Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Tidak Setuju


__ADS_3

" Apakah kamu sudah jatuh cinta padanya?" Tanya daddy Alfred sambil menatap mata putranya.


" Tidak dad, hanya saja kehidupan Adelicia sangat menyedihkan ibunya meninggal oleh suami dan sahabatnya sekaligus ibu tiri nya, bukan itu saja Adelicia dijadikan budak oleh mereka padahal perusahaan dan mansion sebenarnya milik orang tua ibunya Adelicia dan orang yang pantas di hukum yang sangat berat adalah mereka." Ucap Arnold sambil menahan amarahnya terhadap keluarga Adelicia.


" Tapi darah yang mengalir di tubuh Adelicia adalah darah ayahnya dan kamu jangan lupakan itu Arnold." Ucap daddynya yang tetap tidak setuju putranya berhubungan dengan Adelicia.


" Arnold tahu dad tapi Arnold merasa Adelicia bukan seperti mereka." Ucap Arnold berusaha membela Adelicia.


" Waktu di kehidupan mendatang kamu juga begitu yakin dengan wanita ular itu tapi ternyata wanita ular itu tega membunuhmu dan bisa dipastikan suatu saat nanti Adelicia akan berbuat hal yang sama." Ucap daddy Alfred.


" Ingat Arnold, sampai kapanpun daddy tidak setuju kamu berhubungan dengan Adelicia." Sambung daddy Alfred dengan nada tegas.


" Baik dad." Jawab Arnold pasrah.


" Oh ya dad bagaimana dengan orang tua Beni? Apa jangan-jangan daddy sudah bertindak lebih dulu." Tebak Arnold.


" Iya benar, daddy menyuruh anak buah daddy untuk menembak ayahnya Beni dan mengenai ibunya daddy tidak menembaknya tapi daddy menyuruh orang untuk mengawasi mereka berdua kalau berbuat sesuatu maka daddy tidak segan untuk menembaknya." Jawab daddy Alfred


Arnold hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan tanpa banyak bicara karena bagaimana pun dirinya bukan anak pembangkang karena itulah dirinya menerima segala keputusan daddynya.


" Sekarang kamu fokus untuk kuliah hingga lulus kuliah dengan hasil yang sangat memuaskan setelah lulus kuliah daddy akan menjodohkan dengan sahabat daddy." Ucap daddy Alfred yang tidak ingin putra semata wayangnya menikah dengan Adelicia.


" Saat ini Arnold mau fokus kuliah dan kerja dad jadi belum ada rencana untuk menikah." Jawab Arnold.

__ADS_1


" KIta pulang sekarang." Ucap daddy Alfred sambil membereskan dokumen.


" Baik dad tapi Arnold langsung ke kampus." Ucap Arnold.


" Ok." Jawab daddy Alfred singkat sambil berdiri dan meninggalkan ruang kerjanya dan diikuti oleh Arnold menuju ke parkiran mobil.


Mereka masing - masing masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang menuju ke tempat arah yang berbeda, Arnold menatap ke arah samping jendela melihat lalu lalang kendaraan pikirannya menerawang jauh memikirkan semua perkataan daddy nya yang tidak setuju dengan Adelicia membuat Arnold berulang kali menghembuskan nafasnya dengan kasar membuat Rey yang berkerja sebagai orang kepercayaan Arnold meliriknya dari arah spion mobil.


" Ada apa tuan?" Tanya Rey penasaran sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Daddy sangat membenci Adelicia padahal Adelicia sangat menderita akibat ulah mereka." Jawab Arnold.


" Apakah tuan sudah ada perasaan suka pada nona Adelicia?" Tanya Rey penasaran.


" Aku tidak tahu hanya saja aku merasa nyaman bila bersamanya dan aku marah jika Adelicia memikirkan pria lain." Ucap Arnold yang belum menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta.


" Benarkah?" Tanya Arnold yang tetap tidak menyadari perasaannya.


" Benar tuan, jika kita merasa nyaman dan marah karena orang yang kita cintai memikirkan pria lain atau di kenal dengan cemburu." Ucap Rey


" JIka itu  benar tapi bagaimana dengan daddy? Daddy tidak menyetujui jika kami memiliki perasaaan." Jawab Arnold.


" Jalani saja dulu tuan kalau memang tuan berjodoh dengan nona Adelicia pasti akan menikah dan mengenai perasaan tuan besar siapa tahu seiring berjalannya waktu bisa berubah dan tidak membenci nona Adelicia." Ucap Rey sambil menghentikan mobilnya di parkiran kampus.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda Adelicia atau Alicia yang berada di rumah sakit meminta ijin ke neneknya untuk berangkat ke kampus. Setelah berpamitan Alicia berjalan dengan santai menuju ke arah lobby namun baru beberapa langkah dirinya melihat seorang wanita terbaring dengan luka ditubuh dan kepalanya yang masih mengeluarkan darah segar. Dua perawat mendorong brankar tersebut membuat Alicia bisa menebak kalau korban kecelakaan lalu lintas hingga dirinya tidak sengaja mendengar salah satu perawat berbicara.


" Darah nyonya sangat susah, kamu hubungi keluarganya." Ucap salah satu perawat tersebut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Siapakah wanita itu? Tunggu ceritanya nanti siang.


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :


Judul : Kembali Cantik Si Gadis Cacat


Napen : Emy


Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.


Semenjak saat itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semya orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.

__ADS_1


Namun diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice. Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya? Apakah pria itu akan menampakkan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?



__ADS_2