Menggapai Hati Sang Duda

Menggapai Hati Sang Duda
Leo Sadar


__ADS_3

Aku masih di sini, di rumah sakit menunggu perkembangan Leo, Aku berharap Leo akan segera sadar, kemudian keluarganya mencabut tuntutan terhadap Kenny.


Saat ini Kenny pasti butuh pendampinganku, dalam keadaan dia seperti itu dia butuh seseorang yang selalu memberinya dukungan, apalagi Ini pertama kalinya Kenny mengalami kasus seperti ini.


Dari ujung lorong rumah sakit, aku melihat ayah berjalan perlahan mendekati aku, aku tidak tahu dari mana Ayah tahu kalau Leo dirawat di rumah sakit, apakah ada orang yang menelepon Ayah sehingga Ayah mengetahuinya, dan itu berarti Ayah juga tahu kalau saat ini Kenny sedang berada di kantor polisi.


Ayah kemudian langsung duduk di sampingku sambil mengelus Bahuku dengan lembut.


"Ayah, Maafkan Aku!" ucapku.


Hanya kata-kata itu yang bisa aku ucapkan pada Ayah.


"Ayah sudah tahu semuanya Din, bahkan kedua orang tuamu pun sudah tahu, kasus Kenny kini sudah viral dan menjadi trending topic di semua media sosial!" kata ayah.


Aku menunduk sambil menggigit bibirku, entah aku harus merasa sedih atau malu atau apa aku tidak tahu, semua rasa bercampur menjadi satu.


"Maafkan Aku Ayah!" ucapku sekali lagi.


"Biarlah melalui peristiwa ini, kita sama-sama belajar, dan ayah berharap hubunganmu dan Kenny bisa semakin membaik!" ujar ayah.


"Tapi aku tidak bisa memaksakan hati Kenny untuk sepenuhnya menjadi milikku ayah, lebih baik Kami berteman seperti dulu, mungkin kami akan menjadi lebih akrab dan lebih dekat daripada hanya sekedar status hitam di atas putih, namun tidak ada kehangatan di sana!" ungkapku.


"Dini, kamu tahu dari mana tidak ada kehangatan antara kamu dan Kenny, Kenapa kamu selalu merasa kalau Kenny itu tidak benar-benar mencintaimu?" tanya ayah.


"Karena di dalam hati Kenny, masih ada mendiang istrinya, dan dia akan selalu menyimpan kenangan bersama dengan Felly yang aku sendiri tidak bisa untuk mengubahnya, karena ini menyangkut perasaan!" jawabku.

__ADS_1


"Din, asal kamu tahu, sejak kamu pergi meninggalkan rumah waktu itu, Kenny membakar semua foto-foto Felly, dan dia tidak menyimpannya lagi, kecuali foto yang ada di kamar Icha untuk menghargai karena dia adalah maminya Icha!" kata Ayah.


Aku terkesiap mendengar penjelasan Ayah, benarkah Kenny bisa membakar semua foto-foto Felly? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, sedangkan yang aku tahu Kenny selalu memandang foto itu dan menyimpannya.


"Kamu mungkin tidak percaya Din, tapi ayah saksinya, bahkan Mbok Sumi dan Mbak Nur juga tahu karena Kenny yang menyuruh mereka untuk membuang sisa-sisa bekas foto yang terbakar itu ke tempat sampah!" lanjut Ayah.


"Jadi, Kenny beneran membakar foto-foto Felly ayah? Kenapa dia melakukan itu? Aku tidak pernah memintanya untuk melakukan itu sedikitpun!" tanyaku


"Tentu saja benar Din, masa Ayah bohong, Kenny melakukan itu untuk membuktikan pada semuanya dan pada dirinya sendiri, kalau memang sudah tidak ada lagi Felly di dalam hatinya, semuanya itu hanya tinggal kenangan, dan dia belajar untuk mempersembahkan seluruh hidupnya bersama dengan orang yang dia cintai dan itu adalah kamu!" jawab ayah.


Aku terdiam mendengar kata-kata Ayah, kalau memang Kenny melakukan apa yang dikatakan Ayah itu, itu berarti betapa jahatnya aku, hanya menilai dari sudut pandang diriku sendiri saja, ternyata Kenny memang benar-benar ingin melupakan Felly, dan berusaha untuk menjadi sosok suami yang sempurna untukku, meskipun dia harus mengorbankan membakar foto orang yang sangat dicintainya dulu.


Tiba-tiba air mataku mengalir, aku menangis di hadapan Ayah, aku benar-benar menyesal bahkan sudah ada niat bercerai di dalam hatiku, kata-kata Itu menyakiti hati Kenny yang sebenarnya sudah berkorban, pantas saja dia begitu membabi buta terhadap Leo.


