Menggapai Hati Sang Duda

Menggapai Hati Sang Duda
Ibu Sakit


__ADS_3

Sudah satu minggu aku tinggal dan bersembunyi di rumah Bu Ira, sejauh ini keberadaanku cukup aman.


Selama satu minggu ini, aku terus menahan rindu pada Icha dan baby Al, Meskipun mereka bukan anak-anak kandungku, tapi entah mengapa aku seperti ada ikatan batin pada mereka.


Meskipun aku begitu rindu, namun aku berusaha untuk menahannya, saat ini suasana hatiku juga belum stabil, kadang Setiap hari aku selalu melihat dari balik jendela rumah Bu Ira, aktivitas Kenny di sekolah, dia masih menjalankan rutinitasnya seperti biasanya, dan sepertinya Kenny tidak terlalu terganggu oleh hilangnya aku.


Selain pada Icha dan baby Aldio, aku juga sangat merindukan Bapak dan ibuku, aku yakin mereka pasti cemas memikirkan aku, karena sampai saat ini pun aku tidak berkomunikasi dengan mereka sama sekali.


Aku tidak tahu Sampai kapan aku akan bersembunyi di rumah Bu Ira, sejauh ini Bu Ira sangat tidak keberatan dan dia senang-senang saja aku tinggal di rumahnya.


Meskipun ada perasaan tidak enak dalam hatiku, apalagi saat aku pergi meninggalkan rumah, aku dalam keadaan tidak bawa uang sepeserpun, pakaian yang aku kenakan itu juga adalah pakaian milik Bu Ira, makanan yang aku makan juga adalah makanan dari Bu Ira, aku berhutang banyak padanya.


Malam ini Bu Ira kelihatan sibuk, beberapa kali dia memeriksa tugas-tugas murid yang menumpuk di meja kerjanya, ditambah lagi dia juga harus membuat laporan dan banyak sekali pekerjaan yang dia lakukan.


Biasanya kami selalu mengobrol, namun Malam ini aku tidak berani mengganggu aktivitas Bu Ira, Apalagi dia punya tanggung jawab besar sebagai seorang guru di sekolah, ditambah lagi saat ini sudah musim ujian.


"Miss Dini, kalau Miss Dini sudah ngantuk tidur saja duluan! Jangan menungguku Miss, sepertinya Malam ini aku sedikit lembur, karena tadi siang kami rapat dan aku harus membuat laporan perencanaan sekolah!" kata Bu Ira yang melihatku masih duduk di ruangan itu sambil membaca buku.


"Santai saja Bu, nanti juga kalau aku ngantuk aku langsung tidur, tapi sekarang aku belum ngantuk!" jawabku.


"Oh Ya Miss, sepertinya belakangan ini Mr Kenny aneh deh!" lanjut Bu Ira.


"Aneh kenapa?" Tanyaku kepo.


"Sekarang Mister Kenny jadi sedikit pendiam, Sepertinya Dia benar-benar kehilangan Miss Dini, meskipun dia sudah melapor ke polisi, tapi kan sampai saat ini polisi belum menemukan Miss Dini ada di mana!" Jawab Bu Ira.


"Maafkan aku Bu Ira, karena masalahku ini, aku jadi merepotkan Bu Ira!" ucapku yang merasa bersalah.


"Jangan sungkan Miss Dini, walau Bagaimana kan kita sudah lama kenal, kalau Miss Dini merasa tenang dan nyaman di sini, sampai kapanpun aku pasti akan dengan senang hati menerima Miss Dini!" kata Bu Ira.


Aku menarik nafas panjang, Benarkah apa yang dikatakan Bu Ira? Apakah Kenny kini jadi berubah pendiam setelah Dia kehilangan aku?


Ah, aku tidak mau besar kepala, Kenny berubah jadi pendiam bukan berarti dia benar-benar kehilangan aku, mungkin saja Kenny ada masalah yang lain, aku berusaha untuk menepiskan pikiran-pikiran yang saat ini mulai berkecamuk di kepalaku.


