
Ini adalah malam kedua aku menginap di rumah Bu Ira, sebenarnya aku juga tidak enak menumpang di sini.
Meskipun aku ingin semalam saja, namun Bu Ira menyarankan kalau sementara waktu aku tinggal saja bersamanya di rumahnya ini.
Lagi pula Bu Ira juga tinggal sendirian di rumah ini, kata Bu Ira, kehadiranku pasti akan membuat dia senang, karena dia merasa ada teman.
Meskipun aku sangat tidak enak, tapi apa boleh buat, aku tidak punya jalan lain, sementara aku di sini saja dulu, sambil aku berpikir, rencana apa yang selanjutnya akan aku lakukan.
Sebenarnya bisa saja aku pergi jauh, ke luar kota ataupun ke luar negeri sekalian.
Kalau aku pergi ke luar negeri, aku juga punya banyak teman yang bisa menerima aku, karena aku kan memang pernah kuliah di luar negeri.
Tapi entah mengapa, aku tidak ingin pergi jauh, aku hanya ingin menghilang sementara waktu, bukan berarti aku pergi jauh, nanti kalau pikiranku sudah agak tenang, baru aku bisa mengambil keputusan.
Kini bukan hanya Bu Ira yang tahu tentangku, bahkan Leo juga sudah tahu aku berada di sini.
Tapi aku tidak khawatir, karena aku cukup kenal Leo, dia orangnya bisa dipercaya, dan Leo juga bukan tipe orang yang suka membocorkan sesuatu.
"Miss Dini dari tadi melamun saja! Itu lho tehnya diminum, sudah keburu dingin itu!" kata Bu Ira sedikit mengejutkan aku yang memang sejak tadi sedang melamun
"Eh Bu Ira, sudah selesai Bu memeriksa tugas murid?" Tanyaku sedikit mengalihkan pembicaraan.
"Sudah, Oh ya Miss, Miss Dini tidak serius kan mengucapkan perkataan yang tadi?" tanya Bu Ira yang kini duduk di hadapanku, di ruang tamu rumahnya.
"Perkataan yang mana?" tanya aku balik.
"Itu lho Miss, perkataan soal cerai, Miss Dini tidak serius kan ingin bercerai dengan mister Kenny?" jawab Bu Ira.
Aku menghela nafas panjang, sebenarnya aku benci kata-kata itu, tapi untuk apa mempertahankan sesuatu, kelihatan tersenyum, seolah bahagia namun semuanya itu palsu.
"Bu Ira, sebenarnya Kenny itu tidak salah Bu, sejak awal aku tahu Kenny tidak pernah punya perasaan apapun padaku, dia sayang padaku hanya karena kami dekat sejak kecil!" ungkapku.
__ADS_1
"Oh ya? Tapi kelihatannya Mister Kenny sangat membutuhkan Miss Dini, apalagi sejak kematian istrinya yang meninggalkan dua anak itu!" ujar Bu Ira yang terlihat menyimak dengan curahan hatiku.
"Ya, memang benar, dia membutuhkan aku, karena anak-anaknya juga butuh sosok ibu, tapi tidak ada cinta di dalamnya, semuanya itu palsu, cuma aku saja yang berusaha menutupi Kepalsuan itu!" ucapku.
Dadaku tiba-tiba sesak, mataku menjadi panas, kembali luka itu menimbulkan perih yang membuat tubuh dan jiwaku seolah melayang jauh.
Tanpa kusadari, mataku mulai menjatuhkan air yang sedari tadi aku tahan untuk jatuh, namun rasanya bola mataku tidak kuat lagi untuk menampung air mata yang sejak tadi seolah ingin keluar.
"Miss Dini menangis saja, kalau itu bisa membuat Miss Dini lega, aku bisa merasakan apa yang Miss Dini rasakan!" ucap Bu Ira yang kini menggenggam hangat tanganku.
"Kenny tidak pernah bisa mencintaiku Bu, dia sudah berusaha, Aku tahu, tapi dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri kalau memang tidak pernah ada aku di sana!" lanjutku dengan suara sedikit bergetar.
"Suatu hari nanti, pasti Mister Kenny akan menyadari kalau Miss Dini memang layak untuk dicintai!" kata Bu Ira.
"Tidak mungkin Bu Ira, dan Aku sudah lelah, sekarang aku menyadari, mungkin jalan satu-satunya adalah berpisah, dengan begitu aku tidak akan menjadi beban untuk Kenny!" isakku sambil menyeka wajahku dengan tanganku.
Bu Ira terdiam, Mungkin dia juga sudah kehabisan kata-kata untuk menghiburku, selama ini dia juga sudah berusaha untuk memberikan kata-kata positif untuk menyemangati aku.
