADS_1


"Aku ... aku cemburu pada Leo!" ucap Kenny.


Aku terhenyak seketika, selama aku mengenal seorang Kenny, dia belum pernah sekalipun menunjukkan atau mengatakan kalau dia cemburu pada siapapun, Apakah benar semua yang dia lakukan semata-mata karena perasaan cemburu?


Biasanya itu cemburu Adalah perasaan di mana Kita takut kehilangan orang yang sangat kita sayang dan kita cintai, Apakah Kenny benar-benar cemburu karena dia sayang dan mencintai aku?


Aku masih terdiam, tidak dapat lagi berkata-kata karena aku tidak tahu harus mengatakan apa, kalau Kenny memang sayang dan mencintai aku, kenapa dia menyakiti hatiku dengan sikapnya yang menyimpan foto Felly, memandangnya, mengungkapkan isi hatinya, bahkan sangat marah saat aku tak sengaja mengagetkannya hingga membuat bingkai foto Felly pecah. Apakah itu yang disebut sayang?


"Kamu pasti tidak percaya kan?" tanya Kenny tiba-tiba.


"Sebenarnya aku ingin sekali mempercayainya, aku ingin sekali, tapi kenapa hatiku sepertinya tidak percaya dengan apa yang barusan kamu ucapkan!" jawabku.


Sekarang gantian Kenny yang terdiam, dia sepertinya tidak pandai merangkai kata-kata, tapi entah mengapa dari sorot matanya, aku melihat kejujuran yang sangat Hakiki yang selama ini belum pernah aku lihat dari dirinya.


"Kalau memang aku harus dipenjara karena perbuatanku pada Leo, aku ikhlas Din!" ucap Kenny.


"Ken, aku tidak ingin kamu dipenjara, kalau Leo menuntut, Katakan padaku satu alasan supaya kamu tidak dipenjara!" sahutku.


"Aku cemburu pada Leo!" kata Kenny lagi.


Ini kedua kalinya Kenny Mengatakan kata cemburu, benarkah dia cemburu pada Leo, sementara aku dan Leo tidak pernah melakukan apa-apa, kami hanya sebatas teman dan mengobrol biasa, meskipun dia sering datang ke rumah Bu Ira waktu itu, tapi diantara Aku dan Leo memang tidak pernah terjadi apa-apa


"Dini, dalam hidupku aku pernah dua kali merasakan cemburu, dulu yang pertama aku pernah cemburu terhadap Felly, saat dia diganggu adik dari almarhum suaminya, dulu aku begitu marah!" ungkap Kenny.


"Dan ternyata saat ini perasaan itu seolah terulang kembali, saat aku melihat Leo berada dekat denganmu, Padahal aku sangat mencemaskanmu karena kamu pergi dari rumah, saat itu aku begitu marah dan dendam pada Leo, aku menyusun rencana Bagaimana caranya supaya aku bisa memberikan dia pelajaran!" lanjut Kenny.


Aku merinding mendengar pengakuan Kenny, berarti sejak kedatangannya ke rumah Bu Ira waktu itu, dia sudah menyusun rencana untuk Leo, yang kini berakibat Leo harus dirawat intensif di rumah sakit.


Aku sama sekali tidak menyangka kalau Kenny akan seperti itu, apakah Kenny kini benar-benar memiliki perasaan sayang padaku, bukan hanya dibuat-buat atau berpura-pura seperti dulu?


Tiba-tiba Kenny memelukku dengan erat, aku sangat terkejut, karena aku belum siap, dia memeluk sambil menangis, entah apa yang dirasakan laki-laki ini, tapi aku merasakan dia begitu rapuh entah kenapa.


Dulu dia juga pernah rapuh saat Felly meninggal, membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan semuanya, tapi kini aku kembali melihat kerapuhan itu, sebenarnya Apa yang dirasakan Kenny? Kenapa dia sampai seperti ini?


Perlahan aku membelai rambut Kenny yang masih saja terus dengan erat memelukku, keningnya berkeringat, entah kenapa perasaan sayang itu kembali mengalir di dalam diriku, saat itulah aku merasakan kalau aku benar-benar mencintai dia dengan sangat dalam.


Meskipun aku tidak mengerti kenapa hanya dengan kata perceraian membuat Kenny jadi gelap mata seperti ini, apakah Kenny benar-benar takut kehilangan aku? Apakah Kenny kini mulai menyadari betapa berharganya aku dalam hidupnya? Apakah Kenny sudah benar-benar berubah?


Sebenarnya aku tidak berani menebak-nebak, takut kalau tebakanku itu salah semua, dan akan membuat aku kembali sakit hati.


Kenny masih terus menangis dipelukanku, aku membiarkan saja, membiarkan dia menumpahkan segala perasaan dan isi hatinya, paling tidak dengan begitu, siapa tahu dia menjadi lega dan tenang, meskipun aku tidak tahu nasib ke depannya bagaimana, apalagi sudah menyangkut ada orang yang menjadi korban karena ini.


Teeet ... Teeet


Tiba-tiba terdengar suara bel dari kamar hotel ini, sepertinya ada orang di luar.


Perlahan aku mengurai pelukan Kenny, dia sepertinya begitu frustasi dan rapuh, aku membantunya berbaring dan menyelimuti tubuhnya, dia masih nampak sesenggukan sepertinya dia benar-benar Rapuh dan depresi.


Kenny sepertinya mulai mencoba memejamkan matanya, mungkin dengan tidur akan lebih menenangkan pikirannya, aku Kemudian beringsut dari tempat tidur lalu melangkah ke arah pintu kamar untuk membukakan pintu.


Dadaku berdebar keras, siapakah orang yang datang mencari kami di hotel? Apakah polisi yang datang untuk meminta keterangan, ataukah ada kabar dari Leo, apa jangan-jangan Leo sudah meninggal, aku benar-benar takut ini akan berbuntut panjang.


Bersambung....


****

__ADS_1


__ADS_2