Tiba-tiba terdengar suara mesin mobil yang berbunyi tepat di depan rumah Bu Ira, dan mesin mobil itu pun mati.


Bu Ira cepat-cepat bangun dari duduknya, meninggalkan pekerjaannya dan langsung berjalan menuju ke depan, mengintip dari jendela, mencari tahu siapakah orang yang datang malam-malam seperti ini, apalagi ini sudah jam 10.00 malam.

__ADS_1


Aku juga sedikit ketar-ketir, takut kalau-kalau ada orang yang aku kenal yang datang ke rumah Bu Ira, aku sudah ambil ancang-ancang untuk bersembunyi di dalam kamar.


Namun tak lama kemudian Bu Ira terlihat membuka pintu rumahnya itu, dan tiba-tiba saja Leo sudah masuk menyeruak ke dalam ruang tamu rumah Bu Ira, aku terperanjat kaget, ternyata Leo datang lagi.


"Maaf Bu Ira, bisa aku bicara dengan Dini?" tanya Leo yang suaranya terdengar sampai di tempatku.


Aku langsung berjalan menghampiri Leo yang langsung menoleh ke arahku, kemudian aku duduk di hadapannya.


"Ada apa kamu malam-malam mencari aku Leo?" Tanyaku to the point.


"Dini, Bisakah kamu ikut denganku sekarang?" tanya Leo balik.


"Apa? Ikut denganmu? Tidak! Aku lebih nyaman di sini, kamu ini apa-apaan sih Leo!" sahut-ku.


"Dini dengar aku dulu, ibumu sakit Din, sudah sekitar 3 hari, dia tidak mau makan minum, kata Bapakmu dia selalu menyebut-nyebut namamu, sepertinya ibumu sangat merindukanmu Din, dan dia sangat mengkhawatirkanmu!" jelas Leo.


Aku terkesiap mendengar penjelasan Leo, selama ini aku tidak pernah berpikir kalau ibu sampai sakit hanya karena memikirkan aku.


Wajar saja sih, Ibu memang ibu yang terbaik di dunia, kasih sayangnya itu begitu besar padaku melebihi apapun di dunia ini.


Tiba-tiba hatiku merasa sangat sakit, hanya karena masalahku, keegoisanku, sampai aku mengorbankan Ibuku sendiri, mengabaikan perasaannya, Bahkan aku tidak pernah berpikir untuk berkomunikasi dengan ibu, meskipun aku sangat merindukan beliau.


"Tapi, bagaimana kalau nanti Kenny dan keluarganya tahu aku ada di rumah Bu Ira? Bagaimana caranya aku menemui Ibu?" tanyaku bingung.


"Makanya kamu ikut aku Din, malam ini temuilah ibumu, kan kamu bisa bilang jangan beritahukan Keberadaanmu pada siapapun, ibumu pasti bisa menjaga rahasia ini kok!" jawab Leo meyakinkan.


"Mungkin apa yang dibilang Pak Leo Itu ada benarnya miss, Kasihan juga kalau ibunya sampai sakit, paling tidak kan kalau melihat Miss Dini baik-baik saja ibunya tidak akan kepikiran terus!" timpal Bu Ira yang sejak tadi diam saja.


Aku mulai berpikir, mungkin tidak ada salahnya kalau aku menuruti keinginan Leo, aku akan menemui Ibu sebentar, kemudian aku akan kembali lagi ke rumah Bu Ira, tentunya diantar oleh Leo, karena Leo bisa menjaga rahasia.


"Bagaimana Din? kasihan ibumu lho Din, dia sampai sakit begitu memikirkanmu!" tanya Leo lagi.


"Oke, aku akan ikut kamu sekarang, tapi langsung antar aku ke rumah ibuku ya!" sahutku mantap.


"Ya, tentu saja aku akan mengantarmu sampai ke rumah orang tuamu! Memangnya kamu pikir aku mau menculikmu!" sungut Leo.