"Iya Bu Ira, sudah malam, Bu Ira kan juga harus mengajar lagi besok, kalau begitu aku masuk ke kamar ya Bu, Kita istirahat!" kataku yang kemudian berdiri dan berjalan ke arah kamar tamu, Bu Ira juga berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya.
Aku tahu Bu Ira juga lelah, selain mengajar dan memeriksa tugas murid, Bu Ira juga mendengarkan setiap keluh kesahku, aku juga tidak mau menjadi beban di rumah ini.
Makanya lebih baik aku masuk ke dalam kamar saja, meskipun aku tahu aku juga tidak akan bisa tidur malam ini.
****
Aku terbangun dari tidurku ketika mendengar suara ketukan pintu di kamar tamu rumah Bu Ira, lagi-lagi aku bangun kesiangan, karena semalam aku tidak bisa tidur dan baru tidur menjelang subuh.
Aku langsung melonjak dari tempat tidur dan langsung membuka pintu kamar itu, Bu Ira sudah berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang terlihat panik.
"Bu Ira? Maaf Bu aku benar-benar keterlaluan, aku kembali kesiangan nih, maklum semalam aku tidak bisa tidur Bu!" kataku yang merasa tidak enak karena lagi-lagi aku bangun kesiangan.
__ADS_1
"Bukan masalah itu Miss, tapi tadi baru saja Pak Budi menelpon, katanya Mr Kenny sudah melaporkan hilangnya Miss Dini ke kantor polisi, dan sekarang satu-satu guru ditanya dan introgasi Apakah pernah ada yang melihat Miss Dini atau mengetahui keberadaan Miss Dini!" jelas Bu Ira.
"Apa? Jadi Kenny sudah melapor ke polisi soal hilangnya aku?" tanyaku meyakinkan.
"Iya miss, kalau seandainya Mister Kenny tahu Miss Dini ada di rumahku, Apakah Mister Kenny akan marah lalu memecatku?" tanya Bu Ira balik, wajahnya menyiratkan kecemasan.
"Bu Ira tenang saja, tidak akan ada orang yang tahu kalau aku ada di sini, Bu Ira tinggal bilang Bu Ira tidak tahu apa-apa!" sahut-ku.
"Iya benar, tapi kan Pak Leo juga tahu kalau Bu Ira ada di rumahku, Bagaimana kalau Pak Leo memberitahukan tentang keberadaan Miss Dini?" tanya Bu Ira lagi.
"Tidak mungkin Leo akan memberitahukan tentang keberadaanku di sini Bu, aku tahu betul karakternya, dia bukan tipe orang seperti itu!" tegasku.
"Syukurlah kalau begitu, Miss Dini kalau bisa jangan keluar dari rumah, kalau ada yang datang lebih baik Miss Dini jangan membukakan pintu, kalau Miss Dini perlu apa-apa atau butuh apapun, tinggal bilang padaku!" kata Bu Ira
"Iya, Bu Ira jangan khawatir, aku tidak akan keluar rumah, lagi pula polisi juga tidak akan mencari aku sampai ke sini, pokoknya Bu Ira tenang saja!" ucapku.
"Baiklah kalau begitu miss, Aku berangkat mengajar dulu, aku juga tadi sudah menyiapkan sarapan di meja makan, pokoknya Miss Dini anggap rumah sendiri saja lah!" kata Bu Ira.
Aku Mencoba tersenyum dan menganggukkan kepalaku, sebenarnya aku tidak enak juga terus-menerus merepotkan Bu Ira, apalagi kini polisi pasti sedang mencari aku karena laporan dari Kenny.
Wajar saja kalau Bu Ira takut, takut disalahkan karena dia menampung aku di rumahnya.
Bu Ira kemudian melangkah keluar rumah menuju ke sekolah yang bisa dilihat dari depan rumah nya.
Aku langsung menutup pintu rumah Bu Ira, setelah Bu Ira berangkat ke sekolah, dari jendela ruang tamu itu aku melihat ada mobil Kenny yang terlihat masuk ke dalam gerbang sekolah.
Ternyata Kenny sudah aktif lagi ke sekolah, aku memang tidak begitu berarti di hatinya, dia melaporkan aku ke polisi karena merasa bersalah, apalagi di hadapan orang tuaku, aku maklum itu.
Aku beruntung bisa bersembunyi di rumah Bu Ira, yang sangat dekat dengan sekolah, sehingga aku bisa melihat meskipun dari balik jendela, bagaimana suasana sekolah Kenny, dan ternyata tanpa ada aku di sampingnya pun, Kenny masih bisa beraktifitas seperti biasanya.
Bersambung ...
__ADS_1
****