Aku benar-benar menyesal, meskipun Kenny tidak bisa menyampaikan dengan bahasanya sendiri, tapi dia sudah menunjukkan bahwa dia benar-benar tulus padaku, ternyata apa yang aku tuduhkan selama ini padanya itu salah, dia tidak seperti apa yang aku kira, dan aku benar-benar menyesal dan sangat merasa bersalah, karena keegoisanku ini, banyak yang menjadi korban.


"Leo sudah sadar, Sekarang dia sudah melewati masa kritisnya dan pemulihan luka-luka di tubuhnya, tapi semuanya akan selesai, Leo pasti akan sembuh!" kata Bu Rahma.


"Syukurlah kalau begitu, sekali lagi aku minta maaf atas nama anakku, karena telah menyebabkan Leo seperti ini, dan kupastikan ini yang pertama dan terakhir kalinya!" ucap ayah.


"Ya, mengingat persahabatan mereka sejak dulu, aku dan anak-anak memutuskan untuk mencabut laporan Kenny, dan semuanya pasti akan selesai, ini hanya kesalahpahaman saja kok!" ujar Bu Rahma yang kini menoleh ke arahku.


Aku jadi merasa malu dan tidak enak, karena sejak awal aku tidak mengaku kalau aku ini adalah istri Kenny, mungkin sekarang Bu Rahma sudah tahu tapi dari sorot matanya tidak ada tanda-tanda kemarahan dan kekecewaan padaku dia tersenyum sambil menepuk lembut Bahuku.


"Dini, Leo ingin berbicara padamu, dia menunggu di ruangannya!" kata Bu Rahma.

__ADS_1


"Baik bu, sekali lagi saya minta maaf, semuanya ini karena kesalahan saya, kalau bukan karena ulah saya semuanya pasti akan baik-baik saja!" ucapku.


"Sudahlah, yang lalu biar berlalu, yang penting sekarang Leo sudah sadar, dan aku tidak jadi kehilangan Putraku, kami masih akan tetap bersama-sama seperti dulu!" jawab Bu Rahma.


Tanpa menunggu lagi, aku pun segera berdiri dan melangkah masuk ke dalam ruangan di mana Leo dirawat, mungkin ada yang ingin Leo sampaikan padaku.


Leo masih berbaring di sana, di ranjang itu, dengan beberapa luka yang masih terlihat memar di tubuhnya, dia menoleh ke arahku sambil tersenyum aku pun kini duduk di hadapannya.


"Leo Aku senang akhirnya kau bisa melewati semuanya, atas nama Kenny aku minta maaf padamu yang sebesar-besarnya, semuanya ini karena salahku!" ucapku.


"Dini, semuanya sudah selesai, aku tidak marah ataupun dendam pada Kenny, aku baru sadar kalau dia melakukan itu semua padaku, semata-mata karena cintanya padamu yang begitu besar, namun dia tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya!" kata Leo.


Aku menunduk dan tidak bisa lagi menjawab kata-kata dari Leo, aku benar-benar merasa malu, bersalah, dan semua rasa bercampur menjadi satu, tapi di sisi lain ada satu kebahagiaan yang tersembunyi yang aku tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata.


"Din, Kenny mencintaimu, aku tahu cintanya padamu itu sama besarnya seperti saat dulu dia mencintai mendiang istrinya, kamu harus percaya padanya, dan jangan lagi punya pikiran untuk berpisah dengannya, karena kamu akan sangat menyesal!" lanjut Leo.


"Iya Leo, aku juga menyesal, sudah beberapa kali melontarkan kata-kata itu, dan aku tidak menyangka kalau kata-kataku itu sangat melukai hati Kenny dan sangat menyakiti hatinya!" ucapku.


"Sekarang kamu pergilah temui Kenny, saat ini dia hanya betul-betul membutuhkanmu bukan membutuhkan orang lain, aku akan baik-baik saja di sini, dan setelah ini mungkin aku akan tinggal bersama keluargaku dan itu akan jauh lebih membahagiakan dari apapun!" ungkap Leo.


"Terima kasih Leo, Terima kasih!" ucapku yang kemudian berdiri dan melangkah keluar dari ruangan Leo, dan aku pun langsung pamit pada ayah dan juga Bu Rahma, untuk pergi menemui Kenny yang masih ada di penjara.


Aku tidak sabar ingin bertemu dengan dia, memeluknya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya.


Bersambung....

__ADS_1


*****


__ADS_2