Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Hamil


__ADS_3

" Sama - sama," jawab Angel sambil membalas pelukan mommy Cindy.


Sejak saat itu mommy Cindy tinggal bersama mereka dan mommy Cindy berkerja di perusahaan milik suaminya Angel yang bernama Axel sebagai seorang sekretaris hingga satu tahun kemudian Angel mengajak mommy Cindy di sebuah cafe dekat perusahaan ketika suaminya pergi ke luar kota.


" Kak Angel , ada apa? Kenapa wajahmu seperti terlihat sedih? Apakah kak Axel memarahi kak Angel? Kalau iya akan aku marahi kak Axel nya," ucap mommy Cindy.


Grep


Angel menggenggam tangan Angel dengan ke dua tangannya kemudian menatap mommy Cindy dengan wajah sendu.


" Angel, apakah kamu tulus menyayangiku sebagai seorang kakak?' tanya Angel tanpa menjawab pertanyaan mommy Cindy.


" Tentu saja aku sangat tulus menyayangi kak Angel sebagai kakak, memangnya kenapa kak?" tanya mommy Cindy dengan wajah bingung.


" Kalau begitu kakak ingin jujur padamu, sebenarnya kakak hamil," ucap Angel dengan nada pelan.


" Apa hamil? Selamat ya kak sebentar lagi aku akan menjadi tante tapi kenapa wajah kakak sedih? Apakah kakak tidak ingin hamil? Kakak, semua orang pasti menginginkan hamil jadi aku mohon sebagai seorang adik sayangi anak yang di dalam kandungan kakak," mohon mommy Cindy sambil menyatukan ke dua tangannya seperti memohon sesuatu.

__ADS_1


" Kamu itu adikku yang paling berisik dan bawel," ucap Angel sambil mengacak - ngacak rambut mommy Cindy.


" Aish kakak, berantakan tahu," ucap mommy Cindy dengan bibir bawahnya dimajukan ke depan.


" Habis kamu bikin gemesin, bawel mirip burung beo," ucap Angel sambil tersenyum.


" Nah gitu dong kak tersenyum kan tambah cantik," puji mommy Cindy.


" Kakak sedih jadi kakak mohon bantuan mu, apakah kamu bersedia?" tanya Angel menatap mommy Cindy penuh harap.


" Bantuan apa kak?" tanya mommy Cindy dengan wajah bingung karena tidak seperti biasa Angel berbicara seperti itu.


" Apa??? Kakak bercanda kan?" tanya mommy Cindy tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Angel.


" Kakak tidak bercanda, kakak serius," ucap Angel.


Mommy Cindy menatap mata Angel dan tidak ada kebohongan di matanya membuat mommy Cindy menghembuskan nafasnya dengan berat.

__ADS_1


Jujur sebenarnya mommy Cindy sangat mencintai Axel namun selalu di simpannya di dalam hati karena dirinya tidak ingin di sebut pelakor terlebih Angel dan Axel pernah menyelamatkan nyawanya dan juga Angel sangat baik padanya karena itulah mommy Cindy selalu berusaha menghilangkan perasaan tersebut.


" Kakak sedang hamil, apakah kak Axel tidak menyukai anak?" tanya mommy Cindy.


" Kak Axel sangat menyukai anak," jawab Angel.


" Apa kak Axel mencintai wanita lain?" tanya mommy Cindy.


" Suamiku sangat mencintaiku," jawab Angel.


" Apakah perasaan kakak berkurang?" tanya mommy Cindy lagi.


" Tentu saja tidak, kakak sangat mencintai kak Axel," jawab Angel


" Kalau memang begitu kenapa memintaku menikah dengan kak Axel?" tanya mommy Cindy


" Sebenarnya dokter yang memeriksaku mengatakan kalau aku tidak boleh hamil karena jika aku melahirkan bisa saja aku meninggal. Kami yang mendengarnya sangat terkejut dan hal itu membuat suamiku tidak mau menginginkan anak. Suamiku memberikan pil penunda hamil dan terpaksa aku menuruti permintaan suamiku karena waktu itu sempat berpikir jika aku meninggal maka siapa yang akan mengurus anak kami dan kalau seandainya suamiku menikah lagi aku takut kalau ibu tirinya tidak menyayangi anak kami," ucap Angel.

__ADS_1


" Kemudian kami mengenalmu dan kita selalu bersama selama setahun dan aku tahu sifat mu luar dalam karena itulah jika seandainya nanti aku melahirkan dan aku meninggal aku ingin kamu dan kak Axel menikah agar bisa merawat anak kami, kamu bersedia kan untuk membantuku?" tanya Angel penuh harap.


__ADS_2