Tiba-tiba Bu Ira masuk ke dalam kamarnya, dan tak lama kemudian dia Kembali keluar sambil menyodorkan sebuah kunci ke arahku, aku mengambilnya sambil menatap kunci itu.

__ADS_1


"Itu kunci serep rumah ini Miss, Jadi kapanpun Miss Dini pulang ke sini, langsung bisa buka kuncinya tanpa harus mengetuk pintu dulu!" kata Bu Ira.


"Ah Bu Ira, lagi-lagi aku merepotkanmu! pokoknya aku berhutang banyak padamu, kelak suatu hari aku pasti akan membalasnya!" ucapku.


"Sudahlah Miss Dini, Aku ikhlas kok, pokoknya kapanpun Miss Dini pulang ke sini, langsung masuk saja ya!" ujar Bu Ira.


Akhirnya malam itu, aku ikut Leo naik ke dalam mobilnya, untuk menemui ibuku, mungkin yang lain bisa aku abaikan, tapi aku tidak bisa mengabaikan Ibuku, apalagi kata Leo kalau saat ini Ibuku sedang sakit.


Leo pun melajukan mobilnya menembus kegelapan malam itu, aku lebih banyak diam, entah mengapa aku enggan bicara pada Leo, sejak dulu memang seperti itu, aku selalu berusaha menjaga jarak dengan Leo.


"Din, aku tahu masalahmu dengan Kenny, Kenny sudah cerita banyak padaku!" kata Leo membuka pembicaraan.


"Oh ya? Kenny cerita apa saja padamu?" Tanyaku ingin tahu.


"Banyak Din, intinya dia sadar dia sudah menyakiti hatimu, dan dia mengakui kesalahannya itu, tapi dia tidak tahu bagaimana cara memperbaiki semuanya!" jawab Leo.


"Sudah tidak ada yang perlu diperbaiki Le, semuanya sudah jelas, Kenny tidak akan pernah bisa sungguh-sungguh mencintaiku!" ucapku sambil menggigit bibir, berusaha agar aku tetap tenang dan stabil.


"Dini, kamu percaya kan kalau hati orang itu bisa berubah, meskipun dulu aku selalu cemburu pada Kenny, tapi aku yakin kamu itu berharga bagi dia!" ujar Leo.


"Iya berharga, untuk menjaga anak-anaknya, tapi bukan berharga untuk menjadi pendamping hidupnya!" jawabku.


Leo nampak terdiam, Mungkin dia juga kehabisan kata-kata, karena memang apa yang aku ucapkan itu benar adanya, Leo dan Kenny itu sudah lama bersahabat, tentunya Leo juga sangat tahu isi hati Kenny.


"Leo, sepertinya aku akan menggugat cerai Kenny!" lanjutku.


Tiba-tiba Leo menghentikan laju kendaraannya mendadak, saat dia mendengar perkataanku barusan.


"Apa? Kamu jangan main-main dengan kata cerai Din! Aku tahu sejak dulu kamu sangat mencintai Kenny, Apa kamu mau melepaskan dia begitu saja?" tanya Leo sambil menatap dalam padaku, jujur aku risih ditatap seperti itu olehnya.


"Aku sudah mempertimbangkannya Le, dan mungkin berpisah adalah jalan yang terbaik untuk aku dan Kenny, buat apa hidup bersama namun tidak sejalan, Apakah kamu tahu rasanya bagaimana bertepuk sebelah tangan!" ungkap ku.


"Aku tahu bagaimana rasanya, karena aku pun mengalami itu, cintaku bertepuk sebelah tangan, wanita yang aku cintai tidak pernah mencintai aku!" sahut Leo.


Aku terdiam, aku tahu siapa yang dimaksud oleh Leo, Itu adalah aku, Aku tahu sejak dulu Leo diam-diam mencintaiku, namun aku tidak pernah bisa untuk memberikan sedikit saja perasaanku pada Leo, semua hatiku sepenuhnya milik Kenny, dan hanya ada Kenny di dalam hati ini, tidak ada Leo sama sekali